Solusi Untuk Bunda

Solusi Untuk Bunda

Share

Kumpulan tips untuk menjadi sehat secara alami, kita bagikan untuk bunda semua menuju tatanan kehidupan yang sehat.

22/07/2020

Cara Mengatasi dan Merawat Kulit Wajah Kering
==========================
Perawatan kulit wajah merupakan salah satu langkah penting untuk mendapatkan kulit wajah yang halus dan kencang. Hanya saja, kulit kemungkinan kehilangan cairan akibat kondisi tertentu, sehingga menjadikannya tampak kering. Agar masalah kulit kering dapat dihindari, perlu perawatan kulit wajah yang tepat.

Perawatan kulit wajah perlu dilakukan untuk mengurangi risiko mengalami kulit kering. Sebab, semakin bertambahnya usia, risiko untuk mengalami kulit kering akan lebih besar. Tanda bahwa kulit mengalami kekeringan bisa berupa permukaan kulit wajah yang terasa kasar, mengelupas, pecah-pecah dan terasa gatal.

Cara Mengatasi dan Merawat Kulit Wajah Kering - Alodokter

Mempertahankan Kelembapan Kulit Wajah
Beberapa kebiasaan berikut dapat dilakukan sebagai perawatan kulit wajah untuk memperbaiki kondisi atau tipe kulit wajah kering:

>>Basuh wajah dengan air biasa
Hindari penggunaan air panas karena dapat memperburuk kondisi kulit yang kering. Saat mandi, sebaiknya batasi waktu mandi hanya sekitar 5-10 menit.

>>Cermat memilih pembersih wajah
Gunakan produk yang lembut dan tanpa tambahan pengharum, tujuannya adalah agar kulit Anda terhindar dari iritasi kulit yang dapat menyebabkan kulit semakin kering.

>>Segera pakai pelembap setelah mencuci wajah
Lebih baik memilih pelembap dalam bentuk krim atau salep untuk wajah kering, dibandingkan bentuk lotion.

>>Pilih pelembap yang mengandung minyak alami
Misalnya, pelembap dengan minyak zaitun atau minyak jojoba. Selain itu, bahan lain yang juga dapat membantu kulit kering adalah lactic acid, hyaluronic acid, gliserin, lanolin, minyak mineral dan petrolatum.

>>Gunakan pelembap dengan tekstur berminyak dan kental
Sebelum membeli, coba oleskan di telapak tangan, kemudian balikkan tangan Anda. Jika pelembap menetes berarti belum cukup kental untuk kulit kering.

>>Waspadai produk yang dapat membuat kulit kering
Beberapa produk yang sebaiknya tidak digunakan untuk Anda yang berkulit kering, misalnya produk yang mengandung alkohol, pengharum, retinoid dan alpha-hydroxy acid (AHA).

20/07/2020

Apa itu kanker payudara?
========================

Kanker payudara adalah salah satu jenis penyakit kanker, yang terjadi di payudara. Penyakit ini muncul karena adanya pertumbuhan sel-sel yang tidak normal dan tidak terkontrol (sel kanker) di dalam payudara.

Sel-sel kanker ini awalnya sama seperti sel normal. Di payudara, sel-sel tersebut bisa berasal dari saluran susu (duktus), kelenjar susu (lobulus), atau jaringan ikat di dalamnya. Namun, sel-sel tersebut memiliki perilaku yang berbeda.

Sel kanker dapat membelah dengan cepat, sehingga sulit dikontrol dan bisa menyebar ke jaringan sekitarnya. Bahkan, sel kanker juga bisa berkembang sampai ke organ-organ tubuh lainnya.

Pada sebagian besar kasus (hingga mencapai sekitar 70 persen), kanker payudara bermula dari pembentukan sel yang abnormal di duktus. Adapun, 15 persen kasusnya bermula dari lobulus dan sisanya, yang jarang terjadi, dimulai dari jaringan ikat.

Seberapa umum penyakit ini terjadi?

Anda dapat mencegah penyakit ini dengan menurunkan faktor risiko serta melakukan deteksi dini. Konsultasikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Ciri-ciri & gejala
Apa saja ciri-ciri kanker payudara?
Ciri-ciri kanker payudara yang paling khas adalah munculnya benjolan di payudara. Benjolan yang dicurigai sebagai kanker umumnya memiliki tekstur yang padat, keras, memiliki batas yang tidak jelas, bisa menempel, dan permukaannya tidak rata.

Benjolan ini pun biasanya tidak menimbulkan rasa nyeri. Itulah sebabnya banyak wanita yang menganggap enteng saat benjolan ini muncul, karena tidak adanya rasa nyeri diartikan bahwa benjolan ini tidak berbahaya.

