Ekspresi diri blok.

Ekspresi diri blok.

Share

Kepuasan anda,prioritas harapan kami.

Bisa Bayar di Tempat  ( COD ) 01/02/2022

ILMU MEMBACA ORANG LAIN

Bisa Bayar di Tempat ( COD ) Sebagian Keuntungan Diwakafkan

15/01/2022

Ketamakan itu merugikan orang lain,dan akibatnya mengikiskan hilangnya martabat diri serta agama yg suci.

HINDARI TAMAK MENJADI WATAK

Nabi Muhamad shalallahu alaihi wasallam pernah bersabda: ”Aku berlindung kepada Allah, dari ketamakan yg menjadi watak.”

Seorang Shahabat yg agung, Mu’adz bin Jabal bin Amr bin Aus al-Khazraji Al-Anshari Radhiyallahu Anhu (605 M, Madinah - 639 M, North Shuna, Yordania) berkata : “Berlindunglah kalian kepada Allah, dari sifat tamak yg melahirkan tabiat buruk, dan dari sifat tamak terhadap kepuasan yg semu, dan dari sifat tamak terhadap sesuatu yg bukan menjadi bagiannya.”

Sifat tamak yg melahirkan tabiat buruk adalah sifat tamak yg menjerumuskan manusia kepada akhlaq dan sifat yg tercela, menyebabkan kegelapan hati dan membutakan penglihatannya. Ini adalah bentuk dari ketergelinciran, penyimpangan dan pelecehan terhadap hukum, nurani, keteladanan dan akhlaq yg utama.

Jika ketamakan sudah menjadi watak seseorang, maka apapun yg menguntungkan dirinya dianggap benar, padahal sifat yg melekat tsb, justru menjatuhkan seorang manusia pada kehinaan hakiki, pada akhirnya akan menghancurkan dan merusak agamanya. Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam telah mengingatkan dgn sabdanya :

عَنْ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا ذِئْبَانِ جَائِعَانِ أُرْسِلَا فِيْ غَنَمٍ بِأَفْسَدَ لَهَا مِنْ حِرْصِ الْمَرْءِ عَلَى الْمَالِ وَالشَّرَفِ لِدِيْنِهِ

"Dari Abu Bashir Ka’ab bin Malik bin Amru bin al-Qin as-Salamay al-Khazrojy Al-Anshari radhiyallahu anhu (wafat 50 H / 670 M), ia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dua serigala yg lapar yg dilepas di tengah kump**an kambing, tidak lebih merusak, dibandingkan dgn sifat tamak manusia, terhadap harta dan kedudukan yg sangat merusak agamanya,” (HR. Imam At-Tirmidzi rahimahullah, wafat 892 M, Termez, Uzbekistan).

Ketamakan ini merupakan sikap tercela yg dapat merusak 'ubudiyah dan diniyyah. Bahkan, bisa menjadi pangkal semua kesalahan. Ketamakan, menandakan adanya ketergantungan dan penghambaan manusia terhadap manusia. Disini makin terlihat, kehinaan dan kenistaan dari sikap tamak tsb.

Ada nasihat dari Syekh Ahmad Ibnu Muhammad Ibnu Atha'illah As-Sakandari Asy-Syadzili Al-Maliki atau Ibnu Atha'illah rahimahullah (1260 - 1309 M Kairo, Mesir), " Tidaklah tumbuh dahan2 kehinaan, kecuali dari benih ketamakan." Oleh karena itu, janganlah kita menanam benih ketamakan dalam hati, sehingga tumbuh pohon kehinaan yg dahan dan rantingnya akan bercabang2.

