Kartika Asri
Sagitarius
Ketahui Cara Tepat Penggunaan Vitamin C, Retinol dan Hyaluronic Acid
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
05 November 2021
“Kamu tentu sudah familiar dengan bahan skincare seperti retinol, vitamin C, dan hyaluronic acid. Ketiga bahan ini memiliki manfaat yang sangat baik untuk kulit wajah, tidak heran jika ketiganya sangat populer. Namun, penting untuk mengetahui cara tepat penggunaan ketiganya. Misalnya, retinol sebaiknya tidak digunakan secara berbarengan dengan vitamin C.”
Halodoc, Jakarta – Sebagai orang yang antusias dengan produk skincare, kemungkinan kamu pernah mendengar tentang manfaat kandungan vitamin C, retinol, dan hyaluronic acid. Kandungan tersebut adalah beberapa jenis yang paling populer untuk kecantikan saat ini. Bahkan, sering jadi kombinasi dalam rutinitas perawatan kulit wajah sehari-hari.
Ketiga bahan tersebut mungkin merupakan bahan perawatan kulit paling bermanfaat. Jadi tidak heran jika vitamin C, retinol, dan hyaluronic acid paling diminati. Meskipun efektif untuk merawat kulit, penting untuk mengetahui cara menggunakannya bersama untuk memastikan hasil terbaik.
Baca juga: Ini Cara Mengobati Infeksi Kulit Berdasarkan Penyebabnya
Cara Tepat Penggunaan Vitamin C, Retinol, dan Hyaluronic Acid
Kamu mungkin bisa menggabungkan ketiga bahan (vitamin C, retinol, dan hyaluronic acid) dalam rutinitas perawatan wajah. Dengan menggunakan vitamin C, retinol, dan hyaluronic acid bersama-sama, semua manfaat dapat dirasakan.
Namun, kulit wajah mungkin perlu perkenalan terlebih dulu pada produk dan bahan perawatan. Proses perkenalan ini biasanya tidak selalu mudah, bahkan bisa menimbulkan efek samping tertentu.
Untuk mengetahui cara tepat penggunaan vitamin C, retinol, dan hyaluronic acid, sebaiknya pahami terlebih dulu cara kerja ketiga bahan tersebut.
Hyaluronic Acid
Bahan ini pada dasarnya akan mengurangi kelembapan kulit. Akibatnya, kamu membutuhkan produk perawatan lain yang sifatnya menghidrasi agar kulit wajah tetap lembab sepanjang hari.
Vitamin C
Banyak manfaat yang dirasakan dengan menggunakan skincare berbahan vitamin C. Mulai dari mencerahkan kulit, memerangi garis-garis halus dan kerutan, meningkatkan kolagen, dan mengurangi tanda pigmentasi.
Namun, karena ada kemungkinan formulasinya yang tidak stabil, beberapa orang sedikit ragu untuk menggunakannya. Untuk itu, sebaiknya lakukan uji coba pada sedikit area wajah untuk memastikan vitamin C bereaksi baik pada kulit wajah.
Baca juga: Ketahui Kegunaan Vitamin C untuk Kesehatan Kulit
Retinol
Retinol adalah salah satu bahan perawatan kulit yang paling ampuh. Di sisi lain beberapa orang memiliki reaksi yang berbeda akibat ketidakpastian cara kerja retinol.
Perlu dipahami, retinol memiliki kemampuan untuk mempercepat pergantian sel kulit dan meningkatkan produksi kolagen. Hal itu yang membuat retinol mampu menghasilkan kulit tampak mudah dan bercahaya.
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, kamu mungkin bisa menggunakan ketiga bahan tersebut. Hanya saja tidak dalam satu waktu secara berlapis. Cara terbaik untuk menggunakan ketiganya adalah dengan menggunakan vitamin C di pagi hari. Hal ini karena vitamin C memiliki manfaat antioksidan yang akan melindungi kulit dari kerusakan akibat radikal bebas.
Pada malam hari, kamu bisa menggunakan retinol, terutama setelah terkena sinar UV di pagi dan siang hari. Sedangkan untuk hyaluronic acid, kamu bisa menggunakannya dua kali sehari, setiap hari. Bahan tersebut akan menjaga kulit terhidrasi pada kondisi yang paling sehat. Kulit pun akan terhindar dari iritasi.
Baca juga: Punya Kulit Sensitif, Ini Perawatan Wajah yang Tepat
Jadi, perlu dipahami sekali lagi bahwa retinol dan vitamin C tidak dapat digunakan secara bersamaan secara berlapis. Sementara itu hyaluronic acid bisa digunakan bersama retinol dan vitamin C.
