Tips Perawatan Wajah Sehat
sharing tentang perawatan kulit
08/02/2022
Bosen gak sih bestie?
Udah skincare an rutin tapi kok perubahan nya lamaaaaa bgt. Teruss ga maksimal deh.
Flek masih ada, jerawat masih on off, masih kusem.
Eittssss, aku tau solasi nya. Ehhh solusi nyaa..
iya, Tau gak sih penyebab kulit kamu susah di ajak cerah ataupun flek kamu bandel bangettt?
Itu karrna SEL KULIT MATI yang ada di wajah kamu masih menumpuk bestie.
Kulit kamu wajib bgt di eksfoliasi alias sel kulit mati kamu harus segera di angkatt loh.
nahhh, Peeling Solution bisa bantu kamu untuk menghempaskan sel kulit mati itu.
Dipakai hanya 2 × seminggu hanya 10menit saja setelah itu cuci wajah dgn air.
Cobain yuk bestie🤗
Work it bgt lohhh😍😍
Tanya2 seputar skincare hub. Wa.me/6289684186611 (mida)
07/01/2022
29/12/2021
10 Kesalahan Saat Memakai Skincare yang Membuat Kulit Berjerawat
Source: www.ittybittydaydream.com
Kadang, kamu seringkali dibuat bingung kenapa kulit masih terkena jerawat padahal kamu sudah sering sekali merawat dan menjaga kulit.
Kemungkinan ada kesalahan saat kamu memakai skincare, dan bukan hanya satu, mungkin ada banyak kesalahan yang dilakukan. Kami akan memaparkan apa saja kesalahan saat memakai skincare yang mengakibatkan kulit menjadi berjerawat.
1. TERLALU BANYAK MENGGUNAKAN SKINCARE DAN TIDAK SESUAI DENGAN JENIS KULIT
Semakin beragamnya produk skincare, kamu pasti penasaran ingin mencoba semuanya, padahal belum tentu semuanya cocok dengan jenis kulit karena tidak semua produk skincare cocok dengan kulitmu. Kebiasaan seperti ini yang akhirnya jadi menimbulkan masalah lain di kulit, seperti jerawat yang membutuhkan waktu berhari-hari untuk mengatasinya.
Jadi kalau kamu ingin mencoba berbagai produk skincare, pastikan terlebih dahulu jenis kulitmu. Jika sudah ditentukan, coba pakai produk tersebut selama seminggu hingga dua minggu.
2. GANTI-GANTI SKINCARE
Kesalahan ini hampir sama seperti di atas. Karena hari pertama kamu merasa tidak cocok dan terdapat efek yang tidak bagus, akhirnya kamu menoba produk lain dengan formula yang berbeda. Tentu saja kebiasaan ini membuat kulit rentan terhadap jerawat.
3. MEMAKAI SUNSCREEN HANYA SAAT PANAS
Karena di luar cuacanya mendung kita jadi malas untuk mengaplikasikan sunscreen saat mau keluar rumah. Hal seperti seharusnya dihindari, karena bagaimana pun cuacanya menggunakan sunscreen sifatnya adalah wajib. Bahkan di negara-negara dengan empat musim, para dokter kecantikan juga menyarankan untuk tetap menggunakan sunscreen saat sedang musim dingin.
4. TERLALU SERING CUCI MUKA
Terlalu sering mencuci muka sebenarnya tidak bagus sama sekali. Karena, semakin sering kamu cuci muka justru membuat kulit menjadi iritasi dan bisa merangsang produksi minyak berlebih. Adanya sebum yang berlebih bisa membuat kulit berjerawat. Jadi, cukup dengan cuci muka dua kali sehari, pagi dan malam hari. Jika kamu hanya beraktivitas di dalam ruangan, tidak menggunakan makeup, dan tidak terlalu banyak berkeringat, cukup bilas wajah dengan air hangat di malam hari.
5. MELUPAKAN PROSES EKSFOLIASI
Eksfoliasi adalah perawatan kulit yang punya fungsi mengangkat sel-sel kulit mati. Proses eksfoliasi yang rutin dapat memberikan efek berbeda ke wajah, karena sel-sel kulit mati yang terangkat akan digantikan dengan sel kulit yang baru. Jadi kamu melewatkan proses yang satu ini, bekas-bekas jerawat akan tinggal lebih lama di kulit.
