Msi Skincare Bekasi

Msi Skincare Bekasi

Share

Konsultasi & Sharing Seputar kesehatan Serta Kecantikan Kulit Dengan Produk MSI

Photos from Msi Skincare Bekasi's post 02/02/2019

Bismillah...
DICARI reseller, hanya posting2 foto saja, kalo ada orderan, aku yang packing dan kirim, untungnya buat kamu 💸💰💲💸

DAFTAR RESELLER
KLIK wa.me/6289630155230

02/02/2019

Bismillah...
DICARI reseller, hanya posting2 foto saja, kalo ada orderan, aku yang packing dan kirim, untungnya buat kamu 💸💰💲💸

29/10/2018

Green Gold Sweetener

Ganti gulamu dengan gula tetes Green Gold Sweetener dari MSI, gula
tetes yang aman buat diabetes dan mencegah penyakit diabetes.

Indonesia termasuk negara yang memiliki presentase penyakit diabetes
terbesar di dunia.
Karena nasi yang merupakan makanan pokok banyak mengandung kadar gula
yang tinggi, belum minuman yang menggunakan gula, makanan dari gula,
dam sayur juga menggunakan gula. Wajar jika Indonesia banyak yang
mempunyai penyakit diabetes.

Mulai hari ini ganti gulamu dengan gula tetes MSI yang sangat aman dan
bisa menghindari dari penyakit diabetes.

1 Botol isi 6 ml/250 tetes setara dengan 10 kg gula. 3 tetes dapat
digunakan untuk air 200 ml.
Jadi dengan 1 Botol dapat menghasilkan 75 gelas isi air 200 ml.

Manfaat :
* Menyeimbangkan kandungan gula dalam tubuh.
* Menurunkan kadar gula dalam darah.
* Melancarkan pembuangan air seni.
* Meningkatkan stamina tubuh.
* Membantu pencernaan makanan di dalam tubuh.
* Membatu mencegah penyakit insomnia atau sulit tidur.
* Menurunkan berat badan.
* Mengurangi penyakit radang
* dll

Kandungan :
* Daun Stevia
* Daun Sirsak
* Daun Mint

Konsultasi Kesehatan & kecantikan / Order Produk Msi
Whatsapp : 0896-3015-5230
Whatsapp : 0896-3015-5230
Whatsapp : 0896-3015-5230
Or
ID Line :
ID Line :
ID Line :

Instgram :




Facebook : Facebook.com/susanmsi
Fanpage : Msi Skincare Bekasi

29/10/2018

Apa itu Diabetes? Part 2
Oleh Novita Joseph Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit
oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum.
Sumber : https://hellosehat.com/pusat-kesehatan/diabetes-kencing-manis/apa-itu-diabetes/

