Audia Sari Magnolia

Audia Sari Magnolia

Share

WELCOME

31/12/2021

Pilih Kucing atau Anjing untuk Peliharaan Pertama?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
30 Desember 2021

“Saat ingin memelihara hewan, anjing dan kucing adalah dua hewan yang paling sering dipertimbangkan. Namun, ada beberapa hal lain yang harus kamu pertimbangkan saat ingin memilih diantara keduanya, seperti tempat tinggal, biaya sampai kepribadian kamu.”

Halodoc, Jakarta – Bagi orang yang s**a dengan hewan, memiliki hewan untuk dipelihara mungkin bisa menjadi pertimbangan. Pasalnya, penelitian menunjukan kalau memiliki hewan peliharaan dapat memberikan manfaat untuk kesehatan mental. Hewan peliharaan memang dapat memberikan kenyamanan, cinta tanpa syarat, bahkan perlindungan dalam beberapa situasi.

Namun, penting untuk memilih hewan peliharaan yang tepat untuk kamu dan keluarga. Biasanya kucing atau anjing adalah jenis hewan yang paling sering dipertimbangkan. Lantas, diantara anjing atau kucing, mana yang lebih baik untuk dipelihara? Simak penjelasan berikut ini.

Anjing atau Kucing, Mana yang Lebih Baik?
Baik anjing maupun kucing sebenarnya tergantung pada beberapa hal yang kamu miliki, seperti tempat tinggal, biaya, sampai kepribadian kamu. Sebelum memilih anjing atau kucing ada beberapa pertimbangan yang harus dilakukan. Berikut ini beberapa hal yang harus kamu pertimbangkan:

1. Luasnya tempat tinggal
Jika kamu tidak memiliki halaman belakang yang luas, anjing yang berperawakan besar mungkin bukan pilihan yang tepat. Hal pertama yang perlu dipertimbangkan adalah seberapa luas tempat tinggal kamu. Baik anjing maupun kucing sebenarnya bisa tinggal di tempat yang kecil seperti apartemen.

Namun, anjing tetap membutuhkan latihan di luar ruangan dan tidak bisa di dalam terus menerus. Bila kamu menerapkan gaya hidup aktif, kamu dapat mengajak anjing berjalan-jalan atau membiarkannya keluar di halaman belakang untuk berlari-lari dan bermain dengan anjing.

Namun kalau dibandingkan dengan kucing, hewan ini bisa menjadi teman yang sangat baik bila kamu tinggal di apartemen kecil. Kucing umumnya mudah terhibur dengan permainan kecil saja. Karena alasan ini, kucing biasanya tidak membutuhkan banyak tempat untuk berkeliaran. Faktanya, rumah yang berukuran besar justru bisa menjadi tempat kucing bersembunyi sehingga kamu bisa kesulitan untuk menemukannya.

2. Biaya
Selain tempat tinggal, hal lain yang harus dipertimbangkan adalah biaya. Anjing seringkali cenderung lebih mahal untuk dirawat daripada kucing. Mulai dari makanannya, mainan dan kelas pelatihan anjing membutuhkan biaya yang lebih banyak. Sedangkan kucing cenderung lebih mandiri dan bisa dirinya sendiri. Kucing biasanya hanya mengandalkan manusia untuk makanan.

3. Kepribadian
Menurut Psychology Today, pilihlah hewan yang sesuai kepribadian kamu. Mayoritas orang yang memelihara kucing cenderung lebih tertutup, kurang ramah, dan lebih mandiri. Sementara orang yang memelihara anjing biasanya lebih s**a bersosialisasi interaktif, dan terbuka untuk mencari pengalaman baru.

Anjing kemungkinan akan membutuhkan lebih banyak waktu dan perhatian kamu, daripada kucing. Nah, bila kamu orang yang s**a memberi perhatian dan aktif, anjing mungkin bisa menjadi pilihan yang tepat. Namun, kalau kamu sedang mencari perhatian dan pendamping yang selalu duduk di sisi kamu, maka anjing mungkin pilihan terbaik. Kucing bisa sangat penuh kasih sayang dan perhatian. Bila kamu lebih s**a hewan peliharaan yang tidak tergantung dengan kamu, kucing bisa menjadi pilihan yang harus dipertimbangkan.

4. Alergi
Kamu juga harus mempertimbangkan bahwa anggota keluarga kamu tidak ada yang alergi dengan bulu binatang. Bulu kucing cenderung lebih sering menyebabkan alergi dan banyak orang yang alergi terhadap bulu kucing. Jadi, sebelum memelihara hewan tertentu, pastikan keluarga kamu tidak ada yang mengidap alergi.

Itulah beberapa hal yang harus kamu pertimbangkan saat ingin memilih anjing atau kucing. Kesimp**annya, baik anjing maupun kucing tidak ada yang lebih baik dan semuanya tergantung kondisi kamu sebagai calon pemiliknya.

Setelah punya hewan peliharaan, jangan lupa untuk rutin memberinya vitamin supaya kesehatan hewan peliharaan kamu tetap terjaga. Segera cek kebutuhan vitamin di toko kesehatan Halodoc. Jangan tunggu hewan peliharaan kamu sampai sakit untuk minum vitamin, download Halodoc sekarang juga!