Nah, itulah cara tepat penggunaan vitamin C, retinol dan hyaluronic acid. Pastikan juga bahan perawatan kulit yang kamu gunakan sesuai dengan kebutuhan atau target yang ingin kamu capai.
Perlu diingat, setiap orang memiliki jenis kulit yang berbeda dan akan mengalami reaksi yang berbeda p**a pada setiap bahan skincare. Ada baiknya kamu bertanya terlebih dulu pada dokter kulit berpengalaman di aplikasi Halodoc sebelum memutuskan untuk menggunakan bahan skincare tertentu. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga!
Ini Dampak Radiasi Sinar Gamma pada Tubuh Manusia
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
04 November 2021
“Sinar radiasi dan gelombang elektromagnetik banyak digunakan sebagai salah satu prosedur pengobatan selain untuk prosedur pemeriksaan. Salah satu jenisnya yang banyak dipakai adalah sinar gamma.”
Halodoc, Jakarta – Apa itu radiasi? Radiasi merupakan suatu energi yang dilepaskan dalam bentuk partikel maupun gelombang. Jika dilihat dari muatan listrik yang dihasilkan setelah mengenai objek tertentu, ada dua jenis radiasi, yaitu ion dan non-ion. Radiasi ion termasuk sinar gamma, kosmik, CT scan, neuron, beta, dan alfa.
Sementara itu, kelompok yang termasuk dalam radiasi non-ion adalah gelombang radio, gelombang mikro seperti yang terdapat dalam microwave, sinar ultraviolet, cahaya tampak, dan sinar infra merah. Jika dilihat dari dampaknya, jenis radiasi ion bisa dikatakan lebih berbahaya, dibandingkan dengan radiasi non-ion.
Baca juga: Berapa Lama Waktu yang Dibutuhkan untuk Terapi Radiasi?
Sinar gamma sendiri merupakan paket energi tanpa bobot yang disebut foton. Tidak seperti partikel alfa dan beta yang memiliki energi dan massa, sinar gamma adalah energi murni. Sinar ini mirip dengan cahaya tampak, tetapi memiliki energi yang jauh lebih tinggi. Sinar gamma sering dipancarkan bersama dengan partikel alfa atau beta selama peluruhan radioaktif.
Sinar gamma adalah bahaya radiasi bagi seluruh tubuh. Mereka dapat dengan mudah menembus penghalang yang dapat menghentikan partikel alfa dan beta, seperti kulit dan pakaian. Sinar gamma dapat menembus tubuh manusia sepenuhnya, ketika sinar ini melewati tubuh, mereka dapat menyebabkan ionisasi yang merusak jaringan dan DNA.
Dampak Radiasi Sinar Gamma pada Tubuh Manusia
Radiasi sinar gamma sangat mudah menembus dan berinteraksi dengan materi melalui proses yang disebut ionisasi melalui tiga proses, yaitu efek fotolistrik, hamburan Compton, dan produksi pasangan. Oleh karena daya penetrasinya yang tinggi, dampak radiasi gamma dapat terjadi di seluruh tubuh, tetapi pengionnya lebih sedikit daripada partikel alfa.
Radiasi gamma dianggap sebagai bahaya eksternal berkaitan dengan proteksi radiasi. Mirip dengan semua paparan radiasi pengion, paparan tinggi dapat menyebabkan efek akut melalui kerusakan langsung pada sel. Tingkat paparan yang rendah membawa risiko kesehatan stokastik, ketika terjadi peningkatan kemungkinan induksi kanker seiring dengan peningkatan paparan.
Baca juga: Siapa Saja yang Membutuhkan Terapi Radiasi?
Secara sederhana, pada dosis yang rendah, sel tubuh yang terkena paparan radiasi masih memiliki kemampuan untuk memperbaiki diri sendiri dalam waktu yang bisa dikatakan tidak lama. Sel yang mengalami kerusakan pada akhirnya akan mati dan terganti dengan sel yang baru.
Namun, pada dosis yang lebih tinggi, sel yang mengalami kerusakan justru akan memperbanyak dirinya sehingga berkembang menjadi sel kanker. Terlebih jika pola hidup atau kebiasaan sehari-hari kamu sangat mendukung untuk terpapar pembentukan sel kanker, seperti merokok atau mengonsumsi makanan yang memiliki kerentanan terhadap karsinogen.
Sementara itu, paparan radiasi pada dosis yang tinggi dalam waktu singkat juga bisa memicu munculnya beberapa gejala yang dikenal dengan sebutan sindrom radiasi akut pada tubuh, seperti mual, diare, muntah, rambut rontok, demam, lemas, kulit memerah, bengkak, dan gatal, nyeri, pingsan, hingga kejang. Sudah pasti, gejalanya akan sangat berbeda apabila kamu mengalami paparan dalam waktu yang lama.