Mengapa bisa terkena diabetes?
Pencernaan dan penyerapan gula
Sebelumnya perlu diketahui, bahwa kondisi penyakit ini erat kaitannya
dengan kadar gula darah (glukosa). Glukosa sangat penting untuk tubuh,
karena bekerja sebagai sebagai sumber energi bagi sel-sel dan jaringan
tubuh, terutama otak. Glukosa sebenarnya berasal dari makanan yang
Anda makan dan dari disimpan sebagai cadangan di dalam hati (liver).
Jenis glukosa yang disimpan di hati disebut dengan glikogen.
Jika Anda belum makan otomatis kadar gula darah akan rendah, liver
akan memecah glikogen menjadi glukosa dan menyeimbangkan kadar gula
darah Anda. Namun sayangnya, sel-sel tubuh tidak dapat menggunakan
“bahan bakar” ini langsung tanpa bantuan hormon insulin yang
seharusnya dihasilkan oleh kelenjar pankreas.
Hormon insulin membuat glukosa lebih mudah untuk diserap oleh sel-sel
tubuh sehingga menurunkan kadar gula dalam aliran darah. Namun, jika
Anda mengalami gangguan fungsi pankreas hingga jumlah produksi
insulin, maka kadar gula dalam darah akan terus meningkat.
Sementara itu, sel-sel dalam tubuh yang akhirnya tak mendapatkan
‘bahan bakar’ akan merasa kelaparan. Hal ini kemudian membuat tubuh
menganggap bahwa ia sedang kekurangan gula sehingga memecah glikogen
kembali. Pada akhirnya, gula akan terus menumpuk di dalam darah dan
terjadilah kadar gula darah tinggi yang disebut dengan hiperglikemia.
Apa saja gejalanya?
Gejala utama diabetes:
• Sering merasa haus
• Sering buang air kecil, terkadang terjadi setiap jam dan disebut poliuria
• Penurunan berat badan yang tidak jelas dan tiba-tiba
• Kelelahan
Gejala yang jarang terjadi:
• Mual atau muntah
• Pada wanita sering terjadi infeksi va**na
• Infeksi jamur atau sariawan
• Mulut kering
• Luka sulit sembuh
• Gatal pada kulit, terutama pada lipatan paha atau daerah va**na
Gejala diabetes lain yang harus Anda sadari
1. Kaki sakit dan mati rasa
Kadar gula darah yang sangat tinggi akan menyebabkan kerusakan pada
saraf-saraf tubuh. Tak semua orang yang mengalami gejala ini.
Namun orang yang mengalami diabetes, akan merasa mati rasa, kesemutan,
dan rasa sakit pada tubuh, terutama di kaki. Gejala seperti ini
biasanya terjadi pada seseorang yang sudah mengalami diabetes selama 5
tahun atau lebih.
2. Pandangan kabur
Pandangan kabur pada diabetesi (sebutan untuk penderita diabetes)
biasanya berasal dari gangguan lensa (katarak) atau gangguan saraf
mata (retinopati diabetikum).
Kondisi gula darah yang cukup tinggi dapat memicu penumpukan protein
di dalam lensa mata sehingga terjadinya proses katarak. Gula darah
yang tidak terkontrol juga dapat menyebabkan pembuluh darah kecil di
mata terganggu bahkan pecah sehingga saraf mata (retina) tidak dapat
bekerja dengan baik.
3. Perubahan keadaan kulit
Kadar insulin yang tinggi mendorong pigmen yang menimbulkan bercak
hitam pada kulit. Jika ada perubahan yang terasa pada kulit, bisa saja
menjadi tanda awal Anda memiliki penyakit gula atau kencing manis.
Perubahan bisa saja ditandai dengan kulit yang menjadi gelap,
bersisik, hingga muncul keriput dini.
4. Rentan terhadap infeksi atau penyakit
Seseorang dengan gejala awal kencing manis ini cenderung lebih rentan
terhadap infeksi bakteri maupun jamur karena mereka memiliki sistem
kekebalan tubuh yang menurun.
Mikroorganisme tersebut membutuhkan glukosa sebagai sumber energinya.
Infeksi dapat tumbuh dalam lipatan kulit yang hangat dan lembab,
seperti antara jari tangan dan kaki, di bawah payudara, atau di dalam
atau di sekitar alat kelamin.
5. Gusi merah dan bengkak
Penyakit gula ini dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh Anda dan
kemampuan Anda untuk melawan infeksi sehingga meningkatkan risiko
infeksi pada gusi dan rahang gigi Anda. Gusi Anda dapat bengkak atau
mungkin mengalami luka.

6. Lambatnya penyembuhan luka
Gula darah tinggi dapat mempengaruhi aliran darah dan menyebabkan
kerusakan saraf di daerah tubuh sehingga mengganggu proses penyembuhan
alami tubuh Anda.
Mengetahui gejalanya lebih awal akan memudahkan Anda untuk mengatasi
gejala tersebut dan bahkan dapat mencegahnya. Penyakit gula atau
kencing manis ini juga dapat dicegah dengan melakukan olahraga
teratur, menjaga pola hidup sehat dan menjaga kadar gula darah tetap
normal.
Untuk menjaga kadar gula darah normal, Anda harus membatasi konsumsi
gula, tapi bukan berarti Anda jadi anti gula, yang dapat Anda lakukan
adalah mengganti gula harian Anda. Gunakan pemanis rendah kalori dan
bebas gula untuk mencegah penyakit gula dan mengontrol asupan kalori.
7. Cepat lapar
Kurangnya insulin untuk memasukkan gula ke sel membuat otot dan organ
melemah dan tubuh kehabisan energi. Otak akan mengira kurang energi
itu karena kurang makan, sehingga tubuh berusaha meningkatkan asupan
makanan dengan mengirimkan sinyal lapar.
8. Penurunan berat badan tiba-tiba
Walau nafsu makan meningkat, para diabetesi dapat mengalami penurunan
berat badan, bahkan sangat drastis. Berhati-hatilah bila perubahannya
sampai 5 persen dari berat badan.
Karena kemampuan metabolisme glukosa terganggu, tubuh akan menggunakan
apapun lain sebagai ‘bahan bakar’, misalnya otot dan lemak sehingga
orang akan tampak kurus.

