Ratna Juwita
Libra
Cegah Corona dengan Cuci Tangan, Perlukah Pakai Sabun Khusus?
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
15 September 2021
“Sejak terdeteksi pertama kali di Wuhan pada akhir tahun 2019 lalu, sampai saat ini virus corona yang menjadi penyebab penyakit COVID-19 telah menginfeksi jutaan warga di seluruh dunia. Meski vaksin telah diberikan, kamu tetap wajib menjalankan protokol kesehatan, salah satunya adalah cuci tangan dengan air mengalir dan sabun. Namun, perlukah menggunakan sabun khusus?”
Halodoc, Jakarta - Menjaga kebersihan tangan dengan mencuci tangan menjadi cara kedua selain memakai masker yang wajib dilakukan saat virus corona masuk dan menyerang di Indonesia. Memang, menggunakan hand sanitizer bisa jadi pilihan lain untuk membersihkan tangan dari kuman. Namun, para ahli menyetujui bahwa menggunakan sabun dan air mengalir tetap harus jadi cara utama yang dilakukan.
Lalu, ada pertanyaan baru yang muncul, apakah sabun yang digunakan adalah sabun khusus, misalnya sabun antibakteri? Atau tetap bisa menggunakan semua jenis sabun cuci tangan? Apakah ada perbedaan antara sabun khusus dengan sabun biasa dalam membantu menjaga kebersihan tangan dari kuman dan bakteri penyebab penyakit?
Baca juga: Tisu atau Pengering Tangan yang Lebih Higienis saat Corona?
Perlukah Cuci Tangan Menggunakan Sabun Khusus?
Semua jenis virus, termasuk corona bisa aktif di luar tubuh ma**sia selama berjam-jam, bahkan berhari-hari. Virus ini bisa menyebar dengan mudah melalui droplets, seperti saat bersin, batuk, atau berbicara. Disinfektan, cairan hand sanitizer, tisu basah, gel, dan krim yang mengandung alkohol semuanya berguna untuk membunuh virus ini, tetapi ternyata tidak seefektif sabun.
Saat beraktivitas sehari-hari, akan sulit bagi tangan untuk menghindari virus, bakteri, atau kuman. Mata tidak mampu melihat virus secara langsung sehingga mencuci tangan menjadi langkah terbaik untuk menghindari penularan penyakit. Melansir dari Huffington Post, dr. Neha Vyas, dokter keluarga di Cleveland Clinic mengatakan bahwa cuci tangan yang efektif dilakukan minimal selama 20 detik.
Selain itu, ia juga menambahkan bahwa jenis sabun ternyata bukan hal yang penting. Ini karena COVID-19 berasal dari virus, jadi sabun tangan antibakteri tidak akan memberi keunggulan tambahan, dibandingkan dengan jenis sabun yang lain.
Sementara itu, dr. Carl Fichtenbaum, ahli penyakit infeksi di University of Cincinnati College of Medicine juga mengatakan bahwa sejauh ini tidak ada bukti yang jelas bahwa sabun antibakteri bekerja lebih baik, daripada sabun lainnya. Ia menambahkan, yang paling penting adalah mencuci tangan selama setidaknya 20 detik dengan teknik yang benar.
Baca juga: Ketahui 11 Fakta Unik tentang Mencuci Tangan
Mengapa Sabun Dianggap Paling Efektif?
Melansir World Economic Forum, Palli Thordarson, profesor di School of Chemistry di University of New South Wales, Australia, juga turun ke Twitter untuk menjelaskan beberapa hal terkait teori kimia molekuler yang membantu menjelaskan mengapa sabun lebih efektif membunuh virus.
Thordarson menjelaskan bahwa virus cenderung terdiri dari tiga hal, yakni genom asam nukleat (bahan genetiknya: DNA atau RNA), protein yang membungkus asam nukleat dan membantu replikasi virus di dalam tubuh inang, dan lapisan luar yang berlemak. Koneksi antara ketiga bagian komponen ini membentuk struktur virus, tetapi koneksi itu lemah karena tidak ada ikatan kovalen yang memberikan struktur yang lebih stabil.