Referensi :
NH Humane Society. Diakses pada 2021. CHOOSING THE RIGHT PET: A GUIDE FOR FIRST-TIME PET OWNERS.
Hill’s Pet. Diakses pada 2021. Cat vs. Dog: Which Is the Best Pet for Me?

16/11/2021

Ragam Manfaat Gandum Utuh Bagi Kesehatan Anak

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
16 November 2021

“Ada beberapa manfaat gandum utuh bagi kesehatan yang dapat diperoleh. Mulai dari menjadi cadangan energi yang baik, hingga sumber nutrisi yang baik bagi tumbuh kembang anak. Kendati demikian, gandum utuh ternyata dapat menimbulkan efek samping bagi sebagian orang. Maka, tanyakanlah terlebih dahulu kepada dokter, sebelum memberikannya pada Si Kecil”

Halodoc, Jakarta – Sarapan merupakan waktu makan paling penting setiap harinya, tanpa terkecuali bagi anak-anak. Selain mendukung tumbuh kembangnya dan memberikannya energi untuk beraktivitas, sarapan juga dapat menunjang fungsi otak anak. Contohnya seperti daya konsentrasi dan daya ingat anak ketika belajar di sekolah.

Nah, salah satu makanan sehat yang dianjurkan untuk sarapan anak adalah makanan yang diolah dari gandum utuh. Sebab, gandum utuh tinggi akan serat dan diperkaya berbagai kandungan nutrisi penting. Lantas, kira-kira apa saja manfaat gandum utuh bagi kesehatan anak? Yuk simak infonya di sini!

Manfaat Gandum Utuh Bagi Kesehatan Anak

Berikut adalah beberapa manfaat yang dapat diperoleh apabila Si Kecil mengonsumsi gandum utuh, antara lain:

Cadangan Energi yang Baik

Gandum utuh memiliki kandungan serat dan kandungan karbohidrat kompleks. Perlu diketahui bahwa karbohidrat kompleks lebih lama diserap tubuh sebelum diolah menjadi gula dalam darah dan energi. Alhasil, mengonsumsi gandum untuk sarapan tentu dapat membuat Si Kecil kenyang lebih lama sehingga dapat menjadi cadangan energi yang baik.

Menurunkan Risiko Obesitas Pada Anak

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, kandungan serat dan karbohidrat kompleks pada gandum utuh dapat membuat anak jadi kenyang lebih lama. Hal ini tentu dapat membantu menurunkan risiko obesitas pada anak. Sebab, anak yang kenyang lebih lama cenderung memiliki keinginan yang lebih rendah untuk mengonsumsi camilan sebelum jam makan siang berlangsung.

Sebuah penelitian yang diterbitkan oleh National Library of Medicine pada 2008 silam, menunjukkan hasil yang menarik. Yakni, mengonsumsi tiga porsi gandum utuh setiap harinya dikaitkan dengan indeks massa tubuh (BMI) dan lemak perut yang lebih rendah. Hasil penelitian tersebut juga mengacu pada tinjauan 15 penelitian yang dilakukan pada 120.000 orang.

Mengurangi Risiko Diabetes Tipe-2

Dilansir dari Healthline, mengonsumsi gandum utuh secara rutin sebagai pengganti karbohidrat olahan dapat menurunkan risiko diabetes tipe-2. Alasannya, gandum utuh dapat membuat anak kenyang lebih lama sehingga dapat mencegah obesitas. Obesitas sendiri merupakan salah satu faktor pemicu utama diabetes, ketika anak sudah beranjak remaja hingga dewasa.

Menariknya lagi, sebuah studi yang dipublikasikan pada tahun 2002, menunjukan bahwa asupan gandum utuh dapat menurunkan kadar gula darah dan meningkatkan sensitivitas insulin. Meski begitu, penelitian lebih lanjut tentu masih diperlukan guna menguji efektivitasnya.

Menyehatkan Pencernaan

Kandungan serat pada gandum utuh dapat membantu menyehatkan pencernaan dalam beberapa cara. Pertama, serat dapat membantu menurunkan risiko terjadinya sembelit. Selanjutnya, serat pada gandum utuh berperan sebagai prebiotik sehingga dapat memperbanyak bakteri baik pada usus. Keduanya sama-sama penting dalam mendukung pencernaan yang sehat.

Sumber Nutrisi yang Baik

Asupan nutrisi penting tentu berperan penting dalam meningkatkan kekebalan tubuh dan mendorong tumbuh kembang Si Kecil. Selain dapat diperoleh dari buah-buahan dan sayuran, nutrisi tersebut juga dapat diperoleh dari gandum utuh. Sebab, gandum utuh juga diperkaya oleh protein, vitamin B, dalam bentuk niasin, tiamin, dan folat.

Di samping itu, gandum utuh juga mengandung sejumlah mineral, seperti zinc, zat besi, magnesium, dan mangan. Menariknya lagi, gandum utuh juga mengandung senyawa antioksidan seperti asam fitat, lignan, asam ferulic, dan senyawa belerang.