بِسْمِ اللَّهِ عَلَى نَفْسِي وَمَالِي وَدِينِي، اللَّهُمَّ رَضِّنِي بِقَضَائِكَ، وَبَارِكْ لِي فِيمَا قُدِّرَ لِي حَتَّى لا أُحِبَّ تَعْجِيلَ مَا أَخَّرْتَ، وَلا تَأْخِيرَ مَا عَجَّلْتَ

"Dengan menyebut nama Allah atas diriku, hartaku dan agamaku. Ya Allah, jadikanlah aku orang yg ridha atau menerima atas ketetapanmu, serta berkahilah aku atas rezeki yg Engkau tentukan sehingga aku tak tergesa meminta sesuatu yg Engkau akhirkan, atau mengakhirkan sesuatu yg Engkau hendak percepat."

Agar terhindar dari sifat rakus dan menerima dgn harta dan rezeki yg telah diberikan oleh Allah subhanahu wa ta'ala, maka hendaknya kita berdoa, dgn doanya Sayyidina Umar Bin Khatthab radliyallhu anhu (wafat 3 November 644 M, Madinah), yg termaktub dalam kitab Mushannaf Ibnu Abi Syaibah, karya Abdullah bin Muhammad bin Al-Qadli Abu Syaibah Ibrahim bin ‘Utsman bin Kuwasta atau Imam Ibnu Abi Syaibah rahimahullah (wafat 2 Agustus 849 M, Kufah, Irak), sbg berikut : Dari Sayyidina Umar Bin Khattab Radhiyallahu Anhu, dia berdoa :

اللَّهُمَّ اجْعَلْ غِنَائِي فِي قَلْبِي، وَرَغِّبْنِي فِيمَا عِنْدَكَ، وَبَارِكْ لِي فِيمَا رَزَقْتَنِي، وَأَغْنِنِي مِمَّا حَرَّمْتَ عَلَيَّ

"Ya Allah, jadikan kekayaanku di dalam hatiku, senangkan aku terhadap sesuatu yg ada di sisi-Mu, berkahi rizeki yg telah Engkau berikan padaku, dan cukupkan aku dari sesuatu Engkau halangi dariku".

Semoga bermanfaat
Al-Faqir Ahmad Zaini Alawi Khodim JAMA'AH SARINYALA Kabupaten Gresik

CHANNEL YOUTUBE SARINYALA
https://youtube.com/channel/UC5jCIZMsF9utJpRVjXRiFlg

08/01/2022

Membaca surat An Nas sebelum sholat.

MEMBACA SURAT AN-NAAS SEBELUM SHALAT

Surat An-Nas merupakan suart yg sangat familiar dan bayak dihafal oleh umat muslim. Surat An-Nas merupakan surat terakhir atau juga penutup Al-Quran. Surat An-Nas merupakan surat ke 114 yg terdapat dalam juz 30 Surat An-nas terdiri dari 6 ayat.

Surat An-nas termasuk dalam golongan surat Makkiyah. Disebut surat Makkiyah, karena surat An-Naas turun di kota Mekkah sebelum Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam hijrah ke Madinah.

Membaca surah Al-Nas sebelum melaksanakan shalat hukumnya adalah sunnah.

Menurut seorang ulama besar dari kalangan Ahlissunah wal Jama'ah Al-Hujjatul Islam Asy-Syaikh Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al Ghazali Ath-Thusi Asy-Syafi'i atau Imam Ghazali rahimahullah (wafat 19 Desember 1111 M, Thus, Iran), dalam kitab Bidayatul Hidayah, di antara keutamaan membaca surah Al-Nas sebelum melaksanakan shalat adalah dijauhkan dari bisikan dan gangguan setan. Karena itu, beliau menganjurkan untuk membaca surah ini sebelum melaksanakan shalat.

