Kesehatan

Kesehatan

Share

berbagi tips sehat untuk keluarga

21/07/2022

Diabetes adalah suatu kondisi dimana kadar glukosa atau gula darah meningkat atau di atas batas normal. Glukosa menumpuk di dalam darah akibat tidak diserap sel tubuh dengan baik sehingga dapat menimbulkan berbagai gangguan organ tubuh.

Menurut WHO, Diabetes Melitus (DM) pengertian penyakit diabetes adalah suatu gangguan metabolisme kronis dengan multi etiologi yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah disertai dengan gangguan metabolisme karbohidrat, lipid dan protein sebagai akibat dari insufisiensi fungsi insulin.

Ya, pada penderita diabetes, pankreas tidak mampu memproduksi insulin sesuai dengan kebutuhan tubuh. Sedangkan tanpa insulin, sel-sel tubuh tidak dapat menyerap dan mengolah glukosa menjadi energi.

Menurut data Badan Kesehatan Dunia (WHO), saat ini sudah ada sekitar 150 juta orang yang mengalami diabetes di seluruh belahan dunia. Maka tak heran, kalau penyakit diabetes semakin menjadi perhatian karena jumlah penderitanya yang terus bertambah.

Sebagian besar penderitanya mengaku bahwa mereka baru menyadari adanya penyakit diabetes setelah muncul komplikasi serius seperti gangguan mata atau gangguan ginjal. Karenanya, mengetahui kehadiran penyakit ini sedini mungkin menjadi suatu hal yang sangat penting.

Mengenal tentang Penyakit Diabetes

Diabetes merupakan salah satu penyakit mematikan yang menjadi momok bagi semua orang. Hal ini dikarenakan penyakit diabetes berlangsung seumur hidup dan dapat menimbulkan sejumlah komplikasi bila penderita tidak mengendalikannya.

Maka tak heran kalau penyakit diabetes semakin menjadi perhatian, karena jumlah penderitanya terus bertambah. Menurut WHO, sudah ada sekitar 150 juta orang yang mengalami diabetes di seluruh belahan dunia.

Pengertian penyakit diabetes adalah suatu penyakit yang terjadi akibat kegagalan sel pankreas dalam memproduksi insulin. Hormon insulin inilah yang berfungsi dalam mengatur penggunaan gula untuk aktivitas sel-sel di dalam tubuh.

Nah, pada pasokan insulin yang tidak memadai ini nantinya akan menyebabkan kadar gula darah cenderung tinggi. Pada pengertian penyakit diabetes ini apabila kondisinya secar terus-menerus dapat menyebakan kerusakan pada dinding pembuluh darah dan mengakibatkan komplikasi pada berbagai organ penting di dalam tubuh seperti jantung koroner, stroke, obesitas, serta gangguan pada mata, ginjal, dan saraf.

Selain itu, pengertian penyakit diabetes juga dapat menyebabkan terjadinya fluktuasi kadar gula darah dalam tubuh. Hal ini dapat mengakibatkan penurunan (hipoglikemia) atau peningkatan kadar gula darah (hiperglikemia) secara tiba-tiba.

Gejala Umum yang Dirasakan Penderita Diabetes
Mudah Lapar

Gejala klasik diabetes yang mungkin terjadi adalah mudah lapar. Ya, di awal diabetes, penderitanya akan merasakan lapar secara berlebihan sekalipun sudah makan dengan teratur. Hal ini disebabkan karena makanan yang dikonsumsi sulit diubah menjadi energy akibat kekurangan hormone insulin.

Mudah Haus

Penderita diabetes biasanya akan mudah merasakan haus, sehingga minum air menjadi lebih sering. Hal ini berhubungan dengan jumlah buang air kecil yang sering.

Sering Buang Air Kecil

Saat kadar gula darah terlalu tinggi, tubuh akan berusaha untuk mengeluarkannya melalui urie. Itulah sebab kenapa oenderita diabetes akan lebih sering buang air kecil. Hal ini p**a yang kemudian menyebabkannya menjadi lebih sering haus.

Faktor Risiko Diabetes Tipe 1

Secara umum, pengertian penyakit diabetes dibedakan menjadi dua jenis, yaitu diabetes tipe 1 dan tipe 2. Diabetes tipe 1 ini terjadi karena sistem kekebalan tubuh penderita menyerang dan menghancurkan sel-sel pankreas yang memproduksi insulin. Hal inilah yang mengakibatkan peningkatan kadar glukosa darah, sehingga terjadi kerusakan pada organ-organ tubuh.