Konsultasi Kesehatan & kecantikan / Order Produk Msi
Whatsapp : 0896-3015-5230
Whatsapp : 0896-3015-5230
Whatsapp : 0896-3015-5230
Or
ID Line :
ID Line :
ID Line :

Instgram :




Facebook : Facebook.com/susanmsi
Fanpage : Msi Skincare Bekasi

29/10/2018

Apa Itu Diabetes?
Oleh Novita Joseph Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum.
Sumber : https://hellosehat.com/pusat-kesehatan/diabetes-kencing-manis/apa-itu-diabetes/

Diabetes mendapat julukan sebagai “ibu dari segala penyakit”, karena kondisi ini dapat memengaruhi banyak organ dalam tubuh. Kadar gula darah yang tinggi pada penderita diabetes dapat menyebabkan banyak komplikasi. Beberapa organ yang bisa terkena dampaknya adalah jantung, ginjal, mata, pembuluh darah, dan sistem saraf. Mari simak lebih lanjut mengenai penyakit ini.
Apa itu diabetes?
Diabetes melitus atau biasa disebut dengan kencing manis merupakan penyakit kronis. Kondisi ini ditandai dengan gangguan pengaturan gula darah dalam tubuh akibat berbagai hal seperti:
• Kurangnya produksi insulin oleh pankreas
• Kurangnya respon tubuh terhadap insulin
• Adanya pengaruh hormon lain yang menghambat kinerja insulin
Maka itu, penyakit diabetes dibagi dalam beberapa jenis, yaitu:
Diabetes Tipe 1
Diabetes melitus tipe 1 adalah gangguan autoimun yang menyebabkan sistem ketahanan menyerang dan merusak sel-sel yang memproduksi hormon insulin, sehingga pankreas tidak dapat memproduksi hormon tersebut. Hal ini akan mengakibatkan tubuh kekurangan insulin dan meningkatkan kadar glukosa darah.
Kondisi ini umumnya menyerang pasien di bawah usia 40 tahun, terutama pada masa remaja. Biasanya gejala penyakit ini lebih cepat terdeteksi pada usia yang lebih muda, terutama pada masa kanak-kanak atau remaja.
Penyebab dari kondisi ini belum jelas. Para ahli menduga bahwa penyebab penyakit gula ini mungkin akibat faktor genetik dan lingkungan. Namun, Anda mungkin memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terkena kondisi ini jika:
• orangtua atau saudara kandung Anda yang mengidap kondisi ini
• dalam keadaan paparan penyakit virus
• munculnya autoantibodi
• kekurangan vitamin D, mengonsumsi susu sapi atau susu formula, dan sereal sebelum usia 4 bulan. Meskipun tidak langsung menyebabkan kondisi ini terjadi, tapi masih berisiko.
Diabetes Tipe 2
Diabetes melitus tipe 2 merupakan tipe penyakit gula yang paling banyak terjadi, karena kejadiannya mencapai 90-95 persen dari semua kasus.
Tidak seperti diabetes tipe 1, penderita tipe 2 tetap memproduksi insulin. Kondisi ini lebih sering terjadi pada orang dewasa, karena itu sering disebut dengan adult-onset diabetes.
Meskipun begitu, penyebab persis mengapa hal ini terjadi sebenarnya tidak pasti. Namun para ahli percaya bahwa faktor genetik dan lingkungan berperan dalam penyebab diabetes melitus tipe 2. Kelebihan berat badan adalah pemicu utama penyakit gula, tapi tidak semua pasien diabetes melitus tipe 2 kelebihan berat badan.
Diabetes Tipe Lain
Diabetes gestational adalah jenis diabetes yang hanya terjadi pada wanita hamil. Penyakit ini dapat menyebabkan masalah pada ibu maupun bayi-bayinya jika tidak diobati. Namun kondisi ini biasanya sembuh setelah melahirkan.
Jenis lain dari penyakit ini biasanya diakibatkan hasil dari sindrom genetik, operasi, obat-obatan, kekurangan gizi, infeksi dan penyakit lainnya. Diabetes insipidus adalah kondisi berbeda yang disebabkan oleh ketidakmampuan ginjal untuk menyimpan air. Kondisi ini jarang terjadi dan dapat diobati.

