Herbal Fina
Selamat datang di halaman Herbal Fina. Kami akan memberikan informasi seputar kesehatan dan menjual produk kesehatan.
13/05/2022
5 Manfaat Teh Hijau untuk Kesehatan
Manfaat teh hijau bagi kesehatan telah dipercaya sejak dulu. Bahkan, teh hijau disebut-sebut sebagai salah satu minuman paling sehat di dunia dan diyakini dapat mencegah berbagai jenis penyakit. Tak hanya itu, masih banyak manfaat teh hijau lain yang dapat Anda peroleh.
Teh hijau berasal dari daun tumbuhan Camellia sinensis. Minuman ini digunakan dalam pengobatan Jepang dan Cina selama berabad-abad lamanya. Proses pengolahan teh hijau lebih singkat dibandingkan jenis teh lainnya, seperti teh hitam, sehingga kandungan nutrisi dan antioksidan di dalamnya masih terjaga.
Kandungan Nutrisi Teh Hijau
Di dalam 100 gram teh hijau, terkandung beragam nutrisi sebagai berikut:
1 kkal energi
0,2 gram protein
1 miligram magnesium
8 miligram kalium
12 miligram kafein
Selain itu, teh hijau juga mengandung antioksidan, antiradang, dan antikanker yang baik untuk menjaga kesehatan tubuh. Minuman ini juga baik dikonsumsi oleh balita dan anak-anak ketika mereka bosan minum air putih.
Manfaat Teh Hijau Bagi Kesehatan
Teh hijau kaya akan kandungan antioksidan yang bermanfaat dalam melawan radikal bebas yang masuk ke dalam tubuh. Paparan radikal bebas berlebih dapat merusak sel-sel tubuh hingga menyebabkan penuaan dini dan penyakit berbahaya seperti kanker.
Salah satu kandungan antioksidan dalam teh hijau adalah katekin. Senyawa katekin berperan penting dalam menghentikan kerusakan sel-sel tubuh. Jika dikonsumsi secara rutin, teh hijau dapat memberikan banyak manfaat bagi kesehatan, seperti:
1. Mencegah penyakit jantung dan stroke
Penyakit kardiovaskular, termasuk penyakit jantung dan stroke, merupakan penyebab kematian tertinggi di dunia. Sebuah riset menunjukkan bahwa konsumsi teh hijau dapat menurunkan kolesterol total dan kolesterol jahat (LDL).
Selain itu, teh hijau juga mengandung asam fenolik, yang dapat menurunkan risiko terjadinya penyakit jantung koroner.
2. Menghambat pertumbuhan sel kanker
Polifenol merupakan salah satu antioksidan yang terkandung di dalam teh hijau. Senyawa ini dapat menghambat pertumbuhan berbagai jenis sel kanker, seperti kanker kulit, kanker paru-paru, kanker lambung, dan kanker payudara.
Namun, masih diperlukan penelitian lebih lanjut dan menyeluruh untuk memastikan efektivitas teh hijau dalam mencegah kanker.
3. Mencegah diabetes
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa teh hijau dapat meningkatkan kinerja insulin dan mengurangi kadar gula darah pada penderita diabetes. Oleh karena itu, teh hijau aman dikonsumsi oleh orang yang menderita diabetes.
4. Menurunkan berat badan
Sebuah uji klinis menunjukkan bahwa teh hijau bermanfaat dalam meningkatkan metabolisme tubuh dan membakar lemak, terutama lemak di bagian perut. Namun, manfaat teh hijau untuk menurunkan berat badan ini tidak berlaku pada orang dewasa yang mengalami obesitas.
5. Menstabilkan tekanan darah
Teh hijau diketahui dapat melemaskan otot-otot di pembuluh darah, sehingga mampu menurunkan tekanan darah. Selain itu, kandungan polifenol di dalamnya juga mampu menurunkan tekanan darah dalam tubuh.
Selain beberapa manfaat di atas, teh hijau juga diyakini dapat mengobati gusi bengkak, memperbaiki kerusakan kulit, mengurangi gejala rheumatoid arthritis atau sebagai obat rematik alami, menjaga kesehatan otak, dan mengurangi kecemasan. Namun, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk membuktikan efektivitas teh hijau bagi kesehatan secara luas.
Manfaat teh hijau dapat Anda dapatkan secara maksimal, bila dikonsumsi secara teratur dan tidak berlebihan. Namun, agar kesehatan tubuh tetap terjaga, Anda tetap harus menerapkan pola hidup sehat, yaitu dengan mengonsumsi makanan bernutrisi, mencukupi waktu istirahat, dan berolahraga secara rutin.
