Golongan DARAH A+

Golongan DARAH A+

Share

Yg mempunyai Golongan darah A+

22/01/2023

Ditulis oleh Fajarina Nurin · Tanggal diperbarui 02/03/2021

Fakta Unik Seputar Golongan Darah A dan Risiko Kesehatannya
Golongan darah setiap orang berbeda-beda, ada A, B, AB, atau O. Masing-masing tipe darah pun dapat menjelaskan kondisi kesehatan, kepribadian, hingga risiko penyakit orang tersebut. Kali ini, tipe darah A akan dikupas tuntas berdasarkan asal-usul hingga fakta-fakta uniknya. Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Bagaimana seseorang bisa mempunyai golongan darah A?
Golongan darah apa pun ditentukan oleh keberadaan antigen, yaitu zat yang dapat memicu respons imun jika ada zat asing. Antigen merupakan jenis protein yang terdapat pada sel darah merah Anda.

Sistem penetuan tersebut dikenal dengan sistem ABO yang berada pada pengelompokkan golongan darah. Singkatnya, darah manusia digolongkan berdasarkan ada atau tidaknya antigen A dan B.

Anda disebut memiliki golongan darah A ketika tubuh memiliki antigen A pada sel darah merah dengan antibodi antibodi B (disingkat anti-B) di plasma darah.

Berbeda dengan orang bergolongan darah AB yang disebut sebagai resipien universal, orang bergolongan darah A hanya bisa menerima donor darah dari orang yang bergolongan sama. Jika tidak, akan terjadi reaksi penolakan tubuh yang mungkin saja membahayakan nyawa.

syarat donor darah

Sama seperti warna mata, tipe darah diturunkan secara genetik dari orangtua. Anda dapat mengetahui golongan darah Anda melalui tes sederhana.

Golongan darah A dapat dibedakan lagi berdasarkan rhesus (Rh), yaitu antigen yang terkadang dimiliki oleh sel darah merah. Jika ada, tipe darah Anda akan menjadi A+, jika tidak akan disebut A-.

Tipe darah A+ adalah tipe darah kedua setelah tipe darah O yang paling umum. Sekitar 34 dari 100 orang memiliki tipe darah ini. Sementara itu, tipe darah A- termasuk tipe langka, sama dengan tipe darah B+ dan B-.

Fakta menarik seputar golongan darah A
Setiap golongan darah memiliki karakteristik yang unik dan menjadi pembeda antara diri Anda dan orang lain. Berikut adalah fakta unik seputar golongan darah A yang perlu Anda ketahui:

1. Golongan darah A hanya bisa menjadi dan menerima donor dari tipe darah tertentu
hepatitis boleh donor darah

Seperti yang telah dijelaskan di atas, tipe darah A hanya bisa menerima dan menjadi donor tipe darah tertentu. Dikutip dari American Red Cross, ada cara yang spesifik di mana tipe darah harus disesuaikan untuk transfusi dan donor yang aman. Transfusi darah dapat berarti antara hidup dan mati.

Golongan darah A- dapat mendonorkan darah ke semua tipe A dan AB. Sementara itu, tipe darah ini dapat menerima donor dari tipe A- dan O-. Sementara itu, tipe darah A+ dapat mendonorkan ke tipe A+ dan AB+ dan menerima donor dari semua tipe A dan O.

Namun, dalam proses transfusi darah, akan diutamakan untuk yang berasal dari golongan darah yang sama. Seorang yang bergolongan darah A bisa menerima donor dari orang bergolongan darah O hanya jika keadaan darurat dan tak ada pilihan lain.

2. Diet untuk golongan darah A
Sebuah buku yang berjudul Eat Right for Your Type karya dokter naturopati, Peter D’Adamo, menyebutkan berbagai saran pola makan yang baik untuk masing-masing tipe darah. Pernyataannya dalam buku itu dikutip di Harvard Health Publishing.

Menurutnya, orang bergolangan darah A dianjurkan untuk banyak makan buah-buahan, sayuran, tahu, makanan lalu dan gandum. Orang dengan golongan darah ini juga dianjurkan untuk menghindari daging sapi.