Padahal, hal tersebut justru akan membuat benjolan terus berkembang hingga mungkin menyebar.

Selain benjolan, ada beberapa tanda dan gejala kanker payudara yang dapat Anda kenali. Berikut gejala dan tanda tersebut:

-Perubahan ukuran, bentuk, atau tampilan dari payudara.
-Perubahan bentuk pada puting payudara. Hal ini biasanya terjadi pada salah satu jenis kanker payudara, yang disebut penyakit paget atau paget’s disease.
-Puting mengeluarkan cairan berwarna atau mungkin berdarah.
-Puting memerah dan lecet yang tak kunjung sembuh.
-Puting susu masuk ke dalam atau tertarik.
-Bengkak di sekitar ketiak akibat pembesaran kelenjar getah bening di daerah tersebut, khususnya pada stadium kanker payudara lanjut.
-Adanya kelainan pada kulit payudara (seperti kulit jeruk atau kulit menjadi kemerahan). Terkadang kulit juga jadi mencekung, seperti lesung p**i, karena tertarik oleh benjolan.
-Mungkin ada gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan suatu gejala, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk mendapat diagnosis yang tepat.

Kapan harus periksa ke dokter?
Apabila Anda mengalami atau mencurigai salah satu tanda dan gejala kanker seperti yang telah disebutkan di atas, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Hal ini dilakukan agar Anda mendapatkan penanganan yang tepat sesuai dengan kondisi Anda.

Dengan tanggap terhadap tanda kanker sedini mungkin, maka peluang Anda untuk meningkatan harapan hidup atau bahkan sembuh dari penyakit ini pun semakin besar.

Selengkapnya
Penyebab & faktor risiko
Apa penyebab dan faktor risiko kanker payudara?
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, penyebab kanker payudara bermula dari perkembangan sel yang abnormal. Kumpulan dari sel kanker ini kemudian membentuk tumor ganas.

Tumor ganas inilah yang selanjutnya akan membentuk sebuah benjolan di payudara. Benjolan dapat menyebar ke jaringan di sekitarnya, maupun ke bagian tubuh yang lain.

Penyebab terbentuknya sel kanker ini memang tidak diketahui pasti. Namun, sekitar 5‐10 persen penyakit kanker payudara berhubungan dengan mutasi gen 1 (BRCA1) dan gen 2 (BRCA2) yang diturunkan oleh keluarga.

Selain faktor keturunan, beberapa hal lainnya pun bisa meningkatkan risiko Anda terkena penyakit pada payudara ini. Beberapa faktor tersebut, yaitu:

*Wanita.
*Pertambahan usia.
*Obesitas.
*Konsumsi alkohol secara berlebihan.
*Konsumsi pil KB.
*Pernah mengalami kanker payudara.
*Paparan radiasi saat masih muda atau anak-anak.
*Mulai menstruasi pada usia yang lebih muda.
*Menopause pada usia yang lebih tua.
*Punya anak pertama pada usia yang lebih tua.
*Belum pernah hamil.
*Terapi hormon pascamenopause.
*Konsultasikan ke dokter guna mencari tahu informasi lebih lanjut terkait faktor lain yang jadi penyebab penyakit ini.

Pengobatan
Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pengobatan kanker payudara yang dapat dilakukan?
Pengobatan untuk penderita kanker payudara umumnya diberikan sesuai dengan tipe, stadium, ukuran, sensitivitas sel terhadap hormon, serta kondisi kesehatan secara keselurahan. Ada lima jenis terapi atau pengobatan kanker payudara yang umumnya diberikan oleh dokter, yaitu:

1. Operasi atau pembedahan
Ada beberapa jenis operasi yang biasa dilakukan untuk mengobati penyakit kanker ini. Beberapa macam operasi tersebut diantaranya:

Bedah konservatif, yaitu mengangkat sel kanker beserta kelenjar getah bening yang terlibat.
Operasi pemasangan implan atau silikon.
Operasi mastektomi total, yaitu mengangkat seluruh payudara yang terkena kanker.
Nipple-sparing mastectomy, yaitu operasi pengangkatan jaringan payudara, tetapi menyisakan puting dan kulit di sekitarnya (ar**la).
Modified radical mastectomy (mastektomi radikal yang dimodifikasi), yaitu mengangkat seluruh payudara yang terkena kanker, kelenjar getah bening di bawah ketiak, sepanjang otot pada dada, dan terkadang sebagian otot dinding dada.
Oncoplastic surgery atau rekonstruksi payudara untuk kanker, yaitu prosedur pembedahan yang dilakukan dengan cara mengambil lemak otot dan kulit dari bagian tubuh lainnya untuk ditempatkan di dalam payudara, guna menggantikan sebagian jaringan yang diangkat karena operasi kanker.

