Cantik dan Sehat
menjadi diri yang selalu sehat dan cantik
Amerika kena mental
Washington berdarah, Trump di evakuasi
Jalur rudal diputus
Indonesia mengamuk
Rusia Ngamuk
Petaka buat barat, Rusia pasok senjata untuk Iran
Inggris lawan Trump, tolak bantu AS gempur Iran
IRGC kerahkan senjata kiamat untuk hadapi AS
Nasib 16 mahasiswa terduga pelaku kekerasan seksual di FH UI di skors hingga 31 Mei 2026
Krisis pengaruhi sektor dunia
PESAN TERAKHIR ANAKKU DI PESANTREN
By Rahma la
#1
[ Bu, tolong aku, Bu. ]
Keningku terlipat melihat pesan singkat dari nomor tidak di kenal, tetapi dibawah pesan itu, aku mengenal nama yang tertulis.
" Andini?, ada apa dia menulis pesan ini?" Tanyaku pelan.
" Kamu kenapa ngomong sendiri sayang?"
Pandanganku teralih ke suamiku yang baru saja selesai mandi.
" Masa anak kita ngirimin pesan ini ke aku, Mas." Aku memberikan ponselku dan menunjukkan pesan dari nomor tidak di kenal itu.
Mas Hadi menatap ponselku serius, dia kemudian menggelengkan kepalanya.
" Kan Andini lagi di pesantren, sayang. Mana mungkin dia mengirim pesan kayak gini, lagi p**a pake hp siapa coba? Dia kan ga boleh megang hp."
" Tapi ini gimana, Mas? Masa iya kita tidak peduli sama pesannya sih."
" Sudahlah, itu pasti penipuan. Anak kita mana mungkin bisa pegang hp di pesantren, kita juga gak kenal sama nomernya."
Aduh, Mas Hadi sama sekali tidak percaya dengan semua ini. Aku menepuk dahi pelan, masa iya aku membiarkan anakku yang meminta tolong?
" Ayolah, Sayang." Mas Hadi yang sudah keluar kamar kembali lagi, dia membujukku.
" Seenggaknya kita pastiin dulu ke pesantren, Mas. Perasaan aku ga enak." Aku menggelengkan kepala, ingin sekali melihat keadaan Andini sekarang.
Apakah ada yang melakukan kejahatan pada anakku? Astaga, apa yang terjadi dengan anak semata wayang kami?
" Dengerin, Mas." Mas Hadi memegang lenganku. "Kan peraturan di pesantren gak boleh megang hape, nanti hari Minggu di jadwal yang udah di tentuin, baru kita bisa telepon Andini ya? Kamu tenang, Sayang. Itu pasti modus penipuan."
Aku memejamkan mata, berusaha keras agar bisa tenang, meskipun rasanya sulit sekali.
"Udah ya, kamu yakin aja, Andini baik-baik saja disana."
"Iya, Mas." Aku menghembuskan nafas pelan, kemudian menganggukkan kepala, mengikuti langkah Mas Hadi, menyiapkan sarapan untuknya.
Baru aja hendak mengambil nasi, ponsel Mas Hadi berdering, ada perubahan di raut wajahnya, dia langsung melangkah meninggalkan aku.
"Tumben jauh banget ngankat telpon." Aku mengangkat bahu, siapa tahu memang Mas Hadi butuh privasi.
"Sayang."
Aku menoleh, menatap raut wajah Mas Hadi yang tampak pucat. Ada apa?
"Kenapa, Mas?" Tanyaku pelan.
"A--Andini."
Mendengar Mas Hadi menyebut nama anak kami dengan nada gemetar, jantungku langsung berdegup kencang, ada apa?
"Kenapa, Mas? Andini kenapa?" Tanyaku sambil memegang lengan suamiku kencang.
"Andini hilang___"
***
Untuk melanjutkan membaca secara lengkap bisa klik 👇 https://read.kbm.id/book/detail/be30763d-43e5-441c-ba1e-40ab33316c08?af=9d900d43-6068-44a5-8fe4-5c49eb845210
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Contact the business
Website
Address
Malang
65113