Gandum Utuh Tidak Dapat Dikonsumsi Sembarangan

Meski kaya akan nutrisi, konsumsi gandum utuh ternyata dapat menimbulkan efek samping yang dapat merugikan kesehatan pada sebagian orang. Misalnya seperti anak yang mengidap penyakit celiac, memiliki sensitivitas terhadap gluten, memiliki alergi gluten, hingga mengidap sindrom iritasi usus. Maka dari itu, sebelum memberikannya pada Si Kecil, ada baiknya untuk bertanya terlebih dahulu kepada dokter.

Nah, itulah penjelasan terkait ragam manfaat gandum utuh untuk kesehatan anak apabila dikonsumsi secara rutin. Mulai dari menjadi cadangan energi yang baik hingga sumber nutrisi yang baik bagi tumbuh kembang anak. Kendati demikian, konsumsi gandum utuh juga perlu diperhatikan dan sebaiknya tanyakanlah terlebih dahulu kepada dokter spesialis anak.

13/11/2021

Bolehkah Ibu Hamil Trimester Pertama Melakukan Hubungan Intim?

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
12 November 2021

"Banyak orang yang menganggap berhubungan intim di trimester pertama kehamilan akan membahayakan janin dalam kandungan. Padahal, hal tersebut aman dilakukan dengan beberapa syarat. Lantas, apa saja syarat yang diperlukan agar berhubungan intim aman dilakukan di trimester pertama kehamilan?"

Halodoc, Jakarta – Hubungan intim ialah salah satu cara untuk menjaga keharmonisan rumah tangga. Namun, hubungan intim yang berkualitas tentu dengan melibatkan komunikasi antara suami dan istri. Termasuk membicarakan masalah kegiatan hubungan intim saat istri sedang mengandung usia trimester pertama.

Bolehkah Berhubungan Intim di Trimester Pertama Kehamilan?

Pada saat ibu sedang hamil bukan berarti ibu dan pasangan harus menghentikan kegiatan hubungan intim. Namun perlu diingat, banyak hal yang harus diperhatikan sebelum ibu melakukan hubungan intim dengan pasangan. Mulai dari suasana hati hingga kondisi kesehatan ibu dan janin.

Banyak ibu hamil yang merasa perubahan gairah seksual terjadi pada trimester pertama. Hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya mungkin perubahan hormon yang menyebabkan ibu hamil merasa mual dan cepat lelah. Namun, jika kesehatan ibu dan kandungan baik-baik saja, sebenarnya hubungan intim cukup aman untuk dilakukan ibu hamil pada trimester pertama selama dilakukan dengan wajar.

Awal kehamilan merupakan masa adaptasi bagi ibu mengenal perubahan-perubahan yang terjadi pada fisik maupun kesehatan. Sebaiknya bicarakan dengan pasangan mengenai kegiatan hubungan intim ini, seperti masalah kenyamanan.

Ada beberapa kondisi yang membuat ibu hamil trimester pertama tidak boleh melakukan hubungan intim:

Jika selaput ketuban pecah.
Mempunyai masalah pada rahim.
Pernah mengalami keguguran pada hamil sebelumnya.
Plasenta menutup sebagian leher rahim.
Pendarahan atau flek keluar dari va**na.
Mengidap plasenta pravia.

Untuk menghindari risiko yang berbahaya, sebaiknya pastikan ibu rajin dan rutin memeriksa kandungan pada dokter kandungan sehingga ibu bisa mengetahui lebih awal apakah ada gangguan pada kehamilan atau tidak sehingga kegiatan hubungan intim bisa berjalan dengan lancar dan nyaman.

Tips Berhubungan Intim untuk Ibu Hamil Trimester Pertama

Banyak hal yang harus ibu ketahui saat akan melakukan hubungan intim pada kehamilan trimester pertama.

1. Perhatikan Posisi yang Tidak Membahayakan Janin

Ketika akan melakukan hubungan intim saat kehamilan masih trimester pertama, sebaiknya ibu memilih posisi yang tidak membahayakan untuk janin. Biasanya pada trimester pertama, karena belum banyak perubahan pada fisik ibu, ibu masih bisa melakukan posisi berdiri atau duduk. Namun jika ibu merasa lelah, sebaiknya lakukan posisi misionaris dan posisi spooning untuk membuat ibu nyaman.

2. Pastikan Pasangan Ibu Tidak Melakukan Ejakulasi dalam Va**na

Pada usia kandungan trimester pertama, sebaiknya pasangan tidak melakukan ejakulasi dalam va**na, sehingga sperma tidak akan masuk dalam rahim. Ini disebabkan karena hormon prostaglandin yang terdapat pada sperma dapat menyebabkan kontraksi pada rahim ibu, sehingga dapat membahayakan janin dalam kandungan.

3. Sebaiknya Hindari Oral Seks pada Masa Kehamilan

Kegiatan oral seks sebaiknya dihindari selama masa kehamilan. Sebab, pada masa kehamilan hormon estrogen menyebabkan pembuluh darah ibu akan terbuka dengan lebar, sehingga sangat rentan terhadap bakteri maupun infeksi jika terkena air liur.

