Motivasi HIDUP

Motivasi HIDUP

Share

Motivasi & Pedoman Hidup berpegang pada Al-Qur'an & Sunah Rosulullah Salallahu 'ailaihi wassalam..

06/07/2024

السَّلاَم علیکم ْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكـَـاتُهْ
بِسْــــــــــــــــــــــم اللّهِ

🍂" HUKUM MENGUCAPKAN USHALLI ATAU NAWAITU SEBELUM SHALAT.

Syaikh Shalih bin Abdillah Al-Fauzan hafizhahullah

:

Sebagian manusia ketika hendak memulai shalat mereka mengatakan :

Nawaitu ushalli kadza wakadza fardhan alayya Lillah al-Azhim.
Apa hukum pendapat ini, semoga Allah Memberkahi anda?
:
Apa yg ditanyakan penanya, kalau sebagian kaum muslimin melafalkan niat sebelum shalat, mengatakan : Nawaitu an ushalliya kadza..
Maka ini adalah bidah yg tidak pernah Allah menurunkan dalilnya. Tidak pernah dilakukan oleh Nabi shallallahu alaihi wasallam, tidak p**a para sahabatnya, dan khalifah yg lurus, tidak p**a di generasi utama, tidak p**a para Imam, kalau mereka ketika hendak memulai shalat atau ibadah lainnya membaca :

Nawaitu begini dan begini dst..

Niat itu tempatnya di hati, bukan di lisan. Dan Allah Taala berfirman :
"Katakanlah : Apakah kalian hendak mengajari Allah terkait agama kalian. Sementara Allah itu Maha Mengetahui segala yg di langit dan di bumi. Dan Allah Maha tahu segala sesuatu."

(QS. Al-Hujurat 16)

Maka ini adalah termasuk bidah yg tidak boleh diamalkan, tidak boleh merutinkannya, bahkan wajib bagi seorang muslim untuk berniat dalam hatinya, menyengaja dengan hatinya untuk menunaikan yg Allah syariatkan. Tanpa harus melafalkannya, karena melafalkan niat itu bidah yg dikarang-karang manusia.

Dan apa yg dinisbatkan kepada Imam Syafi'i rahimahullah, kalau beliau membolehkan melafalkan niat, maka itu tidak benar.

Akan tetapi yg tsabit dari beliau adalah perkataan beliau : .
"Sesungguhnya shalat itu harus diucapkan dari awalnya."

Yg beliau maksud adalah takbiratul ihram, bukannya yg dimaksud adalah niat. .
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah yg menyebutkan makna hal itu. .

📝 Al-Muntaqa min Fatawa Al-Fauzan 2/157
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁

06/07/2024

Bismillah

𝕁𝕚𝕜𝕒 𝕊𝕦𝕔𝕚 𝕕𝕒𝕣𝕚 ℍ𝕒𝕚𝕕 𝕕𝕚 𝕎𝕒𝕜𝕥𝕦 𝔸𝕤𝕙𝕒𝕣, 𝔸𝕡𝕒𝕜𝕒𝕙 𝕛𝕦𝕘𝕒 ℍ𝕒𝕣𝕦𝕤 𝕊𝕙𝕒𝕝𝕒𝕥 𝔻𝕫𝕦𝕙𝕦𝕣❓️

Jika wanita suci dari haidh pada waktu Ashar, ia cukup mengerjakan shalat Ashar tanpa mengerjakan lagi shalat Zhuhur.

Sebagaimana dalil berikut:

وعن أبي هريرة - رضي الله عنه - أن رسول الله - صلى الله عليه وسلم - قال: - من أدرك من الصبح ركعة قبل أن تطلع التنفس فقد أدرك الصبح ومن أدرك ركعة من العصر قبل أن تغرب الشمس فقد أدرك العصر - متفق عليه

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Barangsiapa yang mengerjakan satu rakaat shalat Shubuh sebelum matahari terbit, maka ia telah mendapatkan shalat Shubuh. Barangsiapa yang mengerjakan satu rakaat shalat Ashar sebelum matahari terbenam, maka ia telah mendapatkan shalat Ashar (Muttafaqun 'alaih HR. Bukhari, no. 579 dan Muslim, no. 608)

Dalam Mulakhkhash Fiqh Al-Ibadat (him, 139-140) disebutkan:

"Jika wanita haidh suci sebelum keluar waktu, ia hanya diharuskan menggadha shalat yang ia suci saat itu. Inilah pendapat dalam madzhab Hanafiyah, Zhahiriyah, perkataan sebagian salaf, juga pilihan dari Syaikh Ibnu Utsaimin."