2. Terapi radiasi
Terapi radiasi adalah terapi dengan menggunakan sinar X bertenaga tinggi yang ditargetkan untuk membunuh sel kanker atau menghambat pertumbuhan sel kanker.

3. Kemoterapi
Kemoterapi, yaitu terapi yang menggunakan obat-obatan untuk menghambat pertumbuhan sel kanker. Terapi ini dapat dilakukan sebelum pembedahan untuk mengecilkan tumor sebelum diangkat.

Selain itu, terapi ini juga dapat dilakukan setelah pembedahan untuk mencegah pertumbuhan tumor kembali.

Ada beberapa jenis obat yang diberikan pada terapi ini. Pemberian obat ini tergantung pada usia, kondisi, serta perkembangan sel kanker Anda. Itu sebabnya, selalu konsultasikan ke dokter terkait obat kanker yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

4. Terapi hormon
Terapi hormon adalah terapi kanker dengan menghambat kerja hormon dan mencegah perkembangan sel kanker. Terapi ini hanya efektif pada kanker payudara yang sensitif terhadap hormon. Dokter Anda akan melakukan pemeriksaan untuk menentukan tipe kanker Anda.

5. Terapi target
Terapi target adalah terapi yang menggunakan obat-obatan atau bahan kimia lain untuk mengidentifikasi dan menyerang sel kanker secara spesifik tanpa membunuh sel-sel normal. Terapi ini antara lain:

Perawatan di rumah
------------------
Apa saja perubahan gaya hidup yang dapat dilakukan untuk mengatasi penyakit ini?
Selain pengobatan medis, Anda pun perlu menerapkan gaya hidup sehat untuk membantu mengatasi kanker yang Anda alami. Berikut beberapa gaya hidup atau pengobatan di rumah yang perlu diterapkan oleh penderita kanker payudara:

1. Diet sehat
Konsumsi nutrisi yang baik sangatlah penting. Apalagi Anda akan sulit menahan makanan di dalam perut karena terapi yang dilakukan dapat menyebabkan mual atau mengubah sensasi rasa Anda.

Lebih baik mengonsumsi makanan sehat dengan porsi lebih kecil, tetapi lebih sering dalam sehari.

2. Olahraga teratur
Kanker dapat menyebabkan lemas berkepanjangan dan tidak akan membaik dengan beristirahat. Berolahraga teratur dapat membantu Anda menghilangkan rasa lemas.

Anda dapat memulainya dengan berjalan dan memilih olahraga yang nyaman untuk Anda. Namun, lebih baik konsultasikan selalu dengan dokter Anda mengenai jenis olahraga yang tepat sesuai dengan kondisi Anda.

3. Berhenti merokok dan minum alkohol
Diet sehat dan berolahraga teratur merupakan hal penting. Namun, Anda juga perlu mengurangi konsumsi alkohol dan berhenti merokok agar pengobatan Anda lebih efektif.

Pencegahan & deteksi dini
Bagaimana cara mencegah kanker payudara?
Melakukan perubahan gaya hidup juga merupakan salah satu kunci untuk mencegah kanker payudara. Berikut gaya hidup yang perlu Anda lakukan untuk mencegah datangnya penyakit tersebut:

Batasi konsumsi alkohol
Konsumsi alkohol tidak lebih dari satu gelas per hari. Lebih baik lagi, berhentilah mengonsumsi alkohol secara total.

Olahraga secara rutin
Lakukan olahraga dengan intensitas sedang secara rutin setidaknya 30 menit setiap hari. Hal ini dapat dimulai dengan sekadar jalan santai, bersepeda, joging, dan lain sebagainya. Bila perlu, tanyakan pada dokter terkait olahraga yang sesuai dengan kondisi Anda.

Batasi terapi hormon pasca-menopause
Kombinasi terapi hormon dapat meningkatkan risiko terkena kanker di payudara. Itu sebabnya, bicarakan kembali dengan dokter Anda terkait manfaat serta risiko terapi hormon.

Jaga berat badan ideal
Berusahalah untuk mendapatkan berat badan sehat dan ideal. Jika Anda perlu menurunkan banyak berat badan, tanyakan dokter tentang strategi yang sehat untuk mencapai hal tersebut

Konsumsi makanan yang sehat dan seimbang
Beberapa makanan yang disarankan termasuk sayuran, buah-buahan, dan kacang-kacangan, serta protein yang mengandung lemak baik, seperti ikan.

Pemeriksaan payudara secara berkala
Selain menerapkan gaya hidup sehat, Anda pun perlu memahami tentang kanker payudara, mewaspadai gejala dan tandanya, serta melakukan deteksi dini kanker payudara. Berikut ini beberapa cara deteksi dini yang dapat Anda lakukan.