Bagaimana pun kondisi kehamilan ibu, sebaiknya jangan pernah ragu untuk bertanya dengan dokter secara langsung di aplikasi Halodoc. Yuk, download Halodoc sekarang juga!

Referensi:

What to Expect. Diakses pada 2021. Pregnancy S*x Through the Trimesters.

Healthline. Diakses pada 2021. Can S*x in the First Trimester Cause Miscarriage? Early Pregnancy S*x Questions.

12/11/2021

Makanan yang Ampuh Menurunkan Kadar Gula Darah

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
12 November 2021

Halodoc, Jakarta – Lonjakan gula darah adalah gejala utama penyakit diabetes. Penyakit ini terjadi ketika tubuh tidak menghasilkan cukup insulin atau tidak mampu menggunakan insulin dengan benar, sehingga glukosa menumpuk ke dalam aliran darah. Salah satu cara untuk mengontrol gula darah adalah dengan makan makanan yang sehat.



Umumnya, makanan dan minuman yang diserap tubuh secara perlahan adalah yang pilihan terbaik karena tidak menyebabkan lonjakan dan penurunan gula darah. Indeks glikemik adalah patokan untuk mengukur efek makanan tertentu pada kadar gula darah. Seseorang yang ingin mengontrol gula darahnya harus memilih makanan dengan indeks glikemik rendah atau sedang.
Makanan Penurun Gula Darah

Di bawah ini adalah beberapa makanan terbaik untuk orang yang ingin menjaga kadar gula darah tetap terkontrol:
1. Roti Gandum

Kebanyakan roti mengandung karbohidrat yang dapat memicu lonjakan kadar gula darah. Nah, roti gandum adalah salah satu jenis roti yang memiliki indeks glikemik dan karbohidrat lebih rendah dibandingkan roti lainnya. Ini karena, kandungan serat di dalamnya mampu memperlambat pencernaan dan membantu menstabilkan kadar gula darah.
2. Buah-Buahan

Sebagian besar buah-buahan indeks glikemik rendah yaitu kurang dari 55. Buah-buahan mengandung banyak air dan serat yang dapat menyeimbangkan gula alami (fruktosa). Nah, untuk mendapatkan manfaat ini, sebaiknya konsumsi buah secara utuh, bukan diolah menjadi jus.
3. Ubi Jalar

Selain bergizi, ubi jalar memiliki indeks glikemik yang rendah. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa daging ubi jalar mengandung lebih banyak serat daripada kulitnya. Meskipun masih belum ada bukti bahwa ubi jalar dapat membantu menstabilkan atau menurunkan kadar gula darah pada manusia, tidak diragukan lagi ubi jalar merupakan makanan sehat dan bergizi dengan skor glikemik yang rendah.
4. Oatmeal

Oat mengandung B-glukan yang membantu menjaga kontrol glikemik dan skor glikemik di bawah 55. Jadi, sudah dipastikan kalau makanan yang satu ini tidak menyebabkan lonjakan maupun penurunan kadar gula darah. Beberapa manfaat penting b-glukan yang terkandung dalam oat contohnya mengurangi respons glukosa dan insulin setelah makan, meningkatkan sensitivitas insulin dan mengurangi lipid atau lemak dalam darah.
5. Kacang-Kacangan

Kacang sangat kaya serat makanan dan memiliki skor glikemik di bawah 55. Kacang juga mengandung protein nabati tingkat tinggi, asam lemak tak jenuh, vitamin, flavonoid, magnesium, dan kalium. Pilihlah kacang-kacangan utuh yang belum banyak diolah untuk mendapatkan manfaat kesehatan, salah satunya mengontrol gula darah.
6. Bawang Putih

Bawang putih merupakan bahan populer dalam pengobatan tradisional untuk diabetes dan berbagai macam kondisi lainnya. Senyawa dalam bawang putih dapat membantu mengurangi gula darah dengan meningkatkan sensitivitas dan sekresi insulin. Dalam sebuah studi pada 2013, 60 orang yang mengidap diabetes tipe 2 dan obesitas yang mengonsumsi metformin dan bawang putih mengalami penurunan yang lebih signifikan dalam kadar gula darah.
7. Yoghurt

Rutin mengonsumsi yoghurt yang tidak dicampur dengan perasa diketahui dapat mengurangi risiko diabetes tipe 2. Sebenarnya, peneliti masih belum yakin mengapa yogurt dapat membantu menurunkan risiko diabetes tipe 2. Namun, fakta yang bisa ditarik adalah yoghurt tawar termasuk makanan rendah glikemik. Seperti yang kamu ketahui, makanan rendah glikemik baik untuk pengidap diabetes.

Masih punya pertanyaan lain mengenai gula darah? Hubungi dokter lewat aplikasi Halodoc saja. Kamu dapat menghubungi dokter kapan dan di mana saja via Chat atau Voice/Video Call.

Referensi:
Medical News Today. Diakses pada 2020. Which foods lower blood sugar?.
Healthline. Diakses pada 2020. The 17 Best Foods to Lower (or Regulate) Your Blood Sugar.