Konsultasi Kesehatan & kecantikan / Order Produk Msi
Whatsapp : 0896-3015-5230
Whatsapp : 0896-3015-5230
Whatsapp : 0896-3015-5230
Or
ID Line :
ID Line :
ID Line :

Instgram :




Facebook : Facebook.com/susanmsi
Fanpage : Msi Skincare Bekasi

25/10/2018

Konsultasi Kesehatan & kecantikan

https://bit.ly/MsiBekasi
https://bit.ly/MsiBekasi
https://bit.ly/MsiBekasi

25/10/2018

Cara Mengatasi Radikal Bebas untuk mencegah Kanker kini kamu bisa mengkonsumsi DTox MSI, Secara rutin. Kandungan herbalnya tidak menyebabkan efek smaping.

Manfaat MSI D’Tox:

•Memelihara kesehatan tubuh
•Menurunkan berat badan
•Membersihkan toxin di dalam usus
•Melancarkan dan menormalkan buang air besar
•Meningkatkan metabolisme tubuh
•Mengurangi kadar lemak dalam tubuh
•Membersihkan kotoran yang menempel pada dinding usus
•Meremajakan fungsi saluran pencernaan
•Menjaga kesehatan kulitDan masih banyak lagi..

Kandungan MSI D’Tox:

MSI D’Tox memiliki kandungan yang tentunya sangat bermanfaat atau sangat dibutuhkan sekali untuk tubuh. Diantara kandungannya adalah:

Rosella Ungu

Untuk mengobati rasa penasaran kamu tentang manfaat dari masing-masing kandungan dari MSI D’Tox tersebut, disini saya akan menjelaskannya satu persatu.

Fermentasi Madu

Madu sendiri memiliki banyak sekali manfaat, makanya dari jaman dulu orang-orang sudah menggunakan madu untuk memelihara kesehatan maupun untuk kecantikan. Di dalam madu sendiri mengandung beberapa komponen yang sangat bagus untuk tubuh kita, diantaranya adalah Gula, Vitamin B2, B3, B5, B6, B9 dan vitamin C pastinya. Madu juga mengandung Magnesium, kalium, sodium, energy, protein, seng dan masih banyak lagi.

Teh Hijau

Teh hijau adalah salah satu teh yang paling banyak dikonsumsi oleh masyarakat karena teh hijau sendiri lebih banyak mengandung antioksidan dibandingkan dengan teh hitam. Dengan manfaat yang didapatkan jika kita mengkonsumsi teh hijau yaitu dapat menurunkan berat badan, dapat mengurangi resiko terkena kanker, menjaga kesehatan kulit, menangkal radikal bebas dan masih banyak manfaat lainnya

Rosella Ungu

Hibiscus Sabdariffa L atau yang kita tau dengan nama Rosella Ungu adalah jenis rosella terbaik dimana didalam rosella ungu ini banyak mengandung Vitamin diantaranya vitamin C, D, B1, B2. Bukan hanya mengandung vitamin, rosella ungu juga memiliki kandungan kalsium, magnesium, omega3, 18 asam amino essensial dan Betacarotene.

Aturan Minum MSI D’Tox

Untuk aturan minumnya sangat gampang sekali cukup campurkan dengan air satu gelas, dengan takaran MSI D’tox nya sebagai berikut:

Larutkan dua tutup botol MSI D’tox kedalam air kurang lebih 200-250ml, bisa menggunakan air biasa atau jika ingin badan lebih sehat bisa menggunakan air hangat.