📍 Oleh karena itu, pendapat yang lebih kuat adalah tidak ada kewajiban atas wanita tersebut kecuali shalat ashar saja, sebagaimana yang ditunjukkan oleh dalil nash (hadits) dan juga oleh dalil qiyas. Demikian p**a kondisinya ketika seorang wanita suci dari haidh sebelum habisnya waktu shalat isya'. Maka tidak ada kewajiban bagi wanita tersebut kecuali shalat isya'.

Sumber:
🖇 muslim.or.id/53382-
🖇 rumaysho.com/1953-

📷 x

••══••◈❁❒📖📱📖❒❁◈••══••⁣

Kajian Ilmu Islam Muslim dan Muslimah

06/07/2024

🌷 السَّلاَم علیکم ْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكـَـاتُهْ

🌹 بِسْــــــــــــــــــــــم اللّهِ

🟨 *AKIBAT SHALAT DHUHA*

Banyak Orang Yang belum tahu apa akibat yang akan mereka rasakan bila rajin shalat dhuha.

Beruntung sekali anda punya kesempatan membaca tulisan dibawah ini, semoga memjadi pelajaran berharga untuk kita semua.

*Pertama*
orang yang shalat Dhuha akan diampuni dosa-dosanya oleh Allah. *“Barangsiapa yang selalu mengerjakan shalat Dhuha niscaya akan diampuni dosa-dosanya walaupun sebanyak buih di lautan.”* (HR. Turmudzi)

*Kedua*
Barangsiapa yang menunaikan shalat Dhuha ia tergolong sebagai orang yang bertaubat kepada Alah. *“Tidaklah seseorang selalu mengerjakan shalat Dhuha kecuali ia telah tergolong sebagai orang yang bertaubat.”* (HR. Hakim).

*Ketiga*
Orang yang menunaikan shalat Dhuha akan dicatat sebagai ahli ibadah dan taat kepada Allah. *“Barangsiapa yang shalat Dhuha dua rakaat, maka dia tidak ditulis sebagai orang yang lalai. Barangsiapa yang mengerjakannya sebanyak empat rakaat, maka dia ditulis sebagai orang yang ahli ibadah. Barangsiapa yang mengerjakannya enam rakaat, maka dia diselamatkan di hari itu. Barangsiapa mengerjakannya delapan rakaat, maka Allah tulis dia sebagai orang yang taat. Dan barangsiapa yang mengerjakannya dua belas rakaat, maka Allah akan membangun sebuah rumah di surga untuknya.”* (HR. At-Thabrani).

*Keempat*
Orang yang istiqamah melaksanakan shalat Dhuha kelak ia akan masuk surga lewat pintu khusus, pintu Dhuha yang disediakan oleh Allah. *“Sesungguhnya di dalam surga terdapat sebuah pintu bernama pintu Dhuha. Apabila Kiamat telah tiba maka akan ada suara yang berseru, ‘Di manakah orang-orang yang semasa hidup di dunia selalu mengerjakan shalat Dhuha? Ini adalah pintu buat kalian. Masuklah dengan rahmat Allah Subhanahu Wata’ala.”* (HR. At-Thabrani).

*Kelima*
Allah menyukupkan rezekinya. *“Wahai anak Adam, janganlah engkau merasa lemah dari empat rakaat dalam mengawali harimu, niscaya Aku (Allah) akan menyukupimu di akhir harimu.”* (HR. Abu Darda`).

*Keenam*
Orang yang mengerjakan shalat Dhuha ia telah mengeluarkan sedekah. *“Hendaklah masing-masing kamu bersedekah untuk setiap ruas tulang badanmu pada setiap pagi. Sebab tiap kali bacaan tasbih itu adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada yang ma’ruf adalah sedekah, mencegah yang mungkar adalah sedekah. Dan sebagai ganti dari semua itu, maka cukuplah mengerjakan dua rakaat sholat Dhuha.”* (HR Muslim).

*_Setelah Baca Tulisan Diatas Masih Punya Alasan Untuk Meninggalkan Shalat Dhuha ?_*

Shalat Dhuha mempunyai kedudukan mulia. Disunnahkan untuk kita kerjakan sejak terbitnya matahari sampai menjelang datangnya shalat dzuhur.
Syukron ...siapapun yg menulis Pertama tulisan ini semoga kita bisa mengambil pelajaran dan kita amalkan dikeseharian kita.