11/11/2021

Perhatikan Hal Ini Sebelum Mengonsumsi Granola

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
11 November 2021

“Granola banyak dikonsumsi sebagai makanan yang membantu menurunkan berat badan. Namun, ternyata manfaat granola tak hanya itu. Meski sangat baik untuk menunjang kesehatan tubuh, tetap ada hal yang perlu kamu perhatikan sebelum mengonsumsi makanan satu ini.”

Halodoc, Jakarta – Sebenarnya, apa itu granola? Ternyata, granola terdiri dari biji gandum yang telah mengalami proses penggilingan hingga menjadi pipih atau disebut dengan rolled oats, beras, dan madu. Semua bahan tersebut lalu dipanggang hingga mengering. Namun, ada p**a granola yang ditambahkan campuran kurma, buah kering, kismis, atau kacang almond.

Kebanyakan orang memilih mengonsumsi granola yang telah dikemas dan lebih mudah dibawa. Beberapa orang memilih mengonsumsi makanan ini dengan tambahan buah segar, seperti stroberi atau pisang, madu, dan yoghurt. Selain itu, tambahan sereal juga bisa meningkatkan nilai gizi dari granola.

Data dari United States Department of Agriculture atau USDA menuliskan, terdapat kandungan kalori sebanyak 600 kalori, lemak sebanyak 28 gram, protein sebanyak 18 gram, karbohidrat sebanyak 65 gram, serat sebanyak 11 gram, dan gula sebesar 24,5 gram dalam semangkuk granola. Meski demikian, kandungan nutrisi tersebut tentu berbeda tergantung pada masing-masing produk atau cara menyajikannya.
Perhatikan Hal Ini Sebelum Mengonsumsi Granola

Meski memiliki banyak manfaat untuk menunjang kesehatan tubuh, ada beberapa hal yang tetap perlu kamu perhatikan sebelum mengonsumsi granola. Terpenting, granola adalah karbohidrat yang diolah dalam lemak. Teknik pengolahan tadi akan menghasilkan molekul kimia di dalam tubuh yang sayangnya tidak bisa dicerna.

Tidak hanya itu, bahan beras yang turut dicampurkan dalam granola ternyata memiliki kandungan nutrisi yang tidak lengkap. Jadi, konsumsinya tentu perlu kamu batasi, bukan sebagai menu makanan sehari-hari, melainkan hanya sebagai camilan untuk menggantikan makanan ringan yang tinggi kalori dan lemak.

Lemak, seperti minyak sayur, minyak kelapa, dan mentega kacang sering dimasukkan untuk membantu mengikat bahan, menambah rasa, dan membantu proses pemanggangan granola. Namun, ini bisa memasok kelebihan kalori. Makan lebih dari porsi yang ditentukan dapat menyebabkan kenaikan berat badan yang tidak diinginkan, meningkatkan risiko obesitas dan penyakit metabolik.

Selain itu, Departemen Pertanian AS (USDA) merekomendasikan untuk membatasi asupan gula hingga 10 persen dari total kalori harian yang setara dengan sekitar 12 sendok teh (50 gram) gula untuk seseorang yang mengikuti diet 2.000 kalori. Sayangnya, beberapa granola memiliki hampir 4 sendok teh (17 gram) gula dalam satu porsi.

Oleh karena makan lebih dari ukuran porsi standar, kamu bisa mendapatkan banyak gula hanya dalam satu mangkuk. Sudah pasti, makan terlalu banyak gula dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan, seperti diabetes tipe 2, obesitas, penyakit jantung, gigi berlubang, bahkan beberapa jenis kanker. Inilah mengapa, kamu perlu memperhatikan berbagai bahan yang dicampurkan dalam granola, seperti madu, coklat, dan buah kering dengan tambahan gula.

Periksa dengan teliti semua bahan yang digunakan, hindari produk yang mencantumkan gula atau pemanis, termasuk pemanis alami seperti madu dalam beberapa bahan pertama. Sebaliknya, beberapa bahan pertama harus berupa makanan utuh, seperti gandum, kacang-kacangan, biji-bijian, dan buah kering.

Pilih p**a granola dengan kandungan protein dan serat yang tinggi. Usahakan setidaknya 3–5 gram serat per porsi. Terlebih lagi, kamu harus mempertimbangkan dengan cermat ukuran porsi, yang bervariasi dari 2 sendok makan (12,5 gram) hingga 2/3 cangkir (67 gram). Ukuran porsi yang sangat kecil bisa membuat kamu cenderung mengonsumsi lebih banyak.

Jika ada pertanyaan seputar kesehatan lain, kamu bisa tanyakan pada dokter secara langsung melalui aplikasi Halodoc. Cukup dengan download Halodoc, sehat tentu akan jadi lebih mudah.
This image has an empty alt attribute; its file name is HD-RANS-Banner-Web-Artikel_Spouse.jpg

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2021. Is Granola Healthy? Benefits and Downsides.
Health.gov. Diakses pada 2021. 2015-2020 Dietary Guidelines for Americans. U.S. Department of Health and Human Services and U.S. Department of Agriculture.

