MDtherapeutics indonesia

MDtherapeutics indonesia

Share

MD Therapeutics adalah suatu perusahaan yang bergerak dalam bidang medis, khususnya kedokteran nutri

Informasi Perusahaan

Riwayat Perusahaan
MD Therapeutics adalah suatu perusahaan yang bergerak dalam bidang medis, khususnya kedokteran nutrisi yang memiliki misi yakni untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Dalam 10 tahun terakhir, kami telah menggabungkan alam dengan bukti klinis untuk memberikan masyarakat suatu pendekatan medis yang bersifat alami. Produk nutrisi kami didas

Photos from MDtherapeutics indonesia's post 30/09/2015

brosur depkes mengenai kencing manis atau diabetes melitus

26/09/2015

Berikut ini adalah penyebab kematian terbanyak di dunia menurut WHO:
1. Penyakit jantung koroner
2. Stroke
3. Infeksi saluran napas bawah
4. Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK)
5. Diare
6. HIV/AIDS
7. Kanker paru
8. Diabetes melitus
9. Kecelakaan lalu lintas
10. Prematuritas

Photos from MDtherapeutics indonesia's post 24/09/2015

Brosur depkes tentang kanker serviks

Photos 23/09/2015

mari selamatkan wanita indonesia part 2

Photos 22/09/2015

faktor resiko pada kanker payudara:
1. Umur
Risiko terkena kanker payudara meningkat seiring bertambahnya usia. Sebagian besar wanita penderita kanker payudara berusia 50 tahun ke atas. Jika Anda mengalami menopause terlambat (setelah umur 55), risiko Anda lebih besar lagi. Secara umum, risiko mencapai puncaknya pada usia lebih dari 60 tahun.

2. Riwayat kanker payudara
Jika Anda pernah memiliki kanker di salah satu payudara, Anda berisiko lebih tinggi bahwa payudara lainnya juga akan terkena.

3. Riwayat keluarga dengan kanker payudara
Jika ibu, saudara perempuan, atau anak perempuan Anda memiliki kanker payudara (terutama sebelum usia 40), risiko Anda lebih tinggi. Risiko berlipat dua bila ada lebih dari satu anggota keluarga inti Anda yang terkena kanker payudara. Memiliki kerabat non-inti dengan kanker payudara (misalnya tante, nenek atau sepupu perempuan) juga meningkatkan risiko Anda.

4. Usia saat melahirkan anak pertama
Semakin tua Anda ketika memiliki anak pertama Anda, semakin besar risiko Anda terkena kanker payudara. Risiko juga meningkat jika Anda sudah berusia 30 tahun atau lebih dan belum pernah melahirkan anak.

5. Perubahan payudara
Perubahan payudara sering terjadi pada hampir semua wanita. Sebagian besar perubahan itu bukan kanker. Namun, beberapa perubahan mungkin adalah tanda-tanda kanker. Jika Anda memiliki perubahan jaringan payudara yang dikenal sebagai hiperplasia atipikal (sesuai hasil biopsi), Anda memiliki peningkatan risiko kanker payudara.

6. Usia saat menstruasi pertama
Jika Anda mulai menstruasi di usia dini (sebelum 12 tahun), Anda memiliki peningkatan risiko kanker payudara.

7. Terapi radiasi di dada
Jika Anda harus menjalani terapi radiasi di dada (termasuk payudara Anda) sebelum usia 30 tahun, Anda memiliki kenaikan risiko. Semakin muda Anda ketika menerima pengobatan radiasi, semakin tinggi risiko Anda terkena kanker payudara di kemudian hari.

8. Kepadatan tisu payudara
Penelitian telah menunjukkan bahwa wanita usia 45 tahun atau lebih yang memiliki minimal 75 persen jaringan padat pada mammogram memiliki peningkatan risiko mengembangkan kanker payudara. Para ilmuwan belum tahu mengapa demikian.

9. Penggunaan hormon estrogen dan progestin
Jika Anda mendapatkan terapi penggantian hormon estrogen saja atau estrogen plus progestin selama lima tahun atau lebih setelah menopause, Anda memiliki peningkatan risiko mengembangkan kanker payudara. Selain risiko kanker payudara, estrogen plus progestin juga meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, demensia dan pembekuan darah.

10. Obesitas setelah menopause
Jika Anda mengalami obesitas setelah menopause, Anda berisiko 1,5 kali lebih besar untuk mengembangkan kanker payudara dibandingkan dengan wanita berberat badan normal.

11. Aktivitas fisik
Sebuah penelitian terbaru dari Women’s Health Initiative menemukan bahwa aktivitas fisik pada wanita menopause yang berjalan sekitar 30 menit per hari dikaitkan dengan penurunan 20 persen risiko kanker payudara. Namun, pengurangan risiko terbesar di antara wanita yang berberat badan normal. Dampak aktivitas fisik tidak ditemukan di kalangan wanita yang kelebihan berat badan atau obesitas. Namun, aktivitas fisik yang dikombinasi dengan diet dapat menurunkan berat badan sehingga pada akhirnya menurunkan juga risiko kanker payudara dan berbagai penyakit lain.

Selain kesebelas faktor di atas, merokok (pasif atau aktif) dan kebiasaan makan serta kebiasaan mengonsumsi alkohol juga berdampak terhadap risiko mengembangkan kanker payudara

Photos 21/09/2015

ayo lakukan "sadari" sedini mungkin dan lindungi dirimu dari kanker payudara. sadari: periksa payudara sendiri. ini adalah program dari depkes yang dipromosikan untuk mencegah stadium lanjut dari kanker payudara.

21/09/2015

ayo like terus page kami dan ikuti event2 menarik dari kami lainnya, serta dapatkan informasi menarik seputar kesehatan dan kedokteran

21/09/2015

Event share berhadiah pulsa yang diselenggarakan oleh MDTherapeutics indonesia bersama dengan doc bee telah berakhir, siapakah yang beruntung?

Mobile uploads 17/09/2015
Mobile uploads 15/09/2015

Sebarkan poster ini dan selamatkan orang2 di sekitarmu

Mobile uploads 14/09/2015

Pada uda tau kan?

Mobile uploads 12/09/2015

Yuk jaga kesehatan

Want your business to be the top-listed Beauty Salon in Jakarta?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Category

Address


Jakarta