Dr Yu Skin Indonesia

Dr Yu Skin Indonesia

Share

11 Alasan memilih Dr Yu Skin
1. Terbuat dari bahan yang aman dan alami
2. Sudah tersertifikasi BPOM
3. Diformulasikan oleh Dokter Spesialis Kulit
4. Ploso Kec.

Krim Flek Hitam Yang Ampuh Dr Yu Skin, Krim Penghilang Flek Hitam Wajah Yang Ampuh Dr Yu Skin, Krim Penghilang Flek Hitam Yang Aman Dr Yu Skin, Krim Flek Hitam Yang Bagus Dr Yu Skin, Krim Untuk Flek Hitam di Wajah Dr Yu Skin Bebas Mercury
5. Tidak menyebabkan penipisan kulit
6. Tidak menyebabkan ketergantungan
7. Terbuat dari bahan yang Halal
8. Jaminan konsultasi dokter spesialis kulit seumur hid

07/04/2023

Ketahui Cara Menghilangkan Bintik Putih di Bawah Mata di Sini!
Ada berbagai cara menghilangkan bintik putih di bawah mata yang dapat Anda coba. Meski bintik tersebut umumnya tidak berbahaya, tetapi kemunculannya sering kali menimbulkan rasa tidak nyaman dan menurunkan rasa percaya diri orang yang mengalaminya.
Bintik atau benjolan kecil berwarna putih di bawah mata dalam istilah medis disebut milium. Sedangkan milium yang berkembang menjadi banyak dikenal dengan istilah milia. Tak hanya di bawah mata, milia juga bisa tumbuh di sekitar hidung, kelopak mata, dan p**i.