07/11/2021

Apa Saja Nutrisi yang Terkandung dalam Talas?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
05 November 2021

“Tak hanya mengenyangkan, talas juga memiliki banyak kandungan nutrisi yang baik untuk kesehatan tubuh, lho. Beberapa di antaranya adalah serat, vitamin E, kalium, dan magnesium.”

Halodoc, Jakarta – Punya rasa yang mirip singkong dan ubi, talas adalah sayuran bertepung yang sering dijadikan pengganti makanan pokok. Hal ini karena talas mengandung karbohidrat dan serat, yang membuat makanan ini bisa mengenyangkan perut.

Di Indonesia, talas sering diolah dengan cara digoreng, dibuat menjadi keripik, hingga bolu. Namun, apakah kamu sudah tahu nutrisi apa saja yang terkandung dalam makanan ini? Bila belum, yuk simak pembahasannya!

Baca juga: Intip 8 Makanan Sehat yang Baik untuk Mata
Kandungan Nutrisi dalam Talas

Selain enak dan mengenyangkan, talas ternyata mengandung banyak nutrisi penting, lho. Berikut ini beberapa nutrisi yang terkandung dalam talas:

1. Serat

Serat adalah nutrisi penting yang menawarkan sejumlah manfaat kesehatan. Termasuk mengurangi risiko penyakit kardiovaskular, membantu mengatur berat badan dan meningkatkan pergerakan usus.

Menurut American Dietetic Association, orang dewasa membutuhkan 25 sampai 30 gram serat per hari. Satu porsi talas matang mengandung 6,7 gram serat, yang artinya memenuhi sekitar 25 persen kebutuhan serat harian kamu.

2. Vitamin E

Talas memiliki kandungan vitamin E yang cukup tinggi, yaitu 3,87 miligram dalam porsi 1 cangkir. Vitamin E adalah vitamin yang larut dalam lemak yang terkenal karena aktivitas antioksidannya, sehingga melindungi sel dari oksidasi oleh radikal bebas.

Karena mengandung vitamin E yang memiliki sifat antioksidan, talas bisa dibilang dapat memberi perlindungan terhadap penyakit jantung dan jenis kanker tertentu. Satu porsi yang dimasak dapat memenuhi 25 persen kebutuhan vitamin E harian.

3. Kalium

Nutrisi lainnya yang terkandung dalam talas adalah kalium atau potasium. Dalam satu cangkirnya, makanan ini mengandung sekitar 639 miligram kalium. Ketika dimasukkan sebagai bagian dari diet sehat, makanan tinggi kalium dapat membantu mengontrol tekanan darah.

Menurut American Heart Association, pola makan yang sehat harus mencakup 4.700 miligram kalium per hari. Nah, dalam satu porsi yang dimasak, dapat memenuhi 13 persen kebutuhan kalium harian kamu. Jadi, kamu bisa masukkan talas dalam menu makan sehari-hari, ya.

Baca juga: Biar Sehat, Ini 5 Makanan yang Baik untuk Penambah Darah

Namun, sebaiknya bicarakan dengan dokter terlebih dahulu sebelum meningkatkan asupan kalium dalam pola makan. Sebab, seiring bertambahnya usia, ginjal tidak dapat mengeluarkan kalium dari darah seefisien ketika masih muda. Kadar kalium darah yang tinggi bisa berbahaya.

4. Magnesium

Talas adalah salah satu makanan sumber magnesium yang baik untuk dikonsumsi. Dalam satu porsi yang dimasak, terkandung sekitar 40 miligram magnesium.

Magnesium adalah salah satu nutrisi yang dibutuhkan untuk kesehatan tulang, menjaga fungsi otot dan saraf, serta memelihara kekebalan tubuh. Asupan magnesium juga bermanfaat untuk menjaga tekanan darah dan gula darah tetap normal.

Pria dewasa membutuhkan 400 hingga 420 miligram magnesium sehari, dan wanita dewasa membutuhkan 310 hingga 320 miligram sehari. Satu porsi talas memenuhi 10 persen dari nilai harian magnesium.

Itulah beberapa nutrisi yang terkandung dalam talas. Dapat diketahui bahwa sayuran bertepung ini punya banyak zat gizi penting yang dibutuhkan tubuh untuk tetap sehat.

Dengan kandungan serat, vitamin E, kalium, dan magnesiumnya, talas dapat membantu menjaga daya tahan tubuh, serta mengontrol tekanan darah dan juga gula darah.

Baca juga: 8 Manfaat Makan Sayur Pakcoy untuk Kesehatan

Selain itu, talas juga bisa membuat kamu kenyang lebih lama karena kaya akan karbohidrat. Jadi, bagi kamu yang sedang diet, menjadikan talas sebagai salah satu menu bisa jadi ide yang baik.

Bila kamu memiliki pertanyaan lebih lanjut tentang manfaat talas bagi kesehatan, kamu juga bisa download aplikasi Halodoc untuk bertanya pada dokter kapan saja.