Kadang-kadang, tingkat kepekaan pada tubuh juga berpengaruh terhadap dampak paparan radiasi pada tubuh. Misalnya, radiasi sinar gamma sebesar 400 rem bisa mengakibatkan kematian apabila terpapar sebanyak dua waktu berbeda dengan rentang 30 hari. Meski begitu, dosis yang sama justru tidak akan berdampak apabila tubuh terkena paparan selama sekitar satu tahun dengan dosis merata yang kadarnya lebih kecil.
Baca juga: Hal yang Perlu Diperhatikan Setelah Melakukan Terapi Radiasi
Apapun yang berhubungan dengan paparan radiasi dalam waktu lama bisa memicu dampak negatif untuk tubuh. Jadi, jika kamu merasakan gejala yang tidak biasa, segera tanyakan pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Kamu bisa download aplikasinya di ponselmu melalui App Store atau Play Store.
Berbagai Penyebab Gangguan Jiwa dan Cara Mengobatinya
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
03 November 2021
“Gangguan jiwa adalah masalah yang bisa terjadi pada semua orang, terutama pada seseorang dengan masalah mental yang tidak pernah mendapatkan intervensi medis. Kondisi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti lingkungan, biologis, dan psikologis.Untuk mengatasinya, pengobatan dan psikoterapi bisa menjadi pilihannya.”
Halodoc, Jakarta – Gangguan jiwa adalah masalah yang dapat terjadi saat seseorang mengalami masalah mental yang tidak diobati. Penyakit ini dapat menimbulkan masalah yang besar, seperti depresi dan bahkan kematian. Namun, apa saja sih yang dapat menjadi penyebab gangguan jiwa pada seseorang? Lalu, bagaimana cara mengatasinya? Ketahui pembahasan lengkapnya di sini!
Baca juga: Ini Tes untuk Mendiagnosis Gangguan Jiwa
Beberapa Penyebab Gangguan Jiwa yang Perlu Diketahui
Gangguan jiwa atau gangguan mental adalah kondisi yang terjadi saat seseorang mengalami beberapa kondisi, seperti gangguan yang memengaruhi suasana hati, pemikiran, dan perilaku seseorang. Banyak orang yang mengalami masalah kesehatan mental dan menjadi gangguan mental saat gejalanya berkelanjutan sehingga memengaruhi kemampuan tubuh untuk berjalan dengan normal.
Penyakit jiwa dapat membuat pengidapnya sengsara dan dapat menyebabkan masalah dalam kehidupan sehari-hari, seperti di lingkungan sekolah, tempat kerja, atau dalam hubungan pertemanan. Seseorang yang mengalami masalah ini perlu mendapatkan diagnosis yang tepat disertai pengobatan yang sesuai dengan pemeriksaan dokter sebelumnya.
Namun, apa saja sih yang bisa menjadi penyebab gangguan jiwa? Faktanya, penyebab pasti dari sebagian besar gangguan ini tidak diketahui dengan pasti. Namun, beberapa penelitian menyebut jika banyak dari kondisi ini disebabkan oleh kombinasi dari berbagai faktor, seperti biologis, psikologis, dan lingkungan. Nah, berikut penjelasan lengkap terkait beberapa faktor ini:
1. Faktor Biologis
Faktor biologis juga dapat memengaruhi risiko seseorang untuk mengalami gangguan jiwa. Hal ini berkaitan dengan fungsi abnormal dari sirkuit sel saraf atau jalur yang menghubungkan area otak tertentu. Selain itu, seseorang juga dapat mengalami gangguan mental akibat cedera pada area otak tertentu.
Beberapa faktor psikologis yang dapat menjadi penyebabnya, antara lain:
Faktor keturunan.
Alami infeksi.
Cedera pada otak.
Gangguan saat lahir.
Penyalahgunaan zat.
Untuk mengatasinya, biasanya dokter akan memberikan beberapa obat-obatan, melakukan sesi psikoterapi, hingga beberapa prosedur medis lainnya agar dapat membantu otak kembali berjalan dengan normal. Dengan begitu, gangguan jiwa yang terjadi dapat diatasi dengan benar.
Baca juga: 5 Tanda-Tanda Gangguan Jiwa yang Sering Tak Disadari
2. Faktor Psikologis
Adanya masalah pada psikologis seseorang juga dapat menyebabkan gangguan jiwa. Beberapa masalah psikologis yang dapat terjadi, seperti:
Trauma psikologis berat yang terjadi saat masih kecil, seperti kekerasan emosional, fisik, ataupun seksual.
Kehilangan dini terhadap sosok penting dalam hidup, seperti orangtua.
