Fitria Izzatul Tania
Melayani Umroh dengan fasilitas sesuai permintaan jamaah,dari bi follow our ig @Catatan_anak_maos
19/09/2022
Bismillahirrahmanirrahim...
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh...
Tidak perlu datang ke dukun jika urusanmu susah,
Tidak perlu pakai jimat penglaris jika rezekimu seret,
Jika urusanmu susah, maka perbanyaklah istighfar.
Jika rezekimu seret, maka perbanyaklah istighfar.
Istighfar penyebab pertolongan Allah dan mampu mempermudah semuanya.
Rasul shallallahu’alaihiwasallam yang menunjukkan bahwa memperbanyak istighfar merupakan salah satu kunci rizki dan pertolongan Allah, sebagaimana hal dalam sebuah hadits yang berbunyi:
“مَنْ أَكْثَرَ مِنْ الِاسْتِغْفَارِ؛ جَعَلَ اللَّهُ لَهُ مِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا، وَمِنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجًا، وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ”
“Barang siapa memperbanyak istighfar; niscaya Allah memberikan jalan keluar bagi setiap kesedihannya, kelapangan untuk setiap kesempitannya dan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka” (HR. Ahmad dari Ibnu Abbas dan sanadnya dinilai sahih oleh al-Hakim serta Ahmad Syakir).
Maka silahkan perbanyaklah istighfar, serta tunggulah hasilnya, jika belum terlihat juga, perbanyaklah terus istighfar dan jangan pernah berputus asa, Yakinlah janji Allah.
Terus perbanyak Istighfar di dalam setiap kesempatan, keadaan, kapan dan di manapun memungkinkan, di jalan, di kantor, ketika menunggu toko, di atas tempat tidur, di dapur, di sawah...
Semoga Allah ﷻ segera memberi jalan keluar atas kesusahan kita, dan rezeki dari arah yg tak disangka-sangka atas kesempitan kita. Aamiin
✍ Habibie Quotes, 18/09/22
Barakallahu Fiikum
17/09/2022
TANDA KEBAHAGIAAN SEBUAH RUMAH
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّ اللهَ إِذَا ارَادَ بِاهْلِ بَيْتٍ خَيْرًا أَدْخَلَ عَلَيْهِم الرِّفْقَ
“Sesungguhnya jika Allah menghendaki kebaikan bagi sebuah keluarga maka Allah akan memas**an kelembutan kepada mereka..” (HR Ahmad dan dishahikan oleh Al-Albani dalam As-Shahihah no 523)
Renungkanlah kondisi rumah tanggamu..
jika selalu dipenuhi dengan suara keras, lantang, kekasaran..
bentakan, pukulan terhadap anak-anak..
jeritan anak-anakmu..
mengangkat suara di hadapan suami…
Maka Ketahuilah, engkau sedang jauh dari kebaikan..
Segera rubahlah sikapmu.. perbaiki kondisi rumahmu, penuhi dengan senyuman, kelembutan, niscaya Allah menebar kebaikan dalam keluargamu..
Ustadz Firanda Andirja, MA حفظه الله تعالى
Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamualaikum
*PULANG*
_"Besok kita jadi bukber ya, di tempat yang kemarin udah aku reserved."_
Begitu bunyi aplikasi chat yang kutulis setelah memastikan teman segrup mengiyakan.
Kubuka aplikasi kalender:
• Besok bukber di kantor,
• Lusa bukber bersama anak yatim di sebuah hotel,
• Weekend bukber dengan teman teman komunitas,
• dan beberapa lagi undangan lainnya..
Melewati pertengahan Ramadhan, ajakan bukber makin padat saja. Alasannya mumpung sebelum pada mudik atau p**ang kampung.
Namun, ternyata aku yang lebih dulu dipanggil 'PULANG'.
Bukber hari itu pun ditiadakan. Rombongan rekan sejawat, kolega dan teman-temanku datang ke rumahku. Teman dekatku menangis, yang lain matanya sembab tanda turut berbelasungkawa.
Lalu apa…?
Semua grup Line dan WA yang aku ikuti penuh berisikan ucapan belangs**awa. _"Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun, semoga husnul khotimah."_
_"Selamat jalan sahabat."_
Begitu indah dan haru bunyinya.
