Ginjal Sehat

Ginjal Sehat

Share

Pastikan Herbal yang anda konsumsi telah memenuhi standar nasional dan lolos uji dari institusi terpercaya dan diakui secara internasional

13/11/2020

Manfaat sabun pepaya untuk wajah
Pepaya memiliki banyak nutrisi yang menunjang kesehatan kulit, mulai dari vitamin C, vitamin A, dan enzim papain. Vitamin C merupakan antioksidan yang membantu meningkatkan proses produksi kolagen.
Sementara itu, vitamin A turut berperan dalam produksi sel kulit baru dan membantu meredakan sejumlah masalah kulit. Ada p**a enzim papain yang bersifat sebagai antiinflamasi (anti-peradangan) dan berguna untuk membantu proses peremajaan kulit.
Berikut ini sejumlah manfaat sabun pepaya untuk wajah:
1. Eksfoliasi
Enzim papain dalam sabun pepaya dapat membantu mengangkat sel kulit mati, serta membuat wajah terlihat lebih cerah dan sehat. Melakukan eksfoliasi menggunakan sabun pepaya secara teratur membuat kulit Anda terasa lebih halus. Selain itu, eksfoliasi juga bisa membantu meratakan warna kulit.
2. Mencegah munculnya jerawat
Sabun pepaya dapat membantu mengangkat kotoran di wajah. Minimnya kotoran pada wajah tentunya mengurangi risiko kemunculan jerawat. Selain itu, enzim papain juga bisa membantu menghilangkan keratin, protein pada kulit yang memicu benjolan jika mengalami penumpukan.
Kemampuan eksfoliasi dari sabun pepaya juga dapat membantu mencegah penyumbatan pori-pori oleh sel kulit mati yang menjadi pemicu munculnya jerawat.
3. Meredakan nyeri akibat gigitan serangga
Mengoleskan sabun pepaya dapat membantu meredakan nyeri, gatal, dan kulit kemerahan pada bekas luka akibat gigitan serangga. Manfaat sabun pepaya ini tak lepas dari kandungan enzim papain yang ada di dalamnya.
Bersifat sebagai anti-peradangan, enzim papain dapat membantu mempercepat penyembuhan luka. Selain itu, enzim papain juga dapat memecah protein peptida yang terdapat dalam racun gigitan serangga dan meredakan iritasi kulit.
4. Mencerahkan kulit
Sabun pepaya dapat membantu mengatasi masalah hiperpigmentasi dengan mencerahkan warna kulit Anda. Hiperpigmentasi sendiri adalah penggelapan atau perubahan warna kulit akibat paparan sinar matahari.
Kemampuan sabun pepaya dalam membantu mengangkat sel kulit mati dapat mengurangi bercak hitam secara bertahap. Selain itu, sabun pepaya juga dipercaya bisa membantu mengurangi produksi melanin yang berlebihan. Namun, penelitian lebih lanjut masih dibutuhkan untuk membuktikan klaim tersebut.
5. Mengurangi kerutan
Kaya akan kandungan antioksidan likopen, sabun pepaya dapat membantu melindungi Anda dari gejala-gejala penuaan dini. Menurut penelitian, likopen membantu melawan kerusakan akibat radikal bebas. Radikal bebas dapat memicu kerusakan kulit dan menimbulkan kerutan pada wajah.
Selain membantu melawan kerusakan akibat radikal bebas, likopen juga dapat membantu kulit Anda tetap halus dan terlihat awet muda. Tak hanya itu, penelitian lain di tahun 2012 menyebut bahwa pepaya dapat membantu meningkatkan elastisitas kulit dan meminimalkan kemunculan kerutan.
6. Perawatan melasma
Melasma adalah kondisi yang mengakibatkan munculnya bercak kecokelatan pada wajah. Sabun pepaya dapat digunakan sebagai perawatan rumahan untuk melasma. Hal ini tak lepas dari kandungan enzim papain, beta-karoten, vitamin, dan fitokimia dalam pepaya yang mempunyai sifat sebagai pencerah kulit.
Adakah efek samping dari penggunaan sabun pepaya?
Sebelum merawat kulit dengan sabun pepaya, pastikan Anda tidak memiliki alergi
Pastikan Anda tidak memiliki alergi terhadap buah pepaya
Sebelum menggunakan sabun pepaya, pastikan terlebih dahulu apakah Anda memiliki alergi terhadap bahan-bahan yang terkandung dalam buah tropis ini. Menurut laporan, beberapa orang disebut mengalami sensasi terbakar dan iritasi kulit setelah memakai sabun pepaya.
Untuk melakukan pengujian, cobalah untuk mengoleskan sabun pepaya di sebagian kecil kulit Anda. Jika Anda mengalami reaksi alergi seperti timbul benjolan, gatal, bengkak, dan kulit jadi berwarna kemerahan, segera hentikan penggunaan sabun pepaya.
Selain itu, Anda sebaiknya tidak menggunakan sabun pepaya apabila memiliki alergi terhadap lateks. Hal ini dikarenakan enzim papain yang terkandung dalam sabun pepaya diperoleh dari getah buah pepaya mentah.