Pernah ditelantarkan.
Memiliki kemampuan yang buruk saat berhubungan dengan orang lain.
3. Faktor Lingkungan
Beberapa penyebab terjadinya stres juga dapat memicu penyakit pada seseorang yang rentan terhadap gangguan jiwa. Beberapa stresor tersebut, antara lain:
Kematian atau perceraian.
Hubungan keluarga yang tidak berjalan dengan baik.
Perasaan tidak mampu, harga diri rendah, dan sebagainya.
Penyalahgunaan zat oleh orang-orang terdekat.
Penting untuk memperhatikan segala faktor risiko yang dapat menjadi penyebab dari gangguan jiwa. Jika kamu mengalami salah satu atau bahkan lebih dari risiko tersebut, ada baiknya untuk segera mendapatkan pemeriksaan.
Kamu bisa melakukan pemeriksaan kesehatan mental di rumah sakit pilihan melalui Halodoc. Cukup dengan download aplikasi Halodoc, kamu bisa memilih sendiri waktu dan tempat yang diinginkan untuk mendapatkan pemeriksaan. Maka dari itu, unduh aplikasi Halodoc sekarang juga!
Baca juga: Ini Ciri-Ciri Seseorang Mengalami Gangguan Kesehatan Mental
Pengobatan Gangguan Jiwa yang Perlu Dilakukan
Perawatan dari masalah ini tergantung pada jenis gangguan mental yang terjadi, tingkat keparahannya, dan tindakan yang paling sesuai. Pada beberapa kasus, kombinasi perawatan adalah cara paling baik agar masalah ini dapat teratasi. Lalu, apa saja jenis pengobatan yang bisa dilakukan untuk atasi penyakit ini? Berikut beberapa metodenya:
1. Konsumsi Obat-Obatan
Kebanyakan dokter akan memberikan obat-obatan guna mengatasi gejala yang terus timbul. Obat-obatan juga dapat membantu untuk beberapa perawatan lainnya menjadi lebih efektif. Dokter akan memberikan obat tergantung situasi dan cara tubuh merespons obat. Berikut beberapa jenis obatnya:
Anti-depresan.
Obat anti-kecemasan.
Obat penstabil suasana hati.
Obat antipsikotik.
2. Psikoterapi
Terapi bicara, atau psikoterapi, adalah perawatan dengan cara membicarakan kondisi dan masalah yang dirasakan dengan psikolog atau psikiater. Saat perawatan ini dilakukan, seseorang dapat belajar tentang kondisinya dan segala hal yang dapat memengaruhinya. Dengan begitu, kamu dapat menerapkan beberapa cara untuk mengatasi dan mengelolanya agar lebih baik.
Itulah beberapa hal yang dapat menjadi penyebab dari gangguan jiwa dan cara mengatasinya. Penting sekali untuk melakukan pemeriksaan dini agar kesehatan mental tetap terjaga. Jangan sampai masalah ini tidak terdeteksi dan menyebabkan masalah yang parah, sehingga hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.
Awas, Malas Gerak saat WFH Bisa Sebabkan Nyeri Otot
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
02 November 2021
“Selama masa pandemi, bekerja dari rumah atau work from home menjadi sebuah keharusan dan rutinitas yang harus dijalani. Namun, ternyata kamu tetap harus aktif bergerak agar tidak mengalami nyeri pada otot”
Halodoc, Jakarta – Zona nyaman telah tercipta pada pekerja yang selama pandemi melakukan Work from Home (WFH). Keterbatasan ruang di rumah membuat orang malas bergerak yang berujung munculnya masalah pada otot, terutama di daerah leher, pundak, punggung, pinggang, paha, dan kaki. Apalagi, bekerja dari rumah tidak mengharuskan kamu untuk duduk tegak sebagaimana bekerja di kantor.
Jika terlalu malas, beberapa orang akan bekerja di atas kasur atau sofa empuk. Alhasil, posisi enak tersebut membuat orang malas bergerak. Tidak disadari, nyeri otot pun muncul akibat terlalu lama diam dalam posisi yang sama. Jika sudah begitu, apa yang harus dilakukan? Jangan sampai terjadi, berikut ini langkah mengatasi dan beragam masalah kesehatan saat WFH.
Baca juga: Meski Repot, Ini 5 Keuntungan WFH bagi Keluarga
Masalah Kesehatan saat WFH Beserta Langkah Mengatasinya
Seperti pada penjelasan sebelumnya, nyeri otot menjadi salah satu masalah kesehatan saat WFH akibat berdiam diri pada posisi yang sama dalam waktu lama. Jika sudah begitu, berikut ini beberapa gangguan yang biasanya terjadi:
1. Sakit Punggung
Masalah kesehatan saat WFH yang sering terjadi, yaitu sakit punggung. Sakit punggung merupakan gangguan yang dapat terjadi secara berkepanjangan. Alasannya adalah, jarang bergerak dan lebih banyak duduk. Sebanyak 45 persen pekerja yang melakukan WFH, mereka mengeluhkan sakit pada punggung dan nyeri sendi. Sebanyak 71 persen dari mereka, mengeluhkan rasa sakit yang semakin parah.
