Kisah Perjuangan Mama Ucu
Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Kisah Perjuangan Mama Ucu, Health/Beauty, Pekanbaru.
Episode 6. Kembali kecewa saat Tau jadwal MRI harus menunggu 14 hari lagi.
Full video
27/07/2023
Episode 6. Kembali kecewa saat Tau jadwal MRI harus menunggu 14 hari lagi.
Pengobatanpun dimulai setelah lelah 4 hari menunggu dokter spesialis. Mama ucu juga diberikan rehab Medik atau fisioterapi. Anggota badan mama ucu digerakan oleh fisioterapis. Latihan ini jga membuat badan mama ucu merasa lebih lega karena sudah Lama melempam/ tidak bergerak. Setelah beberapa Kali kunjugan dokter dan beberapa dokter magang yang Lagi praktek, mama ucu di sarankan untuk melakukan MRI (magnetic resonance imaging) agar terlihat dimana Dan seperti apa infeksi saraf yang diderita mama ucu.
Pendftaran MRI pun di lakukan, namun keluarga kembali terperangah akibat jadwal MRI harus menunggu selama 14 hari. Tidak putus usaha, ayah pun menghubungi beberapa kenalan agar bisa membantu utk mempercepat jadwal MRI, namun hasilnya jga nihil. Keluarga hanya bisa pasrah dah berdoa. Dalam rentan waktu tersebut dokter tetap melakukan pengobatan. Dan alhamdulillah dalam waktu tersebut mama ucu udah bisa mengoyang-goyangkan kakinya, Dan jarinyapun mulai bisa bergerak walaupun gerakannya sangat lemas. Pada saat fisioterapis menggerakan anggota tubuhnya, mama ucu pun bisa merasakan gerakan tersebut meskipun tidak bisa menguatkan atau melawan Gerakan yang dibuat oleh fisioterapis tsb.
Setelah 4 hari berselang tiba tiba petugas menghubungi ayah, agar segera bersiap siap. Karena sebentar lagi mama ucu dibawa ke ruang MRI. Hal ini terjadi karena ada pasien yang batal utk MRI, sehingga jadwalnya diberikan ke mama ucu. Singkat cerita mama ucu pun di bawa ke ruang MRI. Cuman ayah yang menemani mama ucu, karena keluarga lain tidak sempat ke RS akibat dr jadwalnya yg mendadak.
2 hari setelah MRI, hasilpun keluar. Diagnosa penyakitpun telah di dapat oleh dokter. Senin, 12/04/2023 (tepat 1 hari sebelum 1 Ramadhon 1442 H) mama ucu pun sudah dibolehkan pulang oleh dokter, dan contol rawat jalan seminggu kemudian. Pada hari itu juga mama ucu dibawa pulang kekampung ayah, disebuah Desa yang bernama desa binamang kab kampar, di sana rencananya mama ucu mw obat secara kampung (alternative).
Bersambung...
Mama ucu masih tergeletak, dan kembali dibawa kepekanbaru.
Foto Mama ucu bersama alm mak pertama kali di ajak jalan jalan.
17/07/2023
Kisah lanjutan
Episode 5. Ruang kelas 1 Penuh, Ayah Risau diminta Masuk ke VIP.
Sore itu mama ucu, ayah dan ibu sampai di Salah satu RS terbesar di Provinsi Riau. Pasien lansung masuk ke ruang UGD. Saat Itu ayah lansung menelpon saya (Engah/ panggilan anak ke 2) utk bertanya di mana posisi saat itu. Kebetulannsaya Masih belum sampai k RS akibat terjebak macet. Sesampai di sana saya lansung menuju Ruang UGD. Ayah dan mak sedang menunggu di kasur Pasien. Alhamdulillah setelah bersalaman dengan mak Dan ayah, saya lansung melihat kondisi mama ucu yang kondisinya sudah terpasang infus, namun sudah tidak lagi menggunakan oksigen.
