Pakar Ahli Kulit Bermasalah

Pakar Ahli Kulit Bermasalah

Share

KONSULTAN KULIT BERMASALAH : Kami menyediakan info dan solusi masalah kulit anda !!

- Silahkan chat tentang pemasalahan kulit anda :

Silahkan chat dan sharing keluhan penyakit kulit anda

Photos 09/04/2016

Amarah dan Dampaknya pada Tubuh

Amarah dan Dampaknya pada Tubuh
Saat marah, pernahkah Anda merasakan napas tersengal-sengal, suhu tubuh mendadak meningkat, jantung berdebar begitu hebat, bahkan kepala menjadi berat dan pusing. Apa yang sebenarnya terjadi?

Marah merupakan istilah emosional untuk agresi. Karena ia bentuk dari emosi, maka erat kaitannya dengan pikiran. Bagian otak yang mengatur emosi adalah sistem limbik. Sistem ini berada di otak tengah yang berperan, dan terdiri dari hipotalamus, thalamus, amigdala, hipocampus dan korteks limbik.

Menurut dr Suzy Yusna Dewi, SpKJ, dokter sekaligus pemilik Talenta Center, Bekasi, kemarahan seseorang pun mesti dilihat dari penyebabnya. Ada dua hal utama yang bisa menyebabkan seseorang bisa marah. “Pertama, kepribadiannya atau pola yang ia pelajari memang seperti itu. Kedua, dia terpancing ketika kondisi emosinya sedang tidak stabil atau saat itu sedang tidak bisa mengontrol emosinya,” paparnya.

Kemarahan yang pertama, kata Suzy, erat kaitannya dengan pola asuh serta pola pembelajaran. Bila sejak kecil anak sering “diajarkan” mengekspresikan marah dari orangtua yang tipenya emosional, maka ia akan besar dengan menjadikan kemarahan sebagai hal yang lumrah. Ia akan sering menggunakan kemarahan dalam berbagai kesempatan sebagai cara untuk menghendaki sesuatu.

Penyebab kedua, disebabkan oleh emosi yang tidak stabil. Hal ini bisa terjadi karena adanya gangguan di neurotransmiter (pengantar sinyal saraf) otak, gangguan biologis, ketidakseimbangan hormon kortisol, sehingga menyebabkan seseorang menjadi pencemas dan mudah memicu kemarahan. Penyebab lainnya bisa juga dikarenakan ia sedang berada dalam fase stres atau depresi.

YANG BISA PENGARUHI AMARAH

Berdasarkan penelitian yang dilakukan di University of Valencia, Spanyol, saat seseorang sedang dalam kemarahan, terjadi perubahan dalam respons aktivitas jantung, hormonal, dan asimetris otak.

"Dorongan emosi menghasilkan perubahan besar dalam sistem saraf otonom yang mengontrol respons kardiovaskular, dan juga dalam sistem endokrin. Selain itu, perubahan dalam aktivitas otak juga terjadi terutama di lobus frontal dan temporal," terang Neus Herrero, peneliti utama dari tim penelitian University of Valencia.

Dalam penelitian ini, Neus menggunakan 30 orang yang akan "dibuat marah" sebagai obyek penelitian. Hasilnya, mereka yang marah memiliki kondisi pikiran yang negatif. Ditambah, ada peningkatan denyut jantung, tekanan darah dan testosteron, namun kadar kortisol agak menurun.

Dalam penelitian yang dilakukan di University of Cambridge, dikemukakan fluktuasi kadar hormon serotonin juga memengaruhi sistem limbik. Dr Molly Crocket, peneliti dari Cambridge's Behavioural and Clinical Neuroscience Institute mengungkapkan, naik turunnya kadar serotonin ini sering terjadi saat seseorang kelaparan atau sewaktu stres.

Serotonin dikenal sebagai hormon yang mengendalikan mood. Serotonin merupakan neurotransmiter dan menjadi target obat-obatan antidepresan. Kekurangan kadar serotonin dalam membuat otak korteks prefrontal lebih sulit mengontrol emosi atau kemarahan yang dihasilkan amigdala. Akibatnya, seseorang akan jadi mengalami rasa cemas, mudah marah, dan muncul keinginan memakan yang manis-manis.