27/04/2022
Tips Puasa bagi Pengidap Maag, Agar tidak Mudah Kambuh
“Maag bisa menyebabkan pengidapnya merasa tidak nyaman, karena nyeri pada perut yang mengganggu. Namun jangan khawatir, ada beberapa tips mencegah maag yang bisa diterapkan, terutama pada saat puasa. Salah satunya adalah tidak makan berlebihan.”
Puasa mewajibkan seseorang untuk menahan lapar dan haus selama kurang lebih 14 jam. Tentu saja, hal ini mungkin menjadi kekhawatiran tersendiri bagi pengidap maag. Pasalnya, lambung yang kosong dalam jangka waktu lama dikhawatirkan bisa meningkatkan risiko munculnya gejala penyakit. Namun jangan khawatir, ada tips puasa bagi pengidap maag agar tidak mudah kambuh.
Maag alias dyspepsia merupakan kondisi yang muncul dan ditandai dengan rasa tidak nyaman pada perut bagian atas. Gejala yang umumnya terjadi adalah sensasi perih pada lambung, mudah merasa kenyang, kembung, serta rasa terbakar di ulu hati. Kondisi ini bisa dipicu oleh sejumlah faktor, seperti pola makan yang tidak teratur, mengonsumsi makanan tertentu, atau stres.
Menerapkan Tips Puasa bagi Pengidap Maag
Salah satu cara agar maag tidak mudah kambuh adalah menghindari kebiasaan telat makan. Lantas, bagaimana jika pengidap maag ingin ikut menjalankan ibadah puasa? Kabar baik bagi pengidap kondisi ini, sebab ada beberapa tips puasa bagi pengidap maag yang bisa diterapkan agar tidak mudah kambuh. Berikut beberapa tipsnya:
Jangan Lewatkan Sahur
Biar maag tidak mudah kambuh, pastikan untuk tidak melewatkan makan sahur setiap hari. Selain itu, hindari juga makan berlebihan saat sahur dan berbuka puasa. Pasalnya, hal ini bisa membuat lambung bekerja lebih keras sehingga meningkatkan risiko munculnya gejala sakit perut, kembung, atau begah. Disarankan juga untuk makan secara perlahan dan dalam porsi secukupnya.
Pilih Makanan Sehat
Salah satu pemicu maag adalah konsumsi makanan tertentu. Maka dari itu, pilihlah jenis makanan sehat untuk dikonsumsi saat sahur dan berbuka puasa. Sebisa mungkin, hindari jenis makanan dan minuman yang bisa meningkatkan risiko maag, seperti makanan yang terlalu berlemak, makanan asam, minuman bersoda, serta makanan cepat saji.
Jangan Tidur setelah Makan
Rasa kantuk pada saat sahur memang menjadi tantangan tersendiri. Namun, sebisa mungkin usahakan agar tidak langsung tidur setelah makan. Hal ini bisa meningkatkan risiko maag kambuh dan membuat perut terasa tidak nyaman. Jika ingin tidur kembali setelah sahur, tunggulah selama beberapa menit hingga jam.
Jika tidak tertahankan, atur posisi tidur yaitu dengan setengah duduk agar posisi kepala dan bahu lebih tinggi daripada perut. Hal ini akan menghindari risiko makanan kembali ke kerongkongan dan memicu sakit maag.
Kelola Stres dengan Baik
Stres dan emosi yang tidak dikelola dengan baik faktanya menjadi salah satu penyebab munculnya gejala maag. Maka dari itu, penting untuk mengelola stres dan emosi dengan baik. Selain untuk mencegah terjadinya maag, mengelola emosi juga merupakan salah satu esensi dari puasa. Ibadah ini mengajarkan untuk menahan hawa nafsu, seperti rasa marah dan sedih. Jika sudah merasa lelah, beristirahatlah sejenak dari semua pekerjaan, dan beri waktu bagi tubuh untuk bersantai. Kamu juga bisa melakukan latihan pernapasan atau berolahraga ringan agar tidak stres.
20/04/2022
Ketahui 5 Penyebab Perut Buncit saat Puasa
“Perut buncit saat puasa muncul karena sejumlah kebiasaan buruk, seperti langsung tidur setelah makan, terlalu banyak makan saat sahur, serta tidak berolahraga. Sebaiknya jangan dibiarkan karena bisa meningkatkan risiko terjadinya berbagai penyakit berbahaya.”
Puasa seringkali dimanfaatkan sebagai salah satu cara menurunkan berat badan. Pasalnya, selama satu bulan penuh tubuh akan mengalami perubahan pola makan yang umumnya menjadi lebih sedikit dari biasanya. Hal itu dianggap bisa membantu mempercepat proses penurunan berat badan. Namun, bagaimana kalau yang terjadi justru perut buncit saat puasa?
