QErry Knightly Sharief
Yuuk yg mau dijamin hasilny Bagus dan lebih bagus lagi dr sebelumnya 😍. Best solution is a must
06/12/2025
Lahum Al-fatihah
Eyang buyut dan eyang Putri
05/12/2025
Brother Hood
02/12/2025
Copas tulisan :
"Bab Songsong/Payung".
Sejarah dan fungsi tombak Menur payung
Dalam budaya kerajaan Jawa, payung dikenal sebagai ‘songsong’. Biasanya seorang raja memiliki tiga jenis songsong: songsong gilap gubeng, songsong bawat, dan songsong agung.
Pemakai Songsong bawat dan Songsong Agung bisa ‘disembah’ tanpa batasan ruang dan waktu.
Sementara songsong gilap biasanya dimiliki oleh para pangeran dan hanya berhak disembah sebanyak lima kali dalam satu pertemuan.
Setiap keturunan raja memiliki songsong yang bentuknya sama sebagai penanda, Yang membedakan hanya cat dan streepnya. Warna dasar seperti emas, putih, hijau, biru, merah tua dan hitam merupakan pembeda pangkat dalam lingkungan priayi/priagung
Kelir atau warna emas disepakati sebagai warna paling tinggi, sedang yang terendah adalah hitam.
Lingkungan priayi menobatkan payung sebagai benda sakral dan penanda seberapa tinggi jabatan mereka dalam struktur pemerintahan sehingga penggunaannya pun ada aturannya.
Keraton Kasunanan Surakarta pada masa Pakubuwono IV, misalnya. Ia menerapkan larangan bagi siapapun untuk menggunakan payung di area keraton kecuali keluarga raja yang bergelar pangeran.
Juru panongsong atau Abdi Dalem Priyantaka yang artinya seorang laki-laki berani mati, karena tugas seorang juru panongsong adalah memayungi ndoronya dimana saja, terlebih diluar ruangan agar bayangan ndoronya tidak terinjak, menginjak bayangan bangsawan merupakan sebuah penghinaan besar dan menurunkan harga diri seorang ndoro, didalam acara keagamaan hingga Medan pertempuran, juru panongsong akan slalu setia menemani ndoronya, berpakaian kampuh lurik kutut manggung
Dibagian atas payung biasanya hanya kayu bubutan berbentuk bunga yang masih kuncup dan disetel menyatu dengan gagang namun ada p**a yang menggunakan tombak kecil yang disebut Menur payung, dan biasanya terdapat pada payung yang dipakai saat peperangan, walaupun sangat jarang dipakai untuk menombak musuh, biasanya dipakai seseorang kesatria sejati, saat berperang, tak lagi memikirkan harus dipayungi, payung diambil seorang ndoro untuk menghadang musuh yang mendekat, selanjutnya diberikan kembali pada abdi dalem Priyantoko untuk melindungi diri dan n
28/11/2025
Hitam putih jaman now di th kala 1985 dengan payung/Songsong Leluhur Surakarta Hadiningrat (Eyang Putri Ra.Mursirah binti R.Wiryo) 1925-1985
28/11/2025
1945 dengan dipayungi Songsong leluhur
27/11/2025
Banyak manusia berilmu ilmu tinggi tp kehilangan adab dalam setiap langkahnya. Jika mengejar kuasa dan kehormatan namun lupa bahwa etika adalah cermin dari jiwa sejati. Ingatlah Tanpa adab ilmu hanya jadi kesombongan, dan tanpa etika manusia kehilangan kemuliaan nya.
22/11/2025
Salam alfatihah kagem leluhur saya PB II dan sedayanipun.
17/11/2025
Masya Allah Tabarakallah
Click here to claim your Sponsored Listing.
