Aku Bercerita
temukan series Cerita yang mungkin akan membawa perasaanmu terbawa akan jalannya alur cerita dariku.
05/01/2022
Teman Pelampiasan
Series 1 Episode 2
_._._._._._
-'-'-'-'-'-'-'-'-'-
Setelah berpapasan yang kedua kalinya dengan mereka, aku langsung menuju kantin, menemui Erfan yang sudah menunggu duluan di Kantin, ternyata disana juga ada Sanjaya duduk bersama Erfan. Sanjaya adalah temannya Erfan main game online, tanpa sadar ternyata Sanjaya juga sekolah di sekolah yang sama, karena setahuku Sanjaya anaknya bisa aktif dalam game online hampir 24 jam, sedangkan sekolahku ini termasuk bagian dari salah satu sekolah elit di daerahku.
"Sama siapa, Er?" tanyaku sambil senyum lihat Sanjaya sembari bingung siapa orang ini, "duh, ngagetin aja kau, ini dia Sanjaya teman main barengku dalam game online, taunya ternyata dia sekolah disini juga" jawab Erfan, kemudian aku mulai berkenalan dengan Sanjaya sembari mengulurkan tangan "oh, Sanjaya, perkenalkan, aku Revanaldi, panggil aja Revan, temannya Erfan kelas X (10)G" kenalku, "oh iya Revan, salam kenal juga, aku Sanjaya, anak kelas X (10) F" kenal Sanjaya kepadaku, " husss, bukan Revan, tapi Vandi, panggil aja dia Vandi, panggilan baru si Revan, eh, Si Vandi dari Pak Jonathan" celetuk Erfan yang akhirnya kita, yaitu aku, Erfan, dan Sanjaya mulai akrab, lanjut pesan di kantin dan saling bertukar tawa.
Saat senangnya waktu perkenalan kita yaitu aku, Erfan, dan Sanjaya, kita ngobrol bahas sana sini, ghibbah sana sini, ya intinya masih jalin keakraban karena maklum saja memang baru kenal, apalagi sama-sama siswa baru. Tapi pandanganku teralihkan dengan seseorang perempuan berparas menawan nan elok, bagai bidadari turun dari langit, ya seperti itulah ketika nafsu Remaja mulai ada, "siapa ya perempuan itu?" dalam lamunku bertanya, "andaikan aku bisa tau siapa dia" lamunku penuh tanda tanya, kemudian aku langsung aja jalan menghampiri perempuan yang melewatiku tadi, sekarang dia duduk bersama teman-temannya. kuberjalan perlahan penuh penasaran, tapi aku agak mulai tersadar saat melihat badge yang dia pakai yaitu warna Merah, aku mulai kaget juga saat dia juga akrab dengan mbak yang jadi pelayan kantin, kuamati agak mendekat sembari berfikir "kalau murid baru sepertiku seharusnya belum punya badge atau jika punya warna hijau, jika kelas XI (11) harusnya badge biru, kalau merah berarti dia kelas XII (12)?". "ini Ning, minumannya buat Ning Hasya" suara mbak kantin yang terlihat mengenal perempuan tersebut, "thanks, ya Mbok Lis" jawab dia dengan suara yang juga elok sepantasnya dengan keelokan wajah serta menawannya tersebut.
Setelah merasa sudah cukup tau, dan sudah tidak begitu penasaran, aku kembali ke teman-teman yang tadi, yaitu Erfan dan Sanjaya, aku menemui mereka lalu duduk sembari menghela nafas kemudian berkata "akhirnya, lega juga, ternyata gak rugi sekolah disini", mereka kebingungan "emang habis darimana kamu, Van? kok seneng banget?" tanya Sanjaya, "iya tuh, kau bergembira ria sekali, emang apa yang mau kau rugikan dari sekolah ini?" tambah Erfan, "hehe, iya tadi aku lihat ada perempuan cantik sekali penuh pesona yang menawan" kataku tepotong oleh celoteh Erfan "hmmm, si kaum hawa lagi kau, tadi pagi uda nabrak, sengaja nabrak cewek, kali ini ada yang lebih bening kau sikat juga?”, "ini beneran cantik, tadi pagi itu tidak sengaja bukan sengaja Er" kataku sambil garuk kepala karena agak malu dan masih terbayang si dia yang tadi dipanggil Ning Hasya. "memang siapa yang kamu maksud Van?" tanya Sanjaya, "aku belum kenalan juga, aku masih belum peecaya diri" kataku kepotong lagi sama celoteh Erfan "katakan saja kau halusinasi gara-gara masih kebayang yang tadi pagi kan?", akhirnya saling becanda lagi lah kita.