Berkurangnya porsi makan memang bisa memengaruhi berat badan. Namun, seringkali hal ini tidak bisa dicapai karena satu dan lain hal, seperti kebiasaan makan terlalu banyak atau kalap saat berbuka puasa. Selain itu, faktanya pengurangan waktu makan tidak bisa membuat perut buncit hilang seketika. Perut buncit disebabkan oleh penumpukan lemak pada bagian perut, yaitu lemak subkutan dan lemak viseral.
Penyebab Perut Buncit saat Puasa
Secara umum, perut buncit disebabkan oleh penumpukan lemak di bagian perut. Ada dua jenis lemak yang bisa ditemukan dan menumpuk di area ini, yaitu lemak subkutan dan lemak viseral. Lemak subkutan merupakan lemak yang berada di bawah kulit. Sedangkan lemak viseral, berada di bagian tubuh atau organ dalam yang tidak terlihat.
Penumpukan lemak viseral harus diwaspadai, karena sering dihubungkan dengan risiko penyakit, seperti obesitas hingga penyakit jantung. Selain berbahaya, jenis lemak ini juga cenderung sulit untuk dihilangkan. Perut buncit juga bisa diperparah dengan beberapa kebiasaan buruk selama puasa, seperti:
1. Menambah Porsi saat Sahur
Satu kebiasaan buruk yang sering dilakukan adalah makan terlalu banyak saat sahur. Hal ini biasanya dilakukan karena merasa takut lapar dan tidak kuat menjalani puasa. Padahal yang membuat rasa lapar cepat datang atau tidak, bukan karena porsi makanan melainkan komposisinya. Hindari makan berlebihan saat sahur, tetapi cobalah untuk mengonsumsi makanan dalam porsi yang tidak berlebihan dengan susunan menu yang meliputi komposisi nutrisi yang lengkap, seperti karbohidrat (nasi), lauk pauk (daging, tahu atau tempe), dan serat (sayur dan buah-buahan).
2. Kalap Saat Berbuka
Banyak orang yang sering menjadikan waktu buka puasa sebagai ajang “balas dendam”. Ini juga satu kesalahan yang bisa membuat perut buncit saat puasa. Risiko menjadi lebih tinggi jika kamu memiliki kebiasaan berbuka puasa dengan mengonsumsi junk food atau jenis makanan tidak sehat lainnya. Kebiasaan ini bisa menyebabkan jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh melebihi dari yang seharusnya.
3. Langsung Makan Besar
Agar tubuh kembali segar setelah seharian berpuasa, menu makananmu saat berbuka puasa haruslah seimbang, yaitu terdiri dari karbohidrat, protein, serat, dan lemak. Nah, agar nutrisi dari makanan yang kamu konsumsi bisa terserap tubuh dengan maksimal, kamu perlu memberi jeda waktu makan.
Jadi, saat berbuka, makanlah takjil manis yang ringan dan sehat terlebih dahulu. Setelah itu, jedalah waktu makan besar dengan menjalankan rutinitas salat Magrib. Barulah setelah itu, kamu bisa melanjutkan dengan makan besar.
4. Makan Berat Lagi Sebelum Tidur
Walaupun sudah berbuka dengan makanan yang berat, biasanya beberapa jam menjelang tidur, rasa lapar sering muncul kembali. Jangan tergoda untuk makan berat lagi sebelum tidur. Selain mengganggu kualitas tidur, nutrisi dari makanan kurang bisa terserap dengan baik oleh tubuh. Jadi, konsumsilah buah-buahan segar, yoghurt, atau oatmeal untuk menghilangkan rasa lapar. Dengan begitu, kamu pun juga bisa terhindar dari perut buncit saat puasa.
5. Malas Olahraga
Puasa sering dijadikan alasan untuk tidak berolahraga. Padahal tetap aktif melatih tubuh penting agar pembakaran makanan hingga peredaran darah tetap lancar. Jadi, untuk mencegah perut buncit saat puasa, disarankan untuk tetap melakukan olahraga dengan intensitas yang ringan agar tubuh tidak kelelahan.
16/04/2022
5 Alasan Puasa Bisa Bikin Awet Muda
“Dipercaya jika puasa dapat memberikan banyak manfaat bagi tubuh. Salah satu manfaat puasa adalah bikin awet muda, karena puasa dapat meregenerasi kulit dan membersihkan usus besar.”
Puasa Ramadan bukan hanya dapat memberikan pahala, tetapi juga kesehatan bagi tubuh. Salah satu manfaatnya bagi kesehatan adalah puasa disebut-sebut dapat bikin awet muda. Namun, apa sih alasannya hal ini dapat terjadi? Untuk mengetahui jawabannya, baca ulasan berikut ini!
Bagaimana Caranya Puasa Bikin Awet Muda?
Memang ada banyak sekali manfaat yang bisa didapatkan saat melakukan puasa. Dari segi fisik, beberapa manfaat yang bisa didapatkan adalah peningkatan fungsi otak, penurunan berat badan, hingga terlihat lebih awet muda. Namun, bagaimana sih caranya puasa bisa bikin seseorang lebih awet muda?