Lanjutkan Membaca

Sementara itu, untuk mengurangi berat badan, diet golongan darah yang perlu dilakukan untuk pemilik darah A antara lain makan makanan laut, sayuran, nanas, minyak zaitun, dan susu kedelai, serta menghindari olahan susu, tepung, jagung dan kacang-kacangan.

Pola Makan yang Sesuai untuk Anda Berdasarkan Golongan Darah

ARTIKEL TERKAIT

Pola Makan yang Sesuai untuk Anda Berdasarkan Golongan Darah
TIPS MAKAN SEHAT

Pola Makan yang Sesuai untuk Anda Berdasarkan Golongan Darah
Foto Penulis
badge
Ditinjau secara medis oleh dr. Tania Savitri• 18/12/2020

3. Lebih berisiko mengalami serangan jantung dan penyakit jantung
Golongan darah yang Anda memiliki dapat meningkatkan risiko kondisi tertentu, termasuk serangan jantung dan penyakit jantung.

Ini karena gen ABO, gen yang ada pada orang dengan tipe darah A, B, atau AB. Jika Anda bergolongan darah A dan tinggal di daerah dengan tingkat polusi yang tinggi, Anda mungkin punya risiko lebih besar terkena serangan jantung daripada mereka yang tidak memiliki gen tersebut.

4. Lebih berisiko terhadap gangguan fungsi otak dan kehilangan memori
perbedaan demensia dengan delirium dan depresi

Dikutip dari Penn Medicine, gen ABO terhubung dengan fungsi otak. Seperti halnya pada orang dengan tipe darah B dan AB, golongan darah A memiliki potensi lebih besar mengalami masalah fungsi otak dan memori. Kondisi ini dapat menyebabkan penyakit demensia.

Salah satu kemungkinan penyebab kehilangan ingatan ini adalah fakta bahwa golongan darah dapat menyebabkan hal-hal, seperti tekanan darah tinggi, kolesterol, dan diabetes. Kondisi itulah yang akhirnya membuat seseorang berisiko mengalami gangguan kognitif dan demensia.

5. Lebih berisiko terhadap kanker
gejala kanker usus besar

Golongan darah A mempunyai risiko lebih tinggi mengalami kanker perut dibandingkan dengan tipe darah lain. Selain itu, gen ABO yang dimiliki mereka dengan tipe darah A juga mempunyai peran penting terhadap munculnya kanker lain, termasuk paru-paru, payudara, kolorektal, prostat, hati, dan serviks.

6. Lebih berisiko mengalami stres
stres ibu rumah tangga

Jika Anda memiliki golongan darah A, Anda mungkin lebih kesulitan menangani stres. Orang dengan tipe darah A cenderung memiliki tingkat kortisol (hormon stres) yang tinggi dalam tubuh.

Mengetahui golongan darah adalah salah satu cara untuk lebih memahami dan mengelola kesehatan Anda. Meski tipe darah Anda merupakan bawaan genetik, Anda tetap bisa menentukan pilihan yang lebih sehat untuk kehidupan yang berkualitas.

Cegah Darah Menggumpal dengan 6 Makanan yang Membuat Darah Lebih Encer Ini
Mengenal IGRA, Jenis Tes Darah untuk Pemeriksaan TBC
ARTIKEL SELANJUTNYA

Benarkah Golongan Darah Berpengaruh pada Risiko Terkena COVID-19?

Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro · General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)

Ditulis oleh Diah Ayu Lestari · Tanggal diperbarui 31/03/2021

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Iklan

Belakangan muncul kabar bahwa orang dengan golongan darah A lebih berisiko tertular COVID-19 dibandingkan golongan darah lainnya. Sebaliknya, orang bergolongan darah O disebut-sebut lebih kebal dari serangan virus ini. Setelah melalui berbagai penelitian, para peneliti menyimpulkan bahwa ini bukanlah hoaks belaka.

Pengaruh golongan darah pada risiko terjangkit COVID-19
Vitamin Cegah COVID-19

Golongan darah tampaknya memengaruhi risiko seseorang tertular COVID-19. Dugaan ini berawal dari sebuah penelitian terhadap 2.173 pasien COVID-19 yang dirawat di tiga rumah sakit di kota Wuhan dan Shenzhen, Tiongkok.