11/11/2020

Dengan pengalaman puluhan tahun, riset yang matang, akurat dan higienis, produk berkualitas tinggi ini tercipta.

29/10/2020

Apa Saja Risiko Kurang Konsumsi Buah dan Sayur?
Para perantau atau pekerja kantoran yang sibuk biasanya jarang atau malah tidak pernah memasukkan buah dan sayur dalam menu sehari-hari. Selain karena kesibukannya, kebanyakan orang juga tidak menyukai buah dan sayur karena rasanya yang tidak enak alias pahit. Padahal, buah dan sayur merupakan elemen penting sebagai bagian dari cara menangkal virus Corona. Jika kebiasaan ini dibiarkan terus-menerus akan berisiko buruk bagi kesehatan. Lalu apa sajakah risikonya jika kurang atau tidak sama sekali memakan buah dan sayuran yang kaya akan nutrisi tersebut? Yuk, Sobat Sehat, silakan disimak penjelasan di bawah ini ya…

kurang konsumsi sayur dan buah, risiko kurang konsumsi sayur dan buah

Tidak Lancar Buang Hajat
Risiko pertama yang kemungkinan akan dihadapi adalah menjadi tidak lancar buang hajat alias sembelit. Mengapa bisa tidak lancar? Hal itu terjadi karena buah dan sayur mengandung serat yang berfungsi mencerna makanan terutama saat di usus. Serat ini bisa merangsang gerakan usus sehingga sisa-sisa makanan yang telah dicerna akan cepat dikeluarkan oleh tubuh. Selain itu, kemampuan serat dalam menyerap air juga bisa membuat sisa makanan lebih mudah dikeluarkan oleh tubuh. Apabila serat yang mempunyai fungsi demikian tidak ada, hal tersebut akan menghambat proses pencernaan dan menyebabkan jadwal buang air besar menjadi tidak teratur.

Rentan Terkena Dehidrasi
Kekurangan buah dan sayuran dalam menu sehari-hari juga bisa menyebabkan dampak lain selain sembelit, yaitu rentan mengalami dehidrasi. Buah dan sayuran seringkali memiliki kandungan air yang tinggi supaya Sobat tidak terlalu kembung dan menjadi tetap terhidrasi di siang hari. Apabila tidak mendapatkan cairan dari makanan seperti buah dan sayuran, maka kebutuhan cairan mungkin tidak akan cukup untuk tubuh. Hasilnya, beberapa efek dehidrasi seperti kelelahan, kencing berwarna kuning, dan kram otot akan sangat terasa.

Berat Badan Meningkat
Salah satu risiko kurang konsumsi buah dan sayur yang cukup terasa efeknya adalah adanya peningkatan pada berat badan. Mengapa itu bisa terjadi? Hal itu karena sebenarnya buah dan sayur merupakan sumber pangan yang tinggi serat dan air serta rendah kalori. Artinya, dengan mengonsumsinya akan memberikan rasa kenyang yang cukup lama tanpa memberikan kalori yang berlebihan.