فَإِذَا فَرَغْتَ مِنْ طَهَارَةِ الْخَبَثِ وَطَهَارَةِ الْبَدَنِ وَالثِّيَابِ وَالْمَكَانِ وَمِنْ سَتْرِ الْعَوْرَةِ مِنَ السُّرَةِ إِلَى الرُّكْبَةِ فَاسْتَقْبِلِ الْقِبْلَةَ قَائِمًا مُزَاوِجًا بَيْنَ قَدَمَيْكَ بِحَيْثُ لَا تَضُمُّهُمَا وَاسْتَوِ قَائِمًا ثُمْ اقْرَأْ: قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ… تَحَصُّنًا بِهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

"Jika kamu telah selesai membersihkan kotoran dan najis yg ada di badan, pakaian, dan tempat shalat, dan telah menutup aurat dari pusar sampai dengkul, maka hendaklah kamu menghadap kiblat dengan berdiri dgn kaki yg lurus tetapi tidak dirapatkan sedangkan engkau berada dalam posisi tegak. Lalu bacalah surah Al-Nas untuk berlindung dari setan yg terkutuk.".

Di antara dalil yg dijadikan dasar kesunnahan membaca surah An-Nas sebelum melaksanakan shalat ini adalah hadis riwayat Imam Ahmad Ibnu Hambal, Imam Abu Daud, Imam An-Nasai rahimahumullah, dari Uqbah bin Amir Radhiyallahu Anhu, dia berkata;

حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ جَابِرٍ عَنْ الْقَاسِمِ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ قَالَ بَيْنَا أَنَا أَقُودُ بِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي نَقَبٍ مِنْ تِلْكَ النِّقَابِ إِذْ قَالَ لِي يَا عُقْبَةُ أَلَا تَرْكَبُ قَالَ فَأَجْلَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ أَرْكَبَ مَرْكَبَهُ ثُمَّ قَالَ يَا عُقَيْبُ أَلَا تَرْكَبُ قَالَ فَأَشْفَقْتُ أَنْ تَكُونَ مَعْصِيَةً قَالَ فَنَزَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَرَكِبْتُ هُنَيَّةً ثُمَّ رَكِبَ ثُمَّ قَالَ يَا عُقَيْبُ أَلَا أُعَلِّمُكَ سُورَتَيْنِ مِنْ خَيْرِ سُورَتَيْنِ قَرَأَ بِهِمَا النَّاسُ قَالَ قُلْتُ بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ فَأَقْرَأَنِي قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ وَقُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ ثُمَّ أُقِيمَتْ الصَّلَاةُ فَتَقَدَّمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَرَأَ بِهِمَا ثُمَّ مَرَّ بِي قَالَ كَيْفَ رَأَيْتَ يَا عُقَيْبُ اقْرَأْ بِهِمَا كُلَّمَا نِمْتَ وَكُلَّمَا قُمْتَ قَالَ أَبُو عَبْد الرَّحْمَنِ هُوَ عُقْبَةُ بْنُ عَامِرِ بْنِ عَابِسٍ وَقَالَ ابْنُ عَبْسٍ الْجُهَنِيُّ

"Ketika saya menuntun Rasulullah Saw pad9a sebuah perjalanan di Naqab, tiba-tiba beliau berkata kepadaku; ‘Wahai ‘Uqbah, tidakkah kamu menaiki kendaraan?’ Uqbah berkata, ‘Aku khawatir jika penolakanku adalah termasuk maksiat. Lalu Rasulullah Saw turun, dan saya menaiki kendaraan beberapa saat, kemudian beliau naik kembali, lalu beliau bersabda, ‘Wahai Uqbah, maukah kamu aku ajari dua surah yang lebih baik dari dua surah yang biasa dibaca oleh manusia?’ Uqbah menjawab, ‘Iya, wahai Rasulullah.’

Lalu beliau membacakan kepadaku ‘Qul a’udzu bi rabbil falaq dan Qul a’udzu bi rabbin nas. Setelah itu iqamat dikumandangkan, Rasulullah Saw maju dan membaca kedua surah itu. Kemudian beliau melewatiku, dan bersabda, “Bagaimana menurutmu wahai Uqbah, bacalah kedua surah itu setiap kamu hendak tidur dan ketika kamu hendak melaksanakan shalat."