1. Periksa payudara sendiri (SADARI)

Langkah paling mudah untuk mengetahui gejala penyakit ini adalah dengan pemeriksaan payudara sendiri atau SADARI. Tujuan dari pemeriksaan ini, yaitu untuk mendeteksi benjolan pada payudara Anda.

Anda dapat melakukan pemeriksaan ini di rumah secara rutin. Pemeriksaan yang dilakukan secara rutin akan membantu Anda untuk mengenali tekstur jaringan payudara normal.

Jadi, jika suatu saat Anda merasakan ada sesuatu yang tidak biasa pada payudara, Anda dapat segera memeriksakan diri ke dokter. Dengan cara ini, Anda akan dapat dengan mudah mendeteksi gejala kanker payudara.

2. Periksa payudara klinis (SADANIS)

Berbeda dengan SADARI, pemeriksaan payudara klinis atau disebut juga dengan SADANIS, dapat dilakukan di rumah sakit, dengan bantuan dokter dan tim medis lainnya. Pemeriksaan ini bukan hanya dilakukan bagi orang yang menyadari adanya gejala kanker payudara, tetapi juga bisa dilakukan oleh orang yang sehat.

Hal ini biasanya disebut dengan skrining, yang bisa dijalani oleh siapa saja, termasuk bagi wanita sehat yang belum memiliki gejala atau keluhan apa pun.

3. Mamografi

Selain itu, Anda juga dapat melakukan pemeriksaan mamografi secara rutin untuk mendeteksi ada tidaknya sel kanker di bagian payudara. Pemeriksaan ini penting dilakukan untuk mengetahui gejala awal penyakit tersebut.

Berbeda dengan dua pemeriksaan sebelumnya, mamografi lebih tergolong sebagai deteksi penunjang kanker payudara.

Mamografi sendiri adalah teknik pemindaian gambar menggunakan sinar rontgen dosis rendah untuk mendeteksi dan mendiagnosis kanker di payudara.

Prosedur ini umumnya diwajibkan bagi wanita yang usianya lebih dari 40 tahun. Namun, jika Anda atau keluarga Anda memiliki riwayat kanker di payudara, dokter mungkin akan merekomendasikan untuk melakukan pemeriksaan ini lebih dini dan lebih sering.

Bagi Anda yang baru pertama kali melakukan prosedur ini, Anda mungkin akan sedikit merasakan nyeri atau tidaknyaman. Namun, jangan khawatir, rasa nyeri dan tidak nyaman ini tidak akan bertahan lama dan hal ini pun lazim terjadi.

17/07/2020

Mengapa Kuku Bisa Cantengan dan Bagaimana Mengobatinya?
=====================

Jika Anda pernah mengalami kuku cantengan, Anda pasti paham benar seperti apa rasa sakitnya. Cantengan juga bikin minder karena kuku yang bertumbuh ke dalam bisa tampak mengerikan. Kadang, kulit kaki itu sendiri dapat menutupi sisi pinggir kuku, yang menyebabkan kuku menjadi tertanam di kulit.

Penyebab cantengan atau ingrown nail ada banyak versi. Kependekan memotong kuku dapat menyebabkan kuku bertumbuh ke dalam kulit. Sepatu yang kesempitan dapat menyebabkan kuku tertekan ke dalam dan lama kelamaan jadi cantengan. Jempol kaki yang kejedot pintu kayu atau kaki meja juga dapat menyebabkan kuku patah dan akhirnya bertumbuh ke dalam. Tapi kenapa kuku bisa bertumbuh ke dalam?

Seperti apa proses pertumbuhan kuku?
Setiap kuku pada mulanya bertumbuh dari sebuah kantong kecil di bawah kulit pangkal kuku yang disebut matriks. Matriks kuku bertugas memproduksi sel kuku baru tanpa henti. Sel-sel kuku ini kemudian mendorong kelompok sel kuku lama keluar dari kulit. Kuku di atas punggung jemari yang bisa Anda lihat dan sentuh saat ini adalah sel kuku yang sudah mati.

Kuku terus bertumbuh dengan kecepatan 0,1 mm per hari atau 3 mm dalam satu bulan. Laju pertumbuhan kuku dipengaruhi oleh sejumlah kegiatan fisik dan lingkungan. Misalnya, selama siang hari dan di musim panas, kuku tumbuh lebih cepat daripada saat malam atau di musim dingin. Kuku juga tumbuh lebih cepat di tangan kanan Anda jika Anda bertangan kanan, dan lebih cepat di tangan kiri Anda jika Anda kidal. Kuku tumbuh lebih cepat pada pria dan orang-orang yang lebih muda daripada wanita dan orang tua.