Mengalami Kerapuhan Tulang
Kerapuhan tulang atau osteoporosis biasanya dialami oleh mereka yang berusia 50-60 tahun ke atas. Namun siapa sangka jika ternyata osteoporosis bisa juga dialami oleh orang-orang di usia produktif karena kurangnya mengonsumsi sayur dan buah. Penyebabnya adalah kurangnya vitamin D dan kalsium dalam tubuh sebagai pembentuk dan penguat tulang. Jika Sobat tidak mau mengalami hal yang demikian, konsumsilah buah dan sayur terutama brokoli, jeruk, apel, tomat yang bisa membantu mencegah osteoporosis.

Meningkatkan Risiko Kanker
Kanker merupakan salah satu penyakit berbahaya, dan cara terbaik untuk mencegahnya adalah dengan mengonsumsi sayur dan buah. Antioksidan yang terkandung dalam sayur dan buah seperti vitamin E, vitamin C, dan karotenoid dapat mengurangi risiko kanker dengan melindungi sel-sel sehat dari radikal bebas. Karotenoid, termasuk beta-karoten, merupakan pigmen yang dapat ditemukan dalam sayuran berdaun gelap seperti bayam dan buah berwarna oranye tua seperti ubi jalar atau wortel. Kandungan ini dapat melindungi dari kerusakan sel dan dikaitkan dengan tingkat kanker yang lebih rendah.

Rentan Terkena Penyakit Kronis
Buah dan sayuran sangat padat nutrisi. Mengonsumsi keduanya secara teratur dapat menurunkan risiko berbagai penyakit kronis seperti penyakit jantung, diabetes, stroke, dan Alzheimer. Menurut WHO dan FAO, kekurangan asupan sayur dan buah diperkirakan dapat menyebabkan kematian akibat kanker saluran cerna sebesar 14%, kematian akibat penyakit jantung koroner sebesar 11%, dan kematian akibat stroke sebesar 9%. Risiko diabetes juga meningkat. Karena itu, untuk mencegahnya sebaiknya Sobat Sehat mengonsumsi buah dan sayur yang juga bisa meningkatkan bakteri baik di dalam usus sehingga usus menjadi sehat, dan juga terhindar dari kanker usus besar.

Kesehatan Jantung Terbebani
Risiko lain yang akan Sobat hadapi karena kurang atau tidak sama sekali mengonsumsi sayuran adalah dapat membebani kesehatan jantung yang bisa berujung penyakit kardiovaskular. Buah dan sayuran mengandung nutrisi khusus yang dinamakan dengan fitokimia, yang dapat membantu mengurangi peradangan kronis di tubuh secara keseluruhan. Karena itu, perbanyak konsumsi sayur dan buah serta kurangi makanan yang tinggi natrium, makanan olahan, dan yang diberi gula tambahan yang dapat meningkatkan peradangan.

Sariawan dan Gusi Berdarah
Dampak negatif kekurangan sayur dan buah dalam tubuh ternyata juga bisa menyebabkan sariawan dan gusi berdarah. Keduanya muncul karena kurangnya vitamin B, vitamin C, kalsium, dan magnesium. Supaya dapat mencegahnya, perbanyaklah konsumsi sayur dan buah seperti bayam, apel, pir, dan jeruk.

Menurunkan Penglihatan
Ternyata jika tidak kita memasukkan buah dan sayur ke dalam menu sehari-hari juga bisa menurunkan penglihatan, lho, Sobat Sehat! Mata kita bisa menjadi rabun atau bahkan katarak, dimana hal ini sungguh berbahaya jika dibiarkan. Supaya tidak menjadi seperti itu, jadi mulailah banyak mengonsumsi sayur yang kaya vitamin A untuk kesehatan mata seperti wortel.

Risiko Terkena Depresi
Berdasarkan sebuah studi, mengonsumsi buah dan sayur secara teratur kenyataannya dapat mencegah diri dari terkena depresi. Hal ini dikarenakan asam pantotenik dan vitamin B6 dalam sayur mampu membuat orang merasa bahagia dan terhindar dari depresi. Apabila kekurangan nutrien-nutrien tersebut, dapat dipastikan depresi akan mudah menyergap.

Baca Juga: Stres dan Panik Hadapi Corona Justru Turunkan Imun Tubuh

Kulit Menjadi Tidak Segar
Ingin kulit terlihat selalu segar? Perbanyaklah konsumsi buah dan sayur karena keduanya mengandung antioksidan dan vitamin tinggi yang baik untuk kesehatan kulit. Selain menghidrasi tubuh, buah dan sayur punya manfaat yang baik untuk menghidrasi kulit sehingga terlihat tetap segar dan tidak kering.