6. SALAH MENGGUNAKAN SKINCARE REMEDY
Natural mask lagi jadi tren skincare, bahkan banyak beauty vlogger yang memberikan tutorial tentang natural mask. Mungkin, di awal penggunaan natural mask akan ada yang berhasil. Namun, tidak jarang juga di tengah-tengah pemakaian, kulit justru menjadi rusak. Mungin ada yang salah saat memakai natural mask tersebut, seperti kurang bersih saat mencuci wajah. Jadi, sebelum kamu menggunakan masker yang alami jangan lupa untuk melakukan double cleansing.
7. TIDUR MASIH MENGGUNAKAN SHEET MASK
Tidak ada yang salah dengan menggunakan sheet mask setiap hari, yang salah adalah jika kamu memakai sheet mask dan dibawa tidur. Jika dipakai terlalu lama, sheet mask bukan lagi menjadi skincare yang melembapkan wajah, tapi malah membuat kulitmu kering.
8. MENGGUNAKAN BABY WIPES SEBAGAI MAKEUP REMOVER
Baby wipes, atau tisu bayi, tidak dirancang sebagai makeup remover ataupun makeup cleanser. Memang setelah menggunakan baby wipes, kulit menjadi lebih bersih, namun kenyataannya tisu bayi tidak membersihkan pori-pori. Gerakan saat membersihkan wajah menggunakan baby wipes ini juga terlalu harsh untuk kulit wajah.
9. CARA MEMAKAI SERUM YANG SALAH
Biasanya serum punya fungsi untuk menghilangkan bekas jerawat. Namun bagaimana jika setelah memakai serum, jerawat malah semakin banyak? Jadi, sebelum kamu memakai serum, pastikan bahwa kamu sedang tidak berjerawat. Karena jika kamu memakai serum saat breakout, kondisi jerawatmu akan semakin parah
10.LUPA MENGAPLIKASIKAN MOISTURIZER
Sama halnya kayak sunscreen, pelembap atau moisturizer harus tetap jadi skincare yang harus dipakai setiap hari. Biasanya, setelah membersihkan wajah, kelembapan alami kulit akan terkikis. Jadi pastikan untuk menjaga kelembapan kulit agar terus seimbang. Jangan lupa untuk memilih pelembap yang memiliki tekstur ringan seperti lotion dan gel.
Itty bitty day dream Blog Description Here
Hallo Selamat Pagi Sobat Sehat
Selain Wajah Sehat pasti sobat sekalian mau juga donk punya Berat Badan Ideal
Nah Udah Tau belum cara Menghitung Berat Ideal sesuai Tinggi badan kamu???
Niyh Mimin kasih tau cara Menghitung BB IDEAL dengan Metode Broca
Berikut adalah rumusnya:
Pria: Berat badan ideal (kilogram) = [tinggi badan (sentimeter) – 100] – [(tinggi badan (sentimeter) – 100) x 10 persen]
Wanita: Berat badan ideal (kilogram) = [tinggi badan (sentimeter) – 100] – [(tinggi badan (sentimeter) – 100) x 15 persen]
Contoh: Jika Kamu seorang Wanita dengan tinggi badan 158cm
Maka cara menghitungnya adalah
(158-100)-[(158-100)x15%),
58-(58x15%)
58-8,7= 49,3
Jadi, berat badan ideal kamu adalah 49,3 kilogram.
Yuu kita coba Hitung Bb idealmu...
Pencegahan Flek Hitam
Flek hitam timbul karena kombinasi faktor genetik dan paparan sinar matahari atau sinar ultraviolet (UV). Faktor genetik memang tidak dapat diubah, tetapi paparan langsung sinar UV pada kulit dapat dicegah dengan beberapa cara berikut:
• Hindari aktivitas di luar ruangan saat matahari bersinar terik, yaitu sekitar jam jam 10 pagi hingga 4 sore.
• Gunakan tabir surya yang mengandung SPF 30 atau lebih saat akan keluar rumah.
• Kenakan pakaian tertutup, seperti baju, celana panjang, dan topi, saat beraktivitas di luar ruangan saat matahari sedang terik.