Penelitian ini juga menyoroti mengapa seseorang menjadi lebih agresif saat belum makan atau sedang lapar. Karena kadar serotonin seseorang secara alami akan menurun ketika kita tidak makan, maka cara untuk mendapatkan bahan baku untuk serotonin, yakni triptofan, adalah dengan mengonsumsi makanan yang kaya triptofan, seperti unggas dan cokelat.

Para ilmuwan sebenarnya sudah mengetahui sejak lama bahwa serotonin memainkan peran penting dalam agresi. “Namun baru-baru ini kami memiliki teknologi untuk melihat ke dalam otak dan menguji bagaimana serotonin membantu kita mengatur dorongan emosi,” papar Crocket seperti dilansir Science Daily.

TENANGKAN DIRI

Saat seseorang sudah merasakan marah, sebaiknya ia segera mengingat diri. Karena, kemarahan yang tidak dikelola mampu memicu gangguan baik jiwa maupun fisik. Apa efeknya pada fisik? Hasil salah satu penelitian menunjukkan, individu dengan intensitas kemarahan yang sering berisiko dua kali lebih besar terkena penyakit arteri koroner dan tiga kali risiko serangan jantung, dibandingkan orang-orang yang mampu mengendalikan diri. Selain itu, mereka juga berpotensi mengalami kerusakan hati, ginjal, serta kolesterol tinggi.

Menurut Suzy, setiap orang sudah semestinya mempelajari kemarahan agar mampu mengelolanya dengan lebih bijak. “Bisa dengan latihan. Sebab, kemarahan yang diolah secara terus-menerus akan membantu sistem limbik dan lobus frontalnya bekerja lebih baik. Sehingga, saat seseorang mau marah, dia akan berpikir dampaknya ke dirinya maupun orang lain."

Relaksasi bisa menjadi cara untuk mengatasi ataupun mengurangi kemungkinan kemarahan. Relaksasi meningkatkan sensasi di tubuh, seperti pendengaran, penglihatan, penciuman, perasaan, dan sebagainya.

Ada beberapa bentuk dari relaksasi yang mampu mengurangi kemarahan. Rasulullah bahkan mencontohkan di salah satu haditsnya, bila kita marah dalam keadaan berdiri, duduklah. Jika belum p**a reda, berbaringlah. Jika tak kunjung tenang, maka berwudhulah.

“Pada intinya yang dipaparkan dalam hadits adalah bentuk-bentuk relaksasi. Dalam duduk atau berbaringnya, ia tetap mesti menenangkan diri. Latihan relaksasi setiap hari juga melatih seseorang mampu menempatkan diri dalam berbagai situasi,” ujar Suzy.

Sedemikian besarnya efek amarah terhadap kesehatan tubuh kita, masihkah kita enggan mengelola kemarahan?

Photos 09/04/2016

Jaga Pola Makan, Cegah Kanker Payudara

Jaga Pola Makan, Cegah Kanker Payudara
Kanker payudara menjadi momok yang menakutkan bagi perempuan dan sebagian laki-laki, dewasa ini. Bagaimana tidak, penyakit ini tak segan mencabut nyawa jika penderita tak waspada.

Penyebab kanker payudara multifaktor. Di antaranya, menurut dr Ismairin Oesman Sp.B (K) Onk dari Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta, karena faktor genetik. Beberapa puluh tahun silam penyakit mematikan ini menjangkit perempuan dengan rentang usia 40-50 tahun. Namun kini, perempuan usia muda pun bisa terserang kanker payudara.


Data WHO menunjukkan bahwa 78 persen kanker payudara terjadi pada perempuan usia 50 tahun ke atas. Hanya 6 persennya terjadi pada mereka yang berusia kurang dari 40. Meski demikian, kian hari kian banyak penderita kanker payudara yang berusia 30-an tahun.


