Sanggar Agung Sutri Wali Ayu

Sanggar Agung Sutri Wali Ayu

Share

Bali agar tetap eling pada jatidiri sbg mahluk spiritual & berakhlak mulia.

Penggerak budaya,pewaris tradisi.Wanita Bali lahir untuk menjaga warisan budaya tanah kelahiran dengan berbagai kegiatan/kreativitas seni budaya yang menjadi nadi kehidupan masy.

Photos from Sanggar Agung Sutri Wali Ayu's post 20/05/2026

“Ngayah dengan Tulus, Menjaga Tradisi Leluhur Bali”

Sekeha Rejang Sutri Wali Ayu merupakan kelompok seni dan ngayah tari tradisional Bali yang berlokasi di Padangsambian – Denpasar.
Kami hadir sebagai wadah pelestarian seni budaya dan tradisi sakral Bali, khususnya Tari Rejang yang penuh makna spiritual, keindahan, dan kebersamaan.
Dengan semangat ngayah dan kekeluargaan, kami aktif berpartisipasi dalam:
🌷Upacara keagamaan Hindu Bali
🌷Piodalan dan karya adat
🌷Pembinaan seni tari tradisional
🌷Kegiatan budaya dan sosial masyarakat

Visi
Melestarikan seni tari sakral Bali sebagai warisan budaya luhur yang diwariskan kepada generasi berikutnya.

Misi
Menjaga pakem dan etika Tari Rejang
Mempererat rasa kebersamaan antar anggota
Menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya Bali
Mendukung kegiatan adat dan keagamaan di masyarakat

Kegiatan
✨ Latihan Tari Rejang
✨ Ngayah di Pura
✨ Pembinaan Seni Tradisional
✨ Partisipasi Acara Budaya
✨ Kebersamaan dan Pengabdian Sosial
Sekretariat
📍 Padangsambian – Denpasar, Bali
Jl. Gn. Tangkuban Perahu Br. Buana Agung No.33, Padangsambian, Kec. Denpasar Barat, Kota Denpasar, Bali 80118

Media Sosial
Facebook: Sanggar Agung Sutri Wali Ayu

“Ajeg Budaya Bali, Lestari Sepanjang Masa”

18/05/2026
16/02/2026

Kegiatan pentas
15.03.2026

04/02/2026

Kehadiran pengayah (penari) Rejang dalam upacara adat dan keagamaan di Bali bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan wujud persembahan suci dan pengabdian tulus (ngayah) kepada Tuhan dan Dewa-Dewi. Tari Rejang dikategorikan sebagai Tari Wali (tari sakral) yang dipentaskan khusus oleh perempuan sebagai simbol bidadari yang menuntun Bathara/Dewa turun ke bumi. 

Berikut adalah makna mendalam dari kehadiran pengayah Rejang:

Penyambutan Para Dewa (Pemendak): Tari Rejang berfungsi sebagai sarana menyambut kedatangan para dewa yang turun dari khayangan untuk bersemayam di pura.

Wujud Bhakti dan Syukur: Menjadi bentuk persembahan tulus ikhlas (ngayah) dari umat, terutama kaum perempuan, kepada Sang Pencipta atas rezeki dan kehidupan yang diberikan.

Penyucian Lingkungan Pura: Gerakan tari yang sederhana namun sakral, dipadukan dengan busana yang meriah, diyakini dapat menyucikan area pura (Utama Mandala) dari energi negatif sebelum puncak piodalan.

Simbol Kecantikan dan Kesucian: Penari Rejang melambangkan bidadari yang turun dari kahyangan, mencerminkan kesucian dan keindahan (keharuman).

Kelestarian Adat dan Kebudayaan: Kehadiran pengayah (contoh: ibu-ibu PKK) menunjukkan komitmen pelestarian budaya lokal Bali di tengah perkembangan zaman. 

Secara ringkas, kehadiran pengayah Rejang menghadirkan getaran spiritual yang sakral, memadukan keindahan gerak dengan niat tulus berbhakti (ngayah) kepada Tuhan.

Photos from Sanggar Agung Sutri Wali Ayu's post 15/12/2025

13.12.25
Pura Goa Lawah🙏

28/10/2025

Pura Dalem Bungkut Nusa Penida
25.10.2025

26/09/2025

Tampil lomba perdana...

Want your business to be the top-listed Beauty Salon in Denpasar?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Category

Website

Address


Jalan Tangkuban Perahu
Denpasar
80117