Saung Mancogeh

Saung Mancogeh

Share

Sarana wirausaha, wisata dan sosial kemasyarakatan

26/05/2026

Mancogeh dari masa ke masa

Mancogeh adalah nama Lemuer/Desa yg terletak di Jl.Mancogeh. kelurahan Nagarasari kecamatan Cipedes. Kota Tasikmalaya

Mancogeh dalam kamus Besar Bahasa Sunda karya R. Danadibrata kata Manco yg artinya menjaga, mengawasi
dan Geh yang dari kata ageh artinya sisakan/jangan diambil semua energi/ kekayaan alam yang bila digabung bisa berarti MENJAGA ALAM

Pada masa Batari Hyang/ Kerajaan Gulunggung
Dalam menjaga alam masyarakat mancogeh mendapatkan filosofi kehidupan dari menjalankan amanat Galunggung

Hana nguni hana mangke
Tan hana nguni tan hana mangke
Aya ma baheula hanteu tu ayeuna
Hanteu ma beheula hanteu tu ayeuna
Hana tunggak hana watang
Han hana tunggak tan hana watang
Hana ma tunggulna aya tu catangna

Ada dahulu ada sekarang
Bila tak ada dahulu tak akan ada sekarang
Karena ada masa silam maka ada masa kini
Bila tiada masa silam tak akan ada masa kini
Ada tonggak tentu ada batang
Bila tak ada tonggak tak akan ada batang
Bila ada tunggulnya tentu ada catangnya

“jaga isos di carék nu kwalyat, ngalalwakon agama nu nyusuk na Galunggung, marapan jaya pran jadyan tahun, heubeul nyéwana, jaga makéyana patikrama, paninggalna sya séda.”

Arti dari amanat Galunggung itu: Tetaplah mengikuti ucap orang tua, melaksanakan ajaran yang membuat parit pertahanan di Galunggung, agar unggul perang, serta tumbuh tanam-tanaman, lama berjaya panjang umur, sungguh-sungguhlah mengikuti patikrama warisan dari para suwargi.

Masyarakat mancogeh dalam memenuhi kebutuhan pokok nya dengan mengolah lahan menjadi Sawah, Perikanan, Pertenakan dan Kebon pohon buah2 sebagai pelengkap kebutuhan energi yang biasa ditanam diantara kolam ikan, sekaligus menjadi pagar pekarangan rumah masyarakat.

Sawah, kebon kelapa serta kebon pisang juga terhampar menjadi satu kesatuan ekosistem masyarakat mancogeh.
Pengaturan aliran air yg terintegrasi dengan sungai ciloseh dan citanduy diurus/diatur oleh ulu ulu/petugas debit dan arah air

Ketika masa kejayaan Mataram Islam/ Sultan Agung peradaban dan kebudayaan menyebar dan sampai ke kerajaan Pajajaran melalui para pedangan juga prajurit
beberapa telik sandi/intelegent.
Prajurit dan para pedangan mataram Islam ada yang Singgah /menetap dan beberapa orang ada yg ahli dlm membatik yang seiring waktu, mereka juga mengajarkan batik tulis dan cap pada masyarakat mancogeh maka sejak saat itu masyakat mancogeh dan sekitarnya menjadi produsen batik di priangan timur.
Begitu juga pada masa Perang Pangeran Diponegoro, sebagian pas**annya pernah tinggal di mancogeh dengan membawa gaya arsitektur atap joglo, salah satu peninggalannya sampai tahun 2020 Masjid tertua di Mancogeh Al Hilal beratap Joglo.
Juga bentuk rumah masyarakat memiliki kemiripan dengan ciri pohon sawo didepan dan sumur berada disamping kiri rumah.