Mempengaruhi Kuku dan Rambut
Ternyata kurang konsumsi sayur dan buah juga dapat mempengaruhi kuku dan rambut. Kuku akan menjadi rapuh, begitupun rambut menjadi kusam dan kering. Hal itu karena kurangnya antioksidan, vitamin A, vitamin E, biotin, zat besi, dan nutrisi lain yang sebenarnya semua itu terkandung di dalam buah dan sayur.

Nah, Sobat Sehat itulah risiko kurang konsumsi buah dan sayur yang dapat dialami. Jadi, jangan menganggap remeh risiko-risiko tersebut ya, karena kedepannya bisa sangat mempengaruhi kondisi kesehatan. Dari sekarang mulailah perbanyak konsumsi sayur dan buah sebagai benteng alami mencegah serangan penyakit.

29/10/2020

Apa Norovirus itu?
Dilansir dari berbagai sumber Norovirus adalah salah satu virus yang menyebabkan penyakit gastroentitis akut (penyakit diare dan muntah) di seluruh dunia, dengan jumlah kasus 685 juta. Sekitar 200 juta kasus terlihat di antara anak-anak di bawah usia 5 tahun yang menyebabkan sekitar 50.000 kematian anak per tahun, dan kebanyakan di negara berkembang. Virus ini merupakan termasuk yang bersifat menular, dan dapat menyebar dengan mudah melalui makanan dan minuman sehingga cukup berdampak besar pada kesehatan masyarakat. Bahkan, penularan bisa juga terjadi hanya dengan menyentuh permukaan yang terkontaminasi, dan kemudian tangan yang menyentuh permukaan itu memasukkan makanan ke dalam mulut tanpa cuci tangan sebelumnya. Sifat penularannya dapat bertahan hingga 8 minggu.

Awalnya, Norovirus disebut dengan virus Norwalk karena di kota yang terletak di Amerika Serikat itu adalah tempat terjadinya wabah pertama akibat virus ini pada 1972. Norovirus kebanyakan menyerang pada musim dingin meskipun sebenarnya bisa juga menyerang kapan pun. Karena itulah, sebagian orang menyebutnya sebagai “serangga muntah musim dingin”. Norovirus juga identik dengan keracunan makanan karena dapat ditularkan melalui makanan yang terkontaminasi. Meskipun, tidak selalu dari situ. Virus ini juga dapat tumbuh subur dalam jarak dekat seperti di restoran, pusat penitipan anak, dan panti jompo karena sifatnya yang mudah menular, dan Norovirus dapat bertahan hidup pada suhu ekstrem di air dan di permukaan.

Apa Penyebabnya?
Penyebab Norovirus adalah dapat menular melalui kotoran manusia dan hewan yang terinfeksi. Selain itu, terdapat penyebab lain, yaitu:

Mengonsumsi makanan dan minuman yang terkontaminasi
Mengonsumsi makanan mentah dan setengah matang
Menyentuh tangan ke mulut setelah tangan menyentuh permukaan atau benda yang terkontaminasi
Melakukan kontak dengan orang yang mengalami infeksi norovirus
Bagaimana dengan Gejalanya?
Norovirus mempunyai gejala berupa sakit dalam waktu dua hari atau 12-48 jam setelah terpapar. Penyakit ini mempunyai gejala khas berupa mual, muntah (lebih sering terjadi pada anak-anak), diare berair (lebih sering pada orang dewasa), dan kram perut. Selain itu, terdapat beberapa gejala lain yang perlu diketahui dari penyakit ini, yaitu:

Demam ringan
Panas dingin
Sakit kepala
Nyeri otot
Kelelahan
Sebagian besar gejala ini tidak bersifat serius. Meski begitu diare dan muntah dapat menghabiskan cairan yang dibutuhkan tubuh, dan tentu saja hal ini dapat menyebabkan dehidrasi yang rentan terjadi pada anak-anak dan lansia. Selain dehidrasi, dampak lainnya adalah malnutrisi. Apabila sudah mengalami gejala akut segeralah ke dokter untuk segera diperiksa pada feses.