Milia bisa dialami oleh siapa saja, tetapi paling sering dialami oleh bayi yang baru lahir. Bayi yang mengalami milia umumnya tidak memerlukan penanganan medis dan akan hilang dengan sendirinya dalam waktu beberapa minggu atau bulan.
Akan tetapi, milia yang terjadi pada anak-anak atau dewasa dan tidak kunjung hilang memerlukan penanganan khusus dari dokter.
Beberapa Cara Menghilangkan Bintik Putih di Bawah Mata secara Medis
Sebelum menentukan tindakan penanganan, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan untuk memastikan bahwa bintik putih yang muncul adalah milia. Setelah diagnosis telah dipastikan, penanganan umumnya dilakukan melalui pemberian obat-obatan oleh dokter. Jenis obat yang diberikan adalah:
1. Retinoid topikal
Retinoid topikal adalah salah satu obat oles berupa krim, losion, atau gel yang diresepkan dokter untuk mengatasi bintik putih di bawah mata. Cara kerja obat ini adalah dengan membuang sel kulit mati di kulit dan merangsang pertumbuhan sel kulit baru.
Retinoid topikal juga dapat mengurangi penumpukan keratin yang memicu munculnya bintik putih. Selain dapat menghilangkan milia, retinoid juga efektif untuk mengatasi komedo.
Hindari penggunaan retinoid secara berlebihan dan dalam jangka panjang, karena dapat menyebabkan iritasi dan pengelupasan pada area kulit yang diolesi obat. Obat ini juga tidak disarankan untuk digunakan oleh ibu hamil. Oleh karena itu, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum menggunakannya.
2. Deroofing
Deroofing adalah prosedur yang dilakukan dengan membuat lubang kecil di permukaan kulit menggunakan pisau bedah bernama lancet. Selanjutnya, keratin yang membentuk milia secara perlahan didorong keluar dengan jari-jari atau jarum yang disebut ekstraktor komedo.
Meski cara ini dapat dilakukan secara mandiri, namun Anda tidak dianjurkan untuk melakukan deroofing sendiri karena dapat menyebabkan luka dan kerusakan pada kulit.
3. Dermabrasi
Dermabrasi adalah prosedur yang dilakukan dengan mengangkat lapisan kulit mati menggunakan laser. Prosedur ini umumnya dilakukan untuk menangani jaringan parut pada wajah.
Selain itu, dermabrasi juga dilakukan untuk mengatasi keriput, gangguan kulit akibat paparan sinar matahari, dan gangguan pigmentasi.
4. Peeling
Peeling dilakukan dengan cara mengoleskan satu atau lebih jenis cairan kimia untuk mengelupas sel-sel kulit yang rusak, sehingga dapat merangsang terbentuknya sel-sel kulit yang baru. Prosedur ini biasanya dilakukan lebih dari sekali dengan jeda 3–6 bulan setiap prosedurnya.
5. Ablasi laser
Ablasi laser adalah prosedur untuk menghilangkan bintik putih menggunakan sinar laser. Baik dermabrasi, peeling, maupun ablasi laser harus dilakukan oleh dokter kulit. Hal ini untuk mencegah timbulnya kerusakan kulit yang semakin parah.
6. Diathermy
Diathermy adalah prosedur yang bertujuan untuk menghancurkan milia atau bintik putih menggunakan arus listrik berfrekuensi tinggi serta merangsang terbentuknya sel-sel kulit baru.
7. Krioterapi
Krioterapi adalah prosedur medis untuk mengatasi bintik putih melalui penggunaan cairan khusus. Prosedur ini juga dapat digunakan untuk menangani berbagai jenis tumor, baik tumor jinak, prakanker, atau kanker ganas.
8. Kuretase
Kuretase adalah prosedur medis berupa pengikisan atau kauterisasi pada lapisan sel kulit mati. Prosedur ini dilakukan dengan cara membakar jaringan kulit menggunakan listrik guna menghilangkan milia.
Tips Perawatan dan Pencegahan Munculnya Bintik Putih di Bawah Mata
Selain pengobatan secara medis, Anda dapat menerapkan tips-tips berikut untuk membantu proses penyembuhan dan pencegahan bintik putih di bawah mata muncul kembali:
Bersihkan wajah secara rutin
Bersihkan wajah secara rutin menggunakan sabun khusus wajah berbahan dasar lembut. Setelah itu, keringkan menggunakan handuk kering dengan cara ditepuk-tepuk secara perlahan untuk mencegah lecet pada kulit wajah.
Hindari memencet bintik putih
Anda dianjurkan untuk tidak memencet bintik putih atau milia menggunakan tangan atau alat apa pun. Hal ini justru dapat memicu terjadinya luka, koreng, hingga infeksi.
Lakukan terapi uap
Untuk menjaga kelembapan kulit wajah dan mencegah munculnya bintik putih di bawah mata, Anda bisa mencoba terapi uap. Caranya pun sangat mudah. Siapkan baskom berisi air panas, kemudian arahkan wajah ke uap yang dihasilkan dari air panas dalam baskom.
Diamkan selama 5–8 menit dan biarkan uap membuka pori-pori kulit wajah serta melepaskan sel kulit yang mati. Setelah selesai, tepuk-tepuk wajah secara lembut menggunakan handuk.
Eksfoliasi wajah
Eksfoliasi wajah adalah salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengangkat sel-sel kulit mati. Prosedur ini dapat dilakukan menggunakan produk perawatan kulit yang mengandung asam salisilat, asam sitrat, atau asam glikolat.
Namun, eksfoliasi wajah sebaiknya tidak dilakukan terlalu sering. Lakukan setidaknya 1 kali dalam seminggu.
Gunakan madu
Madu diketahui memiliki kandungan antimikroba yang dapat mengurangi peradangan dan infeksi. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa madu yang dicampur dengan ekstrak kulit kayu manis efektif mengurangi bakteri penyebab infeksi kulit.
Meski bintik putih di bawah mata biasanya tidak disebabkan bakteri, tetapi cara ini dapat Anda gunakan untuk memperbaiki tampilan kulit Anda.
Perawatan Munculnya Bintik Putih di Bawah Mata Bayi
Bintik putih di sekitar wajah bayi baru lahir umumnya tidak memerlukan perawatan medis. Namun, ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan agar kulit bayi tetap terjaga, di antaranya:
• Jaga kebersihan tubuh dan wajah bayi menggunakan sabun bayi berbahan lembut dan air hangat.
• Keringkan wajah bayi menggunakan handuk yang lembut atau tepuk-tepuk secara lembut dan perlahan sampai air di wajah bayi kering.
• Hindari memencet bintik putih di wajah bayi karena dapat menyebabkan iritasi dan infeksi.
• Hindari menggunakan losion atau minyak di wajah bayi.
Beberapa cara di atas dapat Anda coba lakukan untuk menghilangkan bintik putih di bawah mata dan menjaga kesehatan kulit. Jika bintik yang muncul tak kunjung hilang dalam beberapa bulan dan telah menimbulkan rasa tidak nyaman, segera konsultasikan ke dokter kulit untuk mentukan perawatan yang tepat.
jangan ragu untuk berkonsultasi Jika mau tahu lebih banyak tentang Mendapatkan Kulit Sehat dan Putih tanyakan saja kepada ahlinya Konsultasi gratis klik http://wa.me/6285333484437, atau klik http://dr-yuskin.com/melasma1-series