Pengobatan Flek Hitam
Flek hitam umumnya tidak berbahaya sehingga tidak memerlukan pengobatan. Bahkan, sebagian besar kondisi ini cenderung menghilang dengan sendirinya seiring pertambahan usia.
Meski demikian, sebagian orang merasa kondisi ini mengganggu penampilan. Oleh karena itu, penanganan flek hitam bertujuan untuk menutupi, mencerahkan, dan menyamarkan bintik hitam atau perubahan warna kulit yang terjadi.
Salah satu hal yang dapat dilakukan adalah dengan penggunaan riasan atau bahan alami untuk memutihkan wajah. Selain itu, jika flek hitam dirasa mengganggu, ada beberapa metode penanganan yang dapat diberikan oleh dokter, yaitu:
1. Tabir surya (sunblock)
Agar kulit terlindungi dari paparan sinar ultraviolet, Anda dianjurkan untuk menggunakan tabir surya dengan SPF 30 atau lebih saat beraktivitas di luar ruangan.
2. Krim pemutih
Krim pemutih biasanya mengandung hydroquinone yang berfungsi untuk menekan produksi melanin dan mencerahkan area kulit yang gelap.
3. Krim retinoid
Krim retinoid mengandung senyawa vitamin A, seperti tretinoin topikal. Obat ini berfungsi untuk mencerahkan sekaligus mengatasi flek hitam. Hasil pengobatan dengan tretinoin topikal umumnya dapat dilihat setelah penggunaan rutin selama beberapa bulan. Obat ini bisa didapat dengan resep dokter.
4. Terapi laser
Terapi laser dilakukan dengan memancarkan sinar yang memiliki gelombang dan intensitas tertentu pada flek hitam di kulit. Terapi ini dapat mencerahkan dan mengurangi tampilan flek hitam dengan aman dan efektif. Dampak yang ditimbulkan dari terapi laser juga relatif rendah.
5. Cryosurgery
Cryosurgery adalah prosedur yang menggunakan cairan nitrogen bersuhu rendah untuk membekukan dan menghancurkan sel kulit bermasalah, seperti flek hitam. Prosedur ini dinilai aman dengan waktu pemulihan yang singkat. Meski demikian, tidak semua jenis flek dapat ditangani dengan cara ini.
6. Chemical peeling
Chemical peeling dilakukan dengan menggunakan cairan kimia, seperti asam alfahidroksi atau asam trikoloasetat. Bahan ini bekerja dengan mengangkat sel-sel kulit bermasalah dan mendorong regenerasi kulit.
Secara umum, penanganan flek hitam perlu dilakukan secara rutin untuk mendapat hasil yang maksimal. Selain memberikan manfaat, cara-cara penanganan di atas juga berpotensi menyebabkan efek samping, salah satunya iritasi kulit. Bila mengalami efek samping tersebut, segera periksakan diri ke dokter.
Flek Hitam
Flek hitam atau ephelis adalah bintik-bintik kecil pada kulit yang berwarna lebih gelap daripada area di sekelilingnya. Flek hitam sering muncul di wajah. Namun, flek hitam juga bisa terjadi di kulit lengan, dada, atau leher.
Flek hitam merupakan kondisi yang wajar dan dapat terjadi di segala usia, terutama pada musim panas dan pada orang yang berkulit putih. Kondisi ini terjadi akibat peningkatan produksi pigmen alami kulit (melanin).
Flek hitam sering disebut freckles. Padahal, flek hitam hanyalah salah satu jenis freckles. Jenis lain dari freckles adalah lentigo. Salah satu jenis lentigo, yaitu solar lentigo yang sering muncul pada usia tua dan penyebab utamanya adalah paparan sinar matahari.
Penyebab Flek Hitam
Flek hitam muncul karena peningkatan produksi melanin di kulit, terutama setelah terpapar sinar matahari atau sinar ultraviolet. Melanin adalah pigmen alami yang menentukan warna kulit seseorang. Semakin banyak kandungan melanin pada kulit, maka semakin gelap kulit orang tersebut.