2. Nyeri Pergelangan Tangan
Masalah kesehatan saat WFH yang satu ini terjadi akibat mengetik terlalu lama. Bahkan dalam kasus yang parah, carpal tunnel syndrome (CTS) bisa saja terjadi. gangguan kesehatan tersebut ditandai dengan kesemutan, kelemahan otot di tangan dan jari, serta mati rasa.
3. Sakit pada Leher
Sakit leher juga menjadi masalah kesehatan yang dapat terjadi karena malas gerak saat WFH. Sakit leher saat WFH terjadi akibat posisi tubuh yang kurang baik saat bekerja. Beberapa posisi tersebut seperti duduk sambil bersandar di sofa, sehingga membuat leher tertekuk dalam waktu lama.
Jika sudah mengalami sejumlah gangguan kesehatan tersebut, kamu perlu mengatasinya segera agar waktu WFH tidak terganggu. Salah satu cara yang direkomendasikan adalah mengonsumsi Alaxan FR, yaitu obat yang dapat bekerja secara cepat untuk meredakan segala keluhan, seperti nyeri otot di leher, pundak, punggung, kaki, nyeri haid, atau sakit gigi.
Baca juga: Hati-hati, Ini 6 Gangguan Fisik yang Bisa Terjadi Akibat WFH
Obat tersebut bekerja dengan menurunkan atau meminimalisir rasa sakit, meningkatkan aliran darah, serta membantu menurunkan panas melalui urine atau keringat. Obat ini dapat dikonsumsi 3–4 kali dalam sehari, setelah makan. Untuk membelinya, kamu bisa menggunakan fitur “toko kesehatan” di aplikasi Halodoc, ya. Jangan lupa untuk membaca tabel kemasan terlebih dulu sebelum kamu mengonsumsinya.
Baca juga: Jam Kerja Tetap Efektif saat WFH, Ini Triknya
Nah, itulah sejumlah masalah kesehatan saat WFH yang bisa terjadi pada siapa saja. Agar tetap sehat selama WFH, kamu disarankan untuk sering bergerak dengan melakukan peregangan tubuh, juga mengistirahatkan mata dari gadget. Jika langkah pencegahan tidak ampuh, jangan lupa untuk mengonsumsi Alaxan FR. Jangan lupa baca tabel kemasan sebelum dikonsumsi, ya.
This image has an empty alt attribute; its file name is HD-RANS-Banner-Web-Artikel_Spouse.jpg
Referensi:
Rediff. Diakses pada 2021. 5 health risks of working from home.
Benefits Pro. Diakses pada 2021. Physical pain, depression increase as more people work from home.
Times Now News. Diakses pada 2021. Work from home leading to too much screen time? Know what is computer vision syndrome.
Huffpost. Diakses pada 2021. This Is What Happens To Your Body When You Work From Home.
5 Langkah yang Ampuh sebagai Penurun Panas Bayi
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
29 Oktober 2021
“Ada beberapa cara penurun panas bayi yang bisa diterapkan dengan mudah. Langkah-langkah ini bisa membantu menurunkan suhu tubuh Si Kecil yang tiba-tiba mengalami peningkatan. Untuk mengatasi kondisi ini, disarankan untuk mengompres bayi dengan air hangat, mengenakan pakaian yang nyaman, dan penuhi kebutuhan cairan tubuh anak.“
Halodoc, Jakarta – Langkah-langkah penurun panas bayi merupakan pengetahuan penting bagi setiap orangtua. Sebab, peningkatan suhu tubuh alias demam pada bayi adalah kondisi yang tidak boleh disepelekan begitu saja. Bagi orangtua baru, cara-cara penurun panas bayi mungkin masih terasa asing. Namun jangan khawatir, simak tips untuk mengatasi demam pada bayi di artikel berikut ini!
Bayi dikatakan mengalami demam jika mengalami peningkatan suhu tubuh hingga lebih dari 38 derajat Celsius. Ada banyak faktor yang bisa meningkatkan risiko demam pada Si Kecil, mulai dari infeksi bakteri dan virus, mengalami penyakit tertentu, terlalu lama berinteraksi di luar ruangan, demam setelah imunisasi, serta penggunaan pakaian yang kurang tepat.