Sebaliknya, kata Thordarson, perakitan virus didasarkan pada interaksi “non-kovalen” yang lemah antara protein, RNA dan lipid. Mereka bersama-sama bertindak seperti perekat sehingga sulit untuk memecah partikel virus yang terbentuk sendiri.
Namun, sangat mungkin untuk memecah partikel dengan sabun yang baik dalam melarutkan lapisan lipid yang mengelilingi virus. Sabun juga menghancurkan semua ikatan lemah lainnya di dalam virus. Setelah itu terjadi, virus secara efektif akan hancur berantakan.
Mencuci tangan dengan air saja jauh lebih kecil kemungkinannya untuk memindahkan virus dari permukaan kulit. Jadi, cucilah tangan dengan sabun karena ia mengandung senyawa seperti lemak yang disebut amphiphiles, yang mirip dengan lipid dan ditemukan dalam membran virus. Ketika sabun bersentuhan dengan zat berlemak ini, sabun akan mengikatnya dan membuatnya terlepas dari virus. Ini juga memaksa virus melepaskan diri dari kulit.
Baca juga: Tangan Menjadi Tempat Penyebaran Virus dan Kuman
Saat Air dan Sabun Tidak Tersedia
Tentu saja, tidak semua tempat menyediakan air bersih, sabun, dan wastafel. Oleh karena itu, hand sanitizer juga bisa jadi alternatif. Bawalah selalu botol kecil hand sanitizer dan gunakan setelah bersentuhan dengan orang dan permukaan benda, seperti pegangan di bus atau kereta, gagang pintu, atau benda lain yang rentan disentuh oleh banyak orang.
Pilih produk hand sanitizer yang memiliki kandungan alkohol minimal 60 persen atau lebih. Produk pembersih tangan bebas alkohol saat ini juga dijual di berbagai tempat, tetapi mereka tidak direkomendasikan oleh Centers for Disease Control and Prevention.
CDC merekomendasikan sabun dan air karena prosesnya lebih baik dalam membunuh jenis kuman tertentu, termasuk virus COVID-19. Terlebih jika tangan kamu kotor atau berminyak, hand sanitizer juga tidak akan membersihkannya dengan efektif.
Jadi, pastikan untuk membersihkan tangan dengan sabun sesering mungkin. Waspada juga dengan gejala COVID-19 yang memang sangat mirip dengan flu biasa. Jika kamu mendapati atau merasakan salah satu gejalanya dan semakin memburuk, jangan tunda untuk segera melakukan pemeriksaan medis ke rumah sakit terdekat atau bertanya pada dokter untuk mendapatkan diagnosis yang akurat. Kamu bisa download dan pakai aplikasi Halodoc untuk memudahkan chat dengan dokter spesialis kapan dan di mana saja.
Referensi:
Huffington Post. Diakses pada 2021. Does The Type Of Soap Or Hand Sanitizer You Use Matter For Coronavirus?
World Economic Forum. Diakses pada 2021. A Chemistry Professor Explains: Why Soap Is So Good at Killing COVID-19.
The Guardian. Diakses pada 2021. The Science of Soap – Here’s How It Kills the Coronavirus.
6 Olahraga yang Dapat Memperkuat Otot Jantung
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
“Otot jantung menjadi lebih kuat dan sehat jika seseorang aktif secara fisik dan rutin berolahraga. Aerobik dan latihan ketahanan tubuh adalah olahraga yang baik untuk kekuatan otot jantung. Lakukan olahraga yang kamu senangi secara rutin dan tingkatkan secara bertahap, agar kesehatan dan kekuatan otot jantung tetap terjaga”
Halodoc, Jakarta – Pada dasarnya jantung adalah otot, dan otot jantung menjadi lebih kuat dan sehat jika seseorang rutin berolahraga. Tidak harus menjadi atlet untuk rutin berolahraga. Bahkan berjalan cepat selama 30 menit sehari dapat memberikan perubahan baik untuk otot jantung.
Perlu diketahui, orang yang tidak pernah berolahraga, hampir dua kali lebih mungkin terkena penyakit jantung dibandingkan orang yang aktif. Untuk memulai olahraga, pikirkan olahraga apa yang ingin kamu lakukan, dan seberapa cocok dengan kondisi tubuhmu. Lantas, olahraga apa saja yang baik untuk kesehatan otot jantung?
