KAFFAh Learning Centre - KLC Sg. Petani

KAFFAh Learning Centre - KLC Sg. Petani

Share

STOKIS madu minda ustaz kedah

14/09/2021

Bismillahirrahmanirrahim..

Assalamualaikum wbt..

SAHABAT QURAN SEKALIAN..

Jom..mulai hari ni tanamkan keazaman untuk Istiqamah membaca surah Al Waqiah dan Al Mulk setiap hari sebelum tidur..

Nak baca sorang-sorang mungkin kurang semangat..

Baca ramai-ramai boleh tumpang semangat kawan-kawan..

Bersama Ustaz Ilias Abdullah dalam HALAQAH QURAN setiap malam jam 11.00malam di page "Nak Baiki Quran"

Kongsikan bersama pasangan, ahli keluarga dan rakan-rakan kita supaya mereka pun boleh masuk syurga bersama kita..

08/09/2021

Bersama-sama kita membaca dan menghayati bacaan surah Al Waqiah dan Al Mulk...

Bersama Ustaz Ilias Abdullah..

Photos 05/07/2016

PERUTUSAN EIDUL FITRI..
بـسـم الله الرحمن الرحيم
الـسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Hari Raya Aidil Fitri adalah salah satu dari dua hari raya umat Islam. Hari ini dirayakan tepat setelah umat Islam selesai berpuasa Ramadan. Bagi para sahabat dan ulama salafus shalih, akhir Ramadan merupakan saat yang sangat menyedihkan dan penuh air mata. Satu bulan yang sangat mulia, yang di dalamnya penuh dengan keberkahan, tak terasa telah usai dan pergi setidaknya selama satu tahun. Itu pun jika umur masih mencapainya.
Walaupun kepergian Ramadan penuh dengan suasana kesedihan, namun merayakan hari raya adalah kewajiban.

Adalah hal yang sangat umum terjadi di berbagai negara idul fitri dirayakan dengan meriah. Sebagaimana sebuah perayaan, tentu kita harus menghindari sikap berlebih-lebihan. Dikhawatirkan terlalu terbuai dalam perayaan malah menghilangkan maksud dari idul fitri itu sendiri.

Hari Kemenangan?
Menjadi lumrah bagi umat Islam bahwa idul fitri dipahami sebagai “hari kemenangan”. Hal ini kerana umat Islam menyebutnya sebagai “idul fitrah”, dan diartikan sebagai “kembali ke fitrah”. Fitrah atau suci, yaitu ketika manusia bersih dari segala dosanya karena telah melaksanakan puasa Ramadan sebulan sebelumnya.
Sudah banyak artikel yang membahas mengenai makna idul fitri. Secara bahasa “idul fithr” memiliki arti “hari raya makan” atau “hari raya berbuka”. Disebut demikian karena pada hari tersebut umat Islam tidak lagi berpuasa karena Ramadan telah selesai, malah diharamkan untuk berpuasa.
Menghayati Kembali Tujuan Satu Bulan Berpuasa
Tapi jika memang masyarakat kita lebih s**a mengartikannya sebagai “hari kemenangan”, maka kita mesti merenungi apa maksud dari kemenangan.
“Menang” diartikan bahwa kita mampu menahan diri selama sebulan. Mengendalikan diri agar tidak melakukan hal-hal yang membatalkan puasa walau hukum asal dari hal-hal tersebut adalah boleh. Ya, merayakan hari raya kemenangan karena kita berhasil “menahan diri sendiri” selama sebulan.
Jika mengerjakan yang halal saja tidak boleh (yaitu makan, minum, dan berhubungan bagi suami istri), apalagi yang haram? Karena itu mari kita renungkan kembali selama sebulan ini, adakah masih kita berbuat hal yang haram? Meskipun hal yang haram tersebut secara hukum tidak membatalkan puasa (atau hal haram tersebut dilakukan di waktu berbuka atau selepasnya), apakah makna dari berpuasa dan menahan diri sendiri tersebut sampai ke dalam hati kita?
Jika hal-hal seperti ini masih kita lalaikan di bulan Ramadan, apakah patut bagi kita untuk merayakan hari kemenangan? Atau, jangan-jangan kita hanya mengikut-ngikut saja untuk memeriahkan hari raya tersebut?
Kita imbas kembali juga, apa tujuan kita bersusah payah berpuasa selama sebulan? Kalau kita memikirkannya pakai logik akal, maka berpuasa itu tidak masuk akal. Manusia memerlukan kalori, memerlukan sumber energi@ tenaga untuk menjalankan aktiviti sehari-hariannya. Keadaan kekurangan energi atau hipoglikemi dalam waktu berjam-jam akan membuat pekerjaan seseorang menjadi tidak efektif. Mungkin itu lah yang ada di dalam pikiran orang-orang tidak beriman yang memang tidak mengerti. Bahkan seorang liberal dengan angkuhnya bercuit “Mana boleh Allah mewajibkan puasa? Padahal fitrah manusia itu kalau lapar makan, kalau dahaga minum.” (naudzubillah).