Seseorang akan lebih mudah mengalami diabetes tipe 1 jika memiliki faktor risiko seperti berikut ini:

– Memiliki keluarga dengan riwayat diabetes tipe 1.
– Menderita infeksi virus.
– Orang berkulit terang diduga lebih mudah mengalami diabtes tipe 1 dibandingkan ras lain.
– Diabetes tipe 1 banyak terjadi pada usia 4-7 tahun dan 10-14 tahun, walaupun diabetes tipe 1 dapat muncul pada usia berapapun.

Faktor Risiko Diabetes Tipe 2

Sedangkan pada diabetes tipe 2 merupakan jenis diabetes yang lebih sering terjadi. Diabetes jenis ini disebabkan oleh sel-sel tubuh yang menjadi kurang sensitif terhadao insulin, sehingga insulin yang dihasilkan tidak dapat digunakan dengan baik.

Pada kasus diabetes tipe 2, seseorang akan lebih mudah mengalami kondisi ini jika memiliki faktor risiko seperti:

– Kelebihan berat badan.
– Memiliki keluarga dengan riwayat diabetes tipe 2.
– Kurang aktif. Pasalnya aktivitas fisik ini membantu mengontrol berat badan, membakar glukosa sebagai energi, dan membuat sel tubuh lebih sensitif terhadap insulin. Jadi, kalau kurang aktif bergerak, seseorang bisa lebih mudah terkena diabetes tipe 2 ini.
– Bertambahnya usia.
– Menderita tekanan darah tinggi.
– Memiliki kadar kolesterol dan trigliserida abnormal. Seseorang yang memiliki kadar kolesterol baik atau HDL yang rendah dan kadar trigliserida yang tinggi lebih berisiko mengalami diabetes tipe 2.

Cara Mencegah Penyakit Diabetes

Setelah memahami pengertian penyakit diabetes, gejala penyakit diabetes, serta faktor yang mempengaruhinya, maka taka da salahnya bagi kamu untuk menghindari atau mencegah penyakit diabetes mulai sejak dini.

Apalagi buat kamu yang memiliki faktor risiko diabetes, maka sangat penting untuk melakukan pencegahan diabetes. Misalnya saja jika kamu kelebihan berat badan atau mempunyai keluarga dengan riwayat diabetes.

Maka untuk menghindarinya, kamu bisa menerapkan pola hidup sehat sebagai kunci utamanya. Mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang, berolahraga secara teratrur, dan menjaga berat badan agar tetap ideal.

19/07/2022

Sebuah momentum yang baik dalam rangkaian Hari Kesehatan Sedunia yang mengangkat tema “Cegah, Obati, Lawan Diabetes”, Menteri Kesehatan RI, Prof. Dr. dr. Nila Farid Moeloek, Sp.M(K) meluncurkan Gerakan Indonesia Lawan Diabetes pada pembukaan Workshop Edukasi Indonesia Lawan Diabetes yang digelar di salah satu Hotel di Kawasan Jakarta Pusat, Sabtu pagi (13/8). Kegiatan workshop edukasi diabetes dilanjutkan dengan tutoring aplikasi mobile diabetes solution center (DSC) dan kampanye Indonesia Lawan Diabetes.

“Seperti di negara-negara lain dunia, di Indonesia Diabetes menjadi salah satu penyebab kematian terbesar”, tutur Menkes.

Di Indonesia, Diabetes merupakan penyebab kematian terbesar nomor 3 dengan persentase sebesar 6,7% setelah stroke (21.1%) dan Jantung (12.9%). Mengutip data riset kesehatan dasar (Riskesdas), menunjukkan peningkatan prevalensi Diabetes di Indonesia dari 5,7% pada 2007 menjadi 6,9% pada 2013 atau sekitar 9,1 juta penderita.

“Diabetes dan komplikasinya berdampak pada besarnya beban pembayaran klaim JKN. Biaya penanganan untuk penyakit katastropik mencapai 33% dari total pengeluaran BPJS Kesehatan”, ungkap Menkes.

Meningkatnya kasus Diabetes selain berakibat besarnya beban pembiayaan kesehatan, juga menurunkan umur harapan hidup (UHH) akibat kematian dini akibat Diabetes, turunnya kualitas hidup manusia akibat cacat yang ditimbulkan, serta meningkatkan beban ekonomi Negara.

Sebenarnya, 90% kasus Diabetes mellitus (DM) di Indonesia merupakan Diabetes Tipe 2 yang disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat dan sebagian besar dari kasus DM Tipe tersebut dapat dicegah dengan upaya pengendalian faktor risiko.

“Faktor risiko pencetus Diabetes harus dicegah dan dikendalikan, diantaranya dengan cara diantaranya mengendalikan berat badan, banyak aktivitas fisik, diet sehat, dan deteksi dini.”, kata Menkes.