Bagaimana Cara Mendiagnosis Penyakit Norovirus?
Norovirus merupakan bagian dari sekelompok virus RNA atau Ribonucleic acid untai tunggal yang tidak terbungkus, dan diklasifikasikan menjadi 10 genogroup (GI-GX) dan 48 genotipe. Varian dari genotype GII.4 seperti GII.4 Sydney, GII.4 New Orleans hingga GII.4 Hong Kong adalah penyebab paling umum penyakit ini di seluruh dunia. Karena termasuk virus RNA, metode diagnosisnya adalah menggunakan RT-PCR yang juga digunakan untuk mendeteksi Covid-19. Norovirus sendiri sangat sensitif dan spesifik.

Apakah Norovirus Juga Dapat Terjadi di Indonesia?
Dilansir dari Kompas.com, virus ini ternyata dapat juga terjadi di Indonesia, dan kebanyakan menyerang anak-anak berusia 1-60 bulan. Hal itu berdasarkan studi pada 2019 terhadap sejumlah anak berusia kurang dari 5 tahun yang dirawat akibat diare akut di sebuah rumah sakit di Surabaya. Studi tersebut menunjukkan bahwa infeksi Genogroup Norovirus (GI dan II) teridentifikasi pada feses 31 pasien anak dengan diare akut yang dirawat di rumah sakit dari April 2012 hingga Maret 2013. Infeksi tersebut terdeteksi dengan menggunakan metode RT-PCR. Kesimp**annya, virus tersebut menyebabkan diare berat pada anak.

Adakah Obatnya?
Sejauh ini belum ada obat sama sekali ini untuk penyakit ini karena Norovirus seperti virus-virus lainnya tidak merespons antibiotik untuk membunuh bakteri. Penyakit ini sebenarnya jika kondisi tubuh dalam keadaan sehat dan bugar akan hilang dengan sendirinya dalam waktu 1 hingga 3 hari.

Jika Obatnya Tidak Ada, Apa yang Harus Sobat Lakukan?
Cara terbaik tehindar dari Norovirus adalah melakukan pencegahan-pencegahan sebagai berikut:

Cuci tangan sampai bersih dengan sabun dan air terutama setelah menggunakan toilet atau mengganti popok
Hindari makanan dan air yang terkontaminasi termasuk makanan yang mungkin telah disiapkan oleh orang yang sedang sakit
Cuci buah dan sayuran sebelum makan
Masak makanan dari laut sampai bersih
Buang muntahan dan kotoran secara hati-hati untuk menghindari penyebaran Norovirus melalui udara
Rendam bahan dengan handuk sekali pakai, dan masukkan ke dalam kantong plastik sekali pakai
Desinfeksi permukaan yang mungkin telah terkontaminasi
Gunakan larutan pemutih klorin dan kenakan sarung tangan
Tetap di rumah, dan hindari perkerjaan terutama pekerjaan yang melibatkan penanganan makanan sebab risiko tertular sangat berpotensi dan dapat dialami setelah mengalami gejala
Anak-anak harus berada di rumah untuk menghindari penularan
Hindari bepergian sampai gejala hilang
Apakah Ada Perbedaan dengan Rotavirus?
Penyakit Norovirus bisa dibilang agak mirip dengan Covid-19 terutama dalam penyebaran dan diagnosisnya. Karena merupakan penyebab diare, Norovirus ternyata juga mempunyai kemiripan dengan Rotavirus yang sama-sama menyebabkan diare. Meskipun begitu terdapat beberapa perbedaan pada keduanya. Norovirus ditandai dengan mual, demam, muntah, diare encer, sakit perut, demam, pegal-pegal sedangkan Rotavirus ditandai dengan muntah, diare, encer, demam, sakit perut, dan dehidrasi. Perbedaan lainnya adalah dapat diketahui berdasarkan siapa yang tertular, berapa lama infeksi biasanya berlangsung, dan kemungkinan komplikasi. Untuk Norovirus biasanya berlangsung tidak lebih dari dua setengah hari sedangkan Rotavirus 3-8 hari.