Rutinlah minum MSI D’Tox sehari 3x Maksimalkan dengan menjalani pola hidup sehat, seperti makan makanan yang bergizi, berprotein seperti sayuran, daging dan mkanan sehat lainnya.

Tidak lupa juga untuk rutin berolahraga dan perbanyak minum air putih.Harga MSI D’Tox

Untuk MSI D’Tox sendiri termasuk kedalam produk Plan A dari MSI satu peketnya - isi 3 botol dengan perbotolnya memiliki isi 200ml.

Jika kamu membelinya dengan harga satu paket, maka kamu akan mendapatkan ID member.

Tentunya jika kamu bisa mendapatkannya dan bergabung bersama bisnis kami maka keuntungan yang banyak akan kamu dapatkan .

Demikin sedikit Penjelasan Lengkap MSI D’tox Dan Manfaatnya Untuk Kesehatan, mudah-mudahan artikel kami bermanfaat untuk Anda.

Konsultasi Kesehatan & kecantikan

https://bit.ly/MsiBekasi
https://bit.ly/MsiBekasi
https://bit.ly/MsiBekasi

25/10/2018

Bahaya Radikal Bebas di Sekitar Kita dan Cara Mencegahnya

Oleh Arinda Veratamala Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum.

Sumber : https://hellosehat.com/hidup-sehat/tips-sehat/bahaya-radikal-bebas-pada-tubuh/

Radikal bebas dapat ditemukan di mana saja, bahkan tubuh Anda sebenarnya menghasilkan radikal bebas. Zat ini berbahaya bagi tubuh dan bisa menyebabkan berbagai penyakit, seperti kanker. Tapi, tahukah Anda Apa saja bahaya radikal bebas bagi tubuh dan mengapa bisa berbahaya? Simak penjelasannya berikut ini.

Apa bahaya radikal bebas bagi tubuh?
Radikal bebas yang hanya mempunyai satu elektron akan menarik elektron dari molekul dalam tubuh, sehingga molekul tersebut berubah menjadi radikal bebas juga. Hal ini membuat radikal bebas bertambah banyak dalam tubuh dan menyebabkan kerusakan sel.

Terlalu banyak radikal bebas dalam tubuh dapat membuat tubuh mengalami stres oksidatif. Stres oksidatif merupakan kondisi di mana jumlah radikal bebas dalam tubuh lebih banyak daripada pertahanan antioksidan (yang dapat mencegah kerusakan sel akibat radikal bebas). Hal ini menyebabkan terjadinya berbagai kerusakan sel dalam tubuh, seperti lipid, protein, dan asam nukleat.

Stres oksidatif ini kemudian dapat menyebabkan berbagai penyakit. Mulai dari radang sendi, penyakit jantung, aterosklerosis, stroke, hipertensi, tukak lambung, penyakit Alzheimer, penyakit Parkinson, kanker, sampai menyebabkan penuaan. Radikal bebas dapat merusak kode DNA, sehingga sel baru tumbuh dengan tidak benar dan menyebabkan penuaan.

Namun begitu, radikal bebas juga penting untuk kehidupan. Kemampuan tubuh dalam mengubah udara dan makanan menjadi energi kimia bergantung pada reaksi berantai dari radikal bebas. Selain itu, radikal bebas merupakan bagian penting dari sistem kekebalan tubuh, membantu menyerang zat asing yang masuk ke tubuh.

Apa yang bisa dilakukan untuk mencegah bahaya radikal bebas?
Antioksidan merupakan molekul dalam sel yang dapat mencegah radikal bebas mengambil elektron, sehingga radikal bebas tidak menyebabkan kerusakan sel. Dengan adanya antioksidan, maka jumlah radikal bebas dalam tubuh Anda tetap terkendali. Oleh karena itu, Anda perlu untuk memperbanyak jumlah antioksidan yang masuk ke tubuh untuk mencegah bahaya radikal bebas.