08/02/2023

Beberapa Cara Menghilangkan Bekas Jerawat
Setelah jerawat hilang, terkadang akan muncul bekas jerawat berupa jaringan parut, bintik kemerahan, atau bahkan keloid. Biasanya bekas jerawat tersebut akan muncul jika jerawat dipecahkan atau dipencet dengan cara yang kurang tepat.
Untuk mengatasi bekas jerawat yang kecil dan tidak terlalu parah, Anda dapat melakukan perawatan sendiri di rumah dengan mengoleskan bahan alami, seperti madu, lidah buaya atau aloe vera, dan lemon, pada bekas jerawat.
Jika bahan-bahan alami tersebut tidak efektif untuk menghilangkan bekas jerawat yang muncul, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter kulit. Anda mungkin akan diberikan salep penghilang bekas jerawat terlebih dahulu. Namun, jika ini belum ampuh menghilangkan bekas jerawat, dokter mungkin akan menyarankan perawatan yang lebih canggih.
Berikut adalah langkah penanganan yang mungkin dokter sarankan:
1. Dermabrasi
Dermabrasi adalah salah satu perawatan kulit paling efektif untuk menangani bekas luka pada wajah. Saat Anda menjalani dermabrasi, dokter akan memberikan obat bius lokal pada wajah Anda, kemudian dokter akan menggunakan alat khusus untuk merangsang pembentukan jaringan kulit baru pada wajah Anda.
2. Chemical peeling
Chemical peels memiliki efek yang hampir sama dengan dermabrasi, yaitu untuk mengelupaskan jaringan kulit lama dan membentuk lapisan kulit yang baru. Pada metode chemical peeling dokter akan memberikan zat asam pada kulit Anda guna merangsang pembentukan jaringan kulit yang baru.
Metode ini biasanya digunakan bila jerawat menimbulkan bekas luka yang cukup dalam pada lapisan kulit Anda.
3. Filler
Dokter dapat memberikan suntikan filler pada bekas jerawat agar permukaan kulit di bagian tersebut tampak lebih rata dan mulus. Filler yang disuntikkan dapat berupa lemak atau kolagen.
4. Terapi laser
Terapi laser juga bisa berfungsi untuk menghilangkan lapisan atas kulit dan merangsang pembentukan jaringan kulit baru yang lebih mulus. Perawatan ini biasanya memiliki waktu penyembuhan yang lebih cepat dibandingkan perawatan pelapisan ulang lainnya, seperti chemical peels dan dermabrasi.
5. Microneedling
Teknik untuk menghilangkan bekas jerawat ini mirip dengan dermabrasi. Metode microneedling dilakukan oleh dokter dengan menciptakan luka-luka kecil menggunakan alat khusus yang terdiri dari jarum-jarum halus.
Namun, sebelum metode ini dilakukan, dokter akan terlebih dahulu memberikan obat bius lokal pada wajah Anda, agar Anda tidak merasa kesakitan. Metode microneedling dapat merangsang produksi kolagen dan lapisan kulit yang baru agar bekas jerawat tampak lebih samar.
Beberapa metode untuk menghilangkan bekas jerawat tersebut mungkin perlu dilakukan hingga beberapa kali dan tidak dapat memberikan hasil secara instan. Orang yang memiliki masalah kulit tertentu, misalnya kulit sensitif, juga mungkin tidak dapat menjalani beberapa langkah di atas.
Oleh karena itu, Anda perlu berkonsultasi ke dokter kulit agar dokter dapat menentukan cara menghilangkan jerawat dan bekas jerawat yang Anda dengan baik.
jangan ragu untuk berkonsultasi Jika mau tahu lebih banyak tentang Mendapatkan Kulit Sehat dan Putih tanyakan saja kepada ahlinya Konsultasi gratis klik http://wa.me/6285333484437, atau klik http://dr-yuskin.com/melasma1-series

28/12/2022

Ini Penyebab Bercak Putih di Wajah dan Cara Mengobatinya
Bercak putih di wajah sering kali memengaruhi rasa percaya diri orang yang mengalaminya. Kondisi ini kerap dikaitkan dengan kurangnya menjaga kebersihan wajah. Padahal, munculnya bercak putih dapat disebabkan oleh berbagai hal dan penanganannya pun disesuaikan dengan penyebabnya.
Bercak putih di kulit, termasuk area wajah, dikenal juga dengan sebutan bercak hipopigmentasi. Kondisi ini ditandai dengan kulit yang tampak lebih terang atau putih karena kekurangan pigmen melanin. Hipopigmentasi dapat dipengaruhi oleh banyak hal, mulai dari infeksi, iritasi, luka, hingga gangguan autoimun.

Penyebab Bercak Putih di Wajah
Munculnya bercak putih di wajah dapat disebabkan oleh banyak hal. Berikut ini adalah beberapa penyebabnya:
1. Tinea versicolor
Tinea versicolor atau lebih umum dikenal dengan panu, adalah kondisi kulit yang disebabkan oleh pertumbuhan jamur. Panu biasanya ditandai dengan bintik berwarna merah muda dan putih serta tampak bersisik atau kering.
2. Vitiligo
Vitiligo merupakan penyakit autoimun yang memicu terjadinya kelainan kulit berupa hilangnya pigmentasi kulit. Vitiligo dapat muncul di berbagai area tubuh, termasuk wajah. Kondisi ini umumnya diawali dengan bercak putih berukuran kecil yang semakin lama semakin meluas.
3. Cedera pada kulit
Luka bakar, luka gores, infeksi, atau iritasi dapat menyebabkan kerusakan jaringan kulit. Area kulit yang rusak tersebut mungkin saja kehilangan pigmentasi, sehingga dalam penyembuhannya akan tampak seperti bercak putih.
Meski kondisi ini bersifat sementara, tetapi biasanya membutuhkan waktu cukup lama agar warna kulit kembali seperti semula. Kondisi ini dikenal juga sebagai hipopigmentasi pascainflamasi.
4. Pityriasis alba
Penyebab lain dari bercak putih di wajah adalah pityriasis alba, yaitu sejenis eksim yang tampak lonjong atau tidak beraturan. Kondisi ini biasanya dialami oleh anak usia 3–16 tahun dan hingga kini belum diketahui penyebabnya secara pasti.
Meski demikian, kondisi ini diduga berkaitan dengan eksim atopik, paparan sinar matahari, atau infeksi jamur.
Beragam Pengobatan Bercak Putih di Wajah
Cara mengobati bercak putih di wajah tergantung pada penyebabnya. Jika bercak putih diakibatkan oleh vitiligo, dokter akan melakukan perawatan dengan tujuan mengembalikan warna pada kulit wajah dan menghentikan perluasan area bercak putih tersebut.
Dokter dapat memberikan obat oles, obat minum, maupun terapi sinar ultraviolet untuk mengatasi bercak putih yang muncul akibat vitiligo.
Sementara itu, untuk mengatasi munculnya bercak putih akibat panu, dokter dapat memberikan obat panu yang mengandung antijamur, baik dalam bentuk krim, losion, sabun, atau tablet minum.
Bercak putih akibat pityriasis alba umumnya diatasi dengan pemberian obat oles dalam bentuk krim oleh dokter. Obat ini bertujuan untuk menghambat perubahan warna kulit, menghilangkan kerak, serta mengatasi rasa gatal dan kekeringan pada kulit wajah.
Dengan mengetahui penyebab bercak putih di wajah, langkah penanganan yang tepat pun dapat dilakukan. Oleh karena itu, konsultasikan ke dokter bila muncul bercak putih pada wajah Anda. Selain itu, hindari pengobatan alami tanpa anjuran dari dokter.
jangan ragu untuk berkonsultasi Jika mau tahu lebih banyak tentang Mendapatkan Kulit Sehat dan Putih tanyakan saja kepada ahlinya Konsultasi gratis klik http://wa.me/6285333484437, atau klik http://dr-yuskin.com/melasma1-series