06/11/2021

Ketahui Cara Tepat Penggunaan Vitamin C, Retinol dan Hyaluronic Acid

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
05 November 2021

“Kamu tentu sudah familiar dengan bahan skincare seperti retinol, vitamin C, dan hyaluronic acid. Ketiga bahan ini memiliki manfaat yang sangat baik untuk kulit wajah, tidak heran jika ketiganya sangat populer. Namun, penting untuk mengetahui cara tepat penggunaan ketiganya. Misalnya, retinol sebaiknya tidak digunakan secara berbarengan dengan vitamin C.”

Halodoc, Jakarta – Sebagai orang yang antusias dengan produk skincare, kemungkinan kamu pernah mendengar tentang manfaat kandungan vitamin C, retinol, dan hyaluronic acid. Kandungan tersebut adalah beberapa jenis yang paling populer untuk kecantikan saat ini. Bahkan, sering jadi kombinasi dalam rutinitas perawatan kulit wajah sehari-hari.

Ketiga bahan tersebut mungkin merupakan bahan perawatan kulit paling bermanfaat. Jadi tidak heran jika vitamin C, retinol, dan hyaluronic acid paling diminati. Meskipun efektif untuk merawat kulit, penting untuk mengetahui cara menggunakannya bersama untuk memastikan hasil terbaik.

Baca juga: Ini Cara Mengobati Infeksi Kulit Berdasarkan Penyebabnya
Cara Tepat Penggunaan Vitamin C, Retinol, dan Hyaluronic Acid

Kamu mungkin bisa menggabungkan ketiga bahan (vitamin C, retinol, dan hyaluronic acid) dalam rutinitas perawatan wajah. Dengan menggunakan vitamin C, retinol, dan hyaluronic acid bersama-sama, semua manfaat dapat dirasakan.

Namun, kulit wajah mungkin perlu perkenalan terlebih dulu pada produk dan bahan perawatan. Proses perkenalan ini biasanya tidak selalu mudah, bahkan bisa menimbulkan efek samping tertentu.

Untuk mengetahui cara tepat penggunaan vitamin C, retinol, dan hyaluronic acid, sebaiknya pahami terlebih dulu cara kerja ketiga bahan tersebut.

Hyaluronic Acid

Bahan ini pada dasarnya akan mengurangi kelembapan kulit. Akibatnya, kamu membutuhkan produk perawatan lain yang sifatnya menghidrasi agar kulit wajah tetap lembab sepanjang hari.

Vitamin C

Banyak manfaat yang dirasakan dengan menggunakan skincare berbahan vitamin C. Mulai dari mencerahkan kulit, memerangi garis-garis halus dan kerutan, meningkatkan kolagen, dan mengurangi tanda pigmentasi.

Namun, karena ada kemungkinan formulasinya yang tidak stabil, beberapa orang sedikit ragu untuk menggunakannya. Untuk itu, sebaiknya lakukan uji coba pada sedikit area wajah untuk memastikan vitamin C bereaksi baik pada kulit wajah.

Baca juga: Ketahui Kegunaan Vitamin C untuk Kesehatan Kulit

Retinol

Retinol adalah salah satu bahan perawatan kulit yang paling ampuh. Di sisi lain beberapa orang memiliki reaksi yang berbeda akibat ketidakpastian cara kerja retinol.

Perlu dipahami, retinol memiliki kemampuan untuk mempercepat pergantian sel kulit dan meningkatkan produksi kolagen. Hal itu yang membuat retinol mampu menghasilkan kulit tampak mudah dan bercahaya.

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, kamu mungkin bisa menggunakan ketiga bahan tersebut. Hanya saja tidak dalam satu waktu secara berlapis. Cara terbaik untuk menggunakan ketiganya adalah dengan menggunakan vitamin C di pagi hari. Hal ini karena vitamin C memiliki manfaat antioksidan yang akan melindungi kulit dari kerusakan akibat radikal bebas.

Pada malam hari, kamu bisa menggunakan retinol, terutama setelah terkena sinar UV di pagi dan siang hari. Sedangkan untuk hyaluronic acid, kamu bisa menggunakannya dua kali sehari, setiap hari. Bahan tersebut akan menjaga kulit terhidrasi pada kondisi yang paling sehat. Kulit pun akan terhindar dari iritasi.

Baca juga: Punya Kulit Sensitif, Ini Perawatan Wajah yang Tepat

Jadi, perlu dipahami sekali lagi bahwa retinol dan vitamin C tidak dapat digunakan secara bersamaan secara berlapis. Sementara itu hyaluronic acid bisa digunakan bersama retinol dan vitamin C.

Nah, itulah cara tepat penggunaan vitamin C, retinol dan hyaluronic acid. Pastikan juga bahan perawatan kulit yang kamu gunakan sesuai dengan kebutuhan atau target yang ingin kamu capai.

Perlu diingat, setiap orang memiliki jenis kulit yang berbeda dan akan mengalami reaksi yang berbeda p**a pada setiap bahan skincare. Ada baiknya kamu bertanya terlebih dulu pada dokter kulit berpengalaman di aplikasi Halodoc sebelum memutuskan untuk menggunakan bahan skincare tertentu. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga!