Foto foto berisikan wajahku baik sendiri maupun bersama teman teman dengan caption kenangan terbaik ramai memenuhi media sosialku.
Belum lagi ratusan notifikasi, ucapan kaget dan tidak percaya aku telah tiada yang membludak di kolom komentar medsosku.
Begitu juga papan bunga ucapan belasungkawa dengan namaku yang ditaruh berjejer di sepanjang jalan hingga halaman depan rumahku.
Lihat... Begitu banyak orang yang mencintaiku. Tidak sia sia aku sering menghabiskan waktu bonding bersama mereka bukan?
_"I wish I could say that.."_
Kehidupan akhirat nyatanya tidak seindah itu. Aku bahkan tak tahu menahu adanya ucapan belasungkawa yang dikirim via WhatsApp, Instagram, Facebook dan lainnya.
Aku di gelapnya alam kubur menunggu "cahaya do'a" dari rekan rekanku yang selama ini kuhabiskan waktuku bersama mereka.
Ratusan teman kerjaku, hanya mendoakan lewat WA dan Instagram saja. Ternyata do'a mereka di media sosial itu tidak cukup kuat untuk menembus hingga ke bawah tanah, di mana aku dikubur saat ini.
Bisa dihitung dengan jari, hanya beberapa titik cahaya saja yang datang langsung dari doa teman temanku yang dipanjatkan tulus di atas sajadah. Bukan do'a basa basi yang di copy paste di atas keypad.
Kemana kalian sahabat? Bukankah kita sudah terlampau sering melakukan bonding bersama?
Bercanda dan tertawa, nonton bareng, makan bareng, jalan bareng, kegiatan ini kegiatan itu, bahkan ada yg sudah menyebutku sebagai keluarga, ingat?
Ataukah memang selalu begitu dan hanya akan tetap sebatas ini sejak dulu. Yang hidup di dunia akan tetap berkutat dengan dunianya. Dan sedikit demi sedikit melupakanku, kenangan tentangku akan lenyap dihanyutkan kesibukan dunia. Sehari, sebulan, setahun, lalu sirna. Terlupakan...
Dan kini tinggallah aku seorang diri di alam baka, harus mempertanggung jawabkan segala perbuatan dan amal ibadahku selama hidup di dunia. Sendirian..
Kalaulah dahulu kepadaku diperlihatkan sedkit saja kehidupan nyata di akhirat, pastilah aku akan memilih chating & bonding dengan Allah Sang Pencipta dibandingkan dengan makhluk-Nya.
Aku akan mengganti belasan bukber yang sering banyak ghibah itu dengan dzikir mengingat Allah atau berkumpul dengan keluarga.
Akan kuganti tidur sehabis subuh itu dengan dzikir pagi dan shalat Dhuha.
Akan kuganti acara nonton film dengan acara baca dan menghafal Al-Quran.
Dan tentu tak akan kusia siakan bulan Ramadhan dengan amalan sekedarnya.
Sebenarnya tanpa harus diperlihatkan kehidupan di akhirat itu akupun sudah tahu namun aku sering berpura-pura lupa dan acuh mengabaikannya.
Hingga waktuku habis sia-sia dan akhirnya datanglah hari penyesalan ini. Apalah artinya banyak teman tertawa bersama makhluk, jika menjadikan kita lupa untuk menangis kepada-Nya.
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : “Andai kalian tahu apa yg aku tahu, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis.”
(HR.Bukhari-Muslim)
EPILOG
Kudengar bukber di hari 'kep**anganku' itu dibatalkan dan diundur menjadi minggu depannya. Tak ada yang berbeda, hanya berkurang satu kursi dari meja. Ternyata tanpa aku pun mereka tetap bisa ramai dan banyak tertawa.
Selamat tinggal sahabat
Selamat tinggal dunia
Ternyata hanya sesaat kebersamaan kita
Ku tunggu di hari perhitungan Nya
Di saat masing masing kita akan di mintai pertanggungjawaban
* * *
Semoga kita dapat mengambil pelajaran dan tidak sampai mengalaminya,
Semoga kita di wafatkan dengan HUSNUL KHOTIMAH, di jauhkan dari godaan syetan dan dengan izin dan pertolongan Allah, kita akan mampu mengucapkan Kalimat Terakhir dengan
LAA ILAAHA ILLALLAH
Aamiin Allahumma Aamiin.