Baca juga: Fakta & Mitos yang Perlu Anda Ketahui Seputar Jantung
Olahraga untuk Otot Jantung yang Sehat
Berbagai jenis olahraga diperlukan untuk tubuh yang bugar. Aerobik dan latihan ketahanan tubuh adalah olahraga yang baik untuk kekuatan otot jantung. Berikut ini beberapa olahraga yang baik dilakukan untuk otot jantung yang sehat:
Aerobik
Olahraga aerobik meningkatkan sirkulasi darah, yang menghasilkan penurunan tekanan darah dan detak jantung. Olahraga ini juga membantu curah jantung atau seberapa baik jantung memompa. Aerobik juga mengurangi risiko diabetes tipe 2, jika seseorang sudah memiliki diabetes sebelumnya. Olahraga ini idealnya dilakukan selama 30 menit sehari, setidaknya lima kali dalam seminggu.
Olahraga Interval
Olahraga ini baik untuk mencegah penyakit jantung dan diabetes, menurunkan berat badan, dan meningkatkan kebugaran tubuh. Untuk melakukan olahraga ini, kamu bisa menggabungkan olahraga intensitas tinggi dengan singkat.
Misalnya kamu memiliki olahraga jalan kaki, kamu bisa melakukannya dengan 3 menit berjalan dengan kecepatan normal, dan 1 menit dengan kecepatan tinggi.
Dengan begitu detak jantung akan meningkat dan menurun secara terus-menerus. Hal ini baik untuk otot jantung, fungsi pembuluh darah, membakar kalori, dan tubuh lebih efektif dalam membersihkan lemak dan gula darah.
Latihan Beban
Olahraga ini melibatkan banyak otot dan membangun keseimbangan tubuh. Otot tubuh yang kuat akan meringankan beban pada jantung. Kamu bisa melakukan latihan beban di gym dengan peralatan yang tersedia. Bisa juga dilakukan di rumah jika memiliki barbel, atau benda-benda tertentu yang memiliki berat yang cukup.
Baca juga: 4 Penyebab Serangan Jantung yang Tidak Disadari
Core Training
Salah satu olahraga yang melatih otot inti tubuh yaitu pilates. Latihan inti akan meningkatkan fleksibilitas dan keseimbangan tubuh, serta otot jantung.
Yoga
Ketenangan yang didapatkan dari olahraga yoga dapat menurunkan tekanan darah. Pembuluh darah pun lebih elastis, dengan begitu kesehatan otot jantung pun meningkat.
Fisik yang Aktif Sepanjang Hari
Selain olahraga, terkadang aktif secara fisik pun cukup untuk menjaga kesehatan tubuh. Orang yang aktif dalam aktivitas sepanjang hari, bisa membakar banyak kalori. Contoh aktivitas yang dapat dilakukan seperti membersihkan rumah, berkebun, atau mencuci mobil.
Aktivitas fisik yang dilakukan sehari-hari, sama sehatnya dengan berolahraga selama 30 hingga 60 menit. Gunakan juga pedometer untuk mengukur seberapa aktif kamu di luar waktu olahraga.
Sebagai langkah awal, kamu bisa melakukan olahraga yang kamu senangi selama 30 menit sehari, setidaknya 5 kali dalam seminggu. Lakukan secara perlahan sampai kamu bisa berolahraga lebih lama atau lebih menantang. Pastikan untuk meningkatkan intensitas secara bertahap, agar otot jantung dan tubuh bisa menyesuaikan.
Baca juga: Bagaimana Mengenali Gejala Serangan Jantung?
Saat berolahraga, pertahankan kecepatan selama beberapa menit di awal dan akhir latihan. Jangan lupa juga untuk melakukan pemanasan dan pendinginan sebelum dan setelah olahraga.
Ketahui juga, bahwa kamu tidak harus melakukan jenis olahraga yang sama setiap hari. Mungkin akan lebih menyenangkan jika berganti-ganti olahraga setiap hari. Jika otot jantung mengalami perbaikan maupun bermasalah, jangan ragu untuk bertanya pada dokter ahli di aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga!