TERLAMBAT MENYADARI

Meski jumlah penderita semakin meningkat, pengetahuan masyarakat tentang kanker payudara masih minim sekali. Belum lagi informasi mengenai operasi kanker yang menyebabkan banyak pasien kanker payudara takut melakukan tindakan medis tersebut.

Kanker, menurut dr Ismairin, merupakan perubahan sel yang mengalami pertumbuhan tidak normal. Peningkatan jumlah sel tak normal ini umumnya membentuk benjolan yang disebut tumor atau kanker. Secara umum, kanker payudara bisa disebabkan ketidaknormalan pertumbuhan sel dalam jaringan payudara. “Selain genetik, gaya hidup dan makanan turut menjadi dalang timbulnya kanker payudara,” ujar dr Ismairin.

Kaum perempuan memang harus waspada pada kesehatan payudara. Pasalnya, butuh waktu sekitar lima tahun pada pertumbuhan awal kanker jika ukurannya masih di bawah 1 sentimeter sehingga sulit dideteksi. Inilah yang membuat penderita tidak segera menyadarinya. Umumnya, penderita baru sadar ketika benjolan sudah besar dan melihat adanya perubahan bentuk fisik payudara.

Beberapa gejala kanker payudara yang perlu diwaspadai, antara lain:

1. Pembengkakan pada seluruh atau sebagian payudara, benjolan yang tidak beraturan.

2. Iritasi kulit.

3. Payudara atau puting terasa nyeri.

4. Puting masuk ke dalam.

5. Kulit atau puting payudara berwarna kemerahan dan menebal.

6. Keluar cairan selain susu dari puting.

7. Benjolan di daerah ketiak.


LAKUKAN PENCEGAHAN

Tentu, menjaga kesehatan merupakan tanggung jawab setiap pribadi. Salah satu yang perlu dilakukan adalah menumbuhkan kesadaran diri masing-masing individu. Untuk mencegah kanker payudara, sebaiknya perempuan secara rutin melakukan SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) di hari ke-10 setelah menstruasi.

The American Cancer Society menganjurkan perempuan untuk melakukan SADARI sejak usia 20 tahun. Cara ini dapat digunakan untuk mendeteksi adanya kelainan pada payudara. Namun, jangan khawatir, tidak semua benjolan adalah tumor atau kanker. Untuk mendiagnosis kanker payudara melibatkan pemeriksaan fisik. Bila ditemukan sesuatu hal mencurigakan, maka berlanjut ke tes penunjang seperti USG atau mammografi, serta biopsi.

Ada dua cara pencegahan yang bisa kita terapkan. Pencegahan primer dilakukan oleh diri kita sendiri, yaitu dengan waspada, mengetahui, dan menyadari bahwa siapa pun dapat terserang kanker. Untuk itu, perbaiki gaya hidup dan pola makan kita. Waspadai p**a berbagai makanan yang dicurigai menggunakan bahan pengawet, termasuk makanan sehari-hari yang kita konsumsi.

“Konsumsilah makanan dan suplemen dari dapur sendiri,” tegas dr Ismairin. Sebab, makanan yang diolah sendiri akan jauh lebih aman ketimbang makanan yang kita beli dari luar.

Di samping itu, kita juga mengenal makanan antikanker, seperti bawang putih, teh hijau atau herbal, tumbuhan laut, dan tanaman obat. Risiko terkena serangan kanker bisa kita kurangi dengan mengonsumsi makanan antikanker tersebut.

Sedangkan pencegahan sekunder dilakukan jika sudah ditemukan kanker. Semakin cepat kanker terdeteksi, pada stadium-stadium awal, angka harapan untuk bertahan hidup mencapai hingga 90%.

Faktor risiko terkena kanker payudara lebih besar terjadi pada perempuan dibanding laki-laki, karena adanya perubahan hormon estrogen dan progesteron. Namun, selain itu ada juga faktor risiko lain, di antaranya pernah menderita kanker payudara sebelumnya, melakukan terapi hormon pascamenopause dalam jangka waktu lama, terpapar radiasi saat terapi di daerah dada ketika usia muda, hamil di usia tua dan tidak menyusui, serta gaya hidup yang tidak sehat, seperti merokok, konsumsi alkohol, dan kurang aktivitas fisik.