Wallahu A'lam. Semoga bermanfaat !!

Al-Faqir Ahmad Zaini Alawi Khodim JAMA'AH SARINYALA Kabupaten Gresik

Photos from Kump**an Foto Ulama dan Habaib's post 08/01/2022

Kebandelan&super cerdas masa kecil Gus Dur.

30/12/2021

Haul Al maghfurllah KH.Abdurrahman Wahid/yg akrab dipanggil "Gus Dur".

Hari ini kita memperingati Haul seorang tokoh besar dunia, Bapak bangsa yang mewariskan kemerdekaan pola pikir bagi seluruh warga bangsa Indonesia yang kontribusinya kita rasakan sampai detik ini. Alfatiha Gus Dur

28/11/2021

FEKKIH NEW TUK MENJAWAB TANTANGAN ZAMAN KEDEPAN.

PERLU FIKIH BARU (KH. Sahal Mahfudz)
********* "Bagaimana pun rumusan fikih yang dikonstruksikan ratusan tahun lalu jelas tidak memadai untuk menjawab semua persoalan yang terjadi saat ini.
Situasi sosial, politik dan kebudayaannya sudah berbeda. Dan hukum sendiri harus berputar sesuai ruang dan waktu.
Jika hanya melulu berlandaskan pada rumusan teks (klasik), bagaimana jika ada masalah hukum yang tidak ditemukan dalam rumusan tekstual fikih?
Apakah harus mauquf (tak terjawab)?
Padahal memauqufkan hukum, hukumnya tidak boleh bagi ulama (fuqaha). Di sinilah perlunya "fikih baru" yang mengakomodir permasalahan-permasalahan baru yang muncul dalam masyarakat. Dan untuk itu kita harus kembali ke manhaj, yakni mengambil metodologi yang dipakai ulama dulu dan ushul fikih serta qawa'id (kaidah-kaidah fikih). Pemikiran tentang perlunya "fikih baru" ini karena adanya keterbatasan kitab-kitab fikih klasik dalam menjawab persoalan kontemporer disamping muncul ide kontekstualisasi kitab kuning.” (KH. Sahal Mahfudz dalam Kritik Nalar Fikih NU, 2002 :xiv-xv) 👇👇👇ig .ig .ig .ig .ig .ig .ig .ig .ig .ig .ig .ig .ig .ig .ig .ig .ig

23/11/2021

"MISTERI MEDSOS YG MASIH TERSEMBUNYI"

Humor Gus Dur : Boleh Menikah Lewat Internet
Satu waktu di forum Bahtsul Masail PWNU Jawa Timur saat Kiai Hasyim Muzadi menjabat sebagai Ketua PWNU, ada bahasan soal hukum nikah via internet. Saat itu awal ramai-ramainya orang membincangkan dan menggunakan internet.
Dari hasil Bahtsul Masail, PWNU Jawa Timur memutuskan bahwa pernikahan lewat internet hukumnya haram dengan merujuk pada kitab-kitab yang telah ada, di bab apa, dan di halaman berapa.
Gus Dur, selaku Ketua Umum PBNU hadir pada kesempatan itu. Dalam forum, Gus Dur justru menyangkal keputusan Bahtsul Masail terkait haramnya menikah lewat internet tersebut.
“Para ulama di sini ini ndak canggih. Masa nikah lewat internet haram,” tutur Gus Dur.
Saat itu juga para kiai, semua peserta dalam forum terdiam.
“Nikah lewat internet itu boleh,” jelas Gus Dur.
Sebagian kiai bingung, sebagian menolak dalam diam, sebagian lagi berpikir menangkap maksud Gus Dur.
"Asal jimak-nya juga lewat internet,” seloroh Gus Dur disusul derai tawa para peserta bahtsul masail.
Follow .ig

13/11/2021

EVOLOSI(perubahan)di alam ini sebuah keniscayaan,maka hadapilah dg sikap:"TASAMUH"🙏🙏🙏

PENYADARAN PUBLIK TERHADAP PERUBAHAN

Perubahan merupakan suatu keniscayaan (sunnatullah). Tabiat alam dan seluruh isinya adalah baharu (berubah). Perubahan tersebut tidak semata2 fisik, tetapi juga nonfisik seperti perubahan paradigma, konsep, teori, pendekatan, metode, defenisi, perspektif, wawasan, sistem, visi, misi, program dan sejenisnya. Karena sifat dasar alam adalah perubahan, maka manusia pun harus siap setiap saat untuk berubah.