Ukty Lidia Fitrianti
06/12/2021
Kisah Istri Kecanduan Chating
Kadang jika kita hanya sekedar menyampaikan untaian nasehat, mungkin sebagian orang belum tersentuh. Namun tatkala dikemukakan sebuah kisah, barulah hati kita mulai tersentuh dan baru bisa menarik pelajaran. Semoga kisah berikut bisa menjadi pelajaran bagi kita semua.
Kisah Bincang-bincang Seorang Istri di Dunia Maya
Kisah ini terjadi di Lebanon berdasarkan apa yang saya dengar lewat kajian bersama ustadz di majelis ilmu syar’i … Ustadz menguraikan kisah ini agar bisa menjadi perhatian bagi muslimah di sini (Sydney) agar mereka berhati-hati terhadap chatting ini dan tidak melayani sapaan dari laki-laki yang s**a iseng menggoda lewat chatting ini…
Beliau adalah seorang wanita muslimah yang alhamdulillah Allah karuniakan kepadanya seorang suami yang baik akhlak dan budi pekertinya. Di rumah ia pun memilki komputer sebagaimana keluarga muslim lainnya di mana komputer bukan lagi merupakan barang mewah di Lebanon. Sang suami pun mengajari bagaimana menggunakan fasilitas ini yang akhirnya ia pun mahir bermain internet. Yang akhirnya ia pun mahir p**a chatting dengan kawan-kawanya sesama muslimah.
Awalnya ia hanya chatting dengan rekannya sesama muslimah, … hingga pada suatu hari ia disapa oleh seorang laki-laki yang mengaku sama-sama tinggal dikota beliau.Terkesan dengan gaya tulisannya yang enak dibaca dan terkesan ramah. Sang muslimah yang telah bersuami ini akhirnya tergoda pada lelaki tersebut.
Bila sang suami sibuk bekerja untuk mengisi kekosongan waktunya, ia akhirnya menghabiskan waktu bersama dengan lelaki itu lewat chatting, … sampai sang suami menegurnya setiba dari kerja mengapa ia tetap sibuk di internet. Sang istri pun membalas bahwa ia merasa bosan karena suaminya selalu sibuk bekerja dan ia merasa kesepian, … ia merahasiakan dengan siapa ia chatting .. khawatir bila suaminya tahu maka ia akan dilarang main internet lagi…. Sungguh ia telah kecanduan berchatting ria dengan lelaki tersebut.
Fitnah pun semakin terjadi di dalam hatinya, .. ia melihat sosok suaminya sungguh jauh berbeda dengan lelaki tersebut, enak diajak berkomunikasi, senang bercanda dan sejuta keindahan lainnya di mana setan telah mengukir begitu indah di dalam lubuk hatinya.
Duhai fitnah asmara semakin membara, … ketika ia chatting lagi sang laki-laki itu pun tambah menggodanya, .. ia pun ingin bertemu empat mata dengannya. Gembiralah hatinya, .. ia pun memenuhi keinginan lelaki tersebut untuk berjumpa. Jadilah mereka berjumpa dalam sebuah restoran, lewat pembiacaran via darat mereka jadi lebih akrab. Dari pertemuan itu akhirnya dilanjutkan dengan pertemuan berikutnya.
Hingga akhirnya si lelaki tersebut telah berhasil menawan hatinya. Sang suami yang menasehati agar ia tidak lama-lama main internet tidak digubrisnya. Akhirnya suami wanita ini menjual komputer tersebut karena kesal nasehatnya tidak di dengar, lalu apa yang terjadi ?? Langkah itu (menjual komputer) membuat marah sang istri yang akhirnya ia pun meminta cerai dari suaminya. Sungguh ia masih teringat percakapan manis dengan laki-laki tersebut yang menyatakan bahwa ia sangatlah mencintai dirinya, dan ia berjanji akan menikahinya apabila ia bercerai dari suaminya.