1. Adanya Regenerasi Kulit
Salah satu manfaat puasa yang bikin awet muda adalah terjadinya regenerasi pada kulit. Saat puasa mungkin kamu merasakan kulit yang kering dan terlihat kusam karena kekurangan cairan. Ternyata, hal ini yang mendorong terjadinya proses regenerasi kulit. Berarti, kulit yang kering dan kusam tersebut akan digantikan dengan yang baru. Dengan begitu, kulit kamu akan terlihat cantik dan bersinar. Hal ini juga diikuti perlambatan proses penuaan yang terjadi pada kulit.
2. Usus Besar yang Lebih Bersih
Manfaat puasa lainnya yang bikin awet muda adalah usus besar yang menjadi lebih bersih. Organ ini tidak memproses makanan dan minuman dalam waktu yang lama, sehingga lebih bersih dari biasanya. Hal ini menyebabkan kemampuan usus dalam penyerapan nutrisi menjadi lebih maksimal. Sehingga, segala nutrisi yang menyehatkan kulit bisa diterima dengan maksimal. Tentunya perlu didukung dengan pemilihan makanan yang sehat saat sahur dan berbuka.
3. Menyingkirkan Racun
Berpuasa juga bisa menjadi metode detoks. Hal ini dapat membantu tubuh untuk menyingkirkan racun dan zat yang tidak baik. Dengan begitu, tubuh menjadi lebih segar dan sehat. Bahkan, berpuasa juga dapat menurunkan berat badan jika dilakukan dengan benar dan menjaga makanan yang dikonsumsi.
4. Sel Lebih Sehat
Puasa secara teratur juga dapat membuat sel tubuh lebih sehat. Kegiatan ini dapat mengurangi kerusakan sel dan membantu untuk menjaga DNA tetap sehat. Nah, kedua hal tersebut dapat menunda terjadinya penuaan. Puasa juga sangat baik untuk membantu tubuh meningkatkan ketahanan terhadap stres oksidatif yang rentan menimbulkan masalah kesehatan.
Berpuasa juga dapat membantu tubuh lebih muda dari sel-selnya, terutama mitokondria. Puasa dapat membuat bagian tersebut tercegah dari homeostasis yang berhubungan dengan penuaan. Saat mitokondria tidak menua, sel di dalam tubuh juga terlihat lebih muda.
5. Hormon Pertumbuhan
Berpuasa secara rutin juga dapat mendorong tubuh menghasilkan lebih banyak hormon pertumbuhan. Hal ini dapat mencegah proses penuaan, sehingga puasa bisa bikin seseorang awet muda. Hormon pertumbuhan juga dapat membantu percepatan proses penurunan berat badan yang efektif untuk membakar lemak dengan efektif.
Nah, itulah beberapa manfaat puasa yang bikin awet muda. Maka dari itu, manfaatkan momen tersebut bukan hanya untuk membuat tubuh menjadi tampak lebih muda, tetapi juga menyehatkan. Jangan ragu lagi dengan segala manfaatnya meskipun proses yang dilalui terbilang tidak mudah.
14/04/2022
Perlu Tahu 3 Ciri-Ciri Kolesterol Mulai Naik
"Jumlah kolesterol yang ada di dalam darah seharusnya tetap dikontrol agar tidak terlalu tinggi. Pasalnya, kolesterol yang berlebihan akan tertimbun di sepanjang pembuluh darah arteri sebagai plak. Jika hal itu yang terjadi, aliran darah mungkin terhambat. Tingginya kadar kolesterol dalam darah alias hiperkolesterolemia terjadi saat tingkat kolesterol melampaui kadar normal."
Halodoc, Jakarta – Naiknya kadar kolesterol menjadi satu hal yang harus diwaspadai, karena bisa memicu gangguan kesehatan. Pasalnya, kadar kolesterol yang tinggi bisa meningkatkan risiko seseorang terserang penyakit yang berbahaya.
Kolesterol merupakan senyawa lemak yang terdapat di dalam darah. Pada dasarnya, tubuh manusia membutuhkan senyawa ini untuk membantu memproduksi sel-sel sehat, sejumlah hormon, serta vitamin D. Sebagian besar kolesterol diproduksi di hati, sedangkan sebagian lainnya biasa didapat dari makanan yang masuk ke dalam tubuh.
Meski dibutuhkan, jumlah kolesterol yang ada di dalam darah seharusnya tetap dikontrol agar tidak terlalu tinggi. Pasalnya, kolesterol yang berlebihan akan tertimbun di sepanjang pembuluh darah arteri sebagai plak. Jika hal itu yang terjadi, aliran darah mungkin terhambat. Tingginya kadar kolesterol dalam darah alias hiperkolesterolemia terjadi saat tingkat kolesterol melampaui kadar normal.