*_SEMANGAT SHALAT DHUHA_*

🍃 Boleh di share biar lebih bermanfaat buat orang banyak, kalo pelit di simpen sendiri juga gak apa apa

🍃 Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: *"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya, maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala."* (HR. Al-Bukhari).

Semoga bermanfaat. Aamiin..

▪️▪️▪️

06/07/2024

🌸 Bismillah ...

🌿 Sudah lama “ngaji” tetapi kok susah sekali memperbaiki Akhlak?

Memang memperbaiki Akhlak adalah hal yang tidak mudah dan butuh “mujahadah” perjuangan yang kuat. Selevel para ulama saja membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk memperbaiki akhlak.

Berkata Abdullah bin Mubarak rahimahullahu :

طلبت الأدب ثلاثين سنة وطلبت العلم عشرين سنة كانوا يطلبون الأدب ثم العلم

“Saya mempelajari adab selama 30 tahun dan saya mempelajari ilmu (agama) selama 20 tahun, dan ada-lah mereka (para ulama salaf) memulai pelajaran mereka dengan mempelajari adab terlebih dahulu kemudian baru ilmu”. [Ghayatun-Nihayah fi Thobaqotil Qurro I/446, cetakan pertama, Maktabah Ibnu Taimiyyah, Maktabah Syamilah]

Dan kita tetap terus menuntut ilmu untuk memperbaiki akhlak kita karena ilmu agama yang shohih tidak akan masuk dan menetap dalam seseorang yang mempunyai jiwa yang buruk.

Imam Al Ghazali rahimahullahu berkata,

“Kami dahulu menuntut ilmu bukan karena Allah ta’ala , akan tetapi ilmu enggan kecuali hanya karena Allah ta’ala.” [Thabaqat Asy Syafi’iyah, dinukil dari tulisan ustadz Kholid syamhudi, Lc, majalah Assunah].

Jadi hanya ada kemungkinan ilmu agama tidak akan menetap pada kita ataupun ilmu agama itu akan memperbaiki kita. Jika kita terus menerus menuntut ilmu agama maka insyaAlloh ilmu tersebut akan memperbaiki akhlak kita dan pribadi kita.

Mari kita perbaiki akhlak untuk dakwah

“orang salafi itu ilmunya bagus, ilmiah dan masuk akal tapi keras dan mau menang sendiri” [pengakuan seseorang kepada penyusun]

Karena akhlak buruk, beberapa orang menilai dakwah ahlus sunnah adalah dakwah yang keras, kaku, mau menang sendiri, sehingga beberapa orang lari dari dakwah dan menjauh. Sehingga dakwah yang gagal karena rusaknya ahklak pelaku dakwah itu sendiri. Padahal rosululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

يَسِّرُوا وَلَا تُعَسِّرُوا وَبَشِّرُوا وَلَا تُنَفِّرُوا

“Mudahkan dan jangan mempersulit, berikan kabar gembira dan jangan membuat manusia lari” [HR. Bukhari, Kitabul ‘Ilmi no.69]

Karena Akhlak yang buruk p**a ahlus sunnah berpecah belah, saling tahzir, saling menjauhi yang setelah dilihat-lihat, sumber perpecahan adalah perasaan hasad dan dengki, baik antar ustadz ataupun antar muridnya. Dan kita patut berkaca pada sejarah bagaimana Islam dan dakwah bisa berkembang karena akhlak pendakwahnya yang mulia.

Sumber: https://muslim.or.id/6829-sudah-lama-ngaji-tetapi-akhlak-tidak-baik.html
Copyright © 2024 muslim.or.id
_______



▪️▪️▪️

06/07/2024

SAAT HATIMU HASAD (dengki), INGATLAH INI

Muhammad bin Sirin rahimahullah mengatakan,

ما حسدت أحدا على شيء من الدنيا، لأنه إن كان من أهل الجنة فكيف أحسده على شيء من الدنيا، وهو يصير إلى الجنة؟ وان كان من أهل النار فكيف أحسده على شيء من الدنيا، وهو يصير إلى النار

"Aku tidak pernah hasad terhadap seseorang dalam urusan dunia sama sekali.