Sang suami yang sangat mencintai istrinya tersebut tentu saja menolak keputusan cerai itu. Karena terus didesak sang istri akhirnya ia pun dengan berat hati menceraikan istrinya. Sungguh betapa hebatnya fitnah lelaki itu. Singkatnya setelah ia selesai cerai dengan suaminya ia pun menemui lelaki tersebut dan memberitahukan kabar gembira tentang statusnya sekarang yang telah menjadi janda. Lalu apakah si lelaki itu mau menikahinya sebagaimana janjinya???
Ya ukhti muslimah dengarlah penuturan kisah tragis ini, … dengan tegasnya si lelaki itu berkata, “Tidak!! Aku tidak mau menikahimu! Aku hanya mengujimu sejauh mana engkau mencintai suamimu,ternyata engkau hanyalah seorang wanita yang tidak setia kepada suami. Dan, aku takut bila aku menikahimu nantinya engkau tidak akan setia kepadaku! Bukan ,..bukan..wanita sepertimu yang aku cari, aku mendambakan seorang istri yang setia dan taat kepada suaminya..!”
Lalu ia pun berdiri meninggalkan wanita ini, .. sang wanita dengan isak tangis yang tidak tertahan inipun akhirnya menemui ustadz tadi dan menceritakan Kisahnya…. Ia pun merasa malu untuk meminta rujuk kembali dengan suaminya yang dulu … mengingat betapa buruknya dia melayani suaminya dan telah menjadi istri yang tidak setia.
[Sumber : http://jilbab.or.id/archives/403-bercerai-dari-suami-akibat-kecanduan-chatting/ ]
Jika seseorang betul-betul merenungkan kisah di atas, tentu saja dia akan menggali beberapa pelajaran berharga. Itulah di antara bahaya chatting dengan lawan jenis yang tidak mengenal adab dalam bergaul. Lihatlah akibat chatting dengan lawan jenis, di sana bisa terjadi perceraian antara kedua pasangan tersebut disebabkan si istri memiliki hubungan dengan pria kenalannya di dunia maya.
Di pelajaran lainnya adalah hendaknya selalu ada pengawasan dari kepala keluarga terhadap anggota keluarganya. Kepala keluarga seharusnya dapat memberikan batasan terhadap pergaulan anggota keluarganya termasuk istrinya, apalagi dalam masalah penggunaan internet. Inilah pelajaran yang mesti diperhatikan oleh seorang suami sebagai kepala keluarga.
Adapun untuk anggota keluarga yaitu istri dan anak, hendaklah mereka selalu merasa mendapatkan pengawasan dari Allah subahanahu wa ta’ala. Hendaklah mereka meyakini bahwa Allah Ta’ala mengetahui segala yang nampak maupun yang tersembunyi. Sehingga Allah mengetahui segala apa yang mereka lakukan. Karena Allah-lah Maha Mengetahui dan Maha Melihat dengan sifat kesempurnaan. Tentu saja sikap selalu merasa penjagaan dari Allah ini bisa muncul jika seseorang telah dibekali dengan aqidah dan tauhid yang benar. Itulah pentingnya pendidikan aqidah pada keluarga.
Selain itu p**a, istri mesti diluruskan tatkala dia berada dalam kekeliruan. Istri mesti diluruskan dengan lemah lembut dan harus berhati-hati dalam menasehatinya. Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,
وَاسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ خَيْرًا ، فَإِنَّهُنَّ خُلِقْنَ مِنْ ضِلَعٍ ، وَإِنَّ أَعْوَجَ شَىْءٍ فِى الضِّلَعِ أَعْلاَهُ ، فَإِنْ ذَهَبْتَ تُقِيمُهُ كَسَرْتَهُ ، وَإِنْ تَرَكْتَهُ لَمْ يَزَلْ أَعْوَجَ فَاسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ خَيْرًا
“Bersikaplah yang baik terhadap wanita karena sesungguhnya mereka diciptakan dari tulang rusuk. Bagian yang paling bengkok dari tulang rusuk tersebut adalah bagian atasnya. Jika engkau memaksa untuk meluruskan tulang rusuk tadi, maka dia akan patah. Namun, jika kamu membiarkan wanita, ia akan selalu bengkok, maka bersikaplah yang baik terhadap wanita.” (HR. Bukhari no. 5184)
Juga perlu diketahui bahwa kerusakan yang terjadi akibat chatting di atas bukanlah bisa terjadi hanya pada wanita. Kerusakan semacam itu pun sebenarnya dapat terjadi pada laki-laki. Oleh karena itu, perlu sekali diberitahukan kepada pembaca sekalian beberapa adab-adab yang mesti diperhatikan ketika bergaul dengan lawan jenis. Karena tidak memperhatikan beberapa adab berikut inilah terjadi keretakan rumah tangga atau mungkin bagi yang belum menikah pun bisa terjadi kerusakan dengan terjerumus dalam perantara-perantara menuju zina atau bahkan bisa terjerumus dalam zina. Na’udzu billahi min dzalik.