Pada studi tersebut, orang-orang yang golongan darahnya termasuk dalam kelompok A ternyata berisiko lebih tinggi terjangkit COVID-19. Golongan darah dalam kelompok ini termasuk A-positif, A-negatif, AB-positif, dan AB-negatif.

Iklan

Sementara itu, orang bergolongan darah O-positif dan O-negatif berisiko lebih rendah tertular virus ini. Para peneliti telah membandingkannya dengan usia, jenis kelamin, dan penyakit penyerta. Hasilnya, golongan darah tetap mempunyai peran yang kuat.

Pada penelitian yang lain, tim peneliti AS melihat data 682 penduduk New York dengan hasil tes COVID-19 positif. Orang bergolongan darah A berpeluang 33% lebih tinggi mendapatkan hasil positif dibandingkan orang bergolongan darah lain.

Para peneliti menduga hal ini berkaitan dengan jenis antigen pada tiap golongan darah. Antigen adalah protein khusus pada sel darah merah Anda. Golongan darah seseorang ditentukan oleh jenis antigen yang menempel pada permukaan sel darah merahnya.

Antigen-antigen tersebut juga memproduksi antibodi tertentu untuk melawan infeksi atau menolak darah dari golongan yang tidak sesuai. Secara umum, berikut jenis antigen dan antibodi yang dimiliki setiap golongan darah:

Golongan darah A: antigen A dan antibodi anti-B.
Golongan darah B: antigen B dan antibodi anti-A.
Golongan darah AB: antigen A dan B, tapi tidak ada antibodi anti-A dan anti-B.
Golongan darah O: tidak ada antigen A dan B, tapi ada antibodi anti-A dan anti-B.
Mengacu penelitian terdahulu mengenai penyakit SARS, antibodi anti-A membantu menghambat aktivitas coronavirus di dalam tubuh. Tim peneliti Tiongkok menduga bahwa hal serupa mungkin juga terjadi pada kasus COVID-19.

Iklan

Dugaan ini muncul karena COVID-19 dan SARS disebabkan oleh virus dari kelompok yang sama. Dengan kata lain, mungkin antibodi inilah yang membuat orang dengan golongan darah O dan B lebih terlindung dari COVID-19.

droplet covid-19

Faktor genetik golongan darah mungkin berpengaruh pada COVID-19
Perbedaan antigen tampaknya bisa menjelaskan mengapa orang bergolongan darah A lebih berisiko terjangkit COVID-19. Walau demikian, para peneliti saat itu belum dapat memastikannya dan masih mencari penjelasan lain.

Guna menjawab masalah ini, peneliti dari berbagai institusi di Eropa mempelajari faktor genetik yang mungkin menjadi penyebabnya. Mereka menganalisis sekitar delapan juta kode genetik yang menyusun DNA dari 1.980 subjek penelitian.

Lanjutkan Membaca

Tim peneliti menemukan kode genetik pada kromosom 3 dan 9. Kode ini tidak hanya memengaruhi risiko penularan COVID-19, tapi juga tingkat keparahannya. Kode genetik serupa juga ditemukan pada kromosom 9 yang menyusun golongan darah ABO.

Hasil analisis menunjukkan bahwa pasien bergolongan darah A-positif berisiko 45% lebih tinggi mengalami kegagalan napas. Sementara itu, pasien dengan golongan darah O berisiko 35% lebih rendah mengalami komplikasi COVID-19 yang satu ini.

Golongan darah A juga meningkatkan kemungkinan pasien menggunakan ventilator sebanyak 50%. Ada p**a kaitan antara gen dengan risiko pembekuan darah dan penyakit jantung akibat COVID-19.

Tips Donor Darah yang Aman Saat Pandemi COVID-19

Faktor terpenting tetap kebersihan diri
masker kain

Golongan darah dan kode genetik tertentu memang dapat meningkatkan risiko Anda terjangkit COVID-19. Namun, keduanya bukan satu-satunya penentu. Faktor terpenting tetaplah kebersihan diri dan seberapa baik upaya Anda dalam mencegah penularan.