Baca juga: Ketahui Suhu Normal Bayi dan Cara Mengukurnya
Langkah Penurun Panas Bayi yang Bisa Dilakukan di Rumah
Beda penyebab demam, maka akan berbeda p**a cara mengatasinya. Maka dari itu, penting untuk mengetahui pemicu naiknya suhu tubuh Si Kecil. Namun, umumnya panas pada bayi tidak berbahaya dan normal terjadi. Demam bisa muncul sebagai reaksi dari sistem kekebalan tubuh yang tengah melawan serangan kuman atau virus penyebab infeksi.
Ada beberapa Langkah penurun panas bayi yang bisa dilakukan di rumah, di antaranya:
Menempelkan Kompres
Saat bayi menunjukkan tanda demam, coba tempelkan kain atau lap yang sudah dibasahi dengan air hangat atau air basah di dahi. Ini merupakan salah satu cara penurun panas bayi yang cukup ampuh. Jika demam yang terjadi cukup tinggi, cobalah untuk meletakkan kompres di bagian tubuh lain, seperti leher, ketiak, atau pangkal paha.
Baca juga: Ini 2 Jenis Demam Anak dan Cara Penanganannya
Mandi dengan Air Hangat
Selain kompres, memandikan atau lap tubuh bayi dengan air hangat juga bisa membantu. Jika tujuannya sebagai penurun panas bayi, hindari memandikan anak dengan air dingin. Hal itu justru bisa membuat anak menggigil dan berujung pada suhu tubuh yang Kembali meningkat.
Cukup Minum Air Putih
Jika memungkinkan, pastikan bayi mendapat cukup air putih. Saat demam, tubuh anak akan kehilangan sejumlah cairan tubuh akibat penguapan dari kulitnya. Pemberian air putih yang cukup bertujuan untuk menghindari dehidrasi serta sebagai langkah penurun panas bayi.
Pakaian yang Sesuai
Saat anak demam, hindari memakaikan baju yang terlalu tebal, apalagi berlapis banyak. Hal ini bisa membuat panas tubuh terkungkung di dalam pakaian dan menjadi susah turun. Saat bayi demam, sebaiknya kenakan pakaian yang tipis, tetapi tidak terlalu tipis. Satu hal yang perlu diperhatikan adalah kenyamanan anak saat berpakaian.
Menjaga Suhu Ruangan
Cara penurun panas bayi selanjutnya adalah menjaga suhu ruangan atau kamar anak. Biar demam cepat turun, pastikan untuk menjaga suhu ruang tidur bayi tetap sejuk. Pasalnya, suhu ruangan yang terlalu panas bisa membuat suhu tubuh sulit turun.
Baca juga: Bagaimana Cara Atasi Demam setelah Imunisasi DPT?
Jika semua cara penurun panas bayi sudah dilakukan dan demam tidak membaik, coba hubungi dokter di aplikasi Halodoc sebagai pertolongan pertama. Dokter bisa dengan mudah dihubungi melalui Video/Voice Call atau Chat. Sampaikan keluhan yang dialami dan dapatkan rekomendasi pengobatan dari ahlinya. Ayo, download Halodoc sekarang di App Store atau Google Play!
This image has an empty alt attribute; its file name is Banner_Web_Artikel-01.jpeg
Referensi:
NHS UK. Diakses pada 2021. High Temperature (Fever) in Children.
Babycenter. Diakses pada 2021. Fever and Your Baby or Child.
Healthline. Diakses pada 2021. Baby Fever 101: How to Care for Your Child.
Berbagai Trik dan Cara Agar Balita Bisa Cepat Tidur
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
28 Oktober 2021
“Menidurkan anak balita memang tidak mudah, tetapi ada cara agar bisa cepat tidur yang bisa diterapkan kepada balita. Dengan menerapkan kebiasaan yang baik, maka ia bisa tidur dengan cepat dan membuat orangtuanya tidak terlalu stres. Orangtua dan anak pun bisa lebih sehat dan bahagia.”
Halodoc, Jakarta – Seiring bertambah usia balita, mereka akan mengalami perubahan kebutuhan waktu tidur. Saat baru lahir, mereka mungkin akan lebih sering tidur, sementara itu jika ia sudah mulai bisa berjalan dan bermain, waktu tidurnya akan berkurang.
Selain itu, kadang bayi lebih sulit untuk tidur di malam hari karena mereka lebih memilih untuk bermain. Mereka juga umumnya belum tahu cara agar bisa cepat tidur. Hal ini kadang bisa membuat orangtua kelelahan untuk membuatnya tertidur. Namun jangan khawatir, karena ada beberapa cara agar bisa cepat tidur yang bisa diterapkan kepada balita.