Rotavirus biasanya menyerang bayi dan anak kecil daripada orang dewasa sehingga dapat menyebabkan dehidrasi yang dapat mengancam nyawa sedangkan Norovirus diketahui lebih banyak menyerang orang dewasa. Perbedaan lainnya yang paling penting ternyata Rotavirus sendiri bisa dicegah melalui vaksinasi yang dapat diberikan sejak kecil atau usia dini. Vaksin Rotavirus sendiri terdiri dari jenis, yaitu monovalen dan pentavalent. Monovalen diberikan sebanyak 2 kali pada usia 6-14 minggu untuk dosis pertama dan minimal 4 minggu berikutnya pada dosis kedua. Maksimal pemberian dosis kedua adalah 24 minggu. Untuk pentavalen sebanyak 3 kali. Dimulai dari usia 6-14 minggu pada dosis pertama, dan interval 4-10 minggu pada dosis kedua dan ketiga. Batas maksimal di usia 32 minggu. Adanya vaksinasi Rotavirus sendiri setidaknya dapat mencegah diare daripada Norovirus yang tidak bisa diobati dan dicegah sama sekali melalui vaksinasi.

29/10/2020

Perbedaan virus dan bakteri
Ukuran dan bentuk
Ukuran adalah perbedaan dasar pertama bagi keduanya. Jika dilihat dari ukurannya, virus merupakan mikroorganisme yang jauh lebih kecil dibandingkan dengan bakteri. Selain ukuran, keduanya juga memiliki wujud yang berbeda. Bakteri berbentuk batang sel tunggal yang memiliki DNA. Struktur pembentuknya pun sangat sederhana karena tidak memiliki inti dan kerangka sel, dan dapat dilihat melalui mikroskop cahaya. Bakteri biasanya bereproduksi dengan cara membelah diri di berbagai macam lingkungan serta tidak harus menginvasi sel hidup yang sehat. Untuk virus, ia tidak ada membran sel, dan biasanya mengandung asam nukleat yang genetiknya bisa RNA, bisa juga DNA. Karena tidak memiliki membran sel inilah virus membutuhkan sel untuk bertahan hidup dan mereplikasi dirinya sendiri sehingga ia akan menyerang sel hidup yang sehat untuk dijadikan sebagai rumah atau inang yang selanjutnya digunakan untuk bertahan hidup dengan memperbanyak diri. Virus sendiri hanya bisa dilihat melalui mikroskop elektron.

Penyakit yang Ditimbulkan
Karena tugasnya adalah merusak sel-sel hidup yang sehat, virus dapat menyebabkan penyakit yang tidak bisa disembuhkan dan mematikan, dan hanya bisa dicegah melalui vaksinasi. Contoh dari penyakit-penyakit yang ditimbulkan oleh virus adalah HIV, Ebola, HPV, Influenza, kanker, dan terakhir Corona. Sebagian dari penyakit-penyakit tersebut sudah ada vaksinnya namun untuk Corona atau Covid-19 belum ada dan masih dalam pengembangan. Hal ini tentu saja berbeda pada bakteri yang memang tidak mempunyai kemampuan mutasi sebagus virus. Bakteri pun dikelompokkan ke dalam dua jenis, yaitu bakteri pembawa penyakit dan bakteri pemberi manfaat. Dalam beberapa kasus, ada penyakit-penyakit yang disebabkan oleh bakteri berakibat fatal, namun melalui penanganan medis yang tepat penyakit yang disebabkan oleh bakteri bisa disembuhkan. Contoh penyakit-penyakit ini adalah: Tuberkulosis, Meningitis, Sepsis dan Leptospirosis.

Status
Apakah virus dan bakteri merupakan makhluk hidup? Hingga saat ini peneliti masih terus mencari jawaban mengenai virus; apakah makhluk hidup atau bukan? Sifat virus yang seperti zombie dan menyerang sel sehat untuk dijadikan sebagai inang membuat para peneliti masih meragukan status hidup virus, dan akhirnya disimpulkan bahwa virus bukan merupakan makhluk hidup. Hal ini tentu saja berbeda halnya dengan bakteri yang sudah bisa dimasukkan sebagai makhluk hidup yang tidak perlu membutukan inang untuk berkembang biak.