05/11/2021

Ini Dampak Radiasi Sinar Gamma pada Tubuh Manusia

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
04 November 2021

“Sinar radiasi dan gelombang elektromagnetik banyak digunakan sebagai salah satu prosedur pengobatan selain untuk prosedur pemeriksaan. Salah satu jenisnya yang banyak dipakai adalah sinar gamma.”

Halodoc, Jakarta – Apa itu radiasi? Radiasi merupakan suatu energi yang dilepaskan dalam bentuk partikel maupun gelombang. Jika dilihat dari muatan listrik yang dihasilkan setelah mengenai objek tertentu, ada dua jenis radiasi, yaitu ion dan non-ion. Radiasi ion termasuk sinar gamma, kosmik, CT scan, neuron, beta, dan alfa.

Sementara itu, kelompok yang termasuk dalam radiasi non-ion adalah gelombang radio, gelombang mikro seperti yang terdapat dalam microwave, sinar ultraviolet, cahaya tampak, dan sinar infra merah. Jika dilihat dari dampaknya, jenis radiasi ion bisa dikatakan lebih berbahaya, dibandingkan dengan radiasi non-ion.

Baca juga: Berapa Lama Waktu yang Dibutuhkan untuk Terapi Radiasi?

Sinar gamma sendiri merupakan paket energi tanpa bobot yang disebut foton. Tidak seperti partikel alfa dan beta yang memiliki energi dan massa, sinar gamma adalah energi murni. Sinar ini mirip dengan cahaya tampak, tetapi memiliki energi yang jauh lebih tinggi. Sinar gamma sering dipancarkan bersama dengan partikel alfa atau beta selama peluruhan radioaktif.

Sinar gamma adalah bahaya radiasi bagi seluruh tubuh. Mereka dapat dengan mudah menembus penghalang yang dapat menghentikan partikel alfa dan beta, seperti kulit dan pakaian. Sinar gamma dapat menembus tubuh manusia sepenuhnya, ketika sinar ini melewati tubuh, mereka dapat menyebabkan ionisasi yang merusak jaringan dan DNA.

Dampak Radiasi Sinar Gamma pada Tubuh Manusia

Radiasi sinar gamma sangat mudah menembus dan berinteraksi dengan materi melalui proses yang disebut ionisasi melalui tiga proses, yaitu efek fotolistrik, hamburan Compton, dan produksi pasangan. Oleh karena daya penetrasinya yang tinggi, dampak radiasi gamma dapat terjadi di seluruh tubuh, tetapi pengionnya lebih sedikit daripada partikel alfa.

Radiasi gamma dianggap sebagai bahaya eksternal berkaitan dengan proteksi radiasi. Mirip dengan semua paparan radiasi pengion, paparan tinggi dapat menyebabkan efek akut melalui kerusakan langsung pada sel. Tingkat paparan yang rendah membawa risiko kesehatan stokastik, ketika terjadi peningkatan kemungkinan induksi kanker seiring dengan peningkatan paparan.

Baca juga: Siapa Saja yang Membutuhkan Terapi Radiasi?

Secara sederhana, pada dosis yang rendah, sel tubuh yang terkena paparan radiasi masih memiliki kemampuan untuk memperbaiki diri sendiri dalam waktu yang bisa dikatakan tidak lama. Sel yang mengalami kerusakan pada akhirnya akan mati dan terganti dengan sel yang baru.

Namun, pada dosis yang lebih tinggi, sel yang mengalami kerusakan justru akan memperbanyak dirinya sehingga berkembang menjadi sel kanker. Terlebih jika pola hidup atau kebiasaan sehari-hari kamu sangat mendukung untuk terpapar pembentukan sel kanker, seperti merokok atau mengonsumsi makanan yang memiliki kerentanan terhadap karsinogen.

Sementara itu, paparan radiasi pada dosis yang tinggi dalam waktu singkat juga bisa memicu munculnya beberapa gejala yang dikenal dengan sebutan sindrom radiasi akut pada tubuh, seperti mual, diare, muntah, rambut rontok, demam, lemas, kulit memerah, bengkak, dan gatal, nyeri, pingsan, hingga kejang. Sudah pasti, gejalanya akan sangat berbeda apabila kamu mengalami paparan dalam waktu yang lama.

Kadang-kadang, tingkat kepekaan pada tubuh juga berpengaruh terhadap dampak paparan radiasi pada tubuh. Misalnya, radiasi sinar gamma sebesar 400 rem bisa mengakibatkan kematian apabila terpapar sebanyak dua waktu berbeda dengan rentang 30 hari. Meski begitu, dosis yang sama justru tidak akan berdampak apabila tubuh terkena paparan selama sekitar satu tahun dengan dosis merata yang kadarnya lebih kecil.

Baca juga: Hal yang Perlu Diperhatikan Setelah Melakukan Terapi Radiasi

Apapun yang berhubungan dengan paparan radiasi dalam waktu lama bisa memicu dampak negatif untuk tubuh. Jadi, jika kamu merasakan gejala yang tidak biasa, segera tanyakan pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Kamu bisa download aplikasinya di ponselmu melalui App Store atau Play Store.

Want your business to be the top-listed Beauty Salon in Bekasi?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Telephone

Address


Bekasi
Bekasi