Beberapa Adab yang Mesti Diperhatikan dalam Pergaulan dengan Lawan Jenis (Yang Bukan Mahrom)
Pertama, menjauhi segala sarana menuju zina
Allah Ta’ala berfirman,
وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا
“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.”(QS. Al Isro’ [17] : 32)
Kedua, selalu menutup aurat
Allah Ta’ala berfirman,
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا
“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al Ahzab [33] : 59)
Ketiga, saling menundukkan pandangan
Allah memerintahkan kaum muslimin untuk menundukkan pandangan ketika melihat lawan jenis. Allah Ta’ala berfirman,
قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ
“Katakanlah kepada laki – laki yang beriman :”Hendaklah mereka menundukkan pandangannya dan memelihara kemaluannya.” (QS. An Nuur [24] : 30 )
Dalam lanjutan ayat ini, Allah juga berfirman,
وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ
“Katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman : “Hendaklah mereka menundukkan pandangannya, dan kemaluannya” (QS. An Nuur [24] : 31)
Keempat, tidak berdua-duaan
Dari Ibnu Abbas, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلاَّ مَعَ ذِى مَحْرَمٍ
“Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita kecuali jika bersama mahromnya.” (HR. Bukhari, no. 5233)
Kelima, menghindari bersentuhan dengan lawan jenis
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu , Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
كُتِبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيبُهُ مِنَ الزِّنَى مُدْرِكٌ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ وَالأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الاِسْتِمَاعُ وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلاَمُ وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ
“Setiap anak Adam telah ditakdirkan bagian untuk berzina dan ini suatu yang pasti terjadi, tidak bisa tidak. Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian.” (HR. Muslim no. 6925)
Keenam, tidak melembutkan suara di hadapan lawan jenis
Allah Ta’ala berfirman,
يَا نِسَاءَ النَّبِيِّ لَسْتُنَّ كَأَحَدٍ مِنَ النِّسَاءِ إِنِ اتَّقَيْتُنَّ فَلا تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ الَّذِي فِي قَلْبِهِ مَرَضٌ وَقُلْنَ قَوْلا مَعْرُوفًا
“Hai istri-istri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu melembutkan pembicaraan sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit (syahwat) dalam hatinya, dan ucapkanlah perkataan yang baik.” (QS. Al Ahzab: 32). Perintah ini berlaku bukan hanya untuk istri-istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, namun juga berlaku untuk wanita muslimah lainnya.
Lalu bagaimana dengan adab chatting dengan lawan jenis? Hal ini dapat p**a kita samakan dengan telepon, SMS, pertemanan di friendster dan pertemanan di facebook.
Jawabnya adalah sama atau hampir sama dengan adab-adab di atas.
Pertama, jauhilah segala sarana menuju zina melalui pandangan, sentuhan dan berdua-duaan dengan lawan jenis yang bukan mahrom.
Kedua, tutuplah aurat di hadapan bukan mahrom.
Sehingga seorang muslimah tidak menampakkan perhiasan yang sebenarnya hanya boleh ditampakkan di hadapan suami. Contoh yang tidak beradab seperti ini adalah berbusana tanpa jilbab atau bahkan dengan busana yang hakekatnya telanjang. Inilah yang banyak kita saksikan di beberapa foto profil di FB atau friendster. Semoga Allah memberi taufik dan hidayah kepada mereka.
Ketiga, tundukkanlah pandangan.