Dari mana bisa mendapatkan antioksidan? Sebenarnya tubuh Anda menghasilkan antioksidan, tapi jumlahnya tidak mencukupi untuk dapat mengimbangi jumlah radikal bebas dalam tubuh. Sehingga, Anda perlu mendapatkan antioksidan dari sumber luar.

Antioksidan bisa Anda dapatkan dari konsumsi berbagai macam makanan yang mengandung antioksidan. Antioksidan dalam makanan terdapat dalam bentuk beta karoten (vitamin A), lutein, vitamin C, vitamin E, likopen, dan fitonutrien lain, yang bisa Anda peroleh dengan mengonsumsi banyak sayuran dan buah-buahan.

Contoh sayuran dan buah-buahan yang mengandung antioksidan adalah tomat, wortel, brokoli, kale bayam, jeruk, kiwi, buah beri, serta sayuran dan buah berwarna lainnya. Selain itu, Anda juga bisa memperoleh antioksidan dari kacang-kacangan dan teh hijau.

Konsultasi Kesehatan & kecantikan

https://bit.ly/MsiBekasi
https://bit.ly/MsiBekasi
https://bit.ly/MsiBekasi

24/10/2018

Radikal Bebas, Penyebab Kanker yang Dihasilkan Tubuh Secara Alami
Oleh Nimas Mita Etika M Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: Hello Sehat Medical Review Tea

Sumber :
https://hellosehat.com/hidup-sehat/fakta-unik/radikal-bebas-penyebab-kanker-alami/

Mungkin Anda sering kali mendengar, “Awas radikal bebas, nanti kena kanker.” Radikal bebas memang dikenal sebagai salah satu penyebab kanker yang utama. Tapi tahukah Anda apa itu radikal bebas, sebenarnya? Apa bentuknya? Dari mana asalnya? Atau, bagaimana cara radikal bebas tersebut memicu tumbuhnya sel kanker dalam tubuh?

Apa itu radikal bebas?
Telah banyak penelitian yang membuktikan bahwa radikal bebas memang meningkatkan risiko berbagai penyakit, seperti Alzheimer, kanker, aterosklerosis, Parkinson, dan berbagai penyakit lainnya. Radikal bebas juga berkaitan erat dengan proses penuaan dini. Radikal bebas adalah suatu atom yang bentuknya tidak sempurna, kehilangan molekul di bagian terluar, sehingga menyebabkan atom tersebut bisa mengikat atom lainnya atau bahkan malah kehilangan seluruh bagian atom.

Tubuh terdiri dari berjuta-juta sel, dan di masing-masing sel terdapat banyak molekul yang membangunnya. Setiap molekul ini berperan dalam segala fungsi sel yang sangat berpengaruh terhadap kesehatan tubuh. Ketika sesuatu hal membuat molekul tersebut rusak, maka fungsi tubuh keseluruhan juga akan terganggu.

Dari mana asal radikal bebas?
Radikal bebas dibentuk oleh tubuh dari berbagai proses, termasuk berbagai metabolisme zat gizi dan hasil dari respon sistem kekebalan tubuh. Subtansi atau bahan dasar dari radikal bebas terdapat di berbagai makanan yang Anda makan, atau obat-obatan yang dikonsumsi, udara yang dihirup setiap hari, serta dari macam-macam minuman yang diminum.

Bagaimana radikal bebas mempengaruhi kesehatan?
Jika tidak berlebihan, maka radikal bebas yang diproduksi oleh tubuh tidak akan membahayakan bagi kesehatan. Namun karena kita terus terpapar atau mengonsumsi berbagai macam sumber yang dapat menyebabkan tubuh menghasilkan radikal bebas, maka bukan tidak mungkin radikal bebas menjadi meningkat jumlahnya. Menurut Harvard School of Public Health, reaksi kimia yang dilakukan oleh radikal bebas di dalam tubuh dapat menyebabkan membran sel rusak, dan hal ini mengakibatkan apapun mudah keluar masuk ke dalam sel-sel tubuh. Kemudian, dapat menyebabkan sel bermutasi dan memicu pertumbuhan sel kanker serta tumor.