Seluruh tubuh Masih belum bisa bergerak, tpi kalo kita menyentuh kulitnya dia merasakan sentuhan tangan kita. Cuman katanya rasanya agak beda, ada sedikit ngilu rasanya sentuhan tsb (rasanya tidak bisa 100% di gambarkan dengan kata kata). Sembari melihat kondisi ucu, saya sempatkan membaca alfatihah, triKuL dan ayah kursi dgn niat menghalau segala macam ganguang faktor x. 5 menit berlalu sembari bercerita dgn ayah dan mak, dokter jagapun menjeguk Pasien. Dokter bertanya beberapa soal kepada mama ucu utk membuat diagnosa awal. Dalam mendengar diskusi tsb, kepala saya pusing, membuat saya tidak kuat saat duduk dikursi. Saya sampaikan kepada ayah, "yah, Aku peneng, Aku keluar ye". Ayah mengiyakan perkataan saya tersebut. Sesampai di Lorong UGD kepala saya sakit, tidak sanggup berdiri. Saya duduk sambil muntah muntah. Untungnya d sana ada cleaning servis, dia lansung memberikan pertolongan pertama dan bersama perawat membawa saya masuk k UGD dan membaringkan saya ke tempat Pasien yang Masih kosong. Mak saya lansung bingung Dan Gaduh melihat kondisi saya. Namun setelah di tenangkan oleh tenanga medis Selamat 30 menit kondisi saya kembali pulih. Kata dokter ini hanya karena shock akibat melihat kondisi sang adik.
Kondisi mak menjadi lebih tenang, dan meminta agar saya isthat sampai benar benar bisa dan kuat utk pulang dan mengurus keperluan lainnya di luar. Setelah satu jam lebih saya istrahat saya lansung pulang dengan beberapa titipan pesan keluarga.
Sesampai di Rumah, sore magrib itu juga ayah menelpon. Yati belum dapat kamar, karena semua kamar Pasien penuh. Kemungkinan yati akan di masukkan ke kamar VIP. Ayah Risau, ini gimana natk pembayarannya, bisa-bisa natik kita tidak akan punya cukup uang untuk membayarnya. Saya merasa informasi ini seperti ada yang kurang, ditambah kondisi ayah yang juga tidak terlalu mengerti urusan adm RS. Saya sampaikan ke ayah untuk fokus sama mama ucu saja dulu, besok saya akan clearkan urusan admnya di RS tersebut.
Singkat cerita mama ucu tidur di UGD malam itu. Jumat, Siang itu saya kembali menjenguk mama ucu, alhamdulillah pernafasannya lumayan baik, cuman sekali kali saja kata ayah dia sesak dan bisa di urut. Setelah bercerita sejenak, saya lansung mengurus adm mama ucu agar segera mendapatkan kamar. Petugas memberikan informasi bahawa seluruh kamar kelas 1 (sesuai BPJS Pasien) penuh. Dia katakan kalo kamar kelas 1 tidak mungkin dapat dalam 3 hari berikutnya. Trus dia akan memamasuk mama ucu ke kamar VIP Selama 3 hari, tanpa tambahan uang sepeserpun (sesuai aturan BPJS). Mudah2an ntk sore kamarnya sudah ada. Tunggu punya tunggu, akhirnya Jam 10 malam baru mama ucu mendapatkan kamar. Cuman yang menjadi masalah utama saat ini adalah sudah 2 hari mama ucu belum ditangani dokter spesialis.
Singkat cerita, saya melapor lagi, dan hanya di suruh menunggu. Karena jadwal spesial sarafnya belum dapat. Akhirnya lapor punya lapor, yang terjadi di hari ke 4 mama ucu baru mendapatkan kunjugan dokter spesialis saraf. Sebagai keluarga kami cukup kecewa apalagi bagi Pasien.
Bersambung...
Kembali kecewa saat Tau jadwal MRI harus menunggu 14 hari lagi.
Foto Mama Ucu udah bisa duduk di kursi saat fisioterapi
16/07/2023
Episode 5. Ruang kelas 1 Penuh, Ayah Risau diminta Masuk ke VIP.
Sore itu mama ucu, ayah dan ibu sampai di Salah satu RS terbesar di Provinsi Riau. Pasien lansung masuk ke ruang UGD. Saat Itu ayah lansung menelpon saya (Engah/ panggilan anak ke 2) utk bertanya di mana posisi saat itu. Kebetulannsaya Masih belum sampai k RS akibat terjebak macet. Sesampai di sana saya lansung menuju Ruang UGD. Ayah dan mak sedang menunggu di kasur Pasien. Alhamdulillah setelah bersalaman dengan mak Dan ayah, saya lansung melihat kondisi mama ucu yang kondisinya sudah terpasang infus, namun sudah tidak lagi menggunakan oksigen.