28/11/2022

Kenapa flek hitam sulit banget dihilangkan?

Perempuan punya permasalahan kulit yang beragam, tapi paling sering jadi permasalahan adalah jerawat. Seringkali jerawat yang sudah sembuh bekasnya menjadi flek hitam di wajah. Tentunya hal ini menjadi halangan untuk tampil cantik dan mengurangi percaya diri. Apalagi flek hitam lebih sulit dihilangkan daripada jerawat itu sendiri.

Pada umumnya, jerawat akan hilang pada beberapa orang dalam beberapa hari. Atau mungkin bisa memakan waktu lebih lama. Penyembuhan jerawat nggak akan mengembalikan kondisi kulit seperti sebelumnya. Justru area bekas jerawat akan meninggalkan bekas flek hitam yang sulit hilang. Bekas jerawat berupa bintik hitam atau kemerahan biasanya dikenal sebagai Post Inflammatory Hyperpigmentasi (PIH).

Lalu kenapa flek hitam sulit banget dihilangkan? Inilah alasan kondisi wajah sulit seperti sedia kala.

Nggak Pakai Sunscreen

Flek hitam nggak hilang karena nggak pakai sunscreen.
Kebanyakan perempuan pasti sudah tahu manfaat dari sunscreen yang luar biasa untuk kulit wajah. Makanya rangkaian ini nggak boleh dilewatkan apalagi diremehkan. Sunscreen mengandung SPF untuk melindungi kulit yang berfungsi melindungi zat melanin pada kulit sehingga nggak terlalu reaktif.

Kalau rutin dan konsisten memakai sunscreen setiap harinya, flek hitam akan semakin memudar bahkan hilang. Ini adalah salah satu cara menghilangkan flek hitam paling mudah. Saat malam hari pakai double cleanser untuk menghapus sisa SPF. Jadi mencegah munculnya permasalahan kulit baru.

Sebenarnya kebanyakan tipe kulit orang Indonesia jarang yang berkulit sensitif. Berbeda dengan orang barat yang rentan terbakar sinar matahari, keriput, bahkan kanker kulit. Tapi zat melanin orang-orang Asia termasuk perempuan Indonesia memiliki karakteristik yang lebih reseptif terhadap cahaya.

Setiap kulit meradang terutama karena jerawat akan muncul flek hitam yang sulit hilang. Oleh karena itu, bagi perempuan yang punya tipe kulit sensitif biasanya rentan timbul flek hitam. Cara mengatasinya bisa pakai rangkaian skincare demi meminimalisir flek hitam.

Perawatan yang Salah

Melakukan perawatan yang salah bisa sulit menghilangkan flek hitam.

Sebenarnya flek hitam bisa hilang, tapi kondisi kulit setiap orang berbeda. Ada yang butuh berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan untuk menghilangkan flek hitam. Jadi jangan berharap flek hitam bisa hilang dengan sendirinya. Perhatikan juga perawatan apa yang tepat untuk kebutuhan kulit masing-masing.

Salah satu alasan flek hitam sulit dihilangkan adalah melakukan perawatan yang salah. Coba deh perhatikan lebih hati-hati rangkaian skincare apa yang cocok dipakai. Mulai dari kandungannya, waktu yang tepat untuk dipakai, sampai efektivitas perawatan pada kulit.

Konsultasi dokter klik http://wa.me/6285333484437, atau klik http://dr-yuskin.com/melasma1-series