Referensi:
Hopkins Medicine. Diakses pada 2021. 3 Kinds of Exercise That Boost Heart Health
Prevention. Diakses pada 2021. 8 Best And Worst Exercises For Your Heart
WebMD. Diakses pada 2021. Exercise for a Healthy Heart
Begini Cara Mengatasi Hipertensi selama PPKM
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal
Begini Cara Mengatasi Hipertensi selama PPKM
“Menjaga pola makan, melakukan olahraga secara rutin, konsumsi obat yang sudah direkomendasikan dokter, dan konsultasi daring adalah cara-cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi hipertensi selama PPKM. Pola makan yang bisa dipraktikkan adalah mengonsumsi ikan berlemak, makan sayur bayam, dan buah termasuk buah beri.”
Halodoc, Jakarta – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di berbagai daerah di Indonesia masih diberlakukan sampai saat ini dengan skala yang berbeda-beda. Jakarta sendiri sudah masuk PPKM level 3.
Aktivitas sudah mulai berangsur normal dengan mengikuti standar protokol kesehatan yang ada. Walaupun sudah PPKM level 3, keterbatasan terkadang dapat menimbulkan keresahan yang memicu kondisi gangguan kesehatan salah satunya hipertensi. Hipertensi selama PPKM bisa saja muncul karena kondisi pikiran yang tertekan, serta pola makan yang tidak dijaga.
Bagaimana cara mengatasi hipertensi selama PPKM?
1. Menjaga Pola Makan
Cara mengatasi hipertensi selama PPKM bisa dengan menerapkan pola makan yang sehat. Menjaga pola makan menjadi bagian yang penting dan tidak bisa dipisahkan selama PPKM dan di kondisi normal. Supaya terhindar dari hipertensi, bisa dimulai dengan mengurangi asupan garam pada makanan.
Garam atau dikenal sebagai natrium klorida dibutuhkan tubuh untuk menghantarkan impuls saraf, kontraksi dan mengendurkan otot, serta menjaga keseimbangan air dan mineral yang tepat.
Baca juga: Pola Makan Sehat Bisa Jadi Obat Darah Tinggi
Tubuh diperkirakan membutuhkan sekitar 500 mg natrium setiap hari untuk menjalankan fungsi vital ini. Terlalu banyak natrium dalam makanan dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan stroke serta menyebabkan hilangnya kalsium dan memengaruhi tulang. Itulah sebabnya, penting menjaga pola makan dengan membatasi asupan garam.
2. Olahraga Praktis di Rumah
Hipertensi erat kaitannya dengan tubuh yang kurang aktif. Cara mengatasi hipertensi selama PPKM kamu bisa mulai mempraktikkan olahraga praktis di rumah. Bisa dilakukan dengan melakukan sepeda statis, latihan beban, yoga, lari di tempat, pilates, atau mengikuti senam aerobik via Youtube.
Olahraga tidak perlu yang terlalu ribet, asal konsisten dan rutin dilakukan setiap hari. Kalau kamu hanya melakukan sekali saja kemudian berhenti, hasilnya tidak akan kelihatan. Lakukan setidaknya 5-6 kali per minggu dengan durasi 30-60 menit.
Baca juga: Jangan Asal Pilih Obat Darah Tinggi, Ini Alasannya
3. Konsumsi Obat Rutin
Pengidap hipertensi membutuhkan konsumsi obat yang sudah direkomendasikan dokter untuk membantu menjaga tekanan darah berada pada tingkat yang sehat.
Obat tekanan darah dapat bekerja dengan beberapa cara berbeda, seperti:
Menyebabkan tubuh membuang air yang menurunkan jumlah air dan garam dalam tubuh ke tingkat yang sehat.
Merelaksasi pembuluh darah.
Membuat jantung berdetak dengan lebih teratur.
Memblokir aktivitas saraf yang dapat membatasi pembuluh darah.
4. Konsultasi Dokter secara Rutin
Cara mengatasi hipertensi selama PPKM dengan menjaga kondisi tubuh dan memantau kesehatan. Untuk itu, pengidap hipertensi perlu untuk melakukan konsultasi secara rutin dengan dokter.