Tak terasa waktu istirahat sudah usai, namun kita masih becanda dalam kantin, tiba-tiba ada seorang perempuan mendekat dan bertanya, aku tak tau siapa karena dia muncul dari arah belakangku, namun si Sanjaya dan Erfan seketika itupun melongo dan takjub melihat perempuan tersebut, sembari dia menegur kami yang berada di kantin "kalian kenapa masih di Kantin? sudah waktunya masuk kelas, ayo segera masuk" tegur dia, tapi suaranya seperti pernah dengar dan merasa tidak dalam jangka waktu lama telah mendengar suara yang sama, saat ku tengok ke belakang, ternyata dia adalah orang tadi, perempuan yang membuatku penasaran ingin berkenalan, "kalian murid baru kan?" tanya dia, "i..i..iya, ke..ke..napa belum masuk juga?" sapa balikku terkesan anak gagap bicara, karena saking kagetnya diajak bicara oleh seorang yang ku idamkan, ya walau sebenarnya itu sebuah teguran. "Kan kami kelas XII, mau ada latihan terakhir di Ekskul, kalian cepat masuk sana, dimarahin nantin.!" kata teman dia yang menyusul dia yang sedang menghampiri kami.
Akhirnya kami pun kembali ke kelas, dalam keadaan kaget tenyata ada beneran bidadari dalam sekolah ini, ya meskipun kakak kelas. Saat perjalanan ke kelas masing masing, aku dan Erfan satu kelas dan Sanjaya di kelas yang berbeda, aku masih sempatnya bertabrakan lagi dengan perempuan yang tadi pagi, masih sama, masih dengan teman yang cerewetnya, yang malah ngomel berkata "ih, kamu lagi, punya masalah apa kamu dengan temanku? sudah dimaafkan baik-baik malah diulangi, sengaja ya?", "tidak, aku lagi tidak fokus jalan aja" sahutku, "eh, kau kenapa ngomel? temanmu Jenny ini yang jadi korban tabrakan temanku ini tidak bermasalah, kenapa kau yang ngomel Sheila?" tambahan dari Erfan, "bukan masalah gimana maksudmu? kami lagi ditugaskan guru, agak lambat gara-gara kalian ini.!" kata Sheila, "sudah sis, jangan begitu, kalian apa juga ada tugas dari guru?" kata Jenny, "i..iya" jawabku dan Erfan, "ih alasan kalian ini, jawab aja kalian lagi bolos kan? iya kan?" sangkalan dari Sheila, "huss sudah sis, sudah, yaudah ayo kita bareng aja ke Ruang Guru" kata Jenny, "he? Ruang Guru? emang kesana arah Ruang Guru saja ya?" tanyaku dan Erfan bingung ternyata salah arah menuju kelas, "iya jelas lah, tuh liat papan petunjuk, tuh liat map petunjuk.!" kata Sheila agak cuek, "oh iya salah ternyata, kami mau balik kelas dulu ya, daaah" kata kami sembari agak lari menuju arah kelas.
Sampainya kami di depan kelas, ternyata sudah ada Guru yang memulai pelajaran, kami bingung bagaimana masuknya, apalagi kami murid baru, "aku ada ide Van" bisik Erfan kepadaku, "apa itu Er?" tanyaku, "tuh, ada tempat cuci tangan, basahi tanganmu dan agak percikan air di sepatumu" kata Erfan, aku ya nurut aja pokoknya bisa masuk kelas, maklum masih tetap ada ketakutan karena sebagai murid baru. Selesai yang disarankan oleh Erfan kami masuk kelas, Erfan menyapa Guru "bu izin masuk ya?", "darimana kalian? kenapa baru datang?" tanya bu guru, "dari toilet bu" jawabku, "iya bu, sebelum bu guru datang dalam kelas tadi" tambah Erfan untuk menguatkan, "yaudah, duduk sana, besok-besok jangan begini lagi ya?" kata bu guru, "iya bu, makasih bu" kataku dan Erfan, kamipun duduk mengikuti KBM akan tetapi tetap terbayang perempuan tadi yang ternyata kakak kelas yang sangat-sangat cantik menawan.
