Kutus Kutus Tamba Waras

Kutus Kutus Tamba Waras

Share

Menjual Semua Produk Kutus Kutus Tamba Waras. Produk dijamin asli/original. Melayani pengiriman ke s

18/04/2020

8 bahan dasar yang terkandung dalam minyak kutus-kutus, yaitu:

1. Daun neem
Neem atau yang memiliki nama latin Azadirachta indica adalah tanaman yang berasal dari India. Sejak zaman dahulu, tanaman herbal satu ini digunakan untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan. Tak hanya daunnya saja, kulit, bunga, buah, biji dan bahkan akarnya juga bisa dimanfaatkan sebagai obat.

Beberapa studi menemukan bahwa herbal satu ini dapat digunakan untuk membantu melawan plak serta mengobati bisul dan kanker. Beberapa studi lainnya juga menjelaskan bahwa herbal ini dapat digunakan untuk mengatasi gangguan penglihatan, mimisan, cacingan, gangguan pencernaan, penyakit kardiovaskuler, mengendalikan gula darah bagi pasien diabetes, mengurangi peradangan, mengatasi infeksi saluran, hingga meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Sayangnya, penelitian yang sudah dilakukan bersifat terbatas, sehingga masih terlalu dini untuk mengatakan bahwa ekstrak herbal dalam minyak kutus-kutus ini ampuh untuk mengatasi berbagai kondisi yang sudah disebutkan di atas.

2. Daun ash*taba
Ash*taba adalah tanaman herbal yang banyak tumbuh di negara Jepang. Akar, daun, dan batang tanaman ini dapat digunakan sebagai obat. Biasanya, tanaman ini digunakan untuk mengatasi mulas karena gangguan pencernaan seperti GERD.

Ekstrak ash*taba dalam minyak kutus-kutus digunakan untuk mengatasi tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, asam urat, sembelit, dan demam. Minyak ini juga digunakan untuk mengatasi cacar, retensi cairan, pembekuan darah, hingga keracunan makanan.

Para ahli percaya bahwa senyawa kimia yang terkandung dalam daun ini bekerja sebagai antioksidan. Beberapa senyawa kimia lainnya juga membantu menghambat sekresi asam di lambung. Namun, belum ada informasi spesifik yang mampu menjelaskan bagaimana daun ash*taba bisa mengatasi berbagai kondisi di atas.

3. Purwaceng
Di Indonesia, purwaceng dikenal sebagai obat herbal untuk meningkatkan gairah seksual pria. Herbal ini bahkan sering disebut sebagai obat vi**ra alami. Hampir seluruh bagian dari tanaman ini dapat dimanfaatkan. Namun, bagian akarnyalah yang paling sering digunakan.

Selain meningkatkan kejantanan pria, purwaceng juga diklaim dapat digunakan untuk melancarkan sirkulasi darah, mengatasi infeksi saluran pernapasan atas, infeksi saluran kencing, batu ginjal, dan retensi cairan (edema). Tak hanya itu, herbal ini juga dapat digunakan untuk membantu meredakan nyeri, demam, hingga gangguan pencernaan.

Namun sayangnya masih sedikit penelitian yang membuktikan manfaat-manfaat purwaceng tersebut.

4. Bunga lawang
Bunga lawang juga sering disebut dengan kembang lawang atau pekak. Rempah ini berasal dari Tiongkok Selatan dan Vietnam. Bagi masyarakat Asia, bunga lawang digunakan dalam banyak masakan.

Berdasarkan penelitian yang sudah ada, bunga lawang diketahui bermanfaat untuk mengobati infeksi bakteri dan jamur. Antioksidan yang terkandung dalam bunga lawang juga dipercaya dapat membantu mencegah penuaan dini pada kulit dan bahkan menguragi perkembangan sel kanker.

5. Temulawak
Manfaat temulawak telah terbukti dalam pengobatan Cina tradisional. Mereka banyak yang menggunakan temulawak, baik temulawak asli maupun temulawak krim, sebagai obat anti peradangan serta penyembuh luka.

Herbal satu ini juga sering digunakan untuk membantu mengatasi gangguan pencernaan, osteroarthritis, serta membantu pengobatan kanker. Walaupun masih sangat sedikit penelitian yang tersedia terkait manfaat temulawak dengan pengobatan kanker, namun beberapa ahli percaya temulawak dapat berguna untuk membantu pengobatan kanker prostat, kanker payudara, dan kanker usus.

Beberapa manfaat temulawak ada p**a yang belum terbukti dalam studi ilmiah. Misalnya, untuk mengatasi ekzema, sirosis, penyakit jantung, masalah kesehatan mulut, serta batu empedu.

Dibutuhkan banyak penelitian lanjutan untuk memastikan manfaat temulawak dalam minyak kutus kutus untuk kesehatan.