Kadar kolesterol normal sebenarnya berbeda-beda antara satu orang dengan yang lainnya. Hal itu tergantung apakah orang tersebut memiliki risiko lebih tinggi atau lebih rendah untuk terkena penyakit pembuluh arteri. Tapi umumnya, kadar normal kolesterol adalah kurang dari 200 miligram per desiliter. Kolesterol dikatakan tinggi jika angka hasil pemeriksaan darah menunjukkan 240 miligram per desiliter. Lantas apa saja ciri-ciri naiknya kadar kolesterol yang perlu diketahui?
1. Sakit Kepala
Salah satu gejala yang khas dan sering muncul sebagai tanda kolesterol naik adalah rasa sakit di kepala bagian belakang. Sakit kepala yang muncul bisa sangat mengganggu dan terasa berat, namun akan membaik setelah serangan kolesterol tinggi mereda.
2. Nyeri Dada
Naiknya kadar kolesterol bisa menyebabkan gejala berupa rasa sakit alias nyeri dada di bagian depan. Biasanya, nyeri yang muncul sebagai tanda kolesterol naik juga terasa pada bagian lengan. Nyeri yang muncul biasanya akan terasa lebih menyiksa jika kolesterol naik berbarengan dengan perasaan tertekan atau stres berlebihan.
3. Gangguan Pencernaan
Selain memicu rasa nyeri, kolesterol tinggi juga bisa mengacaukan sistem pencernaan. Itu bisa menjadi penyebab terjadinya gangguan pencernaan akibat kadar kolesterol naik. Tingginya kadar kolesterol dapat menciptakan ketidakseimbangan empedu, dan pada akhirnya menyebabkan munculnya batu empedu. Bahkan, ada 80 persen lebih kasus batu empedu yang terjadi karena kolesterol tinggi.
Baca juga: Makan Malam Sehat untuk Pengidap Kolesterol
Bahaya Kolesterol Tinggi
Naiknya kadar kolesterol dapat memicu terjadinya berbagai masalah kardiovaskular. Mulai dari aterosklerosis, akumulasi kolesterol, hingga plak berbahaya di dinding arteri. Plak tersebut akan menumpuk dan mengurangi aliran darah di dinding arteri, sehingga mengganggu proses sirkulasi darah.
Sebenarnya, ada dua jenis kolesterol yang terdapat pada tubuh manusia. Yaitu, high density lipoprotein (HDL) atau lipoprotein dengan kepadatan tinggi yang sering disebut sebagai “kolesterol baik” dan low density lipoprotein (LDL) atau lipoprotein dengan kepadatan rendah yang disebut sebagai “kolesterol jahat”.
LDL berfungsi untuk mengangkut kolesterol dari organ hati ke bagian tubuh lain yang membutuhkan. Tapi, jika jumlah LDL melebihi batas yang dibutuhkan, maka bisa terjadi pengendapan pada dinding arteri, sehingga menyebabkan penyakit. Untuk mengetahui kadar kolesterol darah, apakah masih normal atau mulai berlebih, bisa dilakukan melalui pemeriksaan darah.
Jika kadar kolesterol sudah tinggi, sangat penting untuk mengubah pola hidup agar terhindar dari risiko penyakit akibat kolesterol naik. Hindari mengonsumsi makanan yang banyak mengandung lemak. Selain itu, kontrol juga berat badan dan kondisi kesehatan tubuh. Meski orang gemuk tidak melulu berarti memiliki kolesterol tinggi, tetapi kelebihan berat badan telah terbukti dapat memicu terjadinya berbagai macam penyakit.
11/04/2022
Ini 4 Alasan Kenapa Harus Rutin Donor Darah
“Terdapat beberapa alasan kesehatan terkait mengapa kamu perlu rutin mendonorkan darah. Salah satunya seperti mendonorkan darah diketahui dapat membuat aliran darah menjadi lebih lancar. Sebab, donor darah secara berkala dapat membantu mengurangi risiko terjadinya penyumbatan arteri, sehingga dapat memperlancar aliran darah.”
Mendonorkan darah mungkin terdengar menyeramkan bagi beberapa orang. Padahal, kegiatan ini sebenarnya dapat memberikan banyak manfaat bagi kesehatan, lo. Sebab, donor darah tidak hanya bermanfaat pada orang yang menerima, tetapi juga bagi pendonornya sendiri.
Dari penelitian ditemukan kalau seseorang yang melakukan donor darah secara rutin dapat menurunkan risiko terkena serangan jantung (infark miokard). Hal ini dapat terjadi karena saat seseorang mendonorkan darahnya, maka ia akan mengurangi simpanan zat besi. Perlu diketahui bahwa seseorang yang punya kadar zat besi tinggi memiliki risiko terkena serangan jantung.