Orang-orang yang menjalani hidup murni hanya menggunakan logik tidak akan memahami makna iman. Alasan utama umat Islam berpuasa ialah karena diperintahkan oleh Allah. Disebutkan dalam Alquran secara jelas dan terang. Namun, Allah memerintahkan makhluk-Nya untuk berpuasa dengan suatu tujuan.
Apakah tujuan itu?
Ya, tujuan itu adalah agar kita bertaqwa. Pertanyaannya, setelah berpuasa selama sebulan, sudahkah kita menjadi insan yang bertaqwa?
Taqwa memiliki berbagai pengertian. Suatu ketika Umar bin Khathab pernah bertanya kepada Ubay bin Ka’ab tentang taqwa. Ubay berkata, “Apakah Anda pernah melewati jalan yang banyak durinya?” “Pernah,” jawab Umar. Ubay bertanya kembali, “Bagaimana ketika Anda melewatinya?” Umar menjawab, “Saya sungguh berhati-hati sekali supaya tidak kena duri.” Ubay berkata, “Itulah arti taqwa yang sebenar-benarnya.”
Apakah setelah selesai puasa Ramadan, kita menjadi semakin berhati-hati agar tidak berbuat dosa? Seberapa mampu kita menjaga diri agar sentiasa memilih jalan yang selamat dan tidak tertusuk duri maksiat?
Jika puasa tidak menjadikan kita peribadi yang bertaqwa, apakah kita termasuk yang disebut dalam hadis “Betapa banyak orang yang berpuasa namun ia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali lapar dan dahaga.” (HR. At Thabrani)? Astagfirullah…
Mari renungkan kembali tujuan kita berpuasa, lalu bermuhasah diri. Jika dirasa belum, bahkan terasa masih jauh, maka berusahalah. Berusaha dan bermujahadah/bersungguh-sungguhlah sebelum nyawa sampai kehalqum.
Di akhir bulan Ramadan, saatnya kita perbanyak istigfar, perbarui taubat. Entah usia kita masih ada untuk Ramadan tahun depan atau tidak.
“Katakanlah, ‘Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.’” (Az-Zumar: 53)

Pendidikan puasa selama sebulan akan terlihat hasilnya di bulan-bulan berikutnya. Karena, semenjak dikumandangkannya takbir pertanda masuk bulan syawal lah waktunya pembuktian. Apakah dari puasa sebulan yang lalu ada kebaikan yang diperolehi, atau hanya lapar dan dahaga; itu semua dibuktikan di bulan-bulan berikutnya.
Menggapai Keberkahan Idul Fitri dengan Melaksanakan Sunnah
Idul fitri adalah untuk dirayakan. Tidak boleh ada yang berpuasa, dan seharusnya setiap umat muslim bergembira. Tentu saja dirayakan dalam kadar yang wajar dan tidak berlebihan, apalagi sampai melupakan kewajiban.
Agar kebahagiaan ini bukan sekadar perayaan tapi juga bernilai ibadah, marilah laksanakan hal-hal yang disunnahkan ketika hari raya. Sebaliknya, hal-hal yang mendekatkan diri dari kelalaian mengingat Allah bahkan perbuatan dosa jangan sampai mengotori kemeriahan hari raya umat Islam ini.