15/07/2022

Maklum, kehidupan modern yang menuntut kecepatan dan semua yang serba praktis, menjadikan orang sering berpikir simpel dan relatif tak peduli dengan pola makan sehat . Tanpa disadari, gaya hidup inilah yang justru mengacaukan pola makan sehat seimbang,konsumsi makanan yang amburadul akhirnya menjadi kebiasaan.

Gaya hidup modern juga turut memicu berubahnya pola makan tradisional Indonesia yang semula sehat, menjadi miskin serat dan nutrisi lain. Pola makan tidak sehat meliputi diet tinggi lemak dan karbohidrat, makanan dengan kandungan sodium atau garam tinggi, rendahnya konsumsi makanan berserat, serta kebiasaan merokok dan konsumsi minuman beralkohol

Tidak dipungkiri globalisasi berpengaruh pada gaya hidup masyarakat Indonesia, khususnya pada pola makan. Dan kini, banyak orang yang mengkonsumsi makanan tanpa pertimbangan dan lebih mengutakaman kesenangan dan kepuasan. Tak cukup hanya nasihat maupun ajakan, juga dibutuhkan kesadaran tinggi untuk menganut pola makan sehat. Harus dipahami bahwa-tubuh perlu asupan gizi, mineral, vitamin, dan serat yang seimbang guna optimalisasi proses metabolisme tubuh.

Yang pasti kita sebaiknya menghindari makanan tinggi lemak, tinggi gula dan garam, tapi rendah vitamin dan nutrisi seperti makanan cepat saji dan jeroan. Terlalu banyak mengonsumsi makanan tersebut akan membuat kita berisiko terkena penyakit degeneratif seperti jantung, hipertensi, diabetes, dan gagal ginjal.

Gizi seimbang bisa kita dapatkan bila mengkonsumsi makanan dalam kadar seimbang yakni antara sumber energi,lauk pauk, sayuran dan buah, serta waktu makan yang sesuai. Pada 1950, pemahaman itu telah diterapkan dalam slogan ‘4 sehat 5 sempurna’.

13/07/2022

1. Jaga asupan buah dan sayuran

Membeli, menyimpan, dan memasak sayuran segar tidak selalu mudah saat pergerakan kita terbatas, terutama saat orang tua diminta mengurangi kegiatan di luar rumah. Namun, kapan pun ada kesempatan, pastikan anak mengonsumsi banyak buah dan sayur.
Belilah produk segar setiap kali ada kesempatan. Tidak hanya dimakan segar, buah dan sayur juga bisa dibekukan tanpa mengurangi kandungan gizi dan rasanya. Gunakan bahan segar untuk memasak sup, tumis-tumisan, atau sajian lain dalam porsi besar. Sisihkan sebagian untuk dimakan selama beberapa hari ke depan. Makanan juga dapat dibekukan kemudian dihangatkan kembali dengan cepat.

11/07/2022

Agar terhindar dari kemungkinan risiko tesebut, Geng Sehat yang memiliki penyakit diabetes perlu memerhatikan asupan kolesterol yang masuk ke dalam tubuh. Salah satu yang perlu diwaspadai adalah santan.

Untuk menyeimbangkannya, konsumsilah makanan penurun kolesterol seperti sayuran atau buah-buahan yang dapat menurunkan kadar kolesterol yang direkomendasikan untuk penderita diabetes. Sayuran dan buah mengandung serat yang bisa

04/07/2022

Jika ingin menganut gaya hidup sehat, makanan sehat harus selalu ada di dapur kan ya, salah satunya adalah buah-buahan. Lalu, jenis buah segar apa saja sih yang wajib ada di dapur untuk memenuhi nutrisi tubuh Anda setiap hari? Simak ulasannya berikut ini ya.

Mangga
Mangga adalah buah yang kaya akan vitamin C dan vitamin A yang sangat berperan dalam memperkuat daya tahan tubuh Anda. Dengan mengonsumsi buah ini secara rutin, Anda tidak akan mudah sakit atau merasa lelah.

Alpukat
Kaya akan lemak tak jenuh, buah alpukat sangat direkomendasikan untuk menu diet Anda lho. Anda dapat sajikan sepotong buah alpukat pada isian sandwich untuk sarapan Anda.

Pir
Buah kaya akan kandungan air ini mengandung serat dan antioksidan yang tinggi yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan jantung. Selain itu, buah segar ini juga bisa memberikan khasiat untuk kulit cantik Anda agar lebih halus dan lembut lho.