Flek hitam muncul saat kulit menyerap sinar ultraviolet, sehingga menyebabkan peningkatan produksi melanin. Selanjutnya, bagian kulit yang memiliki banyak melanin atau mengalami penumpukan melanin, akan berwarna lebih gelap dibandingkan kulit sekitarnya, sehingga tampak seperti bintik-bintik.
Flek hitam dapat dialami oleh semua orang di segala usia. Namun, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko munculnya flek hitam, yaitu:
• Sering terpapar sinar matahari atau terpapar dalam waktu yang lama
• Memiliki kulit putih atau cerah
• Memiliki keluarga yang juga mengalami kondisi serupa (faktor genetik)
Gejala Flek Hitam
Flek hitam bukan suatu kondisi yang menimbulkan gejala tertentu. Meski demikian, kondisi ini memiliki karakteristik khas dari segi warna, bentuk, lokasi, dan pemicunya. Berikut adalah penjelasannya:
• Warna
• Flek hitam umumnya tidak berwarna hitam, tetapi kemerahan atau kecokelatan dan lebih gelap dibanding area kulit sekitarnya.
• Bentuk
• Flek hitam tampak seperti bercak atau titik-titik noda kecil (berukuran sekitar 1 mm) dan datar (tidak menonjol) yang menyebar di permukaan kulit.
• Lokasi
• Flek hitam biasa muncul di wajah dan umumnya menyebar dari tulang hidung ke p**i. Flek hitam juga biasa muncul di leher, dada, dan lengan.
• Pemicu
• Flek hitam biasa muncul setelah terpapar sinar matahari, seperti pada musim panas dan akan menghilang bila tidak terpapar sinar matahari.
Flek hitam umumnya pertama kali muncul pada masa kanak-kanak dan menghilang seiring pertambahan usia. Flek ini pun umumnya tidak menimbulkan rasa sakit dan umumnya tidak berbahaya bagi kesehatan.
23/12/2021
Apa manfaat chemical peeling?
Chemical peeling bisa atasi berbagai masalah kulit
Banyak wanita yang melakukan peeling wajah karena hasilnya dapat membuat kulit wajah bersinar dan tampak lebih cantik.
Padahal, manfaat chemical peeling juga dapat mengatasi berbagai keluhan seputar kecantikan.
Berikut adalah berbagai manfaat chemical peeling yang bisa Anda dapat:
• Mengatasi kerutan akibat penuaan atau paparan sinar matahari
• Mengurangi garis-garis halus yang biasanya ada di sekitar bawah mata dan mulut
• Mengatasi beberapa jenis jerawat dan bekas jerawat
• Mengurangi flek hitam, kulit kusam dan gelap
• Meremajakan kulit
• Mengatasi bekas luka ringan
• Mencerahkan warna kulit
• Membuat kulit wajah bersinar, cantik, dan sehat
Cara Tepat Melakukan Eksfoliasi Wajah
Setelah mengetahui manfaat apa saja yang akan kamu peroleh dari proses eksfoliasi, kini saatnya kamu melakukannya secara rutin. Namun sebelum itu, kamu perlu mengetahui cara tepat melakukan eksfoliasi agar hasilnya optimal. Simak caranya berikut ini.
1. Ketahui Produk Eksfoliasi yang Cocok
Dalam memilih produk eksfoliasi, kamu harus mengetahui produk yang cocok untuk jenis dan kondisi kulit kamu. Bagi pemilik kulit sensitif, sebaiknya gunakan produk yang terbuat dari bahan-bahan alami dan lembut di kulit. Untuk kulit kering, kamu bisa menggunakan produk yang bertekstur ringan dan tidak membuat kulit terkelupas. Sementara untuk kulit berminyak dan berjerawat, sangat disarankan menggunakan produk yang memiliki bahan kimia aktif, seperti hydroxy acid.
2. Hindari Terlalu Sering Melakukan Eksfoliasi
Idealnya, proses pengangkatan sel-sel kulit mati ini hanya dilakukan sebanyak 1-2 kali dalam seminggu. Jika kamu menggunakan produk yang memiliki kandungan kimia aktif, sebaiknya hindari melakukannya lebih dari itu karena bisa berpotensi menyebabkan kulit menjadi sensitif dan inflamasi. Pilih produk yang lembut dan berbahan alami apabila kamu ingin melakukan eksfoliasi setiap hari.