Baca juga: Anak Tidak Bisa Tidur? Yuk, Kenali Penyebabnya
Cara Agar Bisa Cepat Tidur
Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa dilakukan:
Buat Rutinitas
Salah satu cara balita mengetahui waktunya tidur adalah dari isyarat di lingkungannya. Jadi, sekitar 30 menit sebelum tidur, matikan kebisingan, seperti televisi atau smartphone dan meredupkan lampu. Pencahayaan yang tepat sangat penting karena membantu mengatur jam internal balita.
Setelah meminimalkan rangsangan, kamu juga bisa memperkenalkan ritual menenangkan lainnya, seperti mandi air hangat, lagu pengantar tidur, atau membacakan cerita yang diucapkan dengan lembut. Lakukan ritual malam hari ini sesegera mungkin, dan idealnya sekitar 6 hingga 8 minggu setelah bayi lahir. Konsisten dan lakukan aktivitas dalam urutan yang sama setiap malam agar balita bisa tidur cepat.
Perhatikan Tanda Saat Sudah Mengantuk
Terkadang, orangtua tidak begitu memperhatikan tanda-tanda saat bayi sudah mulai mengantuk. Hal ini kemudian membuat balita tetap terjaga dan asik bermain. Idealnya, orangtua perlu paham tanda anak mengantuk sehingga kamu bisa segera mengajaknya untuk pergi ke kamar untuk tidur.
Beberapa tanda ketika bayi sudah mulai mengantuk adalah menggosok mata, menguap, melamun atau memandang jauh, serta lebih rewel dari biasanya.
Baca juga: Kenali Pentingnya Waktu Tidur untuk Pertumbuhan Balita
Jangan Biasakan Tidur Sambil Menyusu
Kebiasaan membiarkan balita terlelap dengan botol susi digenggaman atau masih menyusu dengan ibunya akan berdampak buruk pada kemudian hari. Perlu kamu ketahui bahwa dalam perkembangan bayi, tidak semua bayi dapat lepas dari kebiasaan ini.
Untuk menghindari kebiasaan buruk tersebut, maka kamu dapat melepas isapan bayi dari payudara atau botol susunya tepat sebelum ia terlelap. Mulailah kebiasaan ini sedini mungkin, karena ini cara agar cepat tidur yang cukup ampuh dan kebiasaan tidur bayi yang baik ini akan segera terbentuk.
Pastikan Anak Tidur Siang
Anak yang cukup istirahat akan tidur lebih nyenyak daripada anak yang terlalu lelah. Selain itu, melewatkan tidur siang atau menjaga bayi tetap terjaga dengan harapan mereka akan tidur lebih lama di malam hari tidak akan berhasil.
Ketika balita lelah, hormon stres mereka meningkat. Lalu, begitu mereka akhirnya tertidur, ada kemungkinan besar itu tidak akan lama, karena hormon stres itu membangunkan ketika mereka dalam tahap tidur yang lebih ringan. Inilah sebabnya mengapa tidur siang yang teratur sangat penting untuk membuat balita cepat tidur.
Tidur siang untuk balita juga sebaiknya tidak lebih dari 3 hingga 4 jam, terutama tidur siang terakhir dalam satu hari. Hal ini karena tidur siang panjang dapat mengganggu tidur malam bayi.
Baca juga: Bisakah Anak-Anak Alami Insomnia?
Itulah beberapa cara agar bisa tidur cepat yang bisa diterapkan kepada balita. Namun, jika kamu merasa anak mengalami gejala penyakit tertentu yang membuatnya jadi tidak nyenyak, jangan ragu untuk periksakan mereka ke dokter anak di rumah sakit terdekat. Kamu bisa buat janji dengan dokter di Halodoc supaya lebih mudah dan praktis.
This image has an empty alt attribute; its file name is Banner_Web_Artikel-01.jpeg
Referensi:
Baby Center. Diakses pada 2021. Expert Sleep Strategies for Babies.
Parents. Diakses pada 2021. How to Put a Baby to Sleep.
Ini 4 Fungsi Penting Enzim Lipase bagi Pencernaan
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
27 Oktober 2021
“Enzim adalah molekul biologis yang berfungsi untuk mempercepat laju reaksi kimia di dalam sel tubuh. Salah satu enzim yang memiliki fungsi cukup penting adalah enzim lipase. Jika fungsinya tidak terjaga dengan baik, otomatis akan berdampak pada sistem kerja pencernaan manusia.”
Halodoc, Jakarta – Enzim lipase menjadi salah satu jenis enzim pencernaan. Sebagian besar jumlahnya diproduksi dalam pankreas. Selain itu, enzim lipase juga diproduksi dalam organ lain dalam tubuh, seperti hati dan lambung. Berikut ini penjelasan dan fungsi enzim lipase untuk menunjang kesehatan pencernaan.