Namun, karena saat ini sedang PPKM dan ada banyak keterbatasan, kamu bisa mempermudah konsultasi dokter lewat daring dengan mengontak melalui aplikasi Halodoc!
Baca juga: 6 Tanaman Herbal yang Diklaim Mampu Menurunkan Hipertensi
Tadi sudah disinggung kalau pola makan sehat sangat penting untuk menurunkan tekanan darah. Yuk, simak di sini makanan yang direkomendasikan untuk mengatasi hipertensi!
1. Ikan berlemak
Ikan berlemak adalah sumber lemak omega-3 yang sangat baik dan membantu mengurangi tingkat tekanan darah dengan mengurangi peradangan dan menurunkan kadar senyawa penyekat pembuluh darah yang disebut oxylipins. Asupan omega-3 yang lebih tinggi dikaitkan dengan risiko hipertensi yang lebih rendah
2. Buah beri
Buah beri kaya akan sumber antioksidan, termasuk antosianin, yang merupakan pigmen yang memberi warna cerah pada buah beri. Antosianin telah terbukti meningkatkan kadar oksida nitrat dalam darah dan mengurangi produksi molekul pembatas pembuluh darah, yang membantu mengurangi tingkat tekanan darah.
3. Bayam
Bayam membantu menurunkan tingkat tekanan darah. Kandungan antioksidan, kalium, dan magnesium pada bayam dapat membantu menurunkan tekanan darah tinggi.
Itulah cara mengatasi hipertensi selama PPKM yang perlu diperhatikan. Jaga kesehatan selama masa pandemi ini agar tetap mampu melakukan aktivitas dengan baik, ya!
Beragam Obat Cacing Medis untuk Anak dan Orang Dewasa
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Beragam Obat Cacing Medis untuk Anak dan Orang Dewasa
“Infeksi cacing atau biasa disebut cacingan disebabkan oleh kebiasaan hidup yang tidak bersih. Kondisi ini umumnya diobati dengan obat cacing yang dijual bebas maupun menggunakan resep. Beberapa obat cacing yang sering direkomendasikan antara lain, mebendazole, albendazole, ivermectin, pirantel pamoat dan praziquantel.”
Halodoc, Jakarta – Infeksi cacing adalah jenis penyakit yang masih sering terjadi di Indonesia. Penyakit ini biasanya disebabkan oleh kebiasaan hidup yang tidak bersih dan tidak sehat, serta kebersihan lingkungan yang kurang baik. Di samping itu, terdapat beberapa kebiasaan yang bisa membuat kamu lebih mudah terkena penyakit cacingan. Contohnya malas mencuci tangan, mengonsumsi makanan yang kurang matang, atau tidak mencuci sayur dan buah sampai bersih sebelum mengonsumsinya.
Infeksi cacing bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan, mulai dari kekurangan nutrisi, anemia, sampai sumbatan di usus atau saluran pernapasan. Penting untuk mengatasi penyakit cacingan dengan pengobatan yang tepat.
Baca juga: Masih Perlukah Orang Dewasa Minum Obat Cacing?
Gejala Penyakit Cacingan
Infeksi cacing bisa saja tidak menimbulkan gejala atau hanya menimbulkan gejala yang ringan. Namun, orang yang mengidap penyakit cacingan biasanya mengalami gejala, seperti:
Mual.
Nafsu makan berkurang.
Diare.
Sakit perut.
Merasa lemas.
Gatal pada a**s.
Terkadang gejala cacingan mirip seperti kondisi kesehatan lainnya. Oleh sebab itu, kamu mungkin perlu mengunjungi dokter untuk memastikan infeksi yang kamu alami.
Daftar Obat Cacing untuk Anak dan Dewasa
Cacingan bisa diobati dengan obat cacing yang dijual bebas maupun menggunakan resep. Obat tersebut bisa membunuh parasit tersebut dan membantu mengeluarkannya melalui sistem. Berikut daftar obat cacing yang bisa digunakan oleh anak-anak dan orang dewasa untuk mengatasi penyakit cacingan:
1. Mebendazole
Mebendazole efektif untuk mengobati infeksi cacing pita, cacing gelang, cacing tambang, cacing kremi, cacing babi, dan cacing cambuk. Obat ini bekerja dengan cara membunuh cacing dengan mengganggu fungsi tubulin, yaitu protein dalam parasite dan mencegah pengambilan glukosa.