*TAKBIR RAYA
Ibn Abi Syaibah meriwayatkan bahwa Nabi saw. keluar rumah menuju ke kawasan lapang kemudian beliau bertakbir hingga tiba di sana. Beliau tetap bertakbir sampai solat selesai. Setelah menyelesaikan solat, beliau menghentikan takbir. (HR. Ibn Abi Syaibah)
Takbir tidak harus di masjid atau kawasan lapang (padang), tapi boleh dilakukan di mana saja. Disunnahkan bagi laki-laki untuk menguatkan suaranya ketika bertakbir. Zikir takbir dimulai semenjak terbenam matahari (masuk bulah syawal) hingga shalat ied dilaksanakan.

*SOLAT SUNAT HARI RAYA
Solat idul fitri adalah Sunat muakkadah, bahkan ada ulama yang mewajibkannya. Karena itu, sangat dianjurkan bagi kaum muslimin untuk shalat ied
“Rasulullah saw. dahulu keluar di hari idul fitri dan idul adha ke mushalla, yang pertama kali beliau lakukan adalah solat, lalu berpaling dan kemudian berdiri di hadapan manusia sedang mereka duduk di shaf-shaf mereka. Kemudian beliau menasihati dan memberi wasiat kepada mereka serta memberi perintah kepada mereka. Bila beliau ingin mengutus suatu utusan maka beliau utus, atau ingin memerintahkan sesuatu maka beliau perintahkan, lalu beliau pergi.” (HR. Bukhari)

*MAKAN SEBELUM SOLAT
Disunnahkan untuk makan terlebih dahulu sebelum berangkat shalat idul fitri.
Dari Anas bin Malik, ia berkata, “Adalah Rasulullah saw. tidak keluar di hari fitri sebelum beliau makan beberapa kurma. Murajja’ bin Raja’ berkata, ‘Abdullah berkata kepadaku, ‘”Ia mengatakan bahwa Anas berkata kepadanya, “”Nabi memakannya dalam jumlah ganjil.”” (HR. Bukhari)

*BERPAKAIAN KEMAS DAN BERHIAS
Umar ra. mengambil sebuah jubah dari sutera yang dijual di pasar, lalu ia mendatangi Rasulullah saw., kemudian ia berkata, “Wahai Rasulullah, belilah pakaian ini dan berhiaslah dengannya untuk hari raya dan menyambut tetamu.” Maka Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya ini adalah pakaian orang yang tidak mendapatkan bahagian (di hari kiamat.)” (HR. Bukhari)
Imam Asy-Syaukani rahimahullah berkata, “Kesimpulannya, disyariatkan berhias pada hari raya dari hadits ini didasari oleh persetujuan nabi tentang berhias di hari raya. Adapun pengingkarannya hanya terbatas pada macam atau jenis pakaiannya, karena ia terbuat dari sutera.”
Yang perlu dicatat di sini ialah berpakaian rapih layaknya menyambut tamu, namun tidak harus berupa pakaian baru. Berhias di sini pun tentu berhias sesuai dengan tuntunan syariat.