Seluruh tubuh Masih belum bisa bergerak, tpi kalo kita menyentuh kulitnya dia merasakan sentuhan tangan kita. Cuman katanya rasanya agak beda, ada sedikit ngilu rasanya sentuhan tsb (rasanya tidak bisa 100% di gambarkan dengan kata kata). Sembari melihat kondisi ucu, saya sempatkan membaca alfatihah, triKuL dan ayah kursi dgn niat menghalau segala macam ganguang faktor x. 5 menit berlalu sembari bercerita dgn ayah dan mak, dokter jagapun menjeguk Pasien. Dokter bertanya beberapa soal kepada mama ucu utk membuat diagnosa awal. Dalam mendengar diskusi tsb, kepala saya pusing, membuat saya tidak kuat saat duduk dikursi. Saya sampaikan kepada ayah, "yah, Aku peneng, Aku keluar ye". Ayah mengiyakan perkataan saya tersebut. Sesampai di Lorong UGD kepala saya sakit, tidak sanggup berdiri. Saya duduk sambil muntah muntah. Untungnya d sana ada cleaning servis, dia lansung memberikan pertolongan pertama dan bersama perawat membawa saya masuk k UGD dan membaringkan saya ke tempat Pasien yang Masih kosong. Mak saya lansung bingung Dan Gaduh melihat kondisi saya. Namun setelah di tenangkan oleh tenanga medis Selamat 30 menit kondisi saya kembali pulih. Kata dokter ini hanya karena shock akibat melihat kondisi sang adik.
Kondisi mak menjadi lebih tenang, dan meminta agar saya isthat sampai benar benar bisa dan kuat utk pulang dan mengurus keperluan lainnya di luar. Setelah satu jam lebih saya istrahat saya lansung pulang dengan beberapa titipan pesan keluarga.
Sesampai di Rumah, sore magrib itu juga ayah menelpon. Yati belum dapat kamar, karena semua kamar Pasien penuh. Kemungkinan yati akan di masukkan ke kamar VIP. Ayah Risau, ini gimana natk pembayarannya, bisa-bisa natik kita tidak akan punya cukup uang untuk membayarnya. Saya merasa informasi ini seperti ada yang kurang, ditambah kondisi ayah yang juga tidak terlalu mengerti urusan adm RS. Saya sampaikan ke ayah untuk fokus sama mama ucu saja dulu, besok saya akan clearkan urusan admnya di RS tersebut.
Singkat cerita mama ucu tidur di UGD malam itu. Jumat, Siang itu saya kembali menjenguk mama ucu, alhamdulillah pernafasannya lumayan baik, cuman sekali kali saja kata ayah dia sesak dan bisa di urut. Setelah bercerita sejenak, saya lansung mengurus adm mama ucu agar segera mendapatkan kamar. Petugas memberikan informasi bahawa seluruh kamar kelas 1 (sesuai BPJS Pasien) penuh. Dia katakan kalo kamar kelas 1 tidak mungkin dapat dalam 3 hari berikutnya. Trus dia akan memamasuk mama ucu ke kamar VIP Selama 3 hari, tanpa tambahan uang sepeserpun (sesuai aturan BPJS). Mudah2an ntk sore kamarnya sudah ada. Tunggu punya tunggu, akhirnya Jam 10 malam baru mama ucu mendapatkan kamar. Cuman yang menjadi masalah utama saat ini adalah sudah 2 hari mama ucu belum ditangani dokter spesialis.
Singkat cerita, saya melapor lagi, dan hanya di suruh menunggu. Karena jadwal spesial sarafnya belum dapat. Akhirnya lapor punya lapor, yang terjadi di hari ke 4 mama ucu baru mendapatkan kunjugan dokter spesialis saraf. Sebagai keluarga kami cukup kecewa apalagi bagi Pasien.
Bersambung...
Kembali kecewa saat Tau jadwal MRI harus menunggu 14 hari lagi.
Foto Mama Ucu udah bisa duduk di kursi saat fisioterapi
15/07/2023
InsyaAllah besok kita publish episode 5
Kisah Perjuangan Mama Ucu
Episode 4 Full Video
10/07/2023
Lanjutan...
Episode 4 Kepekanbaru tanpa kepastian...