Demam dan penyakit serius memperlambat laju pertumbuhan kuku. Trauma ringan seperti kebiasaan menggigit kuku merangsang pertumbuhan kuku, sementara keterbatasan fisik atau gizi buruk memperlambat pertumbuhan kuku.

Kenapa kuku bisa cantengan?
Pertumbuhan kuku merupakan proses yang cukup rapuh — tanpa henti menyeimbangkan antara stres yang didapatkan oleh kuku dan upaya mempertahankan agar kuku tetap menempel di dasar kuku. Kuku yang bertumbuh terlalu cepat atau lambat dapat mengacaukan keseimbangan ini sehingga mengubah kelengkungan kuku keluar dari alur kuku.

Ujung pinggiran kuku yang tajam dapat berkembang keluar alur kuku yang semestinya dan jadi terdorong masuk menekan kulit, sehingga menyebabkan ingrown nail. Kuku jemari tangan tumbuh sangat lambat, tapi pola pertumbuhan kuku kaki Anda lebih lambat lagi. Ini sebabnya kuku kaki lebih rentan mengalami cantengan.

Pada awalnya, kulit di sekitar kuku cantengan mungkin terasa lunak, bengkak, atau mengeras. Namun jika terus dibiarkan, tekanan besar dari pemakaian kaki berkelanjutan, kuku kaki yang bertumbuh ke dalam dapat merobek kulit hingga ke dalam epidermis (lapisan kulit tengah). Bakteri dapat masuk melalui luka ini dan kemudian menyebabkan peradangan, nyeri dan infeksi. Cantengan juga mungkin berdarah atau mengeluarkan nanah.

Bagaimana cara mengobati kuku cantengan?
Kuku cantengan yang dibiarkan terinfeksi dapat menjadi masalah kambuhan dan menyebabkan komplikasi serius, seperti masalah tulang.

Jika kuku yang tumbuh ke dalam tidak terinfeksi, Anda dapat mencoba beberapa pengobatan di rumah untuk meminimalisir rasa sakitnya dan mencegah ingrown nail tumbuh kembali. Berikut adalah beberapa ide pengobatan rumahan untuk kuku cantengan:

Rendam dalam air garam hangat selama 15 menit untuk 3-4 kali sehari. Sementara direndam, Anda bisa menggunakan cotton bud untuk perlahan mendorong kulit agar menjauhi kuku. Air hangat juga dapat meringankan rasa sakit dan pembengkakan akibat cantengan. Keringkan kaki dengan baik setelahnya.
Jaga kaki tetap bersih dan kering selama beraktivitas kecuali saat merendam.
Minum obat penghilang nyeri, misalnya paracetamol atau ibuprofen.
Oleskan salep antibiotik untuk mengurangi risiko infeksi.
Balut jari yang cantengan dengan perban kasa dan pakai sendal selama beraktivitas. Atau, pakai sepatu yang terbuat dari kain halus dengan jarak antar jari yang luas. Hindari memakai sepatu ketat.
Jika gejala tidak berangsur sembuh atau jika cantengan terlanjur terinfeksi, jangan mencoba mengobati cantengan sendiri. Cantengan yang terinfeksi perlu diperiksa oleh podiatris, ahli penyakit kaki.

Dokter mungkin meresepkan antibiotik dan/atau mengangkat sebagian kuku yang tertanam ke dalam kulit serta bantalan kuku yang mendasarinya untuk mencegah masalah datang kembali. Selagi kuku bertumbuh ulang, dokter dapat menempatkan sepotong kapas lebut di bawah kuku untuk mencegah kuku kembali tumbuh keluar jalur. Penting untuk selalu teratur mengganti kapas setiap hari.

26/06/2020

Memilih Produk Perawatan Kulit untuk Pasien Pengidap Kanker Kulit
================================

Setiap orang bisa memiliki kulit yang sehat, sekalipun pasien kanker kulit. Rangkaian perawatan medis kerap membuat kondisi kulit pasien kanker jadi kurang sehat. Jangan cemas, ada produk perawatan kulit rekomendasi untuk pasien kanker kulit.

Produk perawatan kulit untuk pasien kanker kulit
krim pemutih wajah
Secara umum, semua pasien kanker memiliki masalah soal kondisi kulit. Rangkaian perawatan kemoterapi, dapat menimbulkan efek samping kondisi kulit yang kering, tidak elastis, kemerahan, hingga hiperpigmentasi. Hal ini juga bisa dialami oleh pasien kanker kulit.