*MANDI PAGI HARI RAYA.
Dalam sebuah atsar disebutkan:
Seseorang bertanya kepada Ali ra. tentang mandi, maka Ali berkata, “Mandilah setiap hari jika kamu mau.” Seorang itu berkata, “Tidak. Mandi itu yang benar-benar mandi.” Ali berkata, “Hari jumat, hari arafah, hari idul adha, dan hari idul fitri.” (HR. Al Baihaqi)

*PERGI DAN PULANG SOLAT HARI RAYA DENGAN JALAN YANG BERBEZA.
Dari Jabir, ia berkata, “Nabi saw. apabila di hari ied beliau mengambil jalan yang berbeda.” (HR Bukhari)
Hikmah dari sunnah ini ialah agar dapat mengucapkan salam dan bersilaturahim dengan orang-orang di sekitar dari rute yang berbeda tersebut, serta untuk syiar Islam.
Mengucapkan Ucapan Selamat Hari Raya
Kebanyakan masyarakat kita mengucapkan “Minal ‘aidin wal faidzin” yang berarti “dari yang kembali dan kemenangan” dan diikuti dengan “mohon maaf lahir dan batin”. Memang sudah menjadi tradisi dan budaya kita untuk maaf-memaafkan di hari idul fitri. Namun ucapan yang dianjurkan sebagaimana yang dilakukan para sahabat dan ulama salafus shalih ialah
Taqabballalhu minna wa minkum (semoga Allah menerima [amal ibadah] dari kami dan dari kalian). Wallahu a’lam

Photos from KAFFAh Learning Centre - KLC Sg. Petani's post 05/04/2016

Alhamdulillah..permulaan yang baik, InsyAllah diberi peluang untuk masuk peti ais, cabaran dalam perniagaan untuk bersaing dengan syarikat gergasi..namun produk kami kekuatannya adalah Allah yang MAHA PEMURAH lagi MAHA PEMBERI REZKI..
Satu perjuangan dalam memartabatkan ekonomi orang Islam dan memperjuangkan makanan sunnah..
Jutaan terima kasih buat:-
1. Hijrah Halal produk muslim Hijrah Halal Frozen
2.Koperasi SMA Tarbiah Diniah Kulim
3.Koperasi Maahad Tahfiz Sains Darul Aman Official - MTSD

kerana memberi Madu MINDA USTAZ -HQ ruang untuk memperkenalkan produk Aiskrim Minda Halalan Tayyiban..

Semoga Allah memberkati dan mempermudahkan segala urusan Madu MINDA USTAZ Penang








www.facebook.com/madumindaustazkedah

Photos 03/03/2016

Sama-samalah kita menyumbang sebahagian rezki yang dikurniakan untuk pelaburan saham akhirat kita nanti..
KEMPEN SEORANG RM10 untuk Maahad Tarbiah Islamiah Derang

Photos 03/03/2016

Tahniah & Syabas diucapkan bagi pelajar-pelajar yang mendapat keputusan yang cemerlang, namun kepada mereka yang kurang bernasib baik teruskan usaha untuk mencapai kejayaan di masa hadapan..

Keputusan yang anda perolehi hari ini bukanlah bermakna anda gagal selama-lamanya, tapi ia adalah titik permulaan bagi tangga kejayaan anda seterusnya..

'ala kulli hal,kullu 'am wa antum fil khair


SABK alMadrasah alKhairiah alIslamiah
SABK Maahad Yahyawiah
SABK Maahad Al Tarbiah Al Islamiah
SABK Daeratul Maarifil Wataniah
Sabk Khairiah Islamiah, Pokok Sena
Sekolah Rendah Islam Bahrul Ulum-Sribu
Stail Smart - Rasmi
Sma Dmw1
Sma Al Ahmadiah
Sekolah Menengah Islam dan Tahfiz Al-Amin
Madrasah Al-Aminiah Page
Sekolah menengah islam al-masriyah(smim)
Maahad Tahfiz Sains Darul Aman Official - MTSD
Sekolah Menengah Agama Taufikiah Al-Khairiah @ Pondok Pak Ya,Padang Lumat

Photos 29/02/2016

Kini anda boleh dapatkan MADU MINDA USTAZ
Kedai: KEDAI MAKAN PAK SU MID
Tempat: TIKAM BATU, SG PETANI KEDAH

www.facebook.com/madumindaustaz -HQ

Want your business to be the top-listed Beauty Salon in Alor Setar?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Category

Telephone

Website

Address


Alor Setar
06200