Untuk melindungi diri dan orang-orang di sekitar Anda, berikut langkah yang dapat dilakukan:

Rajin mencuci tangan menggunakan air dan sabun atau hand sanitizer berbahan alkohol minimal 60%.
Menghindari kerumunan dan menjaga jarak aman setidaknya satu meter dari orang lain.
Menggunakan masker kain ketika bepergian ke luar rumah.
Tidak menyentuh mata, hidung, dan mulut tanpa mencuci tangan terlebih dulu.
Menerapkan cara batuk dan bersin yang benar.
Memeriksakan diri bila mengalami gejala COVID-19 seperti batuk, demam, dan sesak napas.
Golongan darah adalah satu dari banyak faktor yang memengaruhi risiko penularan COVID-19. Hal ini kemungkinan berkaitan dengan jenis antigen dan kode genetik yang menyusun golongan darah Anda.

Namun, baik bergolongan darah A ataupun lainnya, siapa pun tetap bisa terjangkit COVID-19 bila tidak melakukan pencegahan dan mematuhi protokol kesehatan. Jadi, pastikan Anda menerapkan keduanya demi mengurangi kemungkinan tertular.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Iklan

ARTIKEL TERKAIT

Tips Menghindari Bakteri Salmonella pada Telur
Parvovirus pada Manusia (Parvovirus B19)
ARTIKEL SELANJUTNYA

Terapi Cairan Infus untuk Mengatasi Demam Berdarah

Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H. · General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)

Ditulis oleh Hillary Sekar Pawestri · Tanggal diperbarui 4 hari lalu

Mengapa pasien DBD butuh cairan?
Cairan infus untuk pasien DBD
Sumber cairan lainnya
Salah satu langkah penting dalam penanganan demam berdarah dengue adalah pemenuhan kebutuhan cairan tubuh. Tidak hanya dengan minum air putih, upaya pemberian cairan untuk pasien demam berdarah juga bisa dilakukan melalui infus.

Iklan
Sampai saat ini, penyakit demam berdarah dengue (DBD) masih menjadi ancaman di Indonesia, terutama saat memasuki musim hujan. Untungnya dengan penanganan yang tepat, DBD bisa sembuh dalam waktu kurang-lebih tujuh hari.

Mengapa pasien DBD butuh cairan?
cairan untuk demam berdarah

Dehidrasi merupakan salah satu bahaya penyakit demam berdarah. Ini lantaran demam dan keinginan untuk muntah menyebabkan lebih banyak air keluar dari tubuh Anda.

Selain itu, pasien demam berdarah pada fase kritis kerap mengalami kebocoran plasma darah, padahal sekitar 91% kandungan dalam plasma darah merupakan air.

Iklan
Saat plasma darah bocor, darah akan menjadi lebih pekat dan mulai mengental. Darah yang kental lebih sulit mengalir sehingga penyebaran zat gizi dan oksigen ke seluruh tubuh akan terhambat.

Kebocoran plasma merupakan salah satu jenis komplikasi demam berdarah yang mengancam nyawa.

Berdasarkan kondisi di atas, dapat disimpulkan bahwa pasien DBD harus mendapatkan cairan yang cukup. Kebutuhan air mereka akan lebih banyak dari orang sehat yang hanya perlu minum air dua liter sehari.

Selain dehidrasi, demam berdarah dengue juga ditandai dengan gejala ruam merah pada kulit, sakit kepala, nyeri pada mata, dan demam tinggi hingga 39°C.

Cairan infus untuk pasien demam berdarah
Tidak cukup dengan minum air putih saja, pencegahan dehidrasi pada pasien DBD juga kerap dilakukan dengan terapi pemberian cairan secara intravena alias melalui infus.

Berikut merupakan jenis cairan infus yang kerap diberikan untuk menangani demam berdarah.

Iklan
1. Cairan kristaloid
Cairan saline NaCl 0,9%, ringer laktat, dan dekstrosa merupakan komposisi cairan kristaloid yang paling banyak digunakan untuk penanganan demam berdarah.

Ketiga cairan tersebut sama-sama mengandung elektrolit seperti magnesium klorida, natrium asetat, natrium glukonat, kalium klorida, natrium klorida, dan glukosa yang dibutuhkan pasien demam berdarah.

Cairan kristaloid akan membantu mengembalikan keseimbangan elektrolit dalam tubuh. Dengan begitu, metabolisme dan kadar air dalam tubuh dapat terjaga.

Ditambah lagi, elektrolit juga akan membantu organ tubuh bekerja secara normal.