Selasa malam itu berlalu dengan penuh kebingungan. Yang keluarga lakukan saat ini hanyalah memastikan pernafasan mama ucu berjalan dengan baik. Sesak nafas/ sulit bernafas itu datangnya berkali Kali, Dan alhamdulillah bisa di antisipasi dengan cara yang sama. Singkat cerita, peristiwa malam itu telah berakhir dan matahari pagipun telah terbit. Dokterpun melakukan visit di setiap ruangan Pasiennya, khusus mama ucu tidak banyak yang bisa dilakukan oleh dokter, selain memberikan infus Dan oksigen. Dokter meminta keluarga Dan staf medis mengusahakan segera agar Pasien berangkat ke pekanbaru. Seluruh keluarga yang ada telah keliling keseluruh Rumah sakit di pekanbaru, mulai Dari rs tipe C maupun tipe B. Jawabanya tetap sama, "Setelah kita analisa kondisi Pasien via tlpon dg perawat Rs diduri, Pasien harus di Ruang minimal HCU (high care unit) bahkan ICu, sementara ruang tersebut telah habis dipakai oleh Pasien COVID-19"
Hanya permintaan maaf yang menjadi hasil proses pencarian rumah sakit. Siang itu, mama ucu merasakan lapar, alm mak pun terkejut dan lansung meminta yahyon membawakan makanan dari rumah. alhamdulillah hati sedikit lega karena walaupun banyak kesulitan dalam memberikan makanan, rekzi tersebut tetep bisa masuk kedalam perut mama ucu. Hari rabu ini berjalan sedikit tenang, karena kondisi mama ucu sudah tenang sampai waktu malam tiba. Tubuh mama ucu terlihat bengkak. Alm ibu menduga akibat infus. Alm ibu meminta ayah agar melaporkan ke petugas medis agar dicabut infus dr mama ucu. Permitaan tsb tidak disetujui oleh Ayah karena mengaggap itu adalah prosedur medis. Lalu alm ibu bersikeras, dan meminta yahyon utk segera memanggil petugas medis. Yahyonpun mw tidak mw memanggil petugas medis. Setelah petugas medis datang, ibu mengutarakan permintaannya. Awalnya permintaan tsb sempat di tolak. Namun meski alm ibu tidak sekolah dia menjelaskan ke petugas medis bahwa Pasien sudah makan Dan cukup energinya utk kebutuhan Pasien saat ini, sementara infus yang berlebihan ini bisa menyebabkan penyakit lain akibat kelebihan cairan infus. Dengan mempertimbangkan permintaan sang ibu dan melihat kondisi Pasien, petugaspun segera menghentikan infus dgn catatan agar segera melapor kalo ada tanda tanda yang tidak baik pada Pasien.
Malam yang panjang ini pun berlalu dengan sedikit tenang.
Kamis, 1 April 2021. Pagi ini keluarga memutuskan wajib membawa mama ucu ke pekanbaru, karena kondisi mama ucu sudah sedikit tenang dan bisa di ajak bicara. Menunggu di RS inipun juga tidak bisa dilakukan tindakan karena keterbatasan mereka. Utk saat ini yang paling penting hanyalah oksigen buat jaga jaga kalo sesaknya mama ucu kambuh. Kalo tidak dapat rumah sakit pun, ke alternatifpun tidak mengapa yang penting ada usaha. Begitulah kesimpulan keluarga.
Pagi ini itu yahyon mengutarakan keinginan keluarga kepada petugas medis. Namun petugas medis menolak permintaan tersebut karena bertentangan dengan prosedur medis. Mereka berjanji tetap Akan mengusahakan Pasien berangkat secepatnya ke pekanbaru. Yahyon pun kembali dan menyampaikan ke keluarga seperti yang disampaikan petugas medis. Keluarga hanya bisa pasrah dgn hasil tersebut. Singkat cerita, Siang itu kabar baikpun didapatkan bahwa Salah satu RS terbesar dipekanbaru siap menerima Pasien, namun tidak bisa dipastikan seperti apa tindakannya (tidak bisa memastikan masuk ruang HCU atau ICU). Keluarga lansung OK dan siap utk berangkat. Karena yang terpikir oleh keluarga saat Itu adalah yang penting berangkat.
Habis zuhur di mulailah perjalan menuju Salah satu RS terbesar di pekanbaru tsb. Perjalan tsb bejalan dengan lancar dan Sesampai disana utk sementara diletakkan di UGD.
Bersambung..
Ruang kelas 1 Penuh, Ayah Risau diminta Masuk ke VIP.
Foto kondisi mama ucu saat ditemui Salah satu petugas medis.
09/07/2023
Lanjutan...
Episode 3
Tanpa sadar buang besar di celana Dan Rumah sakit di provinsi tidak bersedia membantu....
Selasa nahas ini juga, sekitar magrib ayah sudah sampai di Rumah sakit. Kondisi mama ucu masih tidak berubah. Oksigenpun tidak banyak membantu. Pada waktu itu keluarga hanya bisa menunggu hasil uji darah, hasil ronfgen (ronsen) dan prosedur medis lainnya.