Memiliki anak dan menyusui ternyata mampu menurunkan risiko terpapar kanker payudara. Selain itu, seorang ibu yang menyusui juga memiliki kemungkinan lebih kecil dari masalah kesehatan reproduksi, misal kanker rahim, kanker indung telur, dan memiliki daya tahan lebih kuat untuk menangkis kedatangan tumor ganas.

Menopause di usia 55 tahun atau lebih dapat meningkatkan risiko kanker payudara. Hal ini bisa terjadi karena perempuan dengan keterlambatan menopause memiliki paparan estrogen lebih lama dibanding mereka yang telah menopause lebih awal.


Teknik SADARI

SADARI dilakukan dalam dua posisi, yaitu posisi berdiri dan tidur. Posisi berdiri dapat dilakukan ketika mandi. Caranya, lumuri tangan dengan sabun agar lebih licin ketika meraba payudara. Posisi tidur dilakukan dengan berbaring di atas tempat tidur. Salah satu tangan diangkat ketika melakukan pemeriksaan.

Perabaan dimulai dengan teknik pola jam, yaitu meraba dengan gerakan memijat searah jarum jam 12 kemudian pindah ke arah jam 3, 6, 9 dan kembali ke jam 12. Kemudian, perabaan kedua dilakukan dengan teknik pola juring atau irisan, yaitu meraba payudara dengan gerakan melingkar dari luar ke dalam. Selanjutnya lakukan teknik mengusap payudara naik dan turun.

Photos 09/04/2016

Menabung Harapan Melalui Bayi Tabung


Menabung Harapan Melalui Bayi Tabung
Sebagian besar pasutri bisa medapat keturunan secara normal. Namun, sebagian lainnya – karena berbagai sebab – mesti mengusahakannya dengan berbagai cara, salah satunya melalui in vitro fertilization (IVF) atau prosedur bayi tabung.


Prosedur bayi tabung umumnya menjadi jalan terakhir bagi pasutri untuk mendapatkan keturunan. Dokter pun biasanya menyarankan metode lain—seperti terapi kesuburan dan inseminasi—terlebih dahulu sebelum menyarankan prosedur bayi tabung. Panjangnya prosedur dan relatif mahalnya program ini juga menyebabkan bayi tabung jadi pilihan terakhir.


Selama ini kebanyakan pasutri peminat program bayi tabung melakukannya di luar negeri. Tapi, beberapa tahun belakangan semakin banyak rumah sakit dan klinik di Indonesia yang sudah mampu memberikan layanan ini. Terakhir, tercatat ada 20 pusat layanan kesehatan yang bisa memberi layanan ini. Tentu saja dengan dukungan para ahli dan sarana yang memadai. Kemungkinan keberhasilannya pun sama saja dengan di luar negeri, yaitu sekitar 30-38%.

Prof Dr dr Teuku Zulkifli Jacoeb, SpOG-KFER dari Rumah Sakit Sam Marie Family Healthcare Pusat Basra Jakarta menjelaskan, prosedur bayi tabung sebenarnya sederhana saja. Secara singkat, prosedur bayi tabung adalah proses penaburan sel benih pria (spermatozoa) ke sel telur (oosit) sehingga berkembang menjadi embrio yang dilakukan di laboratorium. Setelah itu embrio ditanam ke rahim dan perempuan tersebut dapat melanjutkan proses kehamilannya seperti biasa. Namun, justru proses pemeriksaan suami istri dan persiapan untuk menjalani program bayi tabunglah yang rumit dan butuh waktu lama.

Pada umumnya langkah-langkah yang harus dijalani dalam program bayi tabung adalah:

Pemeriksaan Suami
Ada proses pemeriksaan alat reproduksi, kemampuan ereksi dan ejakulasinya. Selain itu juga akan dideteksi adanya penyakit-penyakit yang mungkin memengaruhi sperma. Sperma diukur, dilihat kualitasnya, presentase sperma yang aktif, jumlah serta ketahanan hidupnya.