3. Lakukan Eksfoliasi pada Waktu dan dengan Cara yang Tepat
Eksfoliasi sebaiknya dilakukan pada malam hari sebelum tidur karena lebih memaksimalkan skincare pada malam hari. Selain itu, apabila dilakukan pada pagi atau siang hari, kulit berpotensi mengalami iritasi karena terkena paparan sinar matahari.
Untuk melakukannya, pastikan tangan bersih sebelum mengaplikasikan produk eksfoliasi. Lalu, lakukan uap wajah menggunakan air panas agar pori-pori terbuka. Bersihkan wajah dengan sabun wajah dan mulailah melakukan eksfoliasi dengan lembut. Setelah itu, cuci wajah dengan air suhu ruang untuk kembali menutup pori-pori. Proses eksfoliasi selesai, dan kamu bisa melanjutkannya dengan tahapan skincare berikutnya.
Apabila kamu menggunakan exfoliating toner untuk eksfoliasi, kamu bisa melakukan eksfoliasi setelah mencuci wajah. Tanpa perlu membilasnya terlebih dahulu dengan air, kamu bisa langsung melanjutkannya dengan menggunakan hydrating toner dan pelembap wajah agar kulit terhidrasi secara maksimal.
18/12/2021
Ini 7 Kandungan Skincare yang Tidak Boleh Dipakai Bersamaan
Memakai kandungan skincare yang tidak boleh dipakai bersamaan bisa mengakibatkan masalah kulit yang berbahaya, lho! Yuk, ketahui selengkapnya di sini!
Rasanya sudah banyak ragam skincare dan kandungannya yang bermanfaat bisa didapatkan dengan mudah. Banyak orang juga kini sudah mulai memakai skincare berlapis-lapis menerapkan konsep Japanese 10-Step Skincare Routine. Sayangnya, banyak juga yang masih belum paham kandungan skincare yang digunakan berlapis-lapis itu bisa menimbulkan beragam masalah kulit apabila memakai kandungan yang tak tepat. Nah, agar hal yang tak diinginkan terjadi, yuk simak 7 kandungan skincare yang tidak boleh dipakai bersamaan di bawah ini.
1. Retinol dan AHA/BHA
Kandungan skincare yang tidak boleh dipakai bersamaan pertama ialah, Retinol dan AHA/BHA. Meskipun tidak termasuk ke dalam zat eksfoliasi seperti AHA/BHA, Retinol memiliki peeling agent yang berfungsi mempercepat sel kulit untuk melakukan regenerasi. Makanya, penggunaan kedua kandungan skincare ini tidak dianjurkan dipakai secara bersamaan karena dapat menimbulkan eksfoliasi yang berlebihan pada kulit wajah. Adapun beberapa dampak yang bisa kulitmu rasakan ketika menggunakan Retinol dan AHA/BHA secara bersamaan:
Kulit menjadi lebih sensitif
Rusaknya skin-barrier pada kulit yang dapat menimbulkan masalah seperti bruntusan dan jerawat
Munculnya ruam kemerahan pada kulit
Kulit kering dan mengelupas
Iritasi pada kulit
2. BHA dan Benzoyl Peroxide
Selanjutnya, Teman Senka pasti sudah tau kalau Benzoyl Peroxide merupakan bahan yang paling bisa diandalkan sebagai obat totol ketika jerawat muncul di wajah. Namun, perlu diketahui juga kalau bahan ini tidak bisa dipakai bersamaan dengan skincare yang mengandung BHA, ya! Alih-alih menghilangkan jerawat dengan cepat, menggabungkan BHA dan Benzoyl Peroxide justru dapat memicu jerawat aktif dan iritasi bila dipakai secara bersamaan. Ugh, nggak mau sampai hal itu terjadi kan?
