Cara Mudah Menyehatkan Jantung
Solusi herbal untuk jantung koroner, stroke, hipertensi dan kholesterol
Efek setelah minum ICP capsule
Solusi alami dengan bahan Alami utuk Jantung koroner, stroke, hipertensi, dan kolesterol
24/08/2015
Awas! Terlalu Keras Berolahraga Tingkatkan Risiko Gagal Jantung
Pria yang rutin melakukan olahraga ringan, seperti berjalan kaki atau bersepeda selama 20 menit per hari, dapat meminimalisir risiko gagal jantung di kemudian hari. Tetapi, penelitian terbaru menyebutkan bahwa pria yang berolahraga dengan intensitas tinggi malah lebih berisiko mengalami gagal jantung.
Penelitian yang dikepalai oleh Iffat Rahman dari Karolinska Institute di Stockholm, Swedia, ini melibatkan lebih dari 33 ribu pria dan dilakukan sejak 1998 hingga 2012. Saat usia partisipan rata-rata 60 tahun, mereka diminta untuk melaporkan kebiasaan olahraga mereka dalam satu tahun terakhir serta pada saat berusia 30-an.
Selama 13 tahun penelitian ini berjalan, para peneliti mencatat lebih dari 3.600 gejala awal gagal jantung, termasuk 419 kematian.
Baca juga: Nyam! Dua Batang Coklat Sehari Cegah Stroke dan Sakit Jantung
Hasilnya penelitian ini menyimpulkan bahwa pria yang berolahraga dengan intensitas sedang setiap harinya dapat meminimalisir risiko gagal jantung sebesar 21 persen. Sedangkan pada partisipan yang berolahraga dengan durasi satu jam per minggu, bisa meminimalisir risiko gagal jantung sebesar 14 persen.
Selain itu, kelompok yang paling jarang berolahraga dilaporkan memiliki risiko gagal jantung 69 persen lebih tinggi. Namun yang mengejutkan adalah kesimp**an bahwa kelompok yang berolahraga dengan intensitas tinggi malah memiliki risiko sebesar 31 persen.
"Hasil penelitian ini mengonfirmasi penelitian-penelitian sebelumnya yang menyimpulkan bahwa orang yang jarang beraktivitas fisik memiliki risiko gagal jantung yang lebih besar," ujar Rahman seperti dikutip dari Medicine Net, Jumat (14/8/2015).
Sayangnya, tidak diperoleh informasi mengenai jenis olahraga seperti apa yang dilakukan oleh partisipan pada kelompok 'olahraga intensitas tinggi' ini. Para peneliti juga belum bisa menentukan penyebabnya. Namun mereka berasumsi bahwa hal ini mungkin terjadi karena aktivitas abnormal pada kinerja jantung yang dipicu oleh aktivitas olahraga yang terlalu intens.
Kesimp**an mengenai olahraga berintensitas tinggi malah dapat meningkatkan risiko gagal jantung dianggap masih memerlukan konfirmasi dalam penelitian lebih lanjut menurut Dr Gregg Fonarow, profesor kardiologi di University of California, Los Angeles.
Baca juga: Risiko Penyakit Jantung Lebih Tinggi pada Orang yang Gemar Konsumsi Alkohol
Gagal jantung terjadi ketika otot jantung melemah dan tidak dapat memompa darah secara efektif. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari latar belakang penelitian ini, di dalam hidupnya, setiap orang memiliki risiko mengalami gagal jantung sekitar 20 persen.
Temuan ini disandingkan dengan penelitian lainnya yang menunjukkan bahwa olahraga dengan intensitas sedang mampu membantu kesehatan, kata Keteyian, salah satu peneliti di tim Rahman. Olahraga dengan intensitas sedang juga telah terbukti mengurangi risiko gagal jantung, darah tinggi, dan diabetes, katanya.
"Sebagian besar kasus gagal jantung dapat dicegah. Seiring dengan olahraga, strategi sehat lainnya termasuk menjaga tekanan darah, dan kolesterol, menjaga berat badan, dan tidak merokok," tambah Fonarow.