6. P**e
P**e merupakan sebuah pohon yang memiliki nama latin Alstonia scholaris. Di Indonesia sendiri, tanaman ini dikenal dengan berbagai macam nama, mulai dari p**ai, kayu gabus, lame, lamo, dan jeletung. Kulit kayu dan daun merupakan dua bagian dari pohon p**e yang sering diolah menjadi minyak kutus-kutus.

P**e sering digunakan untuk mengatasi penyakit malaria, anemia, arthritis, dan tekanan darah tinggi. Tanaman ini juga sering digunakan sebagai stimulan.

Namun sayangnya belum banyak penelitian yang dapat membuktikan manfaat-manfaat tersebut.

7. Kayu gaharu
Gaharu merupakan salah satu kayu yang memiliki nilai jual tinggi. Pasalnya, batang, daun, hingga ekstrak minyak tanaman ini menawarkan banyak sekali manfaat kesehatan. Gaharu sering digunakan sebagai aromatik dalam pembuatan d**a.

Sementara setelah diolah menjadi minyak kutus kutus, batang tanaman ini dipercaya dapat membantu mengatasi penyakit ginjal kronis seperti batu ginjal dan gagal ginjal. Gaharu juga diketahui membantu mengatasi asma, kebotakan, gangguan pencernaan, pembengkakan, hingga merileksasikan pikiran.

Sama seperti tanaman herbal pada umumnya, berbagai manfaat gaharu masih perlu diteliti lebih lanjut.

8. Minyak kelapa
Minyak kelapa tak hanya enak diolah menjadi makanan. Faktanya, minyak ini juga menawarkan banyak manfaat untuk kesehatan Anda. Bahkan, minyak kelapa dapat dikategorikan sebagai superfood berkat kekayaan nutrisinya yang baik untuk kesehatan tubuh.

Berbagai penelitian menemukan bahwa minyak ini bermanfaat untuk mengurangi peradangan karena kandungan antioksidannya yang tinggi. Selain itu, minyak ini juga dapat membantu mencegah penyakit gusi dan karies gigi, menstabilkan gula darah, membakar lemak perut, hingga memelihara kesehatan rambut dan kulit.

Ketimbang minyak jenis lainnya, minyak kelapa lebih mudah diserap kulit.

Photos from Kutus Kutus Tamba Waras's post 14/03/2020

Minyak Kutus Kutus terbuat dari campuran beragam tanaman herbal yang di ekstrak dengan minyak kelapa dan dicampur dengan minyak essential hingga terjadi paduan serasi antara jamu dan aromaterapi yang biasanya dua cara pengobatan ini dilakukan dengan cara berbeda. Unsur jamu digunakan untuk mengobati, sedangkan unsur aromaterapi digunakan untuk menenangkan tubuh, sehingga proses penyembuhan akan berlangsung dengan menyenangkan. Minyak Kutus Kutus juga sangat mudah meresap kedalam semua sirkulasi tubuh karena molekul dari minyak ini berukuran sangat kecil sehingga penyerapannya sangat cepat dan tidak memberi rasa lengket pada tubuh.
Minyak Kutus Kutus dipercaya mampu mengaktifkan energi tubuh yang sering disebut “Chi” sehingga secara otomatis menjaga keseimbangan dan kesehatan tubuh. Energi Chi adalah energi inti kehid**an, yang mengalir pada jalur-jalur meridian (titik akupuntur) pada tubuh kita. Energi yang membuat manusia hidup dan semua organ berfungsi dengan baik. Apabila terdapat gangguan pada Chi maka akan terdapat gangguan p**a pada organ tubuh.
Kegunaan dari Minyak Kutus Kutus, antara lain membantu mendapatkan kesehatan secara khusus membangkitkan energi penyembuh dari alam dengan bahan tradisional dari masuk angin,perut kembung dan gatal gatal akibat digigit serangga serta sebagai minyak urut untuk membantu meredahkan pegal linu,encok, nyeri pada persendian dan lain sebagainya.
Untuk cara pemakaian Minyak Kutus Kutus cukup mudah, yaitu dengan cara membalurkannya pada bagian telapak dan jari jari kaki, tulang punggung dari atas sampai tulang ekor, dan pada bagian tubuh yang bermasalah, dengan intensitas sesuai dengan anjuran yang tertera pada label kemasan. Karena terbuat dari bahan-bahan alami, maka minyak ini sangat aman dan nyaman untuk digunakan sehari-hari. Sifatnya yang alami membuat minyak ini memiliki khasiat ganda, yaitu untuk menyembuhkan penyakit dan dapat menenangkan jiwa, sehingga proses penyembuhan akan memberikan efek yang menyenangkan serta membahagiakan.

Want your business to be the top-listed Beauty Salon in Jakarta?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Telephone

Address


Jakarta

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 17:00
Saturday 09:00 - 17:00
Sunday 09:00 - 17:00