MJM 041
MJM 041 Official Hubungi kami dan dapatkan service terbaik dari kami.
30/07/2025
💡 FAKTA UNIK: Gurita Punya 3 Jantung & Darah Biru! 🐙💙
Gurita bukan cuma hewan laut biasa. Mereka punya sistem tubuh yang benar-benar luar biasa aneh dan canggih!
🫀 3 Jantung? Iya, Beneran!
2 jantung memompa darah ke insang,
1 jantung memompa darah ke seluruh tubuh.
Lucunya, saat gurita berenang, jantung utamanya berhenti berdetak sementara! Makanya, gurita lebih s**a merayap daripada berenang — hemat energi! 😄
🩸 Darah Biru? Kok Bisa?
Darah gurita mengandung hemosianin, bukan hemoglobin seperti manusia.
Hemosianin mengandung tembaga, yang membuat darahnya berwarna biru dan efisien membawa oksigen di air dingin laut dalam. ❄️🌊
🧠 Dan otaknya? Jangan salah…
Gurita punya 9 otak kecil — satu di pusat tubuh dan masing-masing satu di tiap lengan. Makanya, tentakelnya bisa bergerak dengan “keputusan sendiri”! 😱
09/07/2025
👁️🦻 Kita Punya Lebih dari 5 Indra!? 😲
────────────────────
➤ Kita diajari bahwa manusia hanya punya 5 indra: penglihatan, pendengaran, penciuman, perasa, dan peraba. Tapi kenyataannya… tubuh kita punya jauh lebih banyak!
➤ Berapa sebenarnya?
Para ilmuwan menyebut kita punya antara 9 sampai 33 indra! Beberapa yang paling penting:
- Propriosepsi: kemampuan merasakan posisi tubuh
- Nokisepsi: mendeteksi rasa sakit
- Termosepsi: merasakan suhu
- Equilibriosepsi: merasakan keseimbangan
➤ Kok bisa nggak diajarkan sejak kecil?🤷
Karena lima indra utama paling mudah diamati sehari-hari. Tapi indra lainnya bekerja “di balik layar” untuk menjaga keseimbangan, koordinasi, dan keselamatan tubuh.
➤ Jadi, tubuh kita bukan cuma hebat… tapi juga super kompleks! 🌟
> Ternyata manusia itu jauh lebih “pintar” dari yang terlihat. Kamu baru tahu kita punya indra tersembunyi ini? 🧍✨
────────────────────
20/06/2025
Kamu harus tahu
Fakta Unik
✅Kucing pertama yang ke luar angkasa adalah Félicette, seekor kucing liar Paris yang diluncurkan pada 18 Oktober 1963 oleh Prancis sebagai bagian dari program luar angkasa negara tersebut. Ia menjadi satu-satunya kucing yang pernah melakukan perjalanan ke luar angkasa. Félicette diluncurkan menggunakan roket Véronique AG1 dan mencapai ketinggian sekitar 157 km di atas Bumi, mengalami kondisi tanpa gravitasi selama beberapa menit.
_Berikut adalah beberapa fakta unik tentang Félicette:😺_
_▪️Kucing liar yang terpilih:_
Félicette adalah kucing liar yang diambil dari jalanan Paris dan terpilih dari 14 kucing yang dipilih untuk program luar angkasa Prancis.
_▪️Misi suborbital:_
Misi Félicette adalah misi suborbital, yang berarti roketnya tidak mencapai orbit bumi, tetapi mencapai ketinggian yang signifikan di luar atmosfer.
_▪️Pendaratan selamat:_
Setelah mencapai ketinggian maksimum, kapsul yang membawa Félicette kembali ke Bumi menggunakan parasut dan mendarat dengan selamat.
_▪️Penelitian setelah kembali:_
Setelah kembali, Félicette menjalani penelitian di laboratorium untuk mempelajari efek penerbangan luar angkasa pada tubuhnya, termasuk pemantauan gelombang otaknya.
_▪️Kontribusi yang terlupakan:_
Meskipun Félicette adalah kucing pertama dan satu-satunya yang ke luar angkasa, kontribusinya sempat terlupakan dalam sejarah eksplorasi luar angkasa, dan baru-baru ini mendapatkan pengakuan yang lebih luas.
_▪️Peringatan:_
Untuk menghormati Félicette, dibuat kartu pos dan tas jinjing dengan gambar dirinya.
_▪️Kucing betina:_
Félicette adalah kucing betina, dan pemilihan kucing betina dalam misi ini didasarkan pada pertimbangan bahwa mereka cenderung lebih tenang daripada kucing jantan.
06/06/2025
Letnan Jenderal Urip Sumoharjo
Letnan Jenderal Urip Sumohardjo (lahir di Purworejo, Jawa Tengah, 23 Februari 1893 – meninggal di Yogyakarta, 17 November 1948 pada umur 55 tahun) adalah seorang tokoh militer Indonesia dan pahlawan nasional Indonesia.
Beliau dimakamkan di TMP Semaki, Yogyakarta.
Namanya kini digunakan sebagai nama salah satu jalan besar di kota Yogyakarta, sebagai bentuk penghormatan bagi beliau. Ketika Pemerintahan Indonesia baru berdiri, Presiden Sukarno mendirikan BKR sebagai penegak hankam, bukan suatu tentara militer, Letjen Oerip Soemohardjo pun heran dan berkata, "aneh, satu negara zonder tentara."
Biografi
Lahir di Purworejo, 22 Februari 1893. Dengan pangkat letnan dua KNIL, ia menjalani dinasnya di Kalimantan selama 7 tahun.