Dalam masa menunggu ini, hanya ayah dan yahyon yang ada di Rumah sakit. Ayah meminta cerita detail kejadian kepada yahyon, Dan yahyon pun menceritakan dengan kebingungan karena dalam cerita itu seperti tidak ada sebab yg didug menjadi penyebab sakit yang dialami mama ucu. Cerita punya cerita setelah sholat magrib ayah mencium bau yang tidak enak, mereka mencari sumber bau tersebut. Setelah mereka telusuri, terlihat celana Hitam yang digunakan mama ucu seperti basah. Ayah mencoba berkomunikasi dengan mama ucu dengan bertanya apakah dia ada buang air besar atau kecil. Mama ucu hanya mengeleng (ini petanda mama usu masih dalam keadaan sadar). Namun ayah tetap mengecek celana mama ucu karena curiga dari sumber bau yang mereka hidu.
Kecurigaan ayah tersebut terbukti karena celana tersebut telah basah oleh air kencing dan penuh dengan kotoran mama ucu. Disini ayah semakin sedih dan menangis karena dia mengerti sang buah hati memang tidak merasakan sama sekali anggota tubuhnya. Ayah dengan sigap lansung membuka celana tsb, membersihkan segala kotoran, Dan mengantinya dengan pempes. Ayah meminta yahyon untuk pulang, membawa celana yg penuh kotoran tersebut, dan menjemput alm mak yang Masih berada dirumah mama yon.
Singkat cerita yahyon lansung pulang. Sesampai dirumah, sang ibu telah siap siap utk dibawa ke rumah sakit. Yahyon lansung melakukan persiapan darurat utk membawa ibu dan mengisi perut ala kadarnya karena seharian belum ada makanan yang masuk kedalam perutnya.
Setelah selesai makan, dengan sigap yahyon berangkat bersama ibunda tercinta menuju rumah sakit. Sesampai di Rumah sakit, air mata sang ibunda Lansung tumpah belelah (banjir air mata) melihat kondisi sibuah hati. malam itu, walaupun dibantu oleh oksigen, kondisi pernafasan justru makin sulit seakan akan seperti kondisi orang yang mw sakaratul maut. Alm ibu, meminta yahyon menelpon pak usu (haji Ismail) untuk menceritakan kondisi sang adx, dan meminta petunjuk pak usu bagaimana memberikan pertolongan extra kepada mama ucu. Karena pak usu terbisa menolong orang sakit, dia memberikan intruksi untuk mengurut bagian punggung mama ucu Dari atas kebawah agar bisa membantu Dan melegakan pernafasan mama ucu. Setelah menerima petunjuk Dari pak usu, yahyon bingung bagaimana cara memberikan pijatan/urut di belakang punggung, sementara badan ucu terasa berat dan tidak punya daya sama sekali. Belum lagi dengan kondisi selang oksigen dan infus dr rumah sakit.
Sejenak alm ibu merenung, kemudian dia meminta yahyon utk naik ke tempat tidur dengan cara berdiri mengakangi mama ucu kemudian melakukan pijatan/urut belakang tengkuk sampai dibawah dada. Cara ini sempat tidak di setujui sang ayah, namun setelah diminta solusi lain beliau justru tertegun kemudian berkata "cepatlah". Mw tak mw Hal itu dilakukan karena memang kondisi pasien tidak bisa dimiringkan ataupun di dudukkan. Dengan segera yahyon melakukan apa yang diminta oleh sang ibunda. Setelah di lakukan pijatan sekitar 30 menit (dengan dua kali istihat/ turun dari tempat tidur Pasien karena kelelahan memijat yg sekaligus dalam waktu yang sama menggangkat berat badan mama ucu keatas) terlihat pernafasan mama ucu terlihat sedikit lebih lega.
Kondisi ini membuat perasan keluarga menjadi lebih tenang, beberapa menit kemudian perawat masuk dan mengatakan kondisi mama ucu ini harus di larikan ke pekanbaru. Namun mereka telah mencoba mencari RS sakit, tpi belum ada yang bersedia karena kondisi mama ucu memang wajib masuk keruangan HCU (high care unit) sementara ruangan tsb semuanya telah penuh. Mereka meminta bantuan keluarga utk ikut membantu mencarikan Rumah sakit di pekanbaru.
Pesan yang seperti Guntur Petir kilat Menyambar ini membuat keluarga tertegun sejenak dengan limpahan air mata. Semua keluarga dipekanbaru di hubungi untuk membantu permasalahan ini.
Lanjutan,,,
Kepekanbaru tanpa kepastian....
Foto latihan kekuatan tangan kiri Dan konsentrasi
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Culinary Team
Attire
Contact the business
Telephone
Address
28296