Manfaat Keduanya
Untuk urusan manfaat, baik virus maupun bakteri jelas mempunyain perbedaan. Virus sendiri karena sifatnya yang lihai dalam bermutasi serta susah ditaklukkan akhirnya dimanfaatkan untuk dijadikan sebagai antivirus. Antivirus ini berupa virus yang sudah dilemahkan untuk digunakan melawan virus itu sendiri. Dapat disimpulkan bahwa antivirus hanya untuk mencegah penyebaran virus supaya semakin tidak massif. Perbedaan yang cukup jauh terlihat pada bakteri yang malah oleh manusia bisa dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari seperti pada pengolahan makanan. Perlu diketahui makanan seperti keju, acar, dan tempe memanfaatkan bakteri. Selain di sektor pangan, bakteri juga dimanfatkan pada sektor pengolahan limbah hingga medis dan sains.

Pengobatan
Pengobatan pada keduanya juga berbeda. Virus bisa diobati dengan memanfaatkan virus yang sudah dilemahkan untuk melawan virus jahat, dan tentu saja melalui antivirus berbentuk vaksinasi. Antivirus ini dirancang untuk melawan dengan mengganggu kemampuan regenerasi virus dan melemahkan serangan virus terhadap sel-sel sehat. Sementara itu, bakteri bisa diobati dengan antibiotik yang bekerja dengan mengganggu salah satu fungsi vital sel bakteri. Meskipun demikian berhati-hatilah dalam menggunakan antibiotik sebab bakteri bisa resisten terhadap obat tersebut. Untuk infeksi yang disebabkan oleh virus dan bakteri bisa dicegah dengan menggunakan vaksin.

Bagaimana Cara Mencegahnya?
Pepatah mengatakan: pencegahan lebih baik daripada mengobati. Karena itulah, virus dan bakteri pun sebenarnya bisa dicegah tanpa harus dilakukan tindakan pengobatan yang belum tentu memberikan hasil yang maksimal.

Rutin Mencuci Tangan
Cara pertama untuk mencegah keduanya adalah rutin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau menggunakan cairan pembersih tangan yang setidaknya mengandung 60% alkohol. Berdasarkan sebuah penelitian pada 2018 mencuci tangan yang benar mengurangi jumlah bakteri dan virus dengan cara membunuh dan menghilangkannya dari kulit. Lalu bagaimana jika tidak ada alkohol? Sobat Sehat tentunya bisa menggunakan beberapa bahan berikut sebagai alternatif, yaitu:

Cuka
Cuka bisa menjadi alternatif pembersih mikroba alami, dan terbuat dari asam asetat yang memiliki daya pembersih. Asam asetat juga dapat membunuh mikroba. Keasaman yang tinggi membuat cuka bisa membunuh bakteri di permukaan benda.

Lemon
Lemon mengandung asam sitrat yang dapat bekerja sama seperti sabun. Buah ini dapat digunakan untuk membersihkan permukaan yang tidak berpori dan memurnikan logam yang teroksidsi seperti panci dan wajah tembaga. Studi juga menunjukkan bahwa lemon dapat mengurangi bakteri pada permukaan yang keras meskipun kurang efektif jika dibandingkan dengan cuka.

Minyak esensial
Selain berkhasiat sebagai obat penyembuh, minyak esensial ternyata dapat juga melawan bakteri dengan membunuhnya pada benda mati. Kemungkinan minyak esensial berpotensi dijadikan sebagai antibiotik di masa yang akan datang.

Uap Air
Uap air yang tercipta dari air dan panas dapat menjadi desinfektan alami. Saat air dipanaskan secara alami lebih dari 90 derajat Celcius, maka dapat membunuh bakteri dan virus pada permukaan yang keras dan lunak. Butuh waktu hingga 20 detik untuk membuat virus dan bakteri mati saat terpapar uap air.

Hindari Menyentuh wajah dan Tutuplah Mulut Saat Batuk dan Bersin
Selain mencuci tangan, hindarilah menyentuh wajah karena virus dan bakteri bisa memasuki tubuh melalui selaput lendir di wajah. Selain itu, tutuplah mulut saat batuk dan bersin karena tetesan cairan yang keluar saat saat batuk dan bersin bisa menyebarkan bakteri dan virus. Jika kita sedang sakit, sebaiknya tetap berada di rumah dan menjauh dari orang lain untuk menghindari penyebaran virus dan bakteri.