23/08/2015
Berkunjung ke Akuarium Bermanfaat untuk Tekanan Darah dan Jantung Lho
Bagi Anda yang masih bingung menentukan rencana untuk menghabiskan akhir pekan bersama orang tersayang, mengunjungi akuarium bisa jadi pilihan. Pasalnya, menyaksikan ikan-ikan 'berlenggok' di dalam akuarium ternyata mampu memberi manfaat pada kesehatan.
Sebuah penelitian baru-baru ini menyatakan bahwa kegiatan ini dapat melancarkan peredaran darah hingga menjaga jantung pada detak normal. Sejumlah peneliti dari National Marine Aquarium, Plymouth University dan The University of Exeter, berhasil menemukan keterkaitan antara kesehatan tubuh dan mental pada orang-orang yang gemar menyaksikan ikan-ikan berenang di akuarium.
Penelitian yang dipimpin oleh Deborah Cracknell, PhD ini menyimpulkan bahwa menyaksikan ikan-ikan berenang di akuarium mampu membuat tekanan darah dan denyut jantung menjadi rileks. Tidak hanya itu, kegiatan ini juga mampu menuntun suasana hati menjadi lebih positif. Efek yang lebih besar dapat diperoleh dengan melihat akuarium yang memiliki jumlah ikan dan biota laut yang lebih besar p**a.
Baca juga: Tak Hanya untuk Hiasan Akuarium, Ini Manfaat Lain Batu Zeolite
National Marine Aquarium, Plymouth, merupakan tempat dilangsungkannya penelitian ini. Ketika akuarium berskala nasional tersebut memamerkan koleksi biota laut terbaru, para peneliti memanfaatkannya untuk mengukur detak jantung, tekanan darah, dan mood para pengunjung yang berpartisipasi pada penelitian ini.
"Penelitian kali ini mampu menyediakan bukti-bukti yang kuat bahwa menyaksikan aktivitas biota laut di akuarium mampu memberikan efek positif bagi kesehatan," ujar Deborah Cracknell seperti dikutip dari MSN, Sabtu (1/8/2015).
Sebelumnya, beberapa studi telah menemukan bahwa dengan menghabiskan waktu di tempat-tempat yang masih alami, secara umum, mampu memberi efek positif pada manusia. Namun sangat sedikit yang penelitian yang membedah keterkaitan kehidupan makhluk laut pada kesehatan manusia.
Penemuan kali ini dapat bermanfaat bagi mereka yang tidak memiliki banyak waktu dan uang, atau niatan mengunjungi tempat-tempat alami yang jauh dari lingkungannya. Hanya dengan menyaksikan akuarium, Anda sudah dapat memperoleh manfaat rileksasi seperti yang disediakan oleh alam. Selain itu, penemuan ini juga dapat menjadi pertimbangan bagi para dokter untuk meletakkan hiasan akuarium di tempat praktiknya.
Baca juga: Liburan di Pantai, Lebih Sehat Main Pasir atau Main Air?
"Temuan kami menunjukkan adanya manfaat bagi kesehatan serta rileksasi yang berasal dari lingkungan buatan (bukan alami). Ini memungkinkan orang-orang yang tidak mampu mengakses lingkungan alam luar agar tetap dapat merasakan manfaatnya," kata Dr Matthew Putih, seorang psikolog lingkungan di University of Exeter.
Jika selama ini, beberapa akuarium nasional hanya berfokus pada ranah edukasi dan rekreasi, dengan adanya hasil penelitian ini, mereka mulai bisa mengembangkan satu sisi lagi yang baru terungkap, yaitu manfaatnya pada kesehatan. Bahwa mengunjungi akuarium dan menyaksikan biota laut berinteraksi satu sama lain dapat merileksasi tubuh dan pikiran.