Hidup ini sejatinya adalah sebuah proses perubahan yg terus berlangsung tiada henti, never ending process.

Perubahan adalah suatu fakta keniscayaan, bagian proses dinamisasi kehidupan nyata, apabila dalam sebuah realitas kehidupan berhenti dalam melakukan proses perubahan, maka itulah tanda berakhirnya sebuah roda kehidupan. Untuk itu perubahan sejatinya adalah sunnatullah, energi faktual dan sebuah fitrah kehidupan yang akan terus ada dan terus bergerak. Setiap perubahan apapun akan berhasil, manakala masyarakat pun ikut berpartisipasi nyata, dalam upaya proses perubahan tsb.

Dua Jenis Perubahan

Perubahan dalam hidup ada dua jenis, yaitu AT-TAGHYIIR AL-IJBARI (perubahan yg memaksa anda untuk berubah) dan AT-TAGHYIIR AL-IKHTIYARI (perubahan yg direncanakan).

Perubahan Al-Ijbary adalah perubahan yg memaksa kita untuk berubah, kita mau berubah ya kita berubah, kita tidak mau berubah ya tetap berubah, seperti adanya Covid-19, telah mengubah perilaku kita sehari2. Untuk menghadapinya, maka kita harus melakukan perubahan yg direncanakan, agar tidak terkaget2 jika ada masalah perubahan yg tiba2 terjadi.

Dalam Islam, umat Muslim diajarkan untuk menghadapi perubahan dgn persiapan yg matang, dan yg paling mendasar adalah memperkuat sinergi dan persatuan. Salah satu upaya yg perlu dilakukan adalah mengetengahkan pandangan dan paham agar tidak terlalu condong ke satu sisi saja.

Maka langkah yg harus dilakukan antara lain dgn mengetengahkan pandangan dan paham yg ada di sebelah kanan jauh dan sebelah kiri jauh, mendekatkan yg jauh dan merekatkan yg sudah dekat.

Mengapa harus takut dgn perubahan?

Bukankah dalam konsep perubahan terkandung filosofi terbukanya peluang inovasi untuk suatu kemajuan di masa depan, sekaligus mengoreksi kemapanan masa lalu yang involutif? Bukankah semua benda apa pun jenisnya, kelak mengalami masa basi, karatan, usang, dan kadaluarsa? Demikian p**a halnya pemikiran, pergerakan, lembaga, bahkan sistem kenegaraan sekalipun. Hanya dengan pro-perubahan, kita akan mengetahui tentang berbagai kelemahan masa lalu.

Partisipasi publik, akan muncul apabila masyarakat memiliki tingkat kesadaran sosial yg tinggi dan memahami dgn baik, alasan mengapa mereka harus terlibat dari sebuah gerakan perubahan tsb, bahkan puncak dari partisipasi adalah loyalitas, komitmen dan keberpihakan nilai. Artinya, perubahan dikatakan berhasil, jikalau masyarakat bersedia mengorbankan apa saja, untuk sebuah perubahan itu, bahkan apalagi mereka menganggap bahwa perubahan adalah kebutuhan mereka, dan bagian dari hidup mereka, sehingga tulus berperan dan rela berkorban dgn apa saja, demi tercapainya perubahan yg diinginkan tsb.