Pasien kanker kulit pun memerlukan perawatan kulit tertentu untuk menjaga kesehatan kulitnya. Penelitian Supportive Care in Cancer juga menganjurkan perawatan kulit bagi penderita kanker untuk mendukung kesehatan kulit memperbaiki kualitas hidupnya. Perhatikan poin-poin di bawah ini ketika Anda memilih produk perawatan kulit.

produk perawatan yang tidak mengandung aroma atau parfum
terasa nyaman di kulit
sesuai dengan budget
Namun, sebelum membeli produk perawatan kulit, lebih baik berkonsultasi terlebih dulu kepada dokter onkologi Anda. Terutama, jika Anda:

masih mejalani perawatan medis kanker
memiliki alergi atau reaksi pada kandungan tertentu.
Ketiga poin tersebut menjadi patokan dalam pemilihan produk. Selanjutnya, ada beberapa perawatan kulit rekomendasi yang dapat digunakan dalam memelihara kesehatan kulit pasien kanker.

1. Sunscreen
mitos sunscreen
Sunscreen, perawatan kulit utama yang wajib dipakai bagi semua orang, termasuk pasien kanker kulit, untuk melindungi efek radiasi ultraviolet. Sunscreen SPF 15 bisa diaplikasikan pada penggunaan sehari-hari.

Melansir laman Cancer Research UK, biasanya dokter akan menyarankan penggunaan sunscreen SPF 50 pada kulit yang akan terekspos sinar matahari. SPF tinggi memang akan memberikan ekstra perlindungan bagi kulit, tetapi tidak 100% memproteksi.

Anda bisa mengaplikasikan sunscreen secara berkala untuk mendapatkan proteksi yang optimal. Perlu diingat, lebih baik hindari menghabiskan waktu di bawah terik matahari untuk pasien kanker kulit untuk mencegah efek radiasi matahari.

2. Pelembap
perawatan kulit untuk kanker kulit
Salah satu efek samping perawatan kanker kulit adalah kulit kering dan dehidrasi. Maka itu, Anda butuh pelembap untuk mengatasi kulit kering dan menjaga kesehatan kulit. Bagaimanapun, kulit harus sehat senantiasa karena sebagai salah satu pertahanan tubuh paling luar dan bagian dari sistem imun kita.

Anda bisa memilih pelembap yang bebas alkohol dan bebas parfum. Gunakan pelembap dua kali sehari, terutama setelah mandi.

3. Serum
perawatan kulit untuk kanker kulit
Serum merupakan perawatan yang dapat digunakan untuk menjaga kelembapan dan kesehatan kulit pasien kanker. Perawatan kulit ini bekerja langsung pada bagian bawah kulit Anda.

Setelah memakai serum, Anda perlu mengoleskan pelembap yang sesuai dengan tipe kulit Anda. Secara perlahan dan lembut tepukan serum pada kulit wajah Anda. Lakukan secara teratur untuk mengoptimalkan kulit sehat.

Namun, pemilihan serum perlu dikonsultasikan pada dokter onkologi Anda sebelum penggunaannya.

4. Masker wajah
sheet mask masker wajah
Perawatan kulit yang satu ini hampir digemari untuk mendukung kesehatan kulit, termasuk pasien kanker. Ada beragam tipe masker wajah, tapi pilihlah yang sesuai dengan tipe kulit wajah Anda. Anda bisa memakai sheet mask sekali pakai untuk mencegah kulit dari dehidrasi.

Jangan lupa untuk mencuci tangan sebelum menggunakan masker wajah dan ikuti instruksi pemakaian produk. Setelah memakai masker wajah, jangan lupa untuk mengaplikasikan pelembap agar kulit tetap hidrasi dan tetap terjaga kelembapannya.

20/06/2020

Apakah Gonta-ganti Sabun Pembersih Wajah Bikin Kulit Wajah Rusak?
==============================
Tak semua produk sabun cuci muka cocok untuk setiap orang. Jenis dan sensitivitas kulit setiap orang yang berbeda-beda, memengaruhi cara kerja produk pembersih pada kulit.

Tak jarang, kulit Anda menjadi lebih kering atau bahkan muncul ruam dan iritasi. Ini yang menyebabkan Anda kerap beralih dari satu produk pembersih wajah ke produk lainnya. Namun, tidakah hal ini justru semakin membahayakan kesehatan kulit Anda?

Efek mengganti sabun cuci muka terlalu sering

Mengganti produk perawatan wajah memang sangat dianjurkan ketika Anda mengalami sejumlah permasalahan kulit setelah menggunakan produk selama beberapa hari.

Namun hal ini dapat memberikan dampak negatif bagi kesehatan kulit Anda jika dilakukan terlalu sering.