29/10/2020

6 Makanan Sehat Ini untuk Mencerahkan Wajah

Memiliki kulit putih dan lembut adalah dambaan setiap wanita. Tak sedikit dari mereka yang mencoba berbagai produk pemutih yang beredar di pasaran. Produk pemutih mulai dari scrub, pelembap, masker, dan metode perawatan kulit lainnya di samping penggunaan produk pemutih berbahan kimia. Kita sering disarankan untuk menerapkan gaya hidup sehat yang merupakan salah satu solusi untuk mendapatkan kulit putih alami. Berikut adalah tujuh makanan bernutrisi yang bisa mencerahkan kulit.

1. Buah-buahan Berry
keluarga berry

Strawberry, blueberries, raspberry, dan buah lainnya yang termasuk ke dalam buah-buahan berry dapat Sobat masukkan ke dalam menu makanan sehari hari yang dapat membantu mencerahkan wajah. Menurut penelitian yang telah dilakukan sebelumnya, buah-buahan berry memiliki kandungan antioksidan dan vitamin C yang cukup tinggi yang dibutuhkan bagi kesehatana kulit. Kandungan ini lah yang dapat membantu mengangkat tumpukan sel-sel kulit yang mati dan merangsang pembentukan kolagen yang dapat mengencangkan kulit wajah. tak hanya dapat membantu mencerahkan dari dalam, namun buah-buahan ini juga dapat dijadikan masker untuk memutihkan wajah dari luar.

2. Bit Merah
Buah berwarna merah ini memiliki kandungan yang kaya akan vitamin dan zat besi yang membantu membersihkan wajah hingga ke pori-pori terdalam, mencerahkan kulit, sekaligus memperlancar aliran darah. Sobat bisa mengonsumsi 1 gelas jus bit merah setiap harinya untuk membantu mencerahkan wajah dari dalam. Untuk hasil yang maksimal, gunakan p**a bit merah sebagai masker wajah secara rutin.

3. Pepaya
Tak hanya kaya mengandung vitamin C, namun pepaya juga memiliki kandungan vitamin A, vitamin E, serta antioksidan yang dapat membantu membantu mencerahkan wajah serta mengatasi bekas jerawat dan noda hitam. Pepaya juga dapat membersihkan sistem pencernaan dan memperlancar siklus menstruasi. Sobat bisa mengonsumsi buah pepaya secara langsung maupun diolah dalam bentuk jus buah.

4. Tomat
Tomat merupakan sumber likopen, yang mana sangat baik untuk kesehatan kulit. Kandungan ini membantu untuk mencerahkan wajah sekaligus mengatasi noda hitam. Bagi Sobat yang sedang diet, mengonsumsi tomat akan sangat baik karena dapat menurunkan berat badan sekaligus mencegah kanker.

5. Jus Lemon
Buah lemon memiliki kandungan yang kaya akan vitamin C yang cukup tinggi yang sangat bermanfaat mencerahkan wajah yang kusam secara alami dan cepat. Lemon juga membantu mengurangi tanda-tanda penuaan, seperti garis-garis halus, keriput, flek hitam, serta jerawat dan komedo. Tak heran jika lemon sering diekstrak untuk dijadikan bahan dasar dalam skincare-skincare yang berfungsi untuk mencerahkan wajah. Sobat bisa mengonsumsi air lemon yang diseduh dengan air hangat dan ditambahkan sedikit madu. Konsumsi air lemon ini selagi hangat secara rutin. Namun, jika Sobat memiliki permasalahan pada lambung, sebaiknya hindari mengonsumsi lemon.

6. Yoghurt

Tak hanya baik bagi usus, tetapi yoghurt ini juga sangat baik untuk mencerahkan kulit karena kandungan asam laktatnya yang berperan sebagai pemutih kulit alami. Tak heran jika banyak orang menggunakan yoghurt sebagai masker alami yang dapat membantu mencerahkan wajah dengan cepat. Namun sebenarnya, Sobat juga harus mengonsumsi yoghurt secara rutin sebagai perawatan dari dalam.

Want your business to be the top-listed Beauty Salon in Bekasi?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Category

Telephone

Address


Jalan Hasyim Asyari No. 56
Bekasi
15710

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 17:00
Saturday 09:00 - 17:00