10/11/2022

Ketahui Cara Menghilangkan Jerawat dan Bekasnya
Jerawat dapat mengganggu penampilan, apalagi bila sampai menimbulkan bekas. Namun, sebenarnya hal ini bisa diatasi. Ada beberapa cara menghilangkan jerawat dan bekasnya yang bisa Anda lakukan sendiri di rumah, ada juga yang perlu dilakukan oleh dokter.
Jerawat sering kali muncul di bagian tubuh yang cenderung berminyak dan banyak berkeringat, seperti wajah, dada, bahu, dan punggung. Munculnya jerawat bisa dialami oleh siapa saja, terutama remaja. Agar tidak mengganggu penampilan, cara menghilangkan jerawat dan bekasnya yang benar, penting untuk diketahui.
Jerawat dapat muncul ketika folikel atau tempat tumbuhnya rambut di kulit tersumbat oleh minyak (sebum) dan sel kulit mati.
Berdasarkan tingkat keparahannya, jerawat ada yang bersifat ringan, sedang, hingga parah.
Jerawat ringan umumnya berbentuk bintik atau komedo, sedangkan jerawat sedang ditandai dengan benjolan kecil berwarna merah dan terasa lunak yang terkadang disertai nanah. Kondisi ini disebut juga jerawat pap**a dan pustula.
Sementara itu, jenis jerawat yang tergolong jerawat parah antara lain jerawat batu, jerawat kistik, dan akne fulminans.
Jenis jerawat yang bisa ditangani di rumah adalah jerawat ringan dan sedang, sedangkan jerawat yang parah sebaiknya ditangani dokter kulit karena berisiko menyebabkan bekas jerawat yang besar.
Beberapa Cara Menghilangkan Jerawat
Untuk menghilangkan jerawat yang ringan, Anda bisa melakukan beberapa cara berikut ini:
• Hindari mencuci wajah yang berjerawat lebih dari 2 kali sehari karena dapat menimbulkan iritasi pada kulit dan membuat jerawat semakin memburuk.
• Basuh dan bersihkan bagian kulit yang berjerawat menggunakan sabun pembersih wajah khusus jerawat dan air hangat.
• Hindari memencet jerawat karena bisa menimbulkan bekas jerawat yang bersifat permanen.
• Bersihkan wajah atau tubuh yang berjerawat setiap kali habis banyak berkeringat, misalnya setelah berolahraga atau berjemur.
• Hindari paparan sinar matahari langsung dan gunakan tabir surya saat beraktivitas di luar ruangan.
Hindari juga penggunaan menggunakan make up selama masih berjerawat karena make up dapat menyumbat pori-pori di kulit dan membuat jerawat kembali muncul atau menjadi semakin parah. Jika ingin menggunakan make up, pilihlah produk yang tidak mengandung minyak atau berlabel noncomedogenic.
Untuk mengatasi jerawat sedang, Anda bisa menggunakan obat jerawat yang dijual bebas, seperti salep atau krim dengan kandungan benzoil peroksida, belerang, resolsinol, atau asam salisilat.
Bila Anda menderita jerawat parah, kondisi ini perlu diobati oleh dokter kulit. Untuk mengatasi jerawat, dokter mungkin akan memberikan suntikan kortikosteroid dan salep antibiotik untuk meredakan peradangan dan mengatasi infeksi pada jerawat.
Untuk mengatasi jerawat yang parah atau sering kambuh, dokter juga mungkin akan meresepkan obat jerawat berupa tretinoin atau pil KB.
Beberapa Cara Menghilangkan Bekas Jerawat
Setelah jerawat hilang, terkadang akan muncul bekas jerawat berupa jaringan parut, bintik kemerahan, atau bahkan keloid. Biasanya bekas jerawat tersebut akan muncul jika jerawat dipecahkan atau dipencet dengan cara yang kurang tepat.
Untuk mengatasi bekas jerawat yang kecil dan tidak terlalu parah, Anda dapat melakukan perawatan sendiri di rumah dengan mengoleskan bahan alami, seperti madu, lidah buaya atau aloe vera, dan lemon, pada bekas jerawat.
Jika bahan-bahan alami tersebut tidak efektif untuk menghilangkan bekas jerawat yang muncul, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter kulit. Anda mungkin akan diberikan salep penghilang bekas jerawat terlebih dahulu. Namun, jika ini belum ampuh menghilangkan bekas jerawat, dokter mungkin akan menyarankan perawatan yang lebih canggih.
Berikut adalah langkah penanganan yang mungkin dokter sarankan:
1. Dermabrasi
Dermabrasi adalah salah satu perawatan kulit paling efektif untuk menangani bekas luka pada wajah. Saat Anda menjalani dermabrasi, dokter akan memberikan obat bius lokal pada wajah Anda, kemudian dokter akan menggunakan alat khusus untuk merangsang pembentukan jaringan kulit baru pada wajah Anda.
2. Chemical peeling
Chemical peels memiliki efek yang hampir sama dengan dermabrasi, yaitu untuk mengelupaskan jaringan kulit lama dan membentuk lapisan kulit yang baru. Pada metode chemical peeling dokter akan memberikan zat asam pada kulit Anda guna merangsang pembentukan jaringan kulit yang baru.
Metode ini biasanya digunakan bila jerawat menimbulkan bekas luka yang cukup dalam pada lapisan kulit Anda.
3. Filler
Dokter dapat memberikan suntikan filler pada bekas jerawat agar permukaan kulit di bagian tersebut tampak lebih rata dan mulus. Filler yang disuntikkan dapat berupa lemak atau kolagen.
4. Terapi laser
Terapi laser juga bisa berfungsi untuk menghilangkan lapisan atas kulit dan merangsang pembentukan jaringan kulit baru yang lebih mulus. Perawatan ini biasanya memiliki waktu penyembuhan yang lebih cepat dibandingkan perawatan pelapisan ulang lainnya, seperti chemical peels dan dermabrasi.
5. Microneedling
Teknik untuk menghilangkan bekas jerawat ini mirip dengan dermabrasi. Metode microneedling dilakukan oleh dokter dengan menciptakan luka-luka kecil menggunakan alat khusus yang terdiri dari jarum-jarum halus.
Namun, sebelum metode ini dilakukan, dokter akan terlebih dahulu memberikan obat bius lokal pada wajah Anda, agar Anda tidak merasa kesakitan. Metode microneedling dapat merangsang produksi kolagen dan lapisan kulit yang baru agar bekas jerawat tampak lebih samar.
Beberapa metode untuk menghilangkan bekas jerawat tersebut mungkin perlu dilakukan hingga beberapa kali dan tidak dapat memberikan hasil secara instan. Orang yang memiliki masalah kulit tertentu, misalnya kulit sensitif, juga mungkin tidak dapat menjalani beberapa langkah di atas.
Oleh karena itu, Anda perlu berkonsultasi ke dokter kulit agar dokter dapat menentukan cara menghilangkan jerawat dan bekas jerawat yang Anda dengan baik.
jangan ragu untuk berkonsultasi Jika mau tahu lebih banyak tentang Mendapatkan Kulit Sehat dan Putih tanyakan saja kepada ahlinya Konsultasi gratis klik http://wa.me/6285333484437, atau klik http://dr-yuskin.com/melasma1-series