Namun, tak hanya bermanfaat dalam mengurangi simpanan zat besi pada tubuh, masih ada beberapa alasan menarik lainnya terkait mengapa kita perlu donor darah secara rutin. Penasaran apa saja alasannya? Yuk, ketahui informasinya di sini!
Siapa yang Perlu Menerima Donor Darah?
Sebelum membahas alasan mengapa kamu perlu mendonorkan darah secara rutin, kamu juga perlu mengetahui siapa saja yang dapat menjadi penerima donor darah. Cukup banyak kondisi kesehatan yang membutuhkan donor darah, terutama bagi mereka yang mengidap kelainan darah. Beberapa kondisi yang membutuhkan asupan darah adalah:
Komplikasi kehamilan,
Anemia karena malaria dan malnutrisi,
Kecelakaan,
Pasien kanker dan operasi,
Mengidap penyakit yang membutuhkan transfusi darah.
Alasan Mengapa Perlu Mendonorkan Darah
Tidak hanya bagi yang menerima donor darah kamu saja, pendonor juga bisa mendapatkan manfaat kesehatan yang besar. Dikutip dari Time, ada sejumlah manfaat dari mendonorkan darah sebagai alasan mengapa rutin donor darah itu penting, antara lain:
1. Aliran Darah Menjadi Lebih Lancar
Menurut Phillip DeChristopher, M.D., Ph.D., direktur bank darah Loyola University Health System, jika darah mengalami hambatan untuk mengalir maka dengan donor darah dapat membantu aliran darah menjadi lebih baik. Sebab, donor darah secara berkala dapat membantu mengurangi risiko terjadinya penyumbatan arteri, sehingga dapat memperlancar aliran darah. Menariknya lagi, dikutip dari American Journal of Epidemiology sekitar 88% orang yang mendonorkan darahnya memiliki risiko yang kecil sekali terkena serangan jantung.
2. Checkup Mini dengan Donor Darah
Mungkin kamu termasuk yang jarang melakukan pemeriksaan kesehatan. Nah, dengan donor darah sama halnya kamu melakukan check up mini. Kenapa dibilang mini? Karena kamu hanya bisa mendonorkan darah jika dalam kondisi sehat, jadi pemeriksaan sederhana pun diperlukan. Suhu, denyut nadi, hemoglobin, dan tekanan darah harus diperiksa terlebih dahulu.
Dari pemeriksaan sederhana itu, tentu kamu akan mendapatkan informasi soal kesehatan kamu, kan? Apalagi kalau ternyata darah yang sudah diambil ternyata ditolak. Kamu tentu jadi tahu kondisi tubuh yang sebenarnya sehingga kamu mesti melakukan pemeriksaan lanjutan.
3. Menyeimbangkan Zat Besi
Umumnya, orang dewasa itu memiliki 5 gram zat besi dalam tubuhnya. Zat besi ini terkandung dalam sel darah merah dan sumsum tulang. Saat kamu mendonorkan satu kantong darah maka sekitar seperempat gram zat besi pun hilang. Nantinya kamu akan bisa mendapatkan zat besi dari asupan makanan lainnya. Kondisi ini tidak berbahaya namun justru dapat menyeimbangkan kadar zat besi dalam tubuh kamu.
4. Bermanfaat bagi Kesehatan Mental
Tak hanya dapat memberikan manfaat kesehatan bagi fisik, donor darah diduga kuat juga dapat bermanfaat bagi kesehatan mental. Sebab, menurut sebuah laporan dari Mental Health Foundation, mendonorkan darah sebagai bentuk “niatan” untuk menolong orang lain dapat memberikan berbagai manfaat psikologis, seperti:
Mengurangi stres.
Meningkatkan kesejahteraan emosional.
Bermanfaat bagi kesehatan fisik.
Membantu menyingkirkan perasaan negatif.
Memberikan rasa memiliki dan mengurangi isolasi.
08/04/2022
Ini Makanan yang Perlu Dihindari Saat Menjalankan Ibadah Puasa
“Terdapat beberapa makanan yang perlu dihindari ketika sahur maupun berbuka puasa. Seperti misalnya aneka gorengan yang diyakini dapat meningkatkan produksi asam lambung.”
Saat menjalani ibadah puasa, kamu akan menahan lapar dan haus dalam waktu sekitar 12 jam. Oleh sebab itu, penting untuk menjaga daya tahan tubuh sebaik mungkin. Nah, salah satu cara yang dapat kamu lakukan adalah dengan memilih makanan yang tepat ketika sahur maupun berbuka.
Selama puasa, ada beberapa jenis makanan yang sebaiknya tidak kamu konsumsi dan perlu kamu hindari. Lantas, kira-kira apa saja makanan yang perlu dihindari saat menjalankan ibadah puasa? Yuk, ketahui informasinya di sini!