"Ketika stres dari tuntutan pekerjaan dan ramainya kehidupan di perkotaan, menyaksikan akuarium dapat memberikan efek rileksasi layaknya yang diberikan oleh alam," tutup Dr Sabine Pahl, profesor di fakultas psikologi Plymouth University
23/08/2015
Mau Jantung Tetap Sehat? Pilih Seafood Sebagai Menu Makanan Hari Ini
Jantung merupakan salah satu organ yang sangat penting bagi kelangsungan fungsi tubuh. Nah, agar jantung tetap sehat, yuk makan seafood!
Seperti disampaikan oleh Dr Manny Alvarez dari Hackensack University Medical Center, The American Heart Association (AHA) merekomendasikan konsumsi seafood sebaiknya dilakukan setidaknya dua kali seminggu.
"Seafood seperti ikan dan udang merupakan sumber protein yang baik, karena asupan ini tanpa lemak jenuh tinggi yang ditemukan dalam banyak produk daging lainnya," ujar Alvarez, seperti dikutip dari Fox News pada Kamis (20/8/2015).
Baca juga: Konsumsi Salmon dapat Cegah Rhinitis karena Alergi Pada Anak
Seafood juga memiliki dua jenis asam lemak omega-3, yang dapat meningkatkan kesehatan dengan mengurangi risiko aritmia, pembekuan darah, serangan jantung dan stroke. Asupan ini juga telah terbukti dapat menurunkan tingkat lemak darah yang disebut sebagai trigliserida.
"Untuk mendapatkan manfaat maksimal dari seafood, padu padankan dengan asupan 'ringan' secukupnya, misalnya seperti nasi dan sayuran, lalu tutup dengan buah-buahan," imbuh Alvarez.
Dibenarkan oleh Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), bahwa daging merah (red meat) seperti daging sapi memiliki lebih banyak risiko bila dibandingkan dengan daging putih (white meat) seperti ikan atau ayam. Daging merah diketahui berkolesterol tinggi dan bisa jadi pendorong munculnya beberapa jenis kanker.
Ikan dan ayam kandungan proteinnya tak kalah dari daging merah seperti sapi namun lemaknya lebih sedikit memberikan dampak negatif. Minyak ikan malah dicari dan dibuat suplemen karena mengandung asam lemak tak jenuh yang baik untuk tubuh.
22/08/2015
Pedoman Baru CPR, Tak Perlu Lagi Napas Buatan Mulut ke Mulut
Teknik Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) atau pernapasan buatan yang paling dikenal orang adalah bantuan napas dari mulut ke mulut. Kini dengan pedoman baru CPR, bantuan napas dari mulut ke mulut tidak diperlukan lagi.
Pertolongan pertama dengan cara CPR telah ada sejak 50 tahun lalu. Tapi kini dengan pedoman baru CPR, teknik yang diutamakan adalah yang berhubungan dengan paru-paru (pulmonary) bukan napas dari mulut ke mulut.
American Heart Association menuturkan memberikan pemompaan keras dan cepat ke dada lebih efektif dan dapat menyelamatkan hidup ketimbang napas buatan mulut ke mulut. Cara ini akan membuat darah yang kaya oksigen mengalir ke otak sambil menunggu tenaga medis datang.
"Penekanan pada dada adalah bagian paling penting dari CPR. Perubahan yang utama adalah beralih dari membuka saluran napas dan memberikan bantuan pernapasan menjadi penekanan atau pemompaan pada dada," ujar Dr Michael Sayre, juru bicara American Heart Association, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (19/10/2010).
Studi terbaru menunjukkan bahwa CPR tanpa bantuan pernapasan akan bekerja lebih baik dibandingkan dengan versi CPR lengkap yang banyak dilakukan pada orang yang menderita jantung.
Dengan penekanan pada pemompaan dada diklaim akan membuat lebih banyak orang mau melakukan CPR dan memberikan pertolongan pada orang yang terkena serangan jantung.