Bagaimana mungkin bisa saling menundukkan pandangan jika masing-masing orang memajang foto di hadapan lawan jenisnya? Wanita memamerkan fotonya di hadapan pria. Mungkinkah di sini bisa saling menundukkan pandangan? Oleh karena itu, alangkah baiknya jika foto profil kita bukanlah foto kita, namun dengan foto yang lain yang bukan gambar makhluk bernyawa. Tujuannya adalah agar foto wanita tidak membuat fitnah (godaan) bagi laki-laki, begitu p**a sebaliknya. Di antara bentuk menundukkan pandangan adalah janganlah menggunakan webcamp selain dengan sesama jenis saja ketika ingin melakukan obrolan di dunia maya.
Keempat, hati-hatilah dengan berdua-duaan bersama lawan jenis yang bukan mahrom.
Jika seorang pria dan wanita melakukan pembicaraan via chatting, telepon atau sms –tanpa ada hajat (keperluan)-, itu sebenarnya adalah semi kholwat (semi berdua-duaan). Apalagi jika di dalamnya disertai dengan kata-kata mesra dan penuh godaan sehingga membangkitkan nafsu birahi. Dan jika memang ada pembicaraan yang dirasa perlu antara pria dan wanita yang bukan mahrom, maka itu hanya seperlunya saja dan sesuai kebutuhan. Jika tidak ada kebutuhan lagi, maka pembicaraan tersebut seharusnya dijauhi agar tidak terjadi sesuatu yang bisa menjurus pada yang haram.
Kelima, janganlah melembutkan atau mendayu-dayukan suara atau kata-kata di hadapan lawan jenis.
Penyimpangan dalam adab terakhir ini, kalau diterapkan dalam obrolan chatting adalah dengan kata-kata yang lembut atau mendayu-dayu dari wanita yang menimbulkan godaan pada pria. Contoh menggunakan kata-kata yang sebenarnya layak untuk suami istri seperti “sayang”, dsb.
Jika setiap muslim mengindahkan adab-adab di atas, maka tentu saja dia tidak akan terjerumus dalam perbuatan dosa dan tidak akan mengalami hal yang serupa dengan kisah di atas dengan izin Allah.
Kami ingatkan p**a bahwa tulisan ini bukanlah hanya kami tujukan kepada kaum hawa saja, namun kami juga tujukan pada para pria agar mereka juga memperhatikan adab-adab di atas. Jadi janganlah tulisan ini dijadikan sebagai sarana untuk memojokkan wanita atau para istri, namun hendaklah dijadikan nasehat untuk bersama.
Semoga Allah subhanahu wa ta’ala memberikan sifat ketakwaan, memberi kita petunjuk dan kecukupan. Semoga Allah melindungi dan menjaga keluarga kita dari hal-hal yang haram dan mendatangkan murka Allah. Semoga risalah ini dapat bermanfaat bagi kaum muslimin. Wa shallallahu wa sallamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shahbihi ajma’in.
Walhamdulillahir rabbil ‘alamin.
Akhi, ukhti, yuk baca tulisan lengkapnya di Rumaysho:
https://rumaysho.com/397-kisah-istri-kecanduan-chating.html
21/10/2021
Bismillah n d e l m i n g
"-" Kadang kita perlu menghibur diri saat kecewa mengantarkan pada amarah .
Menghibur diri ada banyak jalan , salah satunya adalah dengan membaca beberapa kata indah yang pernah dibaca atau ditulis sendiri .
Tak semua orang mampu memahami kecewa kita , karena tak semua orang satu kimia rasa dengan kita .
Karenanya , tak perlulah berharap empati dari orang lain . Meski demikian , berikan empati kita semampu kita kepada orang yang tengah menderita .
Mampunya kita berempati adalah tanda kita masih masuk katagori manusia sehat .
Salah satu yang menghibur saya saat saya merasa kecewa dan tak nyaman dengan keadaan adalah kata - kata " life is not always fair " [ hidup tak selalu adil ] dan bahwa " [ manusia itu tak selamanya cinta dan setia selamanya ] .
Meski saya senang berpegang pada kata-kata itu , namun saya berupaya untuk selalu bersikap adil sebisa mungkin karena adil adalah sifat yang sangat dis**a Allah .
Kalimat lain yang cukup menghibur saya adalah kata - kata indah pujangga Mesir , Anies Mansour :
Kekecewaan terdahsyat adalah datang dari orang - orang yang kepadanya kamu mempersembahkan segala sesuatu .