2. Cairan koloid
Cairan infus untuk pasien demam berdarah

Dibandingkan dengan cairan kristaloid, cairan koloid memiliki berat molekul yang lebih tinggi sehingga bisa bertahan lebih lama di dalam pembuluh darah.

Oleh karena itu, cairan koloid lebih banyak digunakan untuk masalah kesehatan yang lebih serius.

Berdasarkan keputusan World Health Organization, penggunaan cairan koloid hanya dianjurkan pada pasien demam berdarah yang mengalami syok hipovolemik karena adanya kebocoran plasma.

Lanjutkan Membaca

Penggunaan cairan infus koloid untuk pasien demam berdarah yang mengalami syok hipovolemik terbukti dapat menurunkan kadar hematokrit dengan lebih cepat dibandingkan dengan cairan kristaloid.

Kadar hematokrit yang tinggi merupakan penyebab kebocoran plasma. Dengan menurunkan kadar hematokrit, kebocoran plasma pun dapat dicegah.

Meski begitu, penggunaan cairan koloid memiliki risiko efek samping alergi yang lebih besar dibandingkan dengan kristaloid. Oleh karena itu, penggunaan cairan koloid lebih jarang dibandingkan cairan kristaloid.

Cairan koloid yang kerap digunakan untuk penanganan demam berdarah mengandung albumin, gelatin, dan dekstran.

Perlu diingat bahwa penggunaan cairan infus untuk mengatasi demam berdarah hanya bisa dilakukan dengan persetujuan dokter.

Pihak rumah sakit jugalah yang akan menentukan mana cairan infus yang sesuai dengan kondisi Anda.

Cairan lainnya untuk mengatasi demam berdarah
Tidak semua pasien demam berdarah memerlukan perawatan di rumah sakit. Pasien yang memiliki kondisi stabil bisa menjalani perawatan di rumah, tentunya setelah mendapat persetujuan dari dokter.

Meski begitu, Anda tidak boleh melupakan kewajiban untuk memenuhi kebutuhan cairan pasien. Berikut cara memenuhi kebutuhan cairan pasien demam berdarah selain melalui infus.

Minum lebih banyak air putih dan minuman untuk pemulihan DBD. Kebutuhan setiap orang mungkin berbeda, jadi cobalah untuk berkonsultasi dengan dokter Anda.
Hindari minuman mengandung kafein seperti kopi dan soda. Jenis minuman tersebut akan membuat Anda mudah dehidrasi.
Pilih makanan dengan elektrolit tinggi, seperti bayam, tahu, dan alpukat.
Demikian informasi mengenai kebutuhan cairan selama mengidap demam berdarah. Anda bisa berkonsultasi dengan dokter untuk melakukan penanganan rumahan yan tepat.

Pentingnya cairan untuk pasien demam berdarah
Pasien demam berdarah membutuhkan lebih banyak cairan, sebab dehidrasi bisa menyebabkan komplikasi, salah satunya kebocoran plasma.
Selain melalui minuman, kebutuhan cairan bisa dipenuhi dengan infus cairan kristaloid atau koloid.
Penggunaan cairan koloid hanya dianjurkan pada pasien demam berdarah yang mengalami kebocoran plasma.

10/01/2023

Orang yang memiliki golongan darah A+ berarti memiliki antigen tipe A di dalam darahnya. Antigen adalah protein penanda pada permukaan sel darah. Apabila pada sel darah merah tidak terdapat faktor Rh, golongan darah Anda dianggap Rh negatif (-).

10/01/2023

Yang punya golongan darah A+ Yukkk gabung

Karakter pasangan berdasarkan golongan darah, sesuaikah dengan suami Anda? | theAsianparent Indonesia 10/01/2023

https://id.theasianparent.com/karakter-golongan-darah/amp

Karakter pasangan berdasarkan golongan darah, sesuaikah dengan suami Anda? | theAsianparent Indonesia Ternyata golongan darah juga bisa mengungkapkan kepribadian seseorang. Yuk cari tahu karakter golongan darahmu dan pasangan.

Want your business to be the top-listed Beauty Salon in Batam?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Category

Telephone

Address


Taman Cipta Asri Tahap 2 Blok Pinus
Batam
29439