02/11/2022

6 Cara Mengatasi Jerawat Meradang
Jerawat yang meradang memiliki sejumlah dampak negatif. Selain menimbulkan nyeri, jerawat meradang juga bisa mengganggu penampilan. Jika beragam cara sudah Anda coba untuk menghilangkannya tapi tidak berhasil, cobalah beberapa cara mengusir jerawat meradang berikut ini.
Jerawat meradang terjadi ketika area di bawah sumbatan komedo mengalami peradangan dan memerah. Jerawat meradang juga bisa disebabkan karena infeksi bakteri di bawah permukaan kulit.
Cara Mengatasi Jerawat Meradang
Memencet jerawat bukan cara yang tepat untuk mengatasi jerawat meradang. Kondisi tangan yang tidak bersih, alat yang tidak steril, dan penyebaran kuman dari jerawat yang ditekan justru dapat memperburuk keadaan jerawatmu.
Akibatnya, jerawat menjadi kemerahan, terinfeksi, dan lebih meradang. Bahkan, tidak menutup kemungkinan bahwa jerawat bisa meninggalkan bekas luka di wajah atau yang disebut bopeng.
Untuk mengatasi jerawat meradang, cobalah beberapa obat di bawah ini:
1. Retinoid
Untuk mengurangi jerawat meradang dan mengobatinya, Anda bisa mencoba menggunakan retinoid oles. Namun, obat ini tidak dapat digunakan oleh ibu hamil, menyusui, dan pemilik kulit sensitif.
Obat ini tersedia dalam bentuk gel, salep, atau krim yang dapat diperoleh sesuai dengan resep dokter.
Untuk menggunakannya, cuci bersih wajah Anda, keringkan, lalu oleskan retinoid di seluruh wajah. Hindari paparan sinar matahari saat menggunakan obat ini.
2. Antibiotik
Jerawat meradang sering kali disebabkan oleh infeksi bakteri. Oleh karena itu, pengobatannya bisa menggunakan antibiotik.
Pilihannya bisa berupa antibiotik salep, ataupun tablet antibiotik yang diminum. Namun untuk menggunakannya dengan tepat, antibiotik perlu digunakan sesuai resep dokter.
3. Tea tree oil
Menghilangkan jerawat meradang bisa kamu lakukan dengan bahan alami, salah satunya adalah dengan menggunakan tea tree oil.
Kandungan di dalamnya dapat membantu dalam meredakan peradangan bahkan menghilangkan jerawat dalam semalam. Selain itu tea tree oil juga dapat mengurangi produksi minyak dan menghilangkan bakteri di wajah.
Menggunakan tea tree oil sama hasilnya seperti benzoyl peroxide, bahan yang juga digunakan dalam krim perawatan jerawat yang dijual bebas. Tapi, penderita eksim atau yang memiliki kulit sensitif harus berhati-hati karena tea tree oil dapat mengiritasi kulit.
4. Bakuchiol
Bakuchiol merupakan esktrak biji dan daun dari tumbuhan Psoralea corylifolia atau babchi. Bakuchiol digunakan sebagai alternatif retinoid karena memberikan efek yang serupa dengan bahan tersebut.
Bakuchiol bersifat antiperadangan, antibakteri, dan antioksidan, sehingga dapat digunakan untuk mengatasi jerawat meradang.
Tidak seperti retinoid yang dapat menimbulkan iritasi bagi sebagian orang, bakuchiol aman bagi pemilik kulit sensitif dan dapat digunakan oleh ibu hamil dan menyusui.
5. Asam salisilat
Beberapa produk perawatan wajah yang dijual bebas biasanya mengandung asam salisilat antara 0,5–2%. Asam salisilat ini dapat membantu membersihkan pori-pori kulit dari timbunan sel kulit mati, minyak, dan bakteri.
Bahan ini juga dapat membantu mengurangi jerawat meradang. Namun, efek sampingnya dapat membuat kulit kering dan iritasi.
6. Zinc
Zinc juga dapat membantu dalam mengurangi produksi minyak di wajah. Kandungan zinc di dalam obat jerawat juga dapat melindungi kulit terhadap peradangan dan infeksi bakteri. Selain dalam bentuk krim atau losion, zinc juga tersedia dalam bentuk suplemen.
Meski zinc bermanfaat untuk kulit, ingatlah untuk tidak mengonsumsinya secara berlebihan, karena asupan zinc yang melewati batas justru bisa membuat penyerapan copper (mineral tembaga) terganggu. Oleh karena itu, hindari mengonsumsi lebih dari 30 mg suplemen zinc per harinya.
Untuk mencegah jerawat meradang, jangan asal memencet jerawat dan jaga kebersihan wajah setiap harinya. Untuk jerawat meradang yang berat dan tidak kunjung sembuh setelah melakukan cara-cara di atas, Anda perlu berkonsultasi ke dokter kulit. ., jangan ragu untuk berkonsultasi Jika mau tahu lebih banyak tentang Mendapatkan Kulit Sehat dan Putih tanyakan saja kepada ahlinya Konsultasi gratis klik http://wa.me/6285333484437, atau klik http://dr-yuskin.com/melasma1-series