Rata-rata jumlah pompaan minimal adalah 100 kompresi per menit. Yang kecepatnnya kebetulan sama dengan lagu disko Bee Gees 'Staying Alive' yang populer tahun 1977.
Setiap kompresi (pemberian tekanan yg tinggi) memiliki kedalaman sekitar 5 cm pada orang dewasa dan anak-anak, serta 3 cm pada bayi. Hal yang sangat penting lainnya adalah membiarkan dada kembali ke posisi semula dan tidak menyandarkan tangan di dada.
"Jika melihat seseorang tiba-tiba terjatuh, misalnya satu menit mereka berjalan dan berbicara lalu di menit berikutnya jatuh ke tanah maka kemungkinan besar itu adalah serangan jantung. Jika korban tidak bernapas atau napasnya tidak normal, maka tekan atau goyangkan bahunya untuk membangunkan. Jika tidak juga bangun, kami sarankan memulai penekanan dada dan menelepon 911," ujar Sayre.
Sayre menambahkan jika seseorang melakukan CPR pada korban yang tiba-tiba jatuh tapi bukan karena serangan jantung maka biasanya korban akan terbangun.
Lima tahun setelah para pejabat kesehatan mulai mempromosikan teknik ini, kemungkinan penyelamatan terhadap serangan jantung akan naik dua kali lipat dan mencapai 10 persen.
Bagi orang yang terlatih dengan CPR konvensional, dalam pedoman baru ini merekomendasikan juga untuk memberikan dua napas buatan setelah 30 penekanan dan kemudian mengulangi siklus kembali.
Pertolongan seperti itu sangat berguna bagi sebagian besar anak-anak dan orang-orang yang tenggelam, karena pemompaan yang dilakukan akan membuat oksigen mengalir di dalam darah.
Tapi bagi orang yang mengalami serangan jantung akibat pembuluh darahnya tersumbat, maka penting bagi orang tersebut untuk menjaga agar darah tetap mengalir tanpa ada gangguan yang cukup dengan pemompaan di dada.
(ver/ir)
22/08/2015
Jalan Kaki 20 Menit Sehari Dapat Mengurangi Risiko Gagal Jantung
Jika Anda terlalu sibuk dan tak punya cukup waktu untuk berolahraga, sediakan setidaknya minimal 20 menit untuk berjalan kaki. Mengapa demikian?
Studi yang dilakukan oleh peneliti dari Karolinska Institutet di Stockholm menemukan bahwa secara rutin melakukan aktivitas fisik seperti berjalan kaki dan bersepeda secara signifikan dapat menurunkan risiko gagal jantung.
Ketika peneliti menganalisis berbagai jenis aktivitas fisik, ditemukan bahwa berjalan atau bersepeda selama 20 menit per hari dikaitkan dengan pengurangan risiko terbesar dari gagal jantung.
Baca juga: Awas! Terlalu Keras Berolahraga Tingkatkan Risiko Gagal Jantung
"Kami menemukan bahwa aktivitas tertentu kemungkinan besar dapat dilakukan untuk mengurangi risiko gagal jantung. Setidaknya Anda bisa mencoba untuk lebih aktif berjalan atau bersepeda 20 menit setiap hari," ujar salah satu penulis studi ini, Andrea Bellavia, dari Karolinska Institutet, seperti dikutip dari berbagai sumber pada Jumat (21/8/2015).
Dalam studi ini, peserta diminta untuk melakukan beberapa jenis aktivitas fisik, termasuk berjalan atau bersepeda hanya. Hasilnya, ditemukan bahwa kedua aktivitas ini berhubungan dengan risiko 21 persen lebih rendah dari gagal jantung.
Para peneliti menambahkan, aktivitas fisik yang berat seperti lari jarak jauh jika dilakukan dengan terlalu memaksakan kemampuan tubuh dapat membuat beberapa organ tubuh tertekan dan stres, sehingga justru berefek buruk pada jantung.
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Contact the business
Telephone
Website
Address
Delta Asri No 55, Deltasari Baru, Waru
Sidoarjo
61256