Sebab, apabila dia termasuk penduduk surga, bagaimana mungkin aku hasad terhadapnya dalam urusan dunia sedangkan dia akan menuju ke surga?

Adapun jika dia termasuk penduduk neraka, bagaimana mungkin aku hasad terhadapnya dalam urusan dunia, sedangkan dia akan menuju ke neraka?"

Raudhatul 'Uqala wa Nuzhatul Fudhala hlm. 149

06/07/2024

🌸 Bismillah ..

🔰 *_TIDAK ADA WANITA YANG SEMPURNA⁣_*
🎙 Berkata Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-'Utsaimin rahimahullah⁣. ⁣ ولا يمكن أن تجد امرأة مهما كان الأمر سلمة من العيب مائة بالمائة ، أو مواتية للزوج مائة بالمائة ولكن كما أرشد النبي صلى الله عليه وسلم استمتع بها على ما فيها من العوج.
⁣ "Tidak akan mungkin kamu mendapatkan seorang wanita yang selamat seratus persen dari cacat, atau seratus persen disukai suami bagaimanapun keadaannya,namun sebagaimana bimbingan Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersenang-senanglah dengannya sesuai dengan keadaannya yang bengkok(memiliki kekurangan)".⁣
📚Syarh Riyadhus Shalihin jilid II hal 134⁣

📷 x

🌿🌷🌿

06/07/2024

Ⓜedia Hijrah Salaf

السَّلاَم علیکم ْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكـَـاتُهْ
بِسْــــــــــــــــــــــم اللّهِ

BERSUJUDLAH

Ketika tidak ada bahu untuk menangis, maka bersujudlah.
Ketika hidupmu penuh dengan beban yang seakan menghimpit dada, bersujudlah.
Karena sujud ialah posisi yang dekat antara dirimu dengan Allah, Ar-Rahman Rahiim.

“أَقْرَبُ مَا يَكُوْنُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ. فَأَكْثِرُوْا الدُّعَاءَ”

"Paling dekatnya seorang hamba dengan Rabb-nya ialah ketika dia bersujud. Maka perbanyaklah berdo’a."

Ketika merasa hina dina diri dengan segala tekanan hidup, bersujudlah.
Karena ia meninggikan derajatmu di sisi-Nya,

Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

عَلَيْكَ بِكَثْرَةِ السُّجُودِ لِلَّهِ فَإِنَّكَ لاَ تَسْجُدُ لِلَّهِ سَجْدَةً إِلاَّ رَفَعَكَ اللَّهُ بِهَا دَرَجَةً وَحَطَّ عَنْكَ بِهَا خَطِيئَةً

"Hendaklah engkau memperbanyak sujud (perbanyak shalat) kepada Allah karena tidaklah engkau memperbanyak sujud karena Allah melainkan Allah akan meninggikan derajatmu dan menghapuskan dosamu"
(HR. Muslim no. 488)

Karena ia akan mempertemukan dirimu dengan Rasulullah di kampung indah akhirat

كُنْتُ أَبِيتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَتَيْتُهُ بِوَضُوئِهِ وَحَاجَتِهِ فَقَالَ لِي سَلْ فَقُلْتُ أَسْأَلُكَ مُرَافَقَتَكَ فِي الْجَنَّةِ قَالَ أَوْ غَيْرَ ذَلِكَ قُلْتُ هُوَ ذَاكَ قَالَ فَأَعِنِّي عَلَى نَفْسِكَ بِكَثْرَةِ السُّجُودِ

“Saya bermalam bersama Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam, lalu aku membawakan air wudhunya.
Maka aku berkata, “Aku meminta kepadamu agar aku menjadi teman dekatmu di surga.”
Nabi bersabda, “Bukan permintaan yang lain?”. Aku menjawab, “Bukan, itu saja.”
Maka beliau menjawab, “Bantulah aku untuk mewujudkan keinginanmu dengan banyak melakukan sujud.”
(HR. Muslim no. 489)

Ketika teringat dengan dosa serta kemaksiatan yang mampu menghempaskan ke jilatan neraka, bersujudlah.
Karena ia menjadi sebab diharamkannya neraka bagi yang bersujud.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : ( حَرَّمَ اللَّهُ عَلَى النَّارِ أَنْ تَأْكُلَ أَثَرَ السُّجُودِ ) متفق عليه

Allah mengharamkan kepada neraka untuk membakar setiap wajah yang dipakai bersujud
( Bukhari Muslim)

Dan sungguh ketika tidak ada bahu menampung tangismu, setidaknya ada tempat sujud merendahkan diri di hadapan-Nya.
Bersujudlah yang lama, karena ia gerakan yang sangat Allah cintai.