Berharap kepada manusia memang lebih banyak mengecewakan ketimbang membahagiakan . Maka benar kata - kata pujangga lainnya :
Kau merdeka saat kau tak ada lagi sesuatu yang ditunggu .
Menunggu sesuatu dari orang lain kadangkala bermakna penjara bagi kita dalam makna tertentu .
Tak bisa saya lupakan bahwa saya sering sekali terhibur dengan kata-kata Syekh Mutawalli Sya'rawi :
Tak akan pernah menjadi korban iri hati dan dengki kecuali orang-orang yang tengah mendapatkan nikmat dari Allah .
Ada kata lain yang semakna , yaitu bahwa hanya orang sukseslah yang selalu menjadi obyek iri hati dan dengki .
Hidup ini adalah soal menyikapi .
Kaya - miskin , sehat - sakit , hidup - mati , menang - kalah dan seterusnya , merupakan dinamika dalam hidup ini .
Diberi sehat bagaimana sikap kita , dan diberi sakit bagaimana p**a sikap kita , itulah ujiannya .
Sikap kita terhadap dinamika kehidupan itulah yang menjadi kunci kesuksesan kita di dunia dan akhirat .
sambil mengingat kalimat - kalimat itu saya berdo'a : Ya Rabb , tolonglah kami , hanya Engkau Penolong dan Pelindungku "-" .
Wa Allahu a'lam .
Copas
13/08/2021
ZIARAH KUBUR SESUAI SUNNAH NABI ﷺ
Nabi ﷺ sering datang kekubur para sahabatnya yaitu di baqi', beliau ﷺ hanya datang, kemudian ucapkan salam, kemudian berdo'a untuk penghuni kubur (seperti apa yang akan saya sebutkan dibawah), setelah itu Nabi ﷺ PULANG, beliau tidak bawa air, juga tdk bawa kembang telon (bunga), beliau ﷺ juga tdk yasinan dikuburan, tidak hadrohan/ketimpringan apalagi sampai angguk-angguk disisi kubur.
Karena Tujuan utama ziarah kubur adalah
Pertama, tujuan yang manfaatnya kembali kepada orang yang berziarah. Bentuknya mengingatkan orang yang berziarah akan KEMATIAN dan kehidupan dunia yang fana. Bekal utama mereka adalah iman dan amal soleh.
Kedua, tujuan yang manfaatnya kembali kepada mayit
Bentuknya adalah salam dari pengunjung dan doa kebaikan untuk mayit, serta seluruh penghuni kubur lainnya. Orang mati yang sudah tidak mampu menambah amal, dia sangat membutuhkan doa orang yang masih hidup.
Rasulullah ﷺ telah mengajarkan kepada kita doa ketika berziarah kubur. Teks doanya,
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَيَرْحَمُ اللهُ الْمُسْتَقْدِمِينَ مِنَّا وَالْمُسْتَأْخِرِينَ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللهُ بِكُمْ لَلَاحِقُونَ أَسْأَلُ اللهَ لَنَا وَلَكُمُ الْعَافِيَةَ
"ASSALAMU ’ALAIKUM AHLAD-DIYAAR MINAL MU’MINIINA WAL MUSLIMIIN. YARHAMULLOOHUL MUSTAQDIMIINA MINNAA WAL MUSTA’KHIRIIN.
WA INNA INSYAA ALLOOHU BIKUM LA-LAAHIQUUN
WA AS ALULLOOHA LANAA WALAKUMUL ‘AAFIYAH."
Artinya : “Semoga keselamatan tercurah kepada kalian, wahai penghuni kubur, dari (golongan) orang-orang beriman dan orang-orang Islam, semoga Allah merahmati orang-orang yang mendahului kami dan orang-orang yang datang belakangan. Kami insya Allah akan menyusul kalian, saya meminta keselamatan untuk kami dan kalian.”
Hadis ini diajarkan kepada Ibunda A’isyah radhiyallahu ‘anha, ketika beliau bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang doa yang dibaca pada saat ziarah kubur. (HR. Ahmad 25855, Muslim 975, Ibnu Hibban 7110, dan yang lainnya).
Click here to claim your Sponsored Listing.