Menurut American Academy of Dermatology, mengganti produk perawatan wajah setiap minggunya dapat memicu terjadinya iritasi kulit hingga kemunculan jerawat. Terutama jika produk pengganti yang digunakan memiliki kandungan yang sangat berbeda dengan produk sebelumnya.

Mengganti sabun cuci muka terlalu sering juga tidak disarankan hanya karena Anda tidak puas dengan produk tersebut. Hal ini malah akan berimplikasi pada produk pengganti yang membutuhkan waktu lebih lama untuk berkerja secara efektif.

Anda tidak bisa mendapatkan hasil dari produk pembersih wajah secara instan, terutama bagi kulit wajah yang berjerawat. Rata-rata untuk menghilangkan jerawat yang meradang diperlukan waktu selama 3 hingga 4 bulan.

Apabila tidak menunjukan komplikasi kulit, berilah waktu untuk produk tersebut bekerja setidaknya dengan rutin menggunakannya selama 6 hingga 8 minggu. Jika setelahnya tidak memperlihatkan perubahan, Anda bisa beralih pada produk lain.

Lalu, bagaimana memilih sabun cuci muka yang tepat?

Anda perlu memakai sabun cuci muka yang telah diformulasikan secara khusus untuk kulit wajah. Karena produk perawatan kulit pada setiap orang memiliki efek yang berbeda, maka sebaiknya Anda memilih pembersih wajah yang disesuaikan dengan jenis dan sensitivitas kulit Anda.

Tipe kulit normal sebaiknya menggunakan sabun yang tidak menghilangkan kandungan minyak alami kulit. Sebaliknya, kulit berminyak membutuhkan sabun yang bisa mereduksi kadar minyak alami. Sabun tersebut biasanya mengandung asam salisilat atau benzoil peroksida.

Sementara bagi pemilik kulit kering, tidak disarankan memilih sabun pembersih yang mengandung alkohol tinggi karena bisa mengikis kulit. Sabun cuci muka yang tidak mengandung wewangian, pewarna, dan alkohol cocok untuk tipe kulit sensitif.

Secara penelitian, Anda perlu memilih sabun cuci muka yang memiliki pH lebih asam yang mana mendekati kadar pH alami kulit. Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan NCBI, produk pembersih yang baik untuk wajah adalah yang memiliki pH 4 sampai 5.

Cara membersihkan wajah dengan sabun cuci muka

Setelah menemukan produk yang cocok untuk kulit, Anda tak bisa sembarangan membersihkan wajah. Alih-alih kulit sehat, keliru membersihkan wajah malah menimbulkan berbagai masalah kulit.

Ikuti aturan membersihkan wajah berikut ini agar kulit terhindar dari jerawat, ruam, dan iritasi.

Mencuci muka secara rutin yaitu setelah dan sesudah bangun tidur. Di pagi hari, kulit wajah perlu dibersihkan dari minyak yang diproduksi selama tidur. Pada malam hari, kulit wajah perlu dibersihkan dari kotoran dan riasan yang menempel selepas beraktivitas.
Anda tidak perlu membersihkan wajah terlalu sering karena dapat membuat kulit wajah menjadi kering.
Bagi Anda yang terpapar polusi secara intens atau memakai riasan tebal sebaiknya melakukan double cleansing.
Bersihkan setiap bagian wajah secara menyeluruh dengan sabun wajah dan air hangat. Lakukan gerakan memijat dengan lembut saat membersihkan. Jangan mengusap wajah terlalu keras karena bisa memicu iritasi
Bilas wajah dengan air hangat bersih.
Keringkan wajah dengan handuk khusus wajah bukan handuk yang digunakan untuk mengeringkan tubuh.

20/06/2020

Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?
================================

Bagi orangtua yang sedang dipenuhi kebahagian menanti-nanti kelahiran anak yang sedang dikandung, kesehatan ibu dan bayi menjadi prioritas utama. Harapannya adalah masa kehamilan sampai proses persalinan akan berjalan dengan lancar. Namun, banyak hal yang bisa terjadi pada ibu dan bayi di masa kehamilan. Salah satu kemungkinannya adalah muncul kista di indung telur (kista ovarium) ibu hamil. Hal ini tentu membuat calon orangtua merasa gugup dan khawatir. Agar Anda bisa memahami lebih jauh apa itu kista yang muncul pada ibu hamil dan pengaruh-pengaruhnya terhadap kehamilan, simak penjelasannya berikut ini.

Mengenal kista pada indung telur
-------------------------------
Kista ovarium adalah sejenis tumor jinak. Jarang sekali kista di indung telur bersifat ganas. Kista pada rahim berupa kantong yang terisi cairan atau zat yang agak padat. Biasanya kista ini muncul di indung telur yang terletak di sisi kanan dan kiri rahim ibu hamil.