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam, adalah sosok pribadi yg paripurna, mampu mempersuasi sebuah kondisi perubahan menjadi kebutuhan hidup. Dari penyembahan kepada sesama makhluk, diubah menjadi menyembah kepada Sang Kholiq, Allah subhanahu wa ta'ala, menjadikan infak dan sedekah sbg tindakan riil yg menjadi kebutuhan massa. Demikian p**a, dari sikap individualis berubah menjadi kebersamaan harmonis, dalam kejama'ahan serta menjadikan sarana dakwah dan jihad sebagai sarana jalan hidup dan menghidupkan kehidupan.

Tentunya, perubahan inipun tidak hadir secara tiba2, melainkan membutuhkan suatu proses berkelanjutan dalam rangka membangun keyakinan, pemikiran dan tindakan, hingga menjadi sebuah budaya dan tradisi yg memiliki efek sosial yg baik.

Beberapa hal yg patut dijadikan pelajaran dalam mempersuasi publik, agar bersedia mengikuti dan menghadapi perubahan baru, sebagaimana yg diinginkan, dgn belajar dari pendekatan ala Rasulullah shalallahu alaihi wasallam, antara lain :

1. Memberikan perhatian

Yaitu apabila kita ingin mempersuasi ruang sosial publik, maka cukup beri perhatian saja kepada publik, karena sifat dasar manusia senang diperhatikan. Sehingga, apabila seseorang secara personal telah merasa terpenuhi sifat dasarnya ini, maka tentu akan dgm mudah terlibat langsung atau tidak langsung, berada dalam barisan perubahan.

2. Empati

Wujud memberikan perhatian, haruslah berujung pada upaya berempati atas persoalan yg dihadapi oleh orang lain. Empati adalah jalan terdekat dgn diri seseorang, sehingga manakala seseorang merasa telah merasa dekat, maka sikap empati ini akan melahirkan simpati.

3. Motivasi

Untuk membangun partisipasi masyarakat, yg dilakukan Rasulullah shalallahu alaihi wasallam, adalah dgn memberikan motivasi kepada mereka. Hal ini tampak pada hadits2 nabi yg bersifat fadhilah amal, keutamaan perbuatan.

Memberikan motivasi adalah cara mempersuasi orang lain, untuk melakukan perubahan secara senang dan bahagia, karena setiap perbuatan yg dilakukannya dimuliakan dan dianggap utama.

4. Berbuat baik lebih dulu

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam, mengawali memberikan kebaikan kepada orang lain, sehingga orang lain berupaya untuk membalas kebaikan p**a.

Sebuah ungkapan mengatakan bahwa “AL INSAN ABDUL IHSAN”, manusia adalah budak kebaikan. Artinya, manakala seseorang diberi kebaikan, maka dia tentu akan memberikan balasan berupa pengabdian, atas orang yg memberi kebaikan itu.

5. Lembut hati

Menghadirkan kelembutan hati, pada saat berinteraksi dgn orang lain, karena kelembutan hati akan menghasilkan penerimaan.

Allah subhanahu wa ta'ala berfirman :

فَبِمَا رَحۡمَةٖ مِّنَ ٱللَّهِ لِنتَ لَهُمۡۖ وَلَوۡ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ ٱلۡقَلۡبِ لَٱنفَضُّواْ مِنۡ حَوۡلِكَۖ فَٱعۡفُ عَنۡهُمۡ وَٱسۡتَغۡفِرۡ لَهُمۡ وَشَاوِرۡهُمۡ فِي ٱلۡأَمۡرِۖ فَإِذَا عَزَمۡتَ فَتَوَكَّلۡ عَلَى ٱللَّهِۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلۡمُتَوَكِّلِينَ

“Maka berkat rahmat Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu. Karena itu maafkanlah mereka dan mohonkanlah ampunan untuk mereka, dan bermusyawarahlah dgn mereka dalam urusan itu. Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sungguh, Allah mencintai orang yg bertawakal.” (QS. Ali Imran: 159).

إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا۟ مَا بِأَنفُسِهِمْ

"..Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri..” (QS. Ar-Ra'du ayat 11). Ayat ini menjadi gambaran perubahan suatu kondisi tidak ideal menjadi ideal, atau kondisi tidak baik menjadi baik.

Sebaliknya dalam surah Al Anfal: 53 disebutkan :

ذَٰلِكَ بِأَنَّ ٱللَّهَ لَمْ يَكُ مُغَيِّرًا نِّعْمَةً أَنْعَمَهَا عَلَىٰ قَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا۟ مَا بِأَنفُسِهِمْ ۙ وَأَنَّ ٱللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

“Yang demikian itu karena sesungguhnya Allah tidak akan mengubah suatu nikmat yg telah diberikan-Nya kepada suatu kaum hingga kaum itu mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri..”. Hal ini menjadi gambaran atas perubahan kondisi dari yg awalnya baik menuju kondisi tidak baik.

Pepatah

كُلُّ لَـحْظَةٍ فِي الـحَيَاةِ كَنْزٌ لَا يَتَكَرَّرُ

"Setiap kesempatan dalam kehidupan adalah harta berharga yang tidak akan terulang kembali."

مَنْ يَعْرِفُ بَابَ الأَمَلِ لَا يَعْرِفُ كَلِمَةَ مُسْتَحِيْلٍ

"Siapa yg mengetahui pintu harapan tidak mengenal kata mustahil."

الـحَيَاةُ كَالبَحْرِ مَنْ لَـمْ يُـحْسِنْ العَوْمَ فِيْهَا قَذَفَتْ بِهِ الأَمْوَاجُ

"Hidup itu ibarat samudra, siapa saja yg tidak mampu berenang akan terhempas oleh ombak."

لَا يَصِلُ الإِنْسَانُ إِلَى حَدِيْقَةِ النَّجَاحِ مِنْ دُوْنِ أَنْ يَـمُرَّ بِـمَحَطَّاتِ التَّعَبِ وَالفَشَلِ وَاليَأْسِ وَصَاحِبُ الإِرَادَةِ القَوِيَّةِ لَا يُطِيْلُ الوُقُوْفَ عِنْدَ هَذِهِ الـمَحَطَّاتِ

"Manusia tidak akan bisa sampai kepada kesuksesan yang sesungguhnya tanpa melewati terminal2 lelah, gagal, dan putus asa; adapun orang yg bertekad kuat tidak akan berlama2 berhenti di setiap terminal tsb."

"Tidak ada yg terjadi kecuali ada sesuatu yg digerakkan." (Albert Einstein)

"Kemajuan tidak mungkin dicapai tanpa perubahan, dan mereka yg tidak dapat berubah pikiran tidak dapat mengubah apa pun." ( George Bernard Shaw)

"Saat angin perubahan bertiup, sebagian orang membangun tembok dan sebagian lainnya membangun kincir angin." (Pepatah China)

"Ubah pikiran Anda dan Anda mengubah dunia Anda." (Norman Vincent Peale)

"Semua orang berpikir untuk mengubah dunia, tetapi tidak ada yg berpikir untuk mengubah dirinya sendiri." (Leo Tolstoy).

"Rahasia perubahan adalah memusatkan semua energi Anda, bukan untuk melawan yang lama, tetapi untuk membangun yg baru." (Socrates).

Wallahu a'lam. Semoga bermanfaat !!

Written from various sources by Al-Faqir Ahmad Zaini Alawi Khodim Jama'ah Sarinyala Kabupaten Gresik

YouTube : Majelis Ngaji Sarinyala
Twitter : sarinyala.id
Facebook : Jama'ah Sarinyala
Facebook : sarinyala.id
Website : www.sarinyala.id
Instagram : ahmadzainialawi

Want your business to be the top-listed Beauty Salon in Sukoharjo?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Category

Telephone

Website

Address


Jln. Candi
Sukoharjo
57562