Radikal bebas yang terakumulasi agak susah untuk dihilangkan dan menimbulkan kondisi stress oksidatif. Stress oksidatif adalah suatu proses di dalam sel tubuh yang menghancurkan struktur sel seperti protein, lemak, serta DNA. Jika stress oksidatif ini tidak ditangani dan dihilangkan dari tubuh maka bisa menimbulkan berbagai penyakit, seperti stroke, penyakit jantung koroner, bahkan kanker.

Apa saja gejala radikal bebas terlalu banyak?
Berdasarkan artikel yang dimuat pada Methods of Molecular Biology, pada orang yang mengalami stress oksidatif atau memiliki radikal bebas yang terlalu banyak, tidak terdapat gejala tertentu yang terlihat. Namun, beberapa gejala yang mungkin muncul adalah kelelahan, sakit kepala, pusing, nyeri pada persendian, gangguan penglihatan, mudah sakit atau penurunan sistem kekebalan tubuh, timbul tanda-tanda penuaan pada wajah, serta penurunan kemampuan mengingat.

Bagaimana cara mengetahui kadar radikal bebas yang ada di dalam tubuh?
Penelitian yang dilaporkan di dalam American Journal of Clinical Nutrition, tidak ada alat ukur atau cara pengukuran langsung untuk mengetahui jumlah radikal bebas dalam tubuh. Berbagai teori menyatakan bahwa radikal bebas memang sangat sulit untuk diukur dan diketahui jumlah pastinya di dalam tubuh karena sangat cepat bereaksi di dalam tubuh sehingga sulit untuk dilakukan pengukuran secara langsung. Namun, para ahli bisa mengukur hasil produksi dari reaksi radikal bebas, yaitu MDA dan 4-hidroksinonenal.

Lalu, bagaimana mencegah radikal bebas terbentuk di dalam tubuh?
Sudah disebutkan sebelumnya bahwa sebenarnya radikal bebas adalah respon alami tubuh yang dilakukan untuk memetabolisme zat gizi atau respon dari sistem kekebalan tubuh. Sehingga, yang harus dilakukan untuk mencegah dampak buruk yang timbul dari radikal bebas adalah membatasi pembentukan radikal bebas. Hal ini dapat dilakukan dengan cara meningkatkan zat yang bisa menangkal efek radikal bebas, yaitu antioksidan.

Antioksidan adalah sebuah zat yang bisa menghambat proses kimiawi yang dilakukan oleh radikal bebas pada sel tubuh. Senyawa ini sudah dimiliki oleh tubuh dalam bentuk enzim, namun jumlahnya tidak cukup untuk melawan dampak dari radikal bebas. Oleh karena itu, diperlukan mengonsumsi makanan yang mengandung antioksidan, seperti makanan sumber vitamin C dan vitamin E, seng, dan beta-karoten, yang banyak terkandung dalam berbagai jenis buah dan sayur.

Olahraga menurunkan jumlah radikal bebas dalam tubuh
Radikal bebas juga dapat ditangani dengan melakukan aktivitas fisik atau olahraga secara rutin. Menurut Biochemical Society, melakukan olahraga aerobik yang rutin dapat menurunkan jumlah radikal bebas di dalam tubuh. Hal ini disebabkan karena ketika melakukan olahraga, tubuh membakar banyak energi dan menyebabkan reaksi kimia dari radikal bebas tidak terjadi.

Konsultasi Kesehatan & kecantikan

https://bit.ly/MsiBekasi
https://bit.ly/MsiBekasi
https://bit.ly/MsiBekasi

14/10/2018

()
ポポポ
Selamat siang,
Siapa yg s**a onde2?

Nih ada gamenya 😂😂😂

14/10/2018

()
ポポポ
Siapa mau jadi juaraaa?
Pasti kamu mau jadi juara
Tapi, bbrp orang kadang minder saat melihat banyak orang sudah memulai duluan
Eits...
Mungkin kamu bukan yg pertama datang
Tenang, cobalah bertahan
Sebab seorang pemenang tidak melulu mereka yg datang duluan, tapi ia yg paling lama bertahan di atas arena pertandingan...
Sipp?

Want your business to be the top-listed Beauty Salon in Bekasi?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Telephone

Address


Bekasi
17510

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 17:00
Saturday 08:00 - 15:00
Sunday 08:00 - 12:00