Makanan yang Perlu Dihindari Saat Menjalankan Ibadah Puasa
Terdapat beberapa jenis makanan yang sebaiknya dihindari saat bulan puasa karena dapat membuat mulut serta lambung menjadi tidak nyaman. Nah, inilah beberapa jenis makanan yang sebaiknya tidak dikonsumsi di bulan Ramadan:
1. Aneka Gorengan
Mengonsumsi aneka jenis gorengan memang nikmat rasanya, terutama setelah seharian berpuasa. Namun, jenis makanan ini ternyata dapat meningkatkan produksi asam lambung. Ini karena gorengan termasuk dalam kategori makanan “panas” rendah serat yang sulit dicerna.
Maka dari itu, sebaiknya kamu juga memperbanyak konsumsi buah dan sayuran jika kamu mengonsumsi gorengan ketika berbuka. Hal ini bertujuan untuk menambah serat dalam tubuh.
2. Makanan yang Terlalu Manis
Mengonsumsi makanan manis memang dianjurkan ketika kamu berbuka puasa. Namun, pastikan untuk memilih makanan manis yang akan kamu konsumsi. Sebab, makanan yang terlalu manis berbahan gula rafinasi atau tambahan tidak dianjurkan untuk dikonsumsi berlebihan.
Alasannya, makanan yang terlalu manis dapat meningkatkan kadar gula darah dengan cepat. Kondisi ini dapat memberatkan kerja pankreas dalam menghasilkan insulin, meningkatkan risiko obesitas, dan menyebabkan hiperglikemia.
3. Makanan Pedas
Salah satu ciri masakan khas Indonesia memiliki citarasa yang kuat. Bisa dibilang, hampir semua masakan Indonesia memiliki rasa yang pedas, baik dari cabai maupun dari rempah lainnya.
Saat berbuka puasa, makan jenis ini sebaiknya dihindari terutama bagi kamu yang memiliki masalah asam lambung atau biasa disebut mag. Jika kamu memakan makanan pedas saat perut dalam kondisi kosong dapat meningkatkan produksi asam. Tidak hanya itu, lambung pun menjadi lebih sensitif saat dalam keadaan kosong sehingga dapat membuat maag kamu kambuh.
4. Hidangan Keju
Tidak jarang keju dijadikan pelengkap dalam menu takjil saat berbuka puasa. Sebenarnya konsumsi hidangan berbahan keju dengan jumlah yang sedikit tentu tidak masalah. Namun, jika dikonsumsi berlebihan, hidangan keju dapat menyebabkan masalah lambung, seperti perut kembung.
5. Makanan Mengandung Gas
Makanan yang mengandung gas seperti nangka, kol, durian, dan kedondong bisa merangsang peningkatan asam lambung. Jika dikonsumsi berlebih atau terlalu sering selama berpuasa, kamu berisiko untuk mengalami gejala sakit mag seperti merasa mual, perut nyeri hingga kembung. Beberapa gejala tersebut tentunya dapat menimbulkan ketidaknyamanan atau bahkan menghambat aktivitas puasa.
6. Makanan dan Minuman Berkafein
Nikmatnya berbuka dengan kopi hangat atau mengonsumsi cokelat setelah seharian berpuasa memang menggoda. Namun, sebenarnya kamu perlu menghindari jenis makanan dan minuman yang mengandung kafein. Sebab, kafein bersifat diuretik, sehingga membuat kamu jadi lebih sering buang air kecil dan merasa cepat haus.
7. Junk Food
Penting bagimu untuk menghindari konsumsi junk food yang rendah serat baik saat sahur maupun ketika berbuka. Sebab, makanan tersebut dapat menimbulkan beberapa dampak negatif pada tubuh. Salah satunya seperti meningkatkan asam lambung.
Di samping itu, berbuka puasa dengan junk food juga dapat memicu terjadinya gangguan pencernaan seperti sembelit. Alih-alih mengonsumsi junk food, sebaiknya kamu memperbanyak konsumsi air, sayuran, dan buah lebih banyak agar kebutuhan serat dapat terpenuhi.
Itulah beberapa jenis makanan yang perlu dihindari saat sahur atau berbuka selama menjalankan ibadah puasa. Mulai dari aneka gorengan, hingga junk food. Sebab, beberapa makanan tersebut dapat membuat mulut serta lambung menjadi tidak nyaman.
Jika selama berpuasa kamu seringkali merasakan gejala seperti perut kembung, mual, dan perih, segeralah memeriksakan diri ke dokter. Sebab, beberapa gejala tersebut merupakan indikasi akan penyakit asam lambung.