Mebendazole bisa didapatkan melalui resep dokter. Pastikan kamu mengikuti petunjuk penggunaan yang disarankan dokter saat mengonsumsinya. Obat ini bisa dikonsumsi oleh anak-anak dan orang dewasa, tapi tidak disarankan untuk anak berusia di bawah 2 tahun.
2. Albendazole
Albendazole juga bisa digunakan untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh cacing gelang, cacing tambang, cacing kremi, dan cacing cambuk. Obat ini membunuh cacing dengan cara menghambat metabolisme parasit tersebut.
Albendazole tersedia dalam bentuk tablet minum atau tablet kunyah, sehingga mudah dikonsumsi bagi anak-anak atau kamu yang tidak bisa menelan obat secara utuh. Obat ini biasanya diminum dengan makanan dua kali sehari.
3. Pirantel Pamoat
Pirantel pamoat termasuk dalam golongan obat “antihelmintik”. Obat ini digunakan untuk mengobati infeksi cacing usus, seperti cacing kremi, cacing gelang, dan cacing tambang. Cara kerjanya dengan membuat cacing tidak bisa bergerak atau lumpuh, sehingga tubuh bisa mengeluarkannya secara alami melalui tinja.
Pirantel pamoat dapat diminum secara oral dengan atau tanpa makanan. Bila kamu membeli obat ini tanpa resep dokter, pastikan kamu mengikuti petunjuk penggunaan dan dosis pemakaian sesuai yang tertera pada kemasan produk. Jangan memberikan obat ini pada anak di bawah usia 2 tahun, kecuali atas petunjuk dokter.
Baca juga: Bahaya, Cacing Kremi Bisa Menular
4. Ivermectin
Ivermectin adalah obat untuk mengobati infeksi cacing gelang. Obat ini tersedia dalam bentuk tablet dan hanya bisa didapatkan dengan resep dokter. Kamu disarankan untuk mengonsumsi ivermectin sebelum makan agar obat bisa bekerja dengan optimal.
5. Praziquantel
Obat yang juga termasuk dalam golongan obat helmintik ini bermanfaat untuk mengobati infeksi cacing yang hidup di dalam aliran darah, saluran pencernaan atau hati. Praziquantel tersedia dalam bentuk tablet dan harus dikonsumsi sesuai anjuran dokter.
Tips Mencegah Infeksi Cacing
Kebanyakan infeksi cacing disebabkan oleh kurangnya menjaga kebersihan tubuh. Lakukan tips berikut untuk menurunkan risiko infeksi cacing:
Cuci tangan secara teratur, terutama setelah menangani makanan, kotoran atau setelah menggunakan toilet.
Hanya mengonsumsi makanan yang dimasak sampai matang sempurna.
Minumlah air bersih, termasuk air minum kemasan saat bepergian.
Hindari menelan air dari danau, sungai, atau kolam.
Hindari kotoran dan kotoran kucing saat hamil.
Lakukan seks aman, menggunakan kondom.
Baca juga: Cegah Cacingan, Kapan Waktu yang Tepat untuk Minum Obat Cacing?
Jika butuh obat-obatan untuk mengatasi cacingan, beli saja di
toko kesehatan
Halodoc Tak usah repot antre di apotek, kamu bisa memesannya dari rumah lalu obat akan segera diantar ke tempatmu. Namun, pastikan kamu bertanya pada dokter sebelum mengonsumsi obat apapun.
Referensi:
Healthline. Diakses pada 2021. Parasitic Worms in Humans: Know the Facts.
Medline Plus. Diakses pada 2021. Albendazole.
Medicine Net. Diakses pada 2021. Mebendazole (Vermox).
WebMD. Diakses pada 2021. Pyrantel Pamoate Suspension.
WebMD. Diakses pada 2021. Ivermectin.
WebMD. Diakses pada 2021. Praziquantel Tablet
Kelabu mendung
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Telephone
Website
Address
Bekasi
Bekasi