Muncul kista adalah hal yang umum terjadi, bahkan pada ibu hamil. Biasanya kista sudah terbentuk sebelum terjadinya pembuahan. Akan tetapi, kista tersebut belum terdeteksi sampai ibu hamil melakukan tes ultrasound untuk memeriksakan kehamilan. Pada beberapa kasus, bahkan kemunculan kista tidak disadari dan akan hilang dengan sendirinya.

Ada dua jenis kista yang muncul di indung telur ibu hamil. Yang paling sering ditemukan adalah kista ovarium fungsional dan sifatnya tidak berbahaya atau mengancam. Jenis yang lain adalah kista ovarium patologis. Jenis kista ini adalah tumor yang bisa bersifat jinak maupun ganas. Seiring berjalannya waktu, kista ovarium patologis akan terus bertambah besar jika tidak terdeteksi dan tidak diberi penanganan yang tepat.

Gejala kista saat hamil
-----------------------
Apabila pada indung telur Anda muncul kista, gejala yang harus Anda perhatikan adalah rasa sakit di abdomen (bagian perut) dan panggul. Namun, jika kista ovarium semakin membesar, Anda perlu mewaspadai tanda-tanda yang lebih serius seperti nyeri pada tulang ekor, sangat cepat kenyang, rasa kembung, sering buang air kecil, dan rasa sakit ketika melakukan hubungan seksual. Hati-hati karena tanda-tanda ini sangat mirip dengan kondisi ibu hamil pada umumnya, sehingga banyak ibu hamil mengabaikan gejala muncul kista ovarium. Segera periksakan diri ke dokter jika Anda merasa ada perubahan yang tidak wajar pada masa kehamilan.

Pengaruh kista ovarium pada kehamilan
-------------------------------------
Setelah mendeteksi kemunculan kista di indung telur Anda, biasanya dokter akan memantau dulu perkembangan kista tersebut untuk menentukan tindakan yang diperlukan. Pasalnya, kista saat hamil tak tentu menyebabkan masalah atau komplikasi pada kehamilan. Jika ukuran kista ovarium pada ibu hamil kecil dan tak berbahaya, Anda hanya akan diminta rutin periksa ke dokter kandungan dan menjalani tes ultrasound untuk melihat apakah kista sudah makin mengecil atau hilang seluruhnya.

Kista di indung telur Anda bisa hilang sendiri karena pecah. Biasanya pecahnya kista yang berukuran kecil tidak akan menunjukkan gejala atau tanda-tanda apa pun pada ibu hamil. Namun, jika kista ovarium yang pecah atau terpuntir berukuran cukup besar (di atas 8 sentimeter), ibu hamil akan tiba-tiba merasakan sakit yang cukup parah. Pada beberapa kasus, pecahnya kista ovarium bisa menyebabkan perdarahan dalam yang sering disalahpahami sebagai keguguran. Pada kenyataannya, janin dalam kandungan tidak akan terganggu saat kista di indung telur Anda pecah atau terpuntir.

Apakah kista saat hamil perlu dioperasi?
---------------------------------------
Kalau kista ovarium yang dideteksi tidak akan membahayakan kandungan atau menghalangi jalan keluarnya bayi saat persalinan, operasi pengangkatan kista ovarium yang tak kunjung mengecil atau hilang bisa dilakukan kira-kira tiga bulan setelah melahirkan.

Ibu hamil perlu berhati-hati jika dokter mendiagnosis kista ovarium Anda berisiko pada kehamilan. Kista yang sudah terlalu besar bisa menekan rongga perut dan menyebabkan sesak napas. Ada juga kasus di mana kista yang tumbuh berisiko menghalangi jalan keluarnya bayi dari kandungan saat persalinan. Biasanya operasi ini akan dilakukan setelah usia kehamilan sudah sekitar 5 bulan untuk menghindari risiko keguguran. Kalau usia kehamilan sudah cukup dewasa dan dokter melihat bahwa perkembangan bayi sudah sempurna, biasanya Anda akan disarankan untuk menjalani operasi caesar.

Selain itu, jika kista yang ditemukan di indung telur Anda telah berkembang menjadi tumor ganas dan berpotensi menjadi kanker ovarium, dokter Anda mungkin menyarankan pengangkatan kista lewat bedah laparoskopi pada usia kehamilan berapa pun. Namun, kasus ini sangat jarang terjadi. Kemungkinannya sangat kecil, yaitu 1 kasus di antara 32.000 kehamilan.

Want your business to be the top-listed Beauty Salon in Surabaya?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Category

Telephone

Address


Rungkut
Surabaya
60293