Bersujudlah karena jutaaan orang yang sudah berkalang tanah berandai andai untuk bisa hidup kembali hanya untuk bisa kembali bersujud.

https://linktr.ee/Hijrahsalafusshalih

📎Sunnah dijaga dengan kebenaran, kejujuran, dan keadilan bukan dengan kedustaan dan kedhaliman."
(Ibnu Taimiyah rahimahullahu)

06/07/2024

⭐️🌙════════╗
╚══════════ ⭐️🌙

بِسْــــــــــــــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم

☄️❄️════════╗

*REHAT MALAM*

*Penghuni Surga tertawa setelah masuk Surga,*

*sementara Penghuni Neraka Menangis saat masuk ke dalamnya*

*Semoga kita termasuk golongan yang tersenyum bahagia di Surga*

✍️ Ustadz Abu Hurairah Hafizhahullah

╚══════════ ☄️❄️

*Doa Memohon Surga Dan Berlindung Dari Neraka*

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ النَّارِ

*Allaahumma innii as-alukal jannah, wa a'uudzu bika minan-naar.*

Ya Allah, aku mohon kepada-Mu surga, dan aku berlindung kepada-Mu dari neraka.

📚HR. Abu Daud no. 792, Ibnu Majah no. 910, dan Ahmad (3/474). Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih.

*📍Hadits selengkapnya:*

👤Dari Abu Sholih, dari beberapa sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam,

beliau shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bertanya kepada seseorang,

*"Doa apa yang engkau baca di dalam shalat?"*

* "Aku membaca tahiyyat, lalu aku ucapkan (doa di atas)."

*"Aku sendiri tidak mengetahui kalau engkau mendengungkannya begitu p**a Mu'adz," jawab orang tersebut.*

Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
*"Kami sendiri memohon surga (atau berlindung dari neraka)."*

💠Sumber: http://rumaysho.com/belajar-islam/tafsir-al-quran/3504-sifat-ibadurrahman-3-berlindung-dari-siksa-neraka.html

🔸🔸🔸⭐️🌙⭐️🌙🔸🔸🔸

🌙 *Mari rehatkan diri, bersiap dan melembutkan hati menuju peraduan dengan menghisab diri..... malam waktunya beristirahat,*

Insya Allah kita berjumpa lagi esok hari.

🔏 *Doa kafaratul majelis:*

*سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ، وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ*

“Maha Suci Engkau ya Allah, aku memujiMu. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Engkau, aku minta ampun dan bertaubat kepadaMu”
📚[HR. Ashhaabus Sunan dan lihat Shahih At-Tirmidzi 3/153]

*جَزَاكُمَ اللهُ خَيْرًا . وَ بَارَكَ اللّهُ فِيْكُم*

✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨

06/07/2024

🌸 Bismillah..

💥⚡️MANUSIA YANG PALING KERAS TERIAKAN PENYESALANNYA PADA HARI KIAMAT NANTI ❗️

Berkata Al Hasan Al Bashri Rohimahullah Ta’ala :

Sesungguhnya manusia yang paling keras teriakan penyesalannya pada hari kiamat nanti adalah seseorang yang membuat kesesatan kemudian ia diikuti...

Dan seseorang yang diberikan kecukupan namun ia menggunakan nikmat-nikmat Allah untuk bermaksiat kepada-Nya...

AT TADZKIRUL HAMDUNIYYAH 8/102

قال الحسن البصري رحمه الله تعالى
إن أشد الناس صراخا يوم القيامة رجل سن سنة ضلالة فاتبع عليها و رجل مكفي قد استعان بنعم الله على معاصيه
التذكرة الحمدونية ٨/١٠٢
🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥

📷 .nasiha x

Follow ➡️ .nasiha untuk mendapatkan nasihat setiap harinya, insyaallah

🌿🌷🌿

06/07/2024

🌸 Bismillah..