Pada masa Bupati Sukapura Wiratanoeningrat, Beliau mendirikan perkumpulan alim ulama dalam “Idharu Bijatil Muluki wal Oemaro.( Majalah Cahaya Islam 1 Juni 1930) Hasil permufakatan 17 orang yang rata-rata merupakan kiai ”Ngadegna ieu AM kalawan moepakatna sareng pingpinan djoeragan-djoeragan anoe maroelja anoe kasebat di handap ieu”

Selengkapnya ke-17 orang tersebut adalah HM Soedjai (Ajengan Kudang, Tasikmalaya), HM Nahrowi (Ajengan Keresek, Cibatu, Garut), RHM Dimjati (Ajengan Sukamiskin, Bandung), RHM Adjhoeri (Ajengan Manonjaya), H Achmad Sanoesie (Ajengan Tanah Tinggi, Batavia), RHM Noch (Kaum Cianjur), RHM Aon (Ajengan Mangunreja), R Kd Ardiwinata (Tegallega, Bandung), HZ Hasan (Ajengan Mancogeh, Tasikmalaya), H Achmad Hidajat (Ajengan Cikoneng, Ciamis), H Abdul Goffar (Ajengan Ciroyom, Tasikmalaya), Haroen Arrasjid (guru sakola Bahrain, Tasikmalaya), SWAR Hassan (Bandung), M Kd Mangoendimadja (Tegallega, Bandung), Hoesien (Ajengan Cicalengka), H Sobandi (Ajengan Panumbangan), dan HM Bakri (Ajengan Cikalang, Tasikmalaya.
(Majalah Al Moechtar 1 Januari 1933)
Situs2 makam
1.Makom Dalem Subantaka
2.Makom Ajengan Mancogeh.
3.Makom para pejuang kemerdekaan 1&2
Kebanyakan situs Makom tersebut berada di gunung/bukit yang merupakan salah satu perwujudan utk menjaga gunung.
Karakter masyarakat mancogeh yang meskipun berada di daerah pegunungan yang biasanya statis tetapi di Mancogeh memiliki karakter dinamis dan s**a akan petualangan, selain bekerja di Sawah ladang dan batik juga pedagang dan pejuang handal hal ini bisa dilihat dari jejak pedagang mancogeh yg tersebar dari Bandung, Jakarta,Banten, Lampung, Palembang , Aceh bahkan sampai ke Mekah.

Pada masa kemerdekaan RI Para pejuang dari Mancogeh telah ambil bagian di Tentara Keamanan Rakyat(TKR) cikal bakal TNI.
Aktif dalam Perjuangan kemerdekaan 1 dan 2 banyak yg gugur sebagai syuhada bahkan tak tercatat dlm tinta emas sejarah,
yang tercatat Gugur
ada pada daftar nama2 Pahlawan kemerdekaan Indonesia Divisi Siliwangi dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Cikutra Bandung.
Smoga Para Pejuang Kemerdekaan diberikan Alloh ampunan segala dosanya dan mendapatkan pahala Jihad... Aamiin
(Al Fatihah)

Kumpulan Literasi hasil karya masyakat mancogeh yg menjadi Pendidik, Ilmuan sains dan teknologi serta Agama baik yg dalam karya nyata maupun dalam betuk buku dan jurnal ilmiah masih tersimpan rapi di Perpustakaan UGM, ITB, UPI dan perpustakaan Nasional.
Oleh karena itu Wajar pada saat awal kemerdekaan RI, Mancogeh pernah dijuluki gudang santri/pejuang dan guru dari sebrang sungai ciloseh Tasikmalaya.

Aa Jaya

06/02/2026

Bismillah

15/08/2025

Alhamdulillah
Senam Sehat bugar bersama

06/08/2025

Alhamdulillah

Photos from Saung Mancogeh's post 23/04/2025

Acara Halal Bihalal CAHAYA HATI

Berkah

Photos from Saung Mancogeh's post 09/04/2025

Liwey day

Photos from Saung Mancogeh's post 05/04/2025

Nguseup sakaluarga

05/03/2025

Hayatul Qolbi

08/01/2025

Cek modulasi

03/01/2025
Want your business to be the top-listed Beauty Salon in Tasikmalaya?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Category

Address


Jalan Mancogeh
Tasikmalaya