Pada beberapa kasus, bila jumlah sperma sangat sedikit maka harus langsung diambil langsung dari te**is melalui proses pembedahan ringan. “Kalau te**is disayat akan terlihat kamar-kamar yang merupakan pabrik sperma. Jadi sperma kita ambil dari sana, langsung dari ‘rumahnya’,” jelas Jacoeb. Sperma ini digunakan untuk membuahi sel telur.


Pemeriksaan Istri
Pemeriksaan meliputi organ-organ reproduksi, hormon, payudara, dan sebaran rambut. Penyakit atau gangguan yang ada juga akan dilacak lewat pemeriksaan urine dan darah, serta pemantauan masa suburnya.

Setelah semua teratasi, istri bisa mulai melakukan proses selanjutnya, yaitu rangkaian terapi untuk mendapatkan sel telur yang matang dengan jumlah lebih dari satu. Di sinilah digunakan berbagai obat yang bervariasi. “Semakin tua umurnya, semakin besar dosis yang diberi. Semakin banyak masalah, semakin banyak obat yang dipakai,” terang Jacoeb. Inilah proses yang memerlukan kesabaran dan ketelatenan pasien, sekaligus juga menyerap paling banyak biaya.

Ketika sel telur matang jumlahnya telah memadai, akan dilakukan operasi petik o**m, yaitu pengambilan sel telur yang telah matang. Di bawah pembiusan, operasi dilakukan secara trans-va**nal yakni memasukkan alat pengisap dengan bimbingan perangkat USG (ultra sonografi) ke dalam va**na. Sel telur yang matang diisap keluar melalui p**a plastik khusus, dialirkan ke dalam tabung untuk diperiksa.

Proses Pembuahan
Sel telur dan sel sperma yang sudah dipilih dan dibersihkan akan disatukan dalam sebuah cawan petri. Dalam keadaan tertentu, dinding sel telur sulit ditembus oleh sperma. Maka, perlu dibantu dengan menyuntikkan sel sperma—Jacoeb mengistilahkannya “dibor"—langsung ke sel telur.

Untuk memaksimalkan peluang keberhasilan, biasanya dokter akan menggunakan beberapa sel telur matang yang dibuahi. Sel telur tersebut akan dibiarkan lebih dari sehari. Sel telur yang telah dibuahi akan berkembang menjadi praembrio yang membelah secara alamiah hingga menjadi delapan embrio.

Embrio yang berkembang dengan baik akan dimasukkan ke dalam rahim, atau disebut dengan tandur alih. Tandur alih ini dilakukan dengan meletakkan embrio dalam kanula, kemudian disalurkan ke dalam rahim. Untuk meningkatkan kemungkinan keberhasilan, biasanya diambil dua atau lebih embrio yang sudah disepakati bersama pasien. Karena itu pasien berpeluang untuk hamil kembar—sekitar 25% pasien bayi tabung memang melahirkan bayi kembar.

Embrio yang belum terpakai bisa disimpan dan digunakan untuk kesempatan berikutnya sehingga istri dan suami tak mesti menjalani proses dari awal lagi untuk mendapat anak berikutnya. Penyimpanan embrio ini bisa bertahan sampai 13 tahun.

Proses Kehamilan
Bila tak ada masalah, embrio akan menempel pada rahim dan kehamilan akan berjalan normal sampai proses persalinan. Kehamilan ini akan terus dipantau melalui USG. Selama proses ini, keguguran bisa saja terjadi, terutama disebabkan masalah pada rahimnya. “Ibaratnya bibit tomat yang unggul lalu ditanam di lahan yang tandus, otomatis tomat tidak tumbuh sempurna, bahkan tak tumbuh sama sekali,” imbuh Jacoeb.

Semua yang terjadi di semesta ini adalah atas kehendak Allah. Manusia hanya diperintahkan untuk berusaha. Bila memang kondisi memungkinkan, prosedur bayi tabung bisa ditempuh pasutri yang berharap memiliki keturunan.

Want your business to be the top-listed Beauty Salon in Bandung?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Telephone

Website

Address


Bandung
432112