HobiMakan
hidup Lah Dengan Bahagia
10/07/2025
Pesan mama jedar untuk Elbarack,
Bertemanlah dengan yang baik. Karena pertemanan berpengaruh di masa mudamu.
Kalau kamu di sakiti, kamu boleh melawan. Tapi jangan pernah sekali-kali menyakiti duluan. Jika kamu tidak diajak main, mending kamu pulang. Jangan sekali-kali sedih, marah atau menangis. Kalau temanmu tidak menyukaimu, jangan kecil hati, dan jangan pernah merasa dirimu buruk. Kamupun tidak perlu berusaha keras agar mereka menyukaimu.
Facebook
10/07/2025
Ini mah ben4lu 💔
10/07/2025
Enak dan Bikin Nagih😋
Martabat Lipat Coklat Keju Mini
🍑Bahan
2 butir telur
60 gr gula pasir
200 gr tepung terigu
30 gr coklat bubuk2
60 gr gula pasir
200 gr tepung terigu
30 gr coklat bubuk
¼ sdt garam
¼ sdt vanili bubuk
350 ml susu cair
1 sdt baking powder
½ sdt soda kue
1 sdt pasta coklat
Isian keju parut
1 resep mendapatkan 20 pcs
Martabak Lipat Coklat Mini
🍎cara buat
- Didalam wadah masukkan tepung terigu,coklat bubuk,gula pasir,telur,garam,vanili
- kemudian masukkan 350 ml susu cair secara bertahap sambil diaduk hingga rata
- masukkan baking powder,soda kue dan pasta coklat
- kocok sampai benar benar rata
- siapkan teflon datar yang sudah dipanaskan diatas kompor
- tuang adonan sekitar 1 sendok sayur,kemudian panggang dengan api kecil
- matang lanjut diangkat dan lakukan sampai selesai
- untuk isian dalamnya tambahkan keju parut kemudian lipat dan tekan tekan ujungnya
- dipinggiran tekan tekan dengan garpu
- jika sudah selesai semua siap dihidangkan dan selamat mencoba
10/07/2025
"Sebungkus Mi dan Sebungkus Rokok"
(Tulisan seseorang, semoga Allah menjaganya)
Setiap malam, meja makan kami tak pernah rumit. Tiga bungkus mi instan, dibagi untuk lima orang. Ibu akan menambahkan sedikit irisan sawi dan telur yang dibagi dua, tak lupa airnya di banyakin agar kelihatan lebih ‘berisi’. Kami duduk bersila, berhadap-hadapan di lantai, dengan piring melingkar seperti roda kecil kehidupan.
Tak ada yang mengeluh. Bahkan adik bungsuku, Arga, yang baru kelas 1 SD, sudah tahu caranya makan perlahan, agar mie-nya tidak cepat habis. Kakakku, Dina, yang sudah SMA, pandai menahan lapar, pura-pura kenyang, lalu menggeser sisa mi ke arah Arga.
Ibu hanya diam. Kadang menyuap perlahan, kadang malah tak makan sama sekali. “Ibu sudah kenyang dari tadi,” katanya. Tapi kami tahu, itu bohong.
Setelah makan, Ayah akan berdiri, menguap panjang, mengelus perut buncitnya lalu merogoh sakunya yang sudah robek di pinggir. Ia mengeluarkan uang kertas yang sudah lecek lalu memberikannya padaku.
“Beliin rokok, ya. Yang biasa.”
Aku menerimanya tanpa berkata, kuperhatikan angka dua puluh ribu yang pudar di ujungnya. Uang yang cukup untuk sekilo beras, untuk 10 butir telur, untuk segenggam kehidupan. Tapi tidak,
Ayah lebih memilih asap, bukan nasi, bukan anak-anaknya.
Aku menatap uang itu seperti menatap pisau. Tajam, menusuk lalu membunuh perlahan.
Aku berjalan ke warung Bu Sarip dengan langkah pelan, dengan menggenggam erat uang dua puluh ribu yang lusuh ditangan, dua puluh ribu yang tak pernah jadi telur, tak pernah jadi sayur, tak pernah jadi alasan untuk anak-anak tumbuh dengan sehat.
“Ini rokoknya, Ayahmu belum berhenti, ya?” tanya Bu Sarip sambil menyerahkan bungkusan kecil, aku hanya mengangguk.
Sesampainya di rumah, Ayah menyambut rokok itu seperti emas. Ia duduk di beranda, menyalakan satu batang, menghembuskan asap panjang ke langit, seperti mengusir lelah, katanya.
Dari balik tirai, aku melihat Ibu mencuci piring sambil sesekali mengusap matanya yang basah. M
19/09/2024
Makanan Pedass Favvv🖤🤤
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Website
Address
Cianjur
Bandung
43281