26/10/2022

Kenali Jenis Kulit Wajah dan Cara Merawatnya
Memiliki kulit wajah bersih dan sehat tentu menjadi dambaan setiap orang. Untuk mewujudkannya, Anda perlu mengetahui lebih dahulu jenis kulit wajah Anda, karena beda tipe kulit, beda p**a cara perawatan dan produk perawatan kulit yang harus digunakan.
Setiap orang memiliki jenis kulit wajah yang berbeda dan bisa berubah seiring pertambahan usia. Selain itu, jenis kulit wajah juga dapat dipengaruhi oleh faktor lain, seperti faktor genetik, penyakit tertentu, dan faktor lingkungan, misalnya paparan sinar matahari, debu, dan polusi berkepanjangan.
Kebiasaan tertentu juga bisa berdampak pada berubahnya jenis kulit, seperti merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol.
5 Jenis Kulit Wajah yang Perlu Anda Ketahui
Struktur dan jenis kulit wajah yang dimiliki seseorang ditentukan oleh beberapa faktor, yakni:
• Kandungan air pada kulit yang akan memengaruhi elastisitas kulit
• Kandungan minyak yang memengaruhi kelembutan dan nutrisi kulit
• Tingkat kepekaan kulit terhadap zat atau bahan tertentu
Berdasarkan ketiga faktor di atas, jenis kulit wajah dapat dibagi menjadi beberapa kategori, yaitu:
1. Kulit wajah normal
Jenis kulit ini cenderung memiliki keseimbangan antara jumlah kandungan air dan minyak, sehingga tidak terlalu kering tapi juga tidak terlalu berminyak.
Jenis kulit wajah seperti ini biasanya jarang memiliki masalah kulit, tidak terlalu sensitif, terlihat bercahaya, dan pori-pori pun hampir tak terlihat. Jenis kulit normal juga lebih mudah dirawat.
2. Kulit wajah kering
Kulit wajah kering umumnya terjadi akibat rendahnya tingkat kelembapan pada lapisan kulit terluar. Hal ini mengakibatkan kulit kering mudah pecah-pecah dan mengalami keretakan pada permukaan kulit.
Pemilik kulit wajah kering biasanya memiliki pori-pori kulit yang hampir tak terlihat, permukaan luar kulit terlihat kasar dan kusam, serta kulit kurang elastis. Jenis kulit ini juga lebih mudah memerah, gatal, bersisik, dan meradang.
Kulit kering bisa disebabkan oleh faktor genetik, usia, perubahan hormon, cuaca dingin, paparan sinar matahari, mandi air panas terlalu lama, efek samping obat-obatan, atau bahan yang terkandung dalam produk sabun, kosmetik, dan pembersih.
3. Kulit wajah berminyak
Jenis kulit wajah berminyak cenderung licin dan mengkilap karena produksi minyak atau sebum yang berlebih. Sebum dihasilkan secara alami oleh kelenjar minyak atau kelenjar sebaceous di bawah permukaan kulit.
Meski sebum berfungsi untuk melindungi dan melembapkan kulit, namun kelebihan sebum akan menyebabkan kulit wajah menjadi berminyak, pori-pori tersumbat, dan membuat kulit rentan mengalami jerawat. Tingginya produksi sebum dapat dipengaruhi oleh faktor genetik, perubahan hormon, atau stres.
Jenis kulit wajah berminyak cenderung memiliki pori-pori besar, terlihat berkilau namun kusam, dan biasanya disertai komedo, jerawat, serta noda hitam.
4. Kulit wajah sensitif
Jenis kulit sensitif umumnya sangat peka dan mudah sekali mengalami alergi atau iritasi dan ruam sebagai reaksi terhadap faktor tertentu, seperti lingkungan, makanan, atau penggunaan produk kosmetik.
Kulit wajah sensitif mudah terkelupas, gatal, kering, kemerahan, dan terasa perih (breakout) ketika terjadi kontak dengan berbagai hal yang dapat memicu munculnya gejala kulit sensitif.
5. Kulit wajah kombinasi
Jenis kulit wajah kombinasi adalah perpaduan antara kulit berminyak dan kulit kering. Seseorang dengan jenis kulit wajah ini memiliki kulit berminyak di zona T, yaitu area dagu, hidung, dan dahi, serta kulit kering di area p**i.
Jenis kulit wajah ini dapat dipengaruhi oleh faktor genetik dan peningkatan hormon selama masa pubertas.
Pentingnya Merawat Kulit Wajah Sesuai Jenisnya
Setiap tipe kulit wajah memiliki kebutuhan yang berbeda. Beberapa jenis kulit wajah bahkan membutuhkan perawatan dan perhatian lebih dibandingkan jenis kulit yang lain. Itu sebabnya produk perawatan kulit wajah dan kosmetik dibuat dengan formula yang berbeda sesuai dengan tipe kulit.
Penggunaan produk perawatan kulit yang tidak sesuai dengan jenis kulit wajah bisa menyebabkan timbulnya jerawat, jerawat semakin parah, kulit wajah menjadi sangat kering, dan munculnya berbagai masalah lain pada kulit wajah.