3. Vitamin C dan AHA
Terkadang, kita akan melakukan cara apapun yang bisa membuat kulit wajah terlihat lebih cerah merona, salah satunya menggunakan skincare dengan kandungan Vitamin C dan AHA. Namun, sayangnya menggunakan kedua kandungan ini secara bersamaan is a big no, Teman Senka! Karena Vitamin C sendiri memiliki kandungan asam aktif, sama seperti dengan kandungan AHA. Mencampurkan kedua bahan ini hanya akan mengganggu keseimbangan pH kulit dan dapat memicu iritasi pada kulit, lho. Solusinya, kamu bisa memberi jarak pemakaian kedua kandungan ini, misalnya skincare dengan kandungan Vitamin C di pagi hari, serta AHA untuk malam hari.
4. AHA/BHA dan Niacinamide
Kandungan skincare yang tidak boleh dipakai bersamaan selanjutnya ini rasanya sudah sering banget dibicarakan ya, Teman Senka. Mencampurkan AHA/BHA dan Niacinamide secara bersamaan menjadi larangan keras yang wajib kamu hindari. Memang benar, Niacinamide atau Vitamin B3 ini memang sangat baik memperbaiki tekstur dan kondisi kulit. Namun, kandungan ini bekerja pada pH kulit netral. Sementara, AHA/BHA yang membuat pH kulit menjadi rendah. Sehingga, menggabungkan keduanya tidaklah bijak karena dapat mengurangi kinerja kedua kandungan dan bahkan dapat membuat kulit menjadi iritasi.
5. Water-based dan Oil-based
Kalian pasti tau betul kalau air dan minyak merupakan dua hal yang saling bertentangan. Faktanya, hal itu juga berlaku dalam dunia skincare, lho. Ketika menggabungkan kedua bahan skincare ini, kulitmu tidak akan bisa menerima manfaat dari skincare yang water-based karena terhalangi penyerapannya oleh skincare oil-based. Jadi, baiknya perhatikan lagi produk skincare-mu, ya. Supaya kamu bisa mendapatkan fungsi dari masing-masing skincare dengan optimal.
6. Retin-A dan Scrub
Selanjutnya, adalah Retin-A dan scrub. Meskipun memiliki nama yang familiar, Retin-A ini berbeda dengan Retinol, Teman Senka! Retin-A adalah kandungan turunan dari Vitamin A yang bekerja untuk meningkatkan pergantian pada sel kulit.
Retin-A juga bekerja sebagai pengelupas kulit alami untuk menggantikan kulit baru, sehingga kulit menjadi halus dan lembut. Scrub seperti yang kita tau memiliki fungsi yang sama dengan Retin-A nih, yaitu sebagai pengelupas kulit. Scrub merupakan butiran halus yang dikenal sebagai physical exfoliator untuk mengangkat sel kulit mati dan kotoran yang menumpuk pada permukaan kulit. Makanya, kamu wajib menghindari menggunakan Retin-A dan scrub secara bersamaan demi menghindari eksfoliasi berlebihan yang dapat menimbulkan kulit iritasi dan merah-merah.
7. Salicylic Acid dan Retinol
Last but not least, kandungan skincare yang tidak boleh dipakai bersamaan yang terakhir adalah Salicylic Acid dan Retinol. Biasanya, kamu akan menemukan kandungan Salicylic Acid pada banyak skincare yang diperuntukkan kulit berjerawat. Salicylic acid sendiri memiliki banyak fungsi, seperti mengangkat komedo, menghilangkan jerawat, dan mengurangi produksi minyak berlebih. Meskipun memiliki banyak manfaat, Salicylic Acid memiliki tingkat iritasi yang cukup tinggi bagi kulit, sama halnya dengan Retinol. Selain itu, mencampur Salicylic Acid dan Retinol juga dapat menyebabkan kulit menjadi sangat sensitif terhadap sengatan sinar matahari, sehingga kulit berisiko mengalami dampak buruk dari sinar UV lebih tinggi meskipun sudah menggunakan sunscreen.
Yup, itu dia 7 kandungan skincare yang tidak boleh dipakai bersamaan yang perlu kamu catat dan ingat supaya terhindar dari beragam masalah kulit.
Semoga Bermanfaat🥰
PENTINGNYA MENGGUNAKAN MOISTURIZER SETIAP HARI
Mencuci muka memang penting dilakukan setiap hari agar wajah tetap bersih dan terasa segar. Akan tetapi, tahukah kamu bahwa mencuci muka bisa menurunkan kadar pH alami kulit wajah? Hal ini karena sabun pembersih wajah yang kamu gunakan untuk mencuci muka bisa mengikis kelembaban alami kulit wajah.