Waktunya Pulang sekolah, aku langsung kedepan karena aku diantar oleh Sopir Pribadi ayahku, dia Adalah Pak Mat. Tidak sengaja aku lihat Jenny lagi berdiri dipinggir jalan seolah menunggu jemputannya tiba, aku hampiri dia, sekaligus aku ada niatan klarifikasi atas kejadi tadi pagi dan saat setelah selesai istirahat tadi, "Hay, lagi nunggu siapa?" tegur sapaku kepada Jenny, "oh, halo juga, kamu, ini lagi nunggu Sheila, temanku." jawab Jenny, "oh, temanmu yang tadi ya?" tanyaku, "iya, oh iya maaf ya atas perilaku temanku tadi" kata Jenny, "its okey, aku juga mohon maaf, tadi aku memang lagi tidak fokus saat jalan" kataku, "iya, tidak apa-apa" kata Jenny. agak diam sebentar karena sama-sama baru kenal juga, akhirnya aku tanya kepada Jenny "kamu Jenny, kan? perkenalkan aku Revan, lengkapnya sih Revanaldiansyah, panggil aja Revan", "hmm iya Revan, salam kenal juga".
suasana nya kembali canggung p**a setelah itu, aku coba mau tanya lagi, "rumah kamu mana? aku bisa antar atau jemput kamu kalau kamu mau? aku bawa mobil, tuh mobil aku, dan itu sopirnya" sambil tersenyum-senyum tipis kepada Jenny. Akhirnya...
=^Episode 3^=
04/01/2022
Teman Pelampiasan
Series 1 Episode 1
_._._._._._
-'-'-'-'-'-'-'-'-'-
Masa remaja adalah masa dimana seorang mencari jatidiri, serta masa akan adanya hal baru yang akan dilewati, tak terkecuali masa bisa merasakan getaran asmara.
Sebelum dilanjut, perkenalkan aku adalah Revanaldiansyah Putra Mahaka, atau bisa dipanggil Revan, bisa juga memakai sapaan akrabku yaitu Vandi Geng, Usiaku sekarang 25 tahun, bekerja sebagai salah satu staf di Perusahaan Manufaktur, yang merupakan perusahaan milik Ayahku sendiri, yaitu Bapak Eka Mahaka Sulton.
Aku bisa punya sapaan Vandi Geng, bermula ketika 8 tahun silam, saat awal masuk sekolah SMA. Awal masuk sekolah aku sudah berlagak bagai orang yang sombong, dikarenakan masih terbawa jiwa muda, ditopang Orang tua yang mempunyai sebuah perusahaan, sehingga banyak melakukan kesalahan dalam tata krama.
"Awas, awas minggir" teriakku sembari berlari untuk pertama kali masuk kelas baru di SMA, tanpa memperdulikan yang aku lewati itu kakak kelas maupun seorang Guru. "Hey, kamu hati-hati kalau jalan" tegur salah satu guru yang kulewati tanpa sopan, "sorry bu, lagi terburu-buru nih" sahutku tanpa hirau tetap lanjut lari menuju kelas.
"Aduuh-aduh" suara perempuan yang tak sengaja aku tabrak saat berlari tanpa hirau, "Kamu apa tidak lihat? tuh kan jadinya berantakan semua" tanya teman perempuan tersebut sambil merapikan buku perempuan yang aku tabrak tadi. "Sorry, aku lagi buru-buru mau masuk kelas dan belum tau letak kelasnya" ungkapan maafku, “memangnya kelasmu mana?” tanya si teman perempuan itu kembali, "tadi kata pak sopir sih X (10) G" jawabku, " makanya kalau jalan dicermati, ini depan kelasmu, ngapain pakai lari sih?" dia menunjukan sembari mengulurkan tangan ke arah kelas yang jadi tujuanku.
"Kamu gapapa kan?" tanyaku pada perempuan yang aku tabrak, " iya gapapa kok, ayo sis kita ke kelas" jawabnya sambil mengajak temannya yang ngomel melulu, " yuk, tuh ingat kelasmu, jangan ngandelin sopir, gunakan akal pikir dan ingatan.!" sindiran keras teman perempuan yang aku tabrak tadi kepadaku.
Mereka melanjutkan ke kelas mereka, yangmana ternyata mereka juga kelas X (10) F, kuamati mereka sampai ke kelas sebelum aku masuk kelasku. Setelah mereka masuk, aku baru masuk kelas.
didalam kelas aku deduk, mengikuti KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) seperti biasa, ya walau kadang tetap bikin kegaduhan karena rasa bosan dalam ruangan, tetapi dalam pikiranku menjadi penasaran siapa ya yang tadi aku tabrak?, siapa p**a temannya tadi yang ngoceh ngomel mulu?, bahkan aku punya pikiran "andaikan aku ada waktu berkenalan dulu?" dalam lamunku.