Jeruk
Tidak hanya terkenal dengan kandungan vitamin C yang tinggi. Jeruk juga mengandung folat yang baik untuk kesehatan sel-sel tubuh dan kalium untuk memperkuat otot. Jika si kecil aktif beraktivitas, buah ini sangat cocok untuk mendukung geraknya.

Jika buah-buahan ini belum tersedia di dapur Anda, yuk segera lengkapi kehadirannya untuk mendukung pola makan sehat Anda dan keluarga. Nikmati kesegaran dan manfaat sehatnya ya!

10/05/2022

5 Buah yang Bisa Menurunkan Kolesterol usai Lebaran

Lebaran menjadi salah satu momen untuk memaafkan, saling menyapa dan berkumpul dengan keluarga. Bukan itu saja, lebaran juga tidak akan lengkap tanpa berbagai sajian makanan yang menjadi ciri khas momen tersebut. Seperti misalnya, ketupat, opor ayam, semur daging, hingga berbagai kue kering yang lezat menjadi sajian yang tidak boleh dilewatkan pada setiap hari lebaran.

Namun, sebaiknya jangan terburu-buru untuk menikmati makanan secara berlebihan. Pasalnya, beberapa menu lebaran bisa meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh. Nah, untuk kembali menurunkan kolesterol usai lebaran sebaiknya jangan lupa untuk berolahraga dan memperbanyak asupan buah. Yuk, ketahui berbagai jenis buah yang bisa membantu menurunkan kolesterol usai lebaran, di sini!

Buah yang Bisa Menurunkan Kolesterol usai Lebaran
Saat berkumpul dengan keluarga, tanpa terasa kamu menjadi sulit mengontrol diri untuk mengonsumsi berbagai makanan lezat yang disajikan. Bukan hanya kenaikan berat badan, meningkatnya kadar kolesterol juga menjadi risiko yang bisa kamu alami setelah banyak mengonsumsi makanan saat lebaran.

Opor ayam, semur daging, ketupat, dan kue kering adalah makanan yang kerap disajikan saat lebaran dan bisa memicu tingginya kolesterol dalam tubuh. Untuk itu, jangan lupa memperbanyak air putih, rutin berolahraga, dan memperbanyak asupan sayur atau buah untuk menurunkan kolesterol usai lebaran.

Ada beberapa buah yang bisa kamu konsumsi, seperti:

Jeruk
Bukan hanya mengandung vitamin C yang tinggi, jeruk juga memiliki berbagai kandungan yang bisa membantu kamu menurunkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh. Sebuah penelitian dalam Nutrition Journal menunjukkan hasil sebanyak 23 persen orang-orang yang mengonsumsi jus jeruk mampu menurunkan kadar kolesterol mereka dibandingkan orang yang tidak mengonsumsi jus jeruk. Namun, sebaiknya hindari memberikan gula atau pemanis tambahan dan sebaiknya konsumsi jeruk dalam bentuk buah

Semangka
Semangka dikenal sebagai salah satu buah yang memiliki kandungan air cukup tinggi. Selain itu, semangka juga memiliki kandungan likopene yang mampu mencegah adanya radikal bebas dan menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh. Jadi, tidak ada salahnya untuk mengonsumsi semangka secara rutin baik setelah makan atau camilan sehat sehari-hari.

Apel
Apel adalah salah satu buah yang memiliki kandungan nutrisi cukup banyak. Dalam satu buah apel mengandung karbohidrat, protein, serat, hingga vitamin C. Apel juga mengandung pektin, salah satu jenis serat alami yang banyak ditemukan di dalam buah.

Kandungan pektin dalam apel bisa membantu kamu untuk menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh. Sebaiknya usai lebaran kamu bisa mengganti camilan kue kering dengan buah apel agar kesehatanmu tetap terjaga dengan baik.

Buah Beri
Ada bermacam-macam jenis buah beri yang bisa kamu temukan, seperti blackberry, rasberi, dan stroberi. Semua jenis beri memiliki manfaat yang serupa untuk menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh. Tidak ada salahnya mengonsumsi berbagai jenis buah beri sebagai camilan sehat agar kolesterol dalam tubuh lebih mudah untuk dikontrol.

Anggur
Serupa dengan apel, anggur memiliki kandungan pektin yang bisa membantu kamu untuk menurunkan kadar kolesterol.

Itulah berbagai jenis buah untuk menurunkan kolesterol usai lebaran. Selain berbagai jenis buah, kamu juga bisa mengonsumsi makanan sehat lainnya, seperti kacang-kacangan, oats, hingga ikan.

Want your business to be the top-listed Beauty Salon in Yogyakarta City?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Category

Address

Wirobrajan Wb2
Yogyakarta City
55252