🔰 *𝐁𝐨𝐥𝐞𝐡𝐤𝐚𝐡 𝐌𝐞𝐧𝐚𝐧𝐠𝐢𝐬𝐢 𝐉𝐞𝐧𝐚𝐳𝐚𝐡 𝐓𝐚𝐧𝐩𝐚 𝐍𝐚𝐝𝐛 𝐚𝐭𝐚𝐮 𝐍𝐢𝐲𝐚𝐡𝐚𝐡 ?*

Ditinggal mati oleh kerabat dan keluarga serta sahabat yang dicintai memang bisa menimbulkan kesedihan yang teramat dalam. Akan tetapi, sebagai seorang mukmin, kita wajib menerima segala ketetapan Allah Ta’ala tersebut.

Wajar saja jika kita ingin menangis meneteskan air mata sebagai tanda sedihnya hati kita dengan berp**angnya orang-orang yang kita cintai.

Dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata,

شَهِدْنَا بِنْتًا لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَالِسٌ عَلَى القَبْرِ، قَالَ: فَرَأَيْتُ عَيْنَيْهِ تَدْمَعَانِ، قَالَ: فَقَالَ: «هَلْ مِنْكُمْ رَجُلٌ لَمْ يُقَارِفِ اللَّيْلَةَ؟» فَقَالَ أَبُو طَلْحَةَ: أَنَا، قَالَ: «فَانْزِلْ» قَالَ: فَنَزَلَ فِي قَبْرِهَا

“Kami menyaksikan pemakaman putri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.” Dia (Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu) berkata, “Dan saat itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam duduk di sisi liang lahat.” Dia (Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu) berkata, “Lalu aku melihat kedua mata beliau mengucurkan air mata.” Dia (Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu) berkata, “Maka beliau bertanya, “Siapakah di antara kalian yang malam tadi tidak berhubungan (dengan istrinya)?” Abu Thalhah berkata, “Aku.” Beliau berkata, “Turunlah engkau ke lahat!” Dia (Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu) berkata, “Maka, beliau pun ikut turun ke dalam kuburnya.” (HR. Bukhari no. 1285)

Hanya saja, tangisan tersebut tidaklah diiringi dengan meninggikan suara, merobek-robek kerah baju, atau menampar-nampar p**i, dan sejenisnya. Karena perbuatan tersebut menunjukkan keluh kesah, rasa marah, jengkel, dan tidak rida dengan takdir yang telah Allah Ta’ala tetapkan dan juga merupakan perbuatan (ciri khas) orang-orang jahiliah terdahulu.

Diriwayatkan dari sahabat ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

لَيْسَ مِنَّا مَنْ ضَرَبَ الْخُدُودَ، أَوْ شَقَّ الْجُيُوبَ، أَوْ دَعَا بِدَعْوَى الْجَاهِلِيَّةِ

“Bukan dari golongan kami siapa yang menampar-nampar p**i, merobek-robek kerah baju, dan menyeru dengan seruan jahiliah (meratap).” (HR. Bukhari no. 1294 dan Muslim no. 103)

Dari sahabat ‘Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata, “Ketika Sa’ad bin Ubadah sedang sakit, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjenguknya bersama ‘Abdurrahman bin ‘Auf, Saad bin Abu Waqqash, dan ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhum. Ketika beliau menemuinya, beliau mendapatinya sedang dikerumuni oleh keluarganya. Beliau bertanya,

قَدْ قَضَى

“Apakah ia sudah meninggal?”

Mereka menjawab, “Belum, wahai Rasulullah.”

Lalu, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menangis. Ketika orang-orang melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menangis, mereka pun turut menangis.

Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

أَلاَ تَسْمَعُونَ إِنَّ اللَّهَ لاَ يُعَذِّبُ بِدَمْعِ العَيْنِ، وَلاَ بِحُزْنِ القَلْبِ، وَلَكِنْ يُعَذِّبُ بِهَذَا – وَأَشَارَ إِلَى لِسَانِهِ – أَوْ يَرْحَمُ، وَإِنَّ المَيِّتَ يُعَذَّبُ بِبُكَاءِ أَهْلِهِ عَلَيْهِ

“Tidakkah kalian mendengar bahwa Allah tidak mengazab dengan sebab tangisan air mata, tidak p**a dengan sebab hati yang bersedih, namun Dia mengazab dengan ini.” Lalu beliau menunjuk lidahnya, atau dirahmati (karena lisan itu) dan sesungguhnya mayat itu diazab disebabkan tangisan keluarganya kepadanya.” (HR. Bukhari no. 1304 dan Muslim no. 924)

Wallahu ta'ala a'lam.

🌿🌷🌿

Want your business to be the top-listed Beauty Salon in Yogyakarta City?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Category

Telephone

Website

Address


Yogyakarta City