Berikut ini adalah cara merawat kulit wajah berdasarkan jenis kulitnya:
1. Perawatan kulit wajah normal
Perawatan jenis kulit wajah normal cenderung mudah. Anda cukup menggunakan perawatan kulit wajah biasa atau diformulasikan secara khusus untuk kulit normal.
Gunakan sabun pembersih wajah dengan bahan kimia lembut dan hindari menggosok wajah terlalu kasar. Anda bisa membilas wajah dengan air hangat, lalu keringkan dengan handuk berbahan lembut.
2. Perawatan kulit wajah kering
Untuk merawat jenis kulit wajah kering, gunakan pembersih wajah dengan bahan yang mampu melembapkan kulit wajah, seperti emolien, dan hindari produk yang mengandung alkohol atau pewangi.
Setelah wajah selesai dibersihkan, Anda bisa menggunakan pelembap agar kulit tidak mudah kering. Selain itu, hindari terlalu lama mandi dan mencuci muka dengan air hangat.
3. Perawatan kulit wajah berminyak
Ada beragam cara untuk merawat kulit wajah berminyak, salah satunya dengan mencuci muka secara rutin 2 kali sehari dengan sabun cuci muka yang mengandung gliserin.
Setelah selesai dibersihkan, Anda bisa menggunakan produk perawatan kulit lain, yaitu astringent atau toner yang mengandung benzoil peroksida, asam salisilat, dan asam glikolat. Selain itu, pilihlah produk kosmetik dengan kandungan air dan berlabel noncomedogenic yang tidak menyebabkan penyumbatan pada pori-pori.
Anda juga bisa menggunakan kertas minyak dan masker wajah khusus kulit berminyak untuk menghilangkan minyak berlebih yang menempel di wajah. Ada beberapa bahan alami yang dapat digunakan sebagai masker wajah, antara lain madu, lidah buaya, tomat, dan minyak jojoba.
Selain beberapa cara di atas, pemilik jenis kulit wajah berminyak juga sebaiknya menghindari makanan yang tidak sehat, seperti gorengan, makanan cepat saji, dan makanan dengan kadar gula tinggi.
4. Perawatan kulit wajah sensitif
Perawatan kulit wajah sensitif bisa dilakukan dengan mengetahui pemicu yang menyebabkan reaksi alergi atau iritasi. Gunakan sabun wajah berbahan lembut dan bilaslah dengan air hangat. Usahakan untuk tidak menggosok wajah terlalu kencang saat mencuci wajah.
Pemilik kulit wajah sensitif juga disarankan untuk tidak menggunakan produk perawatan wajah yang mengandung alkohol, asam, dan pewangi karena bahan-bahan tersebut mudah menyebabkan iritasi wajah.
Anda bisa menggunakan produk perawatan wajah yang mengandung lidah buaya, chamomile, teh hijau, polifenol, dan gandum.
5. Perawatan kulit wajah kombinasi
Cara terbaik untuk merawat kulit wajah kombinasi adalah dengan menggunakan produk pembersih dan pelembap yang diformulasikan khusus untuk jenis kulit wajah kombinasi. Produk ini mampu mengurangi kadar minyak di daerah zona T sekaligus melembapkan area p**i.
Bersihkan wajah 2 kali sehari secara rutin. Hindari penggunaan produk pembersih yang mengandung alkohol, asam salisilat, dan benzoil peroksida. Bahan-bahan ini dapat menyebabkan kulit wajah menjadi kering.
Jika cara ini kurang efektif, Anda bisa mencoba menggunakan produk pembersih untuk kulit wajah kering di area p**i dan produk khusus kulit berminyak untuk zona T.
Apa pun jenis kulit wajah Anda, tetap gunakan tabir surya untuk melindungi kulit dari bahaya sinar ultraviolet. Jangan lupa juga untuk membersihkan kulit wajah dari make up sebelum Anda tidur.
Cara perawatan kulit di atas sebaiknya juga disertai dengan pola hidup sehat, dengan cara konsumsi makanan bernutrisi, banyak minum air putih, batasi konsumsi alkohol, dan berhenti merokok.
Jika masih tidak yakin apa jenis kulit wajah Anda atau cara merawat kulit wajah yang paling cocok untuk Anda, sebaiknya berkonsultasilah dengan dokter spesialis kulit. Jangan sembarang mencoba produk perawatan wajah, agar kulit Anda tidak malah mengalami masalah.
Konsultasi gratis klik http://wa.me/6285333484437, atau klik
http://dr-yuskin.com/melasma1-series

Want your business to be the top-listed Beauty Salon in Surabaya?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Address


Kantor : Jalan Ploso Timur 3b/9 Kel. Ploso Kec. Tambaksari Kota Surabaya
Surabaya
60133