08/04/2022
Durasi Ideal untuk Berolahraga saat Puasa
“Melakukan olahraga saat puasa perlu memperhatikan beberapa hal, termasuk durasi waktu. Beberapa hal lainnya, seperti kondisi tubuh, pola makan, jenis latihan, dan mencukupi waktu beristirahat.”
Menjaga kesehatan dan ketahanan fisik selama berpuasa bukan hanya dilakukan dengan mencukupi asupan gizi dan nutrisi dari makanan saja. Kamu juga tetap perlu rutin berolahraga selama bulan puasa. Lantas, berapa lama durasi ideal melakukan olahraga saat puasa?
Durasi Ideal Olahraga saat Puasa
Puasa bisa membersihkan tubuh dari racun berlebih yang telah terakumulasi dari lingkungan dan makanan. Puasa juga menjadi salah satu metode paling sehat untuk mengontrol nafsu makan dan mengembalikan bentuk tubuh ke berat ideal.
Kombinasi puasa dan olahraga akan membuat berat badan menjadi lebih ideal dan stabil. Sedangkan terkait dengan durasi ideal olahraga saat puasa, tidak ada kesepakatan minimal dan maksimalnya, selama tidak mengganggu daya tahan tubuh.
Durasi yang disarankan selama 30-45 menit, tetapi dengan catatan tetap memperhatikan kondisi ketahanan tubuh secara keseluruhan. Berkaitan dengan kapan pelaksanaan olahraga saat puasa, berikut ini waktu yang disarankan:
1. Pagi Hari Setelah Sahur
Keuntungannya, yaitu kamu memiliki lebih banyak energi setelah makan sahur dan sebelum melakukan banyak aktivitas. Kekurangannya, yaitu kamu berisiko mengalami dehidrasi karena seharian tidak akan mendapat asupan cairan yang cukup untuk beraktivitas.
2. Sore Hari Sebelum Berbuka
Keuntungan kamu hanya menunggu sedikit waktu untuk berbuka dan bisa mengonsumsi banyak cairan agar terhindar dari dehidrasi setelah berbuka. Kekurangannya, yaitu tubuh kekurangan energi karena bahan bakar dari makanan saat sahur sudah digunakan untuk beraktivitas seharian.
3. Setelah Berbuka
Keuntungan kamu mendapatkan waktu yang sangat ideal karena tubuh telah mengisi bahan bakar sebelum berolahraga. Kekurangannya, yaitu kamu perlu memperhatikan waktu olahraga dengan jam tidur. Hindari berolahraga 1-2 jam sebelum tidur agar memiliki kualitas istirahat yang baik.
Tips Olahraga saat Puasa
Kamu disarankan untuk memilih waktu berolahraga yang nyaman dan tidak mengganggu aktivitas harian. Namun, sebaiknya memang olahraga dilakukan beberapa saat sebelum atau setelah berbuka. Di waktu ini, kamu tidak akan begitu merasa lemas karena tubuh segera mendapatkan energi pengganti.
Selain itu, berikut ini beberapa tips olahraga saat puasa lainnya:
1. Perhatikan Kondisi Tubuh
Kamu wajib memperhatikan kondisi tubuh sebelum melakukan olahraga. Apakah tubuh terasa fit dan segar untuk diajak mengolah fisik, atau justru badan sedang terasa lemas. Jika lemas, sebaiknya jangan dipaksakan.
2. Perhatikan Pola Makan dan Minum
Selanjutnya perhatikan pola makan dan minum. Pastikan hindari gorengan dan mengonsumsi makanan sehat saat berbuka. Jika tidak mengatur pola makan, latihan fisik yang kamu jalani selama puasa bisa saja sia-sia dan tidak bermanfaat. Jadi, pastikan tubuh mendapatkan asupan makanan bergizi.
3. Perhatikan Jenis Latihan
Perhatikan jenis latihan atau olahraga yang dilakukan. Disarankan untuk memilih latihan yang tidak terlalu menguras energi jika kamu berolahraga sebelum berbuka puasa. Beberapa jenis latihan yang bisa dilakukan, seperti yoga, bersepeda, atau renang.
4. Cukupi Waktu Tidur
Agar badan tetap sehat saat berolahraga, kamu perlu mencukupi waktu tidur. Pastikan tidur selama 8 jam setiap hari. Jika tidak, tubuh akan terasa lemas saat beraktivitas. Apalagi seharian tubuh tidak mendapatkan asupan makanan dan cairan yang dibutuhkan.
Nah, itulah durasi dan beberapa tips olahraga saat puasa. Ingat, tidak ada kesepakatan minimal dan maksimal waktu berolahraga. Jadi, kamu bisa menyesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing. Jika mengalami kendala, silahkan periksakan diri di rumah sakit terdekat untuk melakukan penanganan.
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Telephone
Website
Address
Karang Satria, Tambun
Bekasi Jaya
17110