Akibatnya, wajah menjadi kering. Selain itu, terlalu lama berada di dalam ruangan ber-AC juga bisa bikin kulit wajah kamu jadi kering. Itulah mengapa kamu perlu menggunakan moisturizer setiap hari.
Moisturizer atau yang biasa disebut juga dengan pelembap, manfaat moisturizer untuk mengembalikan protein keratin pada kulit wajah. Protein ini dibutuhkan agar kulit tetap lembap, halus, dan sehat. Penyebab kulit wajah kering adalah karena kelembapan alami kulit berkurang dan kadar pH rendah karena kekurangan protein keratin. Nah, menggunakan moisturizer dapat membantu meningkatkan kadar pH dan produksi keratin, sehingga kulit menjadi lembap.
Berikut manfaat moisturizer untuk kulit yang digunakan setiap hari:
1. Menutrisi Kulit
Selain melembapkan, moisturizer juga biasanya mengandung berbagai macam vitamin yang diperlukan agar kulit wajah tetap cantik dan sehat. Misalnya seperti, vitamin A dan B5 yang dapat meningkatkan kekencangan dan kelembapan kulit. Antioksidan, vitamin C, dan vitamin E bermanfaat untuk melindungi kulit dari kerusakan. Ditambah SPF yang dapat melindungi kulit dari dampak buruk sinar matahari.
2. Mencegah Timbulnya Berbagai Masalah Kulit
Menggunakan moisturizer setiap hari dapat mencegah dua kondisi ekstrem terjadi pada kulit wajah, yaitu kekeringan atau terlalu berminyak. Kedua ekstrem tersebut tidak baik bagi kulit wajah dan bisa menyebabkan timbulnya masalah kulit seperti jerawat. Jadi, bagi kamu yang punya jenis Kulit wajah berminyak, bukan berarti kamu tidak perlu menggunakan moisturizer. Kamu tetap butuh nutrisi yang ada dalam moisturizer yang justru dapat mencegah timbulnya jerawat. Buat jenis wajah berminyak, pilihlah moisturizer yang bertekstur ringan, berbahan dasar air, dan mudah diserap.
3. Membuat Kulit Wajah Awet Muda
Tahukah kamu kulit kering menyebabkan wajah tampak lebih tua? Bagi sebagian orang, kulit kering memang merupakan dampak sementara akibat cuaca buruk dan perubahan hormon. Namun, bila kulit dibiarkan kering dan produksi minyak semakin berkurang, maka lama-kelamaan akan muncul tanda-tanda penuaan pada kulit wajah, seperti garis halus, kerutan, dan bercak-bercak kering. Nah, menggunakan moisturizer setiap hari dapat menjaga kulit tetap terhidrasi, sehingga dapat memperlambat munculnya tanda-tanda penuaan. Selain itu, memijat wajah dengan lembut saat mengaplikasikan moisturizer juga bisa membantu merangsang sirkulasi darah dan pembentukan sel baru, sehingga wajah akan tampak selalu awet muda.
4. Membantu Kulit untuk Berfungsi dengan Baik
Menjaga kulit wajah terhidrasi dengan baik maka lapisan perlindungan kulit dapat berfungsi secara optimal. Lapisan perlindungan kulit ini sangat penting karena berfungsi untuk menjaga lapisan kulit yang lebih dalam dari polutan luar, seperti polusi, bahan kimia, dan faktor lingkungan lainnya.
5. Menutupi Kekurangan Kulit Wajah Lainnya
Menggunakan moisturizer yang bagus juga bisa menjadi cara untuk menyamarkan noda di kulit wajah. Hal ini karena manfaat moisturizer cenderung membuat kulit menjadi sedikit berkilau, sehingga noda wajah tidak akan terlalu terlihat. Bahkan buat kamu yang punya warna kulit tidak rata, penggunaan moisturizer sangat dianjurkan.
Jadi, jangan malas menggunakan moisturizer setiap hari ya, agar kulit wajahmu senantiasa cantik dan sehat.
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Contact the business
Telephone
Website
Address
Bogor
16157