Baca juga: Kenali 3 Fungsi Enzim pada Lambung
Penjelasan Selengkapnya Tentang Enzim Lipase
Sebelum mengetahui fungsinya, sebaiknya kamu lebih dulu mengetahui penjelasan tentang enzim lipase itu sendiri. Lipase adalah enzim pencernaan yang produksi oleh pankreas. Gunanya adalah memecah makanan yang dikonsumsi, sehingga tubuh dapat mencerna nutrisi yang dibutuhkan dari makanan tersebut.
Pankreas memiliki bagian yang disebut dengan kepala pankreas. Bagian tersebut terhubung langsung ke duodenum, yaitu bagian pertama dari usus kecil. Di dalam pankreas terdapat saluran kecil yang berfungsi untuk memasok enzim lipase untuk dialirkan ke duodenum.
Di dalam organ tersebut, enzim menjalankan fungsinya, yaitu membantu memecah trigliserida makanan menjadi asam lemak. Hal tersebut menjadi salah satu fungsi lipase. Fungsinya tidak berhenti sampai di situ saja, enzim ini juga memiliki beberapa fungsi penting lain bagi sistem pencernaan tubuh.
Baca juga: Kenali Macam-Macam Enzim dalam Lambung
Fungsi Enzim Lipase Bagi Sistem Pencernaan
Kamu perlu menjaga kesehatan enzim ini agar fungsi pentingnya dapat terjaga dengan baik. Berikut ini beberapa fungsi penting enzim lipase bagi sistem pencernaan:
1. Membantu Proses Metabolisme
Membantu proses metabolisme dilakukan dengan mengatur reaksi kimia dalam tubuh. Sebenarnya, reaksi kimia terjadi secara natural. Namun, prosesnya sangat lama. Nah, di sinilah fungsi dari enzim lipase, yaitu membantu reaksi kimia agar proses metabolisme berjalan lebih cepat dan efektif.
2. Mencerna Nutrisi dari Makanan
Enzim ini juga berperan penting dalam mencerna nutrisi dari makanan yang kamu konsumsi. Saat mengonsumsi makanan berlemak, enzim akan memecah lemak menjadi partikel kecil dan masuk ke saluran limfatik. Pada akhirnya, nutrisi dari makanan tersebut akan dibawa masuk ke dalam aliran darah.
3. Memindahkan Kolesterol ke Aliran Darah
Fungsi selanjutnya adalah membantu memindahkan kolesterol ke aliran darah. Dalam menjalankan fungsinya, enzim menggabungkan kolesterol dengan asam lemak. Hasilnya ditemukan 2 kolesterol, yaitu LDL dan HDL. Enzim kemudian memindahkan kolesterol, baik ke dalam atau menjauh dari sel tubuh.
4. Membantu Proses Pencernaan ASI
Lipase adalah enzim yang berfungsi untuk mencerna dan menggunakan lemak ASI sepenuhnya. Enzim bekerja dengan memecah lemak susu, dan memisahkannya menjadi asam lemak bebas serta gliserol. Proses ini berlangsung hingga pankreas bayi dapat menghasilkan lipase secara alami.
Baca juga: Ketahui Jenis dan Fungsi Enzim Pencernaan Manusia
Itulah penjelasan lengkap tentang enzim lipase dan fungsi pentingnya bagi sistem pencernaan manusia. Seperti ulasan sebelumnya, lipase adalah enzim yang berperan besar terhadap proses pencernaan dalam tubuh. Tentu saja, kesehatan pankreas yang menjadi rumah produksi bagi enzim ini perlu dijaga dengan baik.
Jika fungsinya terganggu, tentu jumlah enzim yang diproduksi akan menurun. Hal tersebut berdampak pada kinerja pencernaan. Oleh sebab itu, konsumsilah makanan bergizi seimbang dan bila perlu konsumsi suplemen atau vitamin untuk menjaga kesehatan, termasuk kesehatan sistem pencernaan. Kamu bisa cek kebutuhan suplemen yang dibutuhkan di sini lewat aplikasi Halodoc. Download di sini jika belum memiliki aplikasinya.
This image has an empty alt attribute; its file name is HD-RANS-Banner-Web-Artikel_Spouse.jpg
Referensi:
Johns Hopkins Medicine. Diakses pada 2021. The Digestive Process: What Is the Role of Your Pancreas in Digestion?
Very Well Family. Diakses pada 2021. Overview of the Enzymes in Breast Milk.
Mount Sinai. Diakses pada 2021. Lipase.
Medline Plus. Diakses pada 2021. Lysosomal acid lipase deficiency.
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Address
Bekasi
Bekasi