"Ssstt, ssstt" tanda panggilan kepadaku membuyarkan lamunku, ternyata adalah teman sebelahku, sekaligus teman kecilku yang seharusnya berangkat sekolah bersama yaitu Erfan. "lihat Van, Revan. Kita kerjain guru itu yuk.!" ajakan sesat Erfan, " eh asem, kamu" sahut kagetku, " eh ngalamun ya kau?" tanya Erfan, "eng eng enggak, ni ini lagi fokus aja sama pelajaran." kataku penuh terbata-bata kaget, "alah, fokus pelajaran apa perempuan tadi yang sengaja kau tabrak?" kata Erfan.
"Hey, kalian berdua, iya kalian yang ada dibangku paling belakang" bentak Pak Jonathan yang sat itu mengajar dalam kelasku, "kami,Pak?" tanya ku dan Erfan, "iya kalian, Erfan Adi Laksana, dan kamu Rev Rev...." susah ucap Pak Jonathan saat menyebut namaku, "Revanaldi, Pak" sahut Erfan bantu pak Jonathan eja namaku, " iya itu, Revaldi, Revevendi,Renaldi, ah serahlah kamu Vandi aja biar mudah" kata Pak Jonathan, " Revan aja, Pak" bantuku tuk mempermudah panggilanku, " tak usah, Vandi, kamu saya panggil Vandi, biar mudah bedakan kamu sama Erfan, sama-sama tukang gaduh di kelas.!" teguh Pak Jonathan beri sapaan padaku.
Semenjak itu, aku dipanggil oleh teman-temanku " Vandi", ya not bad lah, apalagi agar mudah beda antara aku dan Erfan.
setelah ditegur oleh Pak Jonathan karena buat gaduh Kelas, aku dan Erfan di setrap luar depan pintu masuk kelas. " gara2 kau sih lamun mulu" kata Erfan, " lah kok aku? yang mancing kegaduhan kan kamu?" heranku sambil belaku tak terima ikut terhukum, "eh, tadi emang kamu lihat aku saat mau masuk kelas? tanyaku pada Erfan, "taulah, jelas kok didepan kelas, kan aku dah masuk duluan." , "ngapain tadi kamu tinggalin aku? jadinya aku gugup serta bingung tau." kataku, "hmmm, tapi kan kamu dapat nabrak cewek baru yang cantik tadi kan? rayu Erfan sambil senyum penuh godaan, aku hanya senyum sinis karena kepergok.
"asal kamu tau Van, tadi yang kamu tabrak adalah Jenny, dan yang ngomelin kamu tu Sheila" kata Erfan padaku, kemudian Erfan melanjutkan " sebenarnya banyak loh kakak kelas yang incar dia, si Jenny itu, tapi ada pengawalnya, si perempuan tukang omel, Sheila itu yang aku maksud, tapi menurutku Sheila Cantik juga, ya kan Van?" , "jadi kamu tertarik sama siapa? Jenny apa Sheila? terus, apa hubungannya sama aku?" heranku pada Erfan yang tiba-tiba malah curhat, " hehehe" hanya di sahut senyum ketawa tipis oleh Erfan.
Tanda pengumuman istirahat telah bunyi, tanda istirahat susah tiba, namun belum ada perintah dari Pak Jonathan untuk segera selesai setrap dan masuk kelas. sambil mengintip, eh, ternyata Pak Jonathan lagi tertidur dalam Kursinya yang nyaman. Langsung saja aku sama Erfan kabur ke kantin tanpa memikirkan lagi setrap tadi, karena bagi kami waktu istirahat ya waktu untuk istirahat, bukan malah dipajang bagai pameran murid yang nakal.
Tak sengaja, aku lupa bawa dompet dan tidak bawa sepeserpun uang, aku kembali ke kelas, ku tengok Pak Jonathon masih lelap tertidur dan teman-teman dalam kelas masih hening karena takut kena marah jika membangunkan. Aku masuk mengendap-endap hingga bisa ke bangku paling belakang, tempatku.
Setelah dapat dompet, aku langsung keluar, tak sengaja lagi tertabrak Jenny, yang
untungnya tak begitu separah tadi pagi tabrakan dengannya, dan dia juga lagi sendirian, ingin menuju kantin tapi masih menunggu Sheila, sahabatnya yang tadi ngomelin aku. Tak lama kemudian ternyata Sheila tiba dan parahnya dia ngomel lagi.
=^Next Eps 2^=
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Website
Address
Kecamatan Semen
Kediri
64161