Sebagai perwira, ia dinilai cukup berhasil terutama dalam tugas-tugas patroli. Ia satu-satunya orang Indonesia yang mencapai pangkat mayor dalam KNIL, namun ia tidak menyetujui semua tindakan pemerintah jajahan seperti diskriminasi. Di Banjarmasin, ia memprotes peraturan yang melarang pewira Indonesia memasuki kamar bola. Di Balikpapan, Oerip pun menentang peraturan yang melarang orang-orang Indonesia naik kereta api milik BPM.
Tanggal 31 Agustus 1938 di Purworejo dilangsungkan upacara ulang tahun Ratu Wilhelmina. Oerip diangkat sebagai ketua panitia. Salah seorang undangan yakni Bupati Purworejo datang terlambat. Ia melarang Bupati memasuki tempat upacara. Kasus tersebut dilaporkan kepada Departemen Perang, ternyata Oerip disalahkan. Kemudian ia dipindahkan ke Gombong, karena merasa tidak bersalah, melalui telepon ia minta berhenti dari dinas militer.
Setelah PD II, pemerintah Hindia Belanda mengumumkan mobilisasi. Ia mendaftarkan kembali dan disserahi tugas memimpin depo Cimahi. Tahun 1942 semua tentara Belanda ditawan Jepang, termasuk Oerip. Setelah Oerip dibebaskan, Jepang menawarkan jabatan sebagai komandan polisi namun ia menolaknya.
Saat Kemerdekaan Indonesia diproklamasikan, ia masih berada di Gentan, tidak jauh dari Yogyakarta. Sementara teman-temannya bekas KNIL yang berada di Jakarta mengusulkan kepada Pemerintah agar ia diangkat menjadi pimpinan TKR.
Selanjutnya Oerip mengumpulkan teman-temannya bekas KNIL untuk bersama-sama membuat atau mengeluarkan pernyataan tidak terikat lagi dalam dinas KNIL. Pernyataan itu ditandatangani 13 orang.
Tanggal 15 Oktober ia diangkat menjadi Kepala Staf Umum TKR dengan pangkat letnan jenderal. Tugas yang dihadapi cukup berat, yaitu jumlah tentara yang cukup banyak serta organisasinya belum teratur.
Dalam keadaan demikian, TKR masih belum mempunyai pimpinan tertinggi yang bertanggungjawab secara penuh. Untuk mengatasi hal itu, pada bulan November 1945, ia mengundang para komandan divisi ke Yogyakarta untuk mengadakan rapat. Acara tunggal ialah memilih seorang panglima TKR. Tokoh yang terpilih ialah Kolonel Soedirman, komandan Divisi V Banyumas.
Peristiwa ini merupakan hal yang unik dalam sejarah perkembangan TNI, yaitu panglimanya tidak diangkat oleh pemerintah namun dipilih oleh anggota-anggotanya sendiri.
Ini memperlihatkan p**a bahwa pemerintah pada masa itu kurang menaruh perhatian terhadap pembinaan tentara . Hal ini sangat disesalkan oleh Oerip. Satu bulan kemudian, pemerintah baru menyetujui dan tanggal 18 Desember 1945 Kol. Soedirman dilantik sebagai Panglima Besar TKR dengan pangkat jenderal. Oerip tetap sebagai Kepala Staf Umum dengan pangkat letnan jenderal.
Untuk penyempurnaan lebih lanjut dibentuk Panitia Besar Reorganisasi Tentara. Oerip duduk sebagai anggauta. Di sini buah pikirannya banyak dipakai. Hasil kerja panitia itu disetujui pemerintah, untuk kedua kalinya pada tanggal 20 Mei 1946 Letjen Oerip dikukuhkan sebagai Kepala Staf Umum TRI.
Hubungan antara TRI dengan laskar-laskar ini tidak selalu berjalan lancar. Seringkali terjadi persaingan antara keduanya dan tentu saja keadaan itu merugikan perjuangan. Banyak komandan divisi tidak bersedia menyerahkan kekuasaan kepada penggantinya seperti yang sudah ditetapkan oleh Panitia Besar Reorganisasi. Hal itu cukup memusingkan Oerip.
Oerip menentang kebijakan pemerintah yang dianggap terlalu menilai rendah Angkatan Perangnya sendiri. ia mengundurkan diri dari jabatan Kepala Staf Angkatan Perang dan dinas militer. Namun pemerintah masih mengangkatnya sebagai penasehat militer presiden.
Apa yang sejak semula diduga dan dicoba Oerip dan Soedirman untuk mencegahnya, akhirnya terjadi p**a. Tanggal 18 September 1948 PKI melancarkan pemberontakan di Madiun. Angkatan perang terpecah. Sebagian berpihak kepada pemberontak, sebagian lagi tetap setia kepada Pemerintah. Oerip tidak dapat berbuat apa-apa. Ia harus istirahat di rumah sakit, kemudian meninggal dunia, Sebagai pengahargaan atas jasa-jasanya, pemerintah RI menganugerahinya gelar Pahlawan Kemerdekaan.
Penataan Angkatan Perang di awal Kemerdekaan bukan perkara yang mudah bagi orang-orang yang terlibat di dalamnya. Begitu p**a penataan di tubuh TNI dan POLRI setelah lengsernya Soeharto ! Ya, di bidang apa pun masa-masa peralihan dan penataan kembali pasti dihadapkan oleh berbagai kepentingan. Keadaan seperti ini bisa menjadi terpecah-pecah dan melahirkan kawan menjadi lawan. Begitu pun sebaliknya !
06/06/2025
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Website
